Hari Bhayangkara, Warga Bersihkan Makam Pahlawan Pamarican
- account_circle redaktur
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 9
- comment 0 komentar
- print Cetak

Peserta gotong royong membersihkan Situs Makam Pahlawan Pamarican di Kabupaten Ciamis saat peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Jumat (3/7/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Tidak banyak warga yang mengetahui bahwa Makam Pahlawan Pamarican menyimpan kisah penting perjuangan kemerdekaan Indonesia di wilayah Ciamis Selatan. Situs Makam Pahlawan Pamarican menjadi bukti sejarah sekaligus pengingat bahwa Kecamatan Pamarican pernah menjadi jalur gerilya para pejuang. Karena itu, semangat menjaga sejarah Pamarican kembali menguat saat unsur Muspika bersama masyarakat menggelar gotong royong membersihkan kawasan makam dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80, Jumat (3/7/2026).
Kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada kebersihan lingkungan, tetapi juga menjadi momentum memperkuat rasa cinta tanah air sekaligus mengenang jasa para pahlawan yang telah mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.
Gotong Royong Libatkan Berbagai Elemen Masyarakat
Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Muspika) Pamarican mengajak berbagai unsur masyarakat untuk bersama-sama merawat kawasan situs bersejarah tersebut.
Pemerintah Kecamatan Pamarican, Polsek Pamarican, Koramil Pamarican, Koordinator Wilayah Pendidikan, anggota Pramuka, hingga organisasi sosial dan relawan kebencanaan turut ambil bagian dalam kegiatan itu.
Sejumlah organisasi yang hadir antara lain RCS, RAPI, Senkom Mitra Polri, Tagana, ORARI, GSR, serta Karang Taruna Rescue.
Seluruh peserta bergotong royong membersihkan rumput liar, menyapu area makam, mengumpulkan sampah, dan merapikan lingkungan.
Kegiatan itu menegaskan bahwa menjaga warisan sejarah merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah.
Doa Bersama Jadi Bentuk Penghormatan kepada Para Pahlawan
Setelah aksi bersih-bersih selesai, seluruh peserta mengikuti doa bersama yang dipimpin petugas dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pamarican.
Melalui doa tersebut, seluruh peserta memohon agar para pahlawan yang telah gugur memperoleh tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
Selain itu, doa bersama menjadi simbol penghormatan atas pengorbanan para pejuang yang rela mempertaruhkan jiwa demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Suasana khidmat pun terasa di kompleks makam. Banyak peserta memanfaatkan kesempatan itu untuk mengenang kembali perjuangan para pendahulu sekaligus mengingatkan generasi muda agar tidak melupakan sejarah daerahnya sendiri.
Camat Pamarican: Situs Sejarah Harus Terus Dijaga
Camat Pamarican, Asep Kodari, menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar agenda rutin memperingati Hari Bhayangkara ke-80.
Menurutnya, aksi gotong royong menjadi sarana membangun kembali semangat nasionalisme sekaligus mengajak masyarakat menjaga situs sejarah yang memiliki nilai penting bagi Kabupaten Ciamis.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Hari Bhayangkara ke-80. Makam pahlawan ini harus kita jaga bersama agar tetap bersih, khidmat, dan indah. Sebagai generasi penerus, inilah bentuk penghormatan kami kepada para pahlawan yang dimakamkan di sini,” ujarnya.
Lebih lanjut, Asep menilai keberadaan Situs Makam Pahlawan Pamarican menyimpan nilai historis yang tidak boleh terlupakan oleh perkembangan zaman.
Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat, terutama generasi muda, untuk mengenal sejarah lokal sebagai bagian dari identitas daerah.
Warisan Sejarah Menjadi Tanggung Jawab Bersama
Menurut Asep, pelestarian situs perjuangan akan berhasil apabila seluruh elemen masyarakat memiliki rasa memiliki terhadap warisan sejarah tersebut.
Oleh sebab itu, kegiatan gotong royong seperti ini perlu terus dilakukan secara berkelanjutan.
Selain menjaga kebersihan kawasan makam, kegiatan tersebut juga mampu mempererat kebersamaan antarinstansi, organisasi masyarakat, dan warga sekitar.
Di sisi lain, momentum Hari Bhayangkara ke-80 menjadi pengingat bahwa nilai persatuan, kepedulian, dan gotong royong tetap relevan dalam kehidupan bermasyarakat saat ini.
Semangat yang dahulu mengantarkan bangsa Indonesia menuju kemerdekaan kini dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana, seperti merawat situs sejarah dan menghormati jasa para pejuang.
Sejarah Daerah Harus Tetap Hidup di Tengah Generasi Muda
Keberadaan Makam Pahlawan Pamarican bukan sekadar tempat peristirahatan para pejuang, melainkan ruang belajar terbuka tentang sejarah perjuangan bangsa.
Karena itu, masyarakat diharapkan tidak hanya datang saat peringatan hari besar nasional, tetapi juga menjadikan situs tersebut sebagai sarana edukasi bagi pelajar dan generasi muda.
Dengan mengenal sejarah daerah sendiri, rasa cinta tanah air akan tumbuh lebih kuat. Selain itu, penghargaan terhadap jasa para pahlawan akan semakin nyata melalui tindakan menjaga dan merawat peninggalan sejarah.
Bangsa yang besar tidak hanya mengenang para pahlawannya dengan upacara, tetapi juga menjaga jejak perjuangannya agar tetap hidup sepanjang zaman. (GZ)
- Penulis: redaktur



Saat ini belum ada komentar