Doa Sudah Dihapal, Tapi Mendadak Lupa Saat Melihat Ka’bah
- account_circle redaktur
- calendar_month Senin, 18 Mei 2026
- visibility 14
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, HIKMAH – Banyak jamaah haji ternyata mengalami hal yang sama saat pertama kali melihat Ka’bah: mereka lupa dengan daftar doa yang sebelumnya sudah disiapkan.
Padahal sebagian orang datang membawa catatan panjang di ponsel. Ada yang menulis nama keluarga satu per satu. Ada juga yang menyimpan doa-doa khusus sejak masih di tanah air.
Namun ketika Ka’bah benar-benar terlihat di depan mata, semuanya mendadak berubah.
Tangan gemetar.
Mata mulai basah.
Dan isi kepala tiba-tiba kosong.
Dalam kajian Islam, momen melihat Ka’bah memang sering disebut sebagai salah satu pengalaman spiritual paling kuat bagi seorang Muslim. Karena itu, banyak jamaah mengaku tidak mampu mengendalikan emosinya saat pertama kali memasuki Masjidil Haram.
Banyak Jamaah Mengaku Tidak Menyangka Akan Menangis
Sebagian jamaah sebenarnya sudah sering melihat Ka’bah lewat televisi, video YouTube, atau media sosial.
Tetapi suasananya berbeda ketika melihat langsung.
Ada yang awalnya berjalan santai bersama rombongan. Ada juga yang masih sibuk memegang ponsel untuk merekam suasana sekitar.
Namun ketika pandangan mulai terbuka ke arah tengah Masjidil Haram, langkah mereka perlahan melambat.
Ka’bah terlihat.
Dan suasana hati mendadak berubah total.
Sebagian orang langsung menunduk sambil menangis. Sebagian lain mengangkat tangan untuk berdoa meski bibirnya sulit mengucapkan kata-kata.
Lucunya, banyak jamaah justru lupa membuka catatan doa yang sebelumnya sudah dipersiapkan berbulan-bulan.
Karena pada momen itu, hati terasa lebih sibuk daripada pikiran.
Ka’bah dan Momen Spiritual yang Sangat Dalam
Dalam Islam, Ka’bah bukan sekadar bangunan yang menjadi arah kiblat.
Ka’bah memiliki kedudukan istimewa sebagai rumah ibadah pertama yang dibangun untuk manusia.
Allah SWT berfirman:
“Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk manusia ialah Baitullah yang di Bakkah (Makkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi seluruh alam.”
(QS. Ali Imran: 96)
Karena itu, banyak ulama menjelaskan bahwa hati seorang Muslim biasanya akan merasakan getaran emosional yang sangat kuat ketika melihat Ka’bah secara langsung.
Apalagi bagi jamaah yang menunggu bertahun-tahun untuk berangkat haji atau umrah.
Ada yang menjual aset sedikit demi sedikit demi bisa berangkat. Ada yang menabung sejak anak-anaknya masih kecil. Bahkan ada yang datang sambil membawa amanah doa dari keluarga di kampung halaman.
Semua perjalanan panjang itu seperti berkumpul dalam satu momen saat Ka’bah terlihat di depan mata.
Doa Tetap Menjadi Amalan Utama Saat Melihat Ka’bah
Meski banyak jamaah lupa dengan daftar doa mereka, para ulama tetap menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak doa saat melihat Ka’bah.
Rasulullah SAW bersabda:
“Doa adalah ibadah.”
(HR. Tirmidzi)
Selain itu, Allah SWT juga berfirman:
“Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu.”
(QS. Ghafir: 60)
Karena itu, sebagian jamaah tetap berusaha membaca doa yang mereka ingat.
Namun menariknya, banyak orang justru mengaku doa yang keluar saat melihat Ka’bah terasa lebih jujur dan spontan.
Tidak terlalu panjang.
Tidak terlalu tersusun.
Kadang hanya beberapa kalimat sederhana.
“Ya Allah, terima kasih sudah memanggil saya ke sini.”
Dan anehnya, kalimat sederhana seperti itu sering terasa sangat dalam.
Ada Jamaah yang Hanya Diam Cukup Lama
Di tengah ramainya orang thawaf, ada juga jamaah yang memilih diam cukup lama sambil memandangi Ka’bah.
Ada jamaah yang berkali-kali mengusap wajahnya sendiri karena air mata terus jatuh tanpa terasa.
Mereka tidak banyak berbicara.
Tidak sibuk mengambil foto.
Tidak buru-buru merekam video.
Hanya melihat.
Kadang suasana seperti itu justru terasa paling menyentuh.
Di sekitar mereka, ribuan manusia bergerak tanpa henti. Suara talbiyah terdengar dari berbagai arah. Cahaya lampu Masjidil Haram juga membuat malam terasa terang.
Tetapi di tengah keramaian sebesar itu, sebagian orang justru merasa sangat sendirian di hadapan Allah SWT.
Dan mungkin di situlah letak harunya.
Momen yang Membuat Banyak Orang Lebih Jujur pada Dirinya Sendiri
Melihat Ka’bah sering membuat seseorang lebih jujur terhadap isi hatinya sendiri.
Tentang dosa yang selama ini disimpan.
Tentang rasa lelah yang tidak pernah diceritakan.
Atau tentang harapan yang diam-diam masih terus dipanjatkan meski terasa berat.
Kadang doa terbaik justru muncul bukan dari kalimat panjang.
Tetapi dari air mata yang jatuh tanpa direncanakan.
Dan banyak jamaah baru memahami perasaan itu setelah benar-benar berdiri di depan Ka’bah.
Mungkin itu sebabnya banyak jamaah lupa dengan daftar doa mereka saat melihat Ka’bah pertama kali.
Karena pada momen itu, hati manusia sering berbicara lebih dulu sebelum kata-kata sempat disusun oleh pikirannya sendiri. (Red)
- Penulis: redaktur

Saat ini belum ada komentar