Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Bupati Tasikmalaya Lantik 215 Pejabat Baru

Bupati Tasikmalaya Lantik 215 Pejabat Baru

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
  • visibility 6
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Pelantikan 215 pejabat Tasikmalaya menegaskan komitmen integritas dan penguatan pelayanan publik.

albadarpost.com, LENSA – Pelantikan pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya kembali menyoroti kebutuhan mendesak akan penguatan pelayanan publik. Dalam acara yang digelar di Aula Pendopo Baru, Selasa, 9 Desember 2025, Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin menegaskan bahwa jabatan bukan sekadar kepercayaan struktural, melainkan amanah yang harus diemban dengan integritas penuh. Momentum ini menjadi langkah reorganisasi besar, melibatkan 215 pejabat dari berbagai tingkatan.

Acara tersebut bukan hanya seremoni mutasi tahunan. Pemerintah daerah tengah memperbaiki tata kelola sekaligus meningkatkan standar layanan dasar yang dirasakan langsung masyarakat. Karena itu, Bupati Cecep menggunakan forum pelantikan sebagai ruang untuk mengingatkan etika kerja, konsistensi moral, dan keteladanan aparatur.

Penguatan Struktur dan Tugas Pejabat

Sebanyak 215 pejabat yang dilantik terbagi ke dalam lima kelompok. Delapan pejabat menduduki posisi Pimpinan Tinggi Pratama. Sepuluh lainnya sebagai Administrator, disusul 23 pejabat Pengawas. Ada pula tujuh pejabat Fungsional dan penugasan terbesar berasal dari sektor pendidikan, yakni 167 guru yang dipercaya menjadi kepala sekolah. Komposisi ini menunjukkan arah kebijakan daerah yang memberi perhatian besar pada perbaikan layanan pendidikan, sejalan dengan evaluasi kinerja sebelumnya.

Dalam arahannya, Bupati Cecep menekankan agar aparatur tidak hanya mematuhi regulasi, tetapi juga menjaga nilai dasar pelayanan. Ia meminta pejabat bekerja berdasarkan prinsip jujur, sadar tugas, dan bertanggung jawab. Tiga elemen itu, menurutnya, menjadi pondasi untuk memperbaiki kualitas pelayanan publik.

Di hadapan pejabat baru, Bupati mengingatkan bahaya penyimpangan, termasuk tindakan menerima pemberian yang berpotensi menimbulkan konflik kepentingan. Ia juga menuntut kedisiplinan yang konsisten, baik dalam sikap pribadi maupun sebagai pemimpin unit kerja.

Integritas sebagai Syarat Layanan yang Lebih Baik

Bupati juga mempertegas komitmen menjaga rahasia jabatan serta kesiapan aparat ditempatkan kapan pun dan di mana pun dalam lingkup NKRI. Ia menilai mobilitas pejabat adalah bagian dari kebutuhan organisasi, bukan hukuman birokrasi.

Pada bagian lain pidatonya, Cecep mendorong para pemimpin unit kerja memberi ruang bagi bawahan untuk berkembang. Pengembangan kompetensi dianggap penting agar organisasi mampu menjawab tuntutan inovasi layanan. Dalam konteks penguatan pelayanan publik, instruksi tersebut relevan, karena mutu layanan sangat bergantung pada kapasitas sumber daya manusia.

Baca juga: Polres Tasikmalaya Bongkar Pemalsuan Produk Pangan di Dua Gudang

Bupati menilai tantangan layanan ke depan tidak hanya berlangsung pada infrastruktur, tetapi juga pada cara kerja birokrasi yang harus lebih adaptif, responsif, dan kolaboratif. Aparatur harus siap mengembangkan inovasi, terutama pada sektor yang menyentuh kebutuhan harian warga.

Acara pelantikan turut dihadiri unsur pimpinan daerah seperti Wakil Bupati, Ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya, para asisten daerah, camat, kepala perangkat daerah, organisasi perempuan, dan jajaran kepala sekolah. Keterlibatan berbagai unsur tersebut memperlihatkan bahwa penguatan sistem birokrasi bukan hanya urusan internal pemerintah, tetapi kepentingan publik yang lebih luas.

Pelantikan ini juga menjadi strategi mempercepat agenda daerah dalam membangun pelayanan dasar yang lebih efisien. Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya menargetkan peningkatan sejumlah indikator, seperti percepatan layanan administrasi, kualitas pendidikan, dan efisiensi tata kelola perangkat daerah.

Konteks reorganisasi kali ini menunjukkan pergeseran fokus pemerintah daerah: menempatkan integritas dan kinerja sebagai tolok ukur utama. Pelayanan yang baik tidak mungkin lahir tanpa aparatur yang dapat dipercaya. Karena itu, pesan Bupati menjadi peringatan sekaligus ajakan untuk bekerja secara profesional dan berbasis kebutuhan masyarakat.

Tasikmalaya menegaskan integritas aparatur untuk memperkuat pelayanan publik melalui pelantikan 215 pejabat dan agenda reformasi birokrasi. (Red/Asep Chandra)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • peran ayah

    “Ayah Ambil Rapor”, Kebijakan Hangat yang Dangkal

    • calendar_month Minggu, 21 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 8
    • 0Komentar

    Editorial Albadarpost menilai kebijakan ayah ambil rapor bersifat simbolik dan belum menyentuh akar krisis pengasuhan. Kebijakan Ringan di Tengah Masalah Berat albadarpost.com, EDITORIAL – Negara kembali menghadirkan kebijakan yang terdengar hangat, mudah diterima, dan cepat viral: Gerakan Ayah Mengambil Rapor. Pesannya sederhana. Ayah diminta hadir ke sekolah saat pembagian rapor. Tujuannya mulia, mendorong keterlibatan ayah […]

  • Keajaiban hujan dalam Al-Qur’an Surah Al-An’am 99 ungkap tanda kekuasaan Allah lewat tumbuhan, buah, dan proses kehidupan.

    Kisah Keajaiban Hujan dalam Al-Qur’an

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 8
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Keajaiban hujan dalam Al-Qur’an menjadi salah satu bukti nyata kebesaran Allah yang kerap hadir di sekitar manusia. Melalui air yang sama, Allah menumbuhkan beragam tanaman dengan bentuk, warna, dan rasa berbeda. Fenomena ini menegaskan tanda kekuasaan Ilahi sekaligus mengajak manusia merenungkan proses kehidupan. Dalam perspektif iman, turunnya hujan bukan sekadar peristiwa alam, […]

  • pidana kerja sosial

    Pidana Kerja Sosial dalam KUHP Baru

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 9
    • 0Komentar

    Pidana kerja sosial dalam KUHP baru diuji: solusi kelebihan lapas atau sekadar memindahkan beban ke daerah. albadarpost.com, PERSPEKTIF – Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru pada 2026 menandai perubahan arah pemidanaan di Indonesia. Negara mulai membuka ruang lebih luas bagi pidana nonpemenjaraan, salah satunya melalui pidana kerja sosial. Kebijakan ini bukan sekadar teknis hukum, […]

  • Ilustrasi Aisyah RA sebagai ulama perempuan dalam Islam yang dikenal karena kecerdasan dan kontribusinya dalam ilmu hadis.

    Aisyah RA, Ulama Perempuan yang Menginspirasi Dunia

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 13
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Tidak banyak orang menyadari bahwa salah satu ulama paling berpengaruh dalam sejarah Islam adalah seorang perempuan. Ia bukan hanya dikenal sebagai istri Rasulullah SAW, tetapi juga sebagai sumber ilmu bagi para sahabat. Sosok tersebut adalah Aisyah RA ulama perempuan yang keilmuannya menjadi rujukan penting dalam berbagai bidang ajaran Islam. Ketika banyak sahabat […]

  • Bahaya Judi Online

    Bahaya Judi Online Mengintai Anak dan Petani, Kejaksaan RI Tingkatkan Edukasi Publik

    • calendar_month Minggu, 26 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 8
    • 0Komentar

    Kejaksaan RI soroti bahaya judi online pada anak dan petani, edukasi publik digencarkan. albadarpost.com, LENSA – Bahaya Judi Online kembali menjadi sorotan serius setelah Kejaksaan Agung mengungkap bahwa dampak praktik perjudian digital ini telah menjangkau lapisan masyarakat paling rentan, termasuk anak-anak sekolah dasar hingga petani di pedesaan. Fakta tersebut disampaikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana […]

  • kasus penganiayaan istri siri

    Kasus Penganiayaan Istri Siri di Sukabumi, Tipiring atau KDRT?

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 9
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kasus penganiayaan istri siri di Sukabumi kembali membuka perdebatan lama dalam penegakan hukum. Seorang perempuan melaporkan mantan suami sirinya atas dugaan pencekikan. Namun polisi tidak menahan terlapor dan mengklasifikasikan perkara tersebut sebagai tindak pidana ringan atau tipiring. Keputusan ini memantik pertanyaan publik. Banyak pihak mempertanyakan apakah kekerasan terhadap pasangan dalam hubungan […]

expand_less