Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Ulama Ingatkan Bahaya Menunda Amal Baik dan Dampaknya

Ulama Ingatkan Bahaya Menunda Amal Baik dan Dampaknya

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
  • visibility 169
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, LIFESTYLE – Menunda amal baik bukan sekadar persoalan waktu, tetapi menyangkut kualitas iman dan arah hidup seorang Muslim. Ulama tasawuf Syekh ‘Athaillah As-Sakandari menegaskan, kebiasaan menunda kebaikan dengan alasan menunggu momen yang lebih tepat merupakan tanda kebodohan yang nyata. Peringatan ini relevan di tengah masyarakat modern yang kerap menunda ibadah, sedekah, dan tanggung jawab sosial demi urusan duniawi.

Wejangan tersebut tertuang dalam kitab Al-Hikam, salah satu karya rujukan utama dalam tradisi tasawuf Sunni. Dalam konteks kekinian, pesan itu menjadi pengingat bahwa menunda amal baik bukan hanya merugikan secara spiritual, tetapi juga berdampak langsung pada kehidupan sosial dan moral umat.

Menunda Amal Baik dan Prioritas Duniawi

Syekh ‘Athaillah menyebut menunda amal baik sebagai kebodohan nyata karena seseorang lebih mendahulukan kepentingan dunia dibandingkan akhirat. Pandangan ini sejalan dengan firman Allah Swt. dalam Surat Al-A’la ayat 16–17 yang menegaskan bahwa manusia sering mengutamakan kehidupan dunia, padahal akhirat jauh lebih baik dan kekal.

Baca juga: Pagi Nabi Muhammad SAW Dimulai dari Ibadah dan Keluarga

Dalam praktiknya, menunda amal baik sering dibungkus dengan alasan rasional: menunggu waktu luang, kondisi ekonomi membaik, atau suasana hati lebih siap. Namun, para ulama mengingatkan bahwa alasan tersebut justru menunjukkan lemahnya kesadaran akan keterbatasan hidup.

“Manusia tidak pernah tahu apakah ia masih memiliki kesempatan esok hari,” demikian garis besar pesan para ulama klasik. Menunda amal baik berarti mempertaruhkan kebaikan pada waktu yang tidak pernah dijamin akan datang.

Risiko Kehilangan Kesempatan dan Lemahnya Niat

Menunda amal baik juga berisiko mematikan niat. Dalam kajian psikologi Islam, niat yang tidak segera diwujudkan cenderung melemah karena tergerus oleh perubahan situasi, tekanan hidup, dan godaan lingkungan. Apa yang hari ini terasa mudah, esok bisa menjadi berat atau bahkan terlupakan.

Para ulama menegaskan, azam atau tekad yang kuat harus segera diikuti dengan tindakan. Jika tidak, niat baik bisa berubah arah atau hilang sama sekali. Inilah yang dimaksud Syekh ‘Athaillah sebagai dampak serius terhadap jiwa.

Lebih jauh, menunda amal baik berarti menyia-nyiakan waktu. Ulama salaf menekankan bahwa waktu adalah aset paling berharga bagi manusia. Ia tidak bisa diulang, tidak bisa dibeli, dan tidak bisa digantikan.

Waktu sebagai Amanah yang Dipertanggungjawabkan

Dalam banyak nasihat ulama, waktu diposisikan sebagai amanah. Kalimat masyhur yang sering dikutip menyebutkan, “Jangan menunda sampai besok apa yang bisa dikerjakan hari ini.” Pesan ini bukan sekadar motivasi moral, tetapi prinsip hidup yang menuntut disiplin spiritual.

Ulama juga mengingatkan bahwa waktu tidak seharusnya dihabiskan kecuali untuk hal-hal yang bernilai. Amal baik, baik dalam bentuk ibadah personal maupun kontribusi sosial, adalah bentuk pemanfaatan waktu yang paling bernilai dalam pandangan Islam.

Baca juga: Kuliah Kosmetik Kini Bisa di Unpad, Siap Masuk Industri 4.0

Dalam konteks masyarakat saat ini, menunda amal baik dapat berdampak luas. Ketika kepedulian sosial ditunda, masalah kemiskinan, ketidakadilan, dan krisis moral berpotensi semakin menguat. Karena itu, pesan Syekh ‘Athaillah tidak hanya bersifat personal, tetapi juga sosial.

Dampak bagi Kehidupan Umat

Peringatan tentang bahaya menunda amal baik menjadi penting untuk membangun kesadaran kolektif umat. Amal yang dilakukan tepat waktu memperkuat solidaritas sosial, menjaga konsistensi iman, dan membentuk karakter yang bertanggung jawab.

Sebaliknya, budaya menunda dapat melahirkan sikap abai dan individualistis. Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi melemahkan sendi-sendi kehidupan beragama dan bermasyarakat.

Pesan ulama ini menegaskan bahwa kebaikan tidak menunggu sempurna. Ia menuntut keberanian untuk dimulai sekarang, dalam kondisi apa adanya, dengan niat yang lurus.

Menunda amal baik berarti menunda kebaikan bagi diri sendiri dan masyarakat. Islam menekankan aksi segera, karena waktu dan kesempatan tidak pernah menunggu. (ARR)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • kesabaran Nabi Nuh

    Nabi Nuh dan Kesabaran Berdakwah: Saat Dakwah Tak Lagi Soal Hasil

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 139
    • 0Komentar

    albadarapost.com, LIFESTYLE – Kesabaran Nabi Nuh, keteguhan Nabi Nuh dalam berdakwah, serta perjuangan dakwah Nabi Nuh menjadi kisah yang sering didengar, namun jarang dipahami secara mendalam. Banyak orang mengenalnya hanya sebagai kisah banjir besar, padahal di balik itu tersimpan pelajaran penting tentang konsistensi, tekanan sosial, dan ketahanan mental yang luar biasa. Namun demikian, ada sisi […]

  • Aplikasi Mata Elang

    Negara Harus Tegas Terhadap Aplikasi Matel

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Editorial Albadarpost: Kebocoran data nasabah lewat aplikasi matel mengancam privasi dan menuntut tanggung jawab negara. albadarpost.com, EDITORIAL – Beragam aplikasi digital yang digunakan mata elang untuk melacak kendaraan kredit bermasalah kini beredar bebas di ruang digital. Siapa pun dapat mengunduhnya. Cukup masukkan nomor polisi kendaraan, data sensitif pemilik langsung terbuka. Masalahnya bukan sekadar penagihan utang. […]

  • Kekeringan Tasikmalaya

    Krisis Air Meluas di Tasikmalaya, Ini Penjelasannya

    • calendar_month Jumat, 17 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 56
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kekeringan Tasikmalaya semakin meluas seiring berlangsungnya musim kemarau. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya, sebanyak 71 desa di 11 kecamatan masuk kategori rawan kekeringan dengan tingkat risiko tinggi. Kondisi ini membuat sebagian warga mulai mengalami kesulitan memperoleh air bersih, sementara sektor pertanian juga mulai merasakan dampaknya. BPBD menjelaskan […]

  • Kekerasan Anak

    Polres Sukabumi Kota Tangkap Ayah Tiri Pelaku Kekerasan Anak

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Unit PPA Polres Sukabumi Kota menangkap ayah tiri pelaku kekerasan anak dengan video sebagai alat pemerasan. albadarpost.com, HUMANIORA – Kasus kekerasan anak kembali mencuat di Sukabumi. Unit PPA Satreskrim Polres Sukabumi Kota menangkap DIA (44), seorang ayah tiri asal Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, atas dugaan eksploitasi seksual terhadap anak perempuan berusia 10 tahun. Bukan hanya […]

  • Suasana pelayanan terpadu Pepatah Manis Kabupaten Ciamis yang menghadirkan berbagai layanan publik, Job Fair, dan Gerakan Pangan Murah.

    Catat Tanggalnya! Belasan Instansi Buka Layanan Sekaligus di Islamic Center Ciamis

    • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 132
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Masyarakat Kabupaten Ciamis kembali mendapat kesempatan mengakses berbagai layanan publik dalam satu lokasi melalui Pepatah Manis Ciamis 2026. Program yang merupakan singkatan dari Pelayanan Terpadu Pemerintah untuk Masyarakat Ciamis ini akan digelar pada Kamis, 4 Juni 2026, di Islamic Center Kabupaten Ciamis, mulai pukul 08.00 hingga 15.15 WIB. Dilansir dari akun […]

  • Rekrutmen TNI AD 2026

    Masuk TNI AD 2026 Gratis: Ini Jalur Resminya

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 248
    • 0Komentar

    Rekrutmen TNI AD 2026 dibuka gratis dan transparan. Calon prajurit diminta mendaftar lewat portal resmi dan waspada calo. albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) resmi membuka rekrutmen Bintara dan Tamtama Tahun Anggaran 2026. Pendaftaran ini menjadi peluang besar bagi generasi muda Indonesia yang ingin mengabdikan diri sebagai prajurit. Namun di […]

expand_less