Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Ulama Ingatkan Bahaya Menunda Amal Baik dan Dampaknya

Ulama Ingatkan Bahaya Menunda Amal Baik dan Dampaknya

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
  • visibility 90
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, LIFESTYLE – Menunda amal baik bukan sekadar persoalan waktu, tetapi menyangkut kualitas iman dan arah hidup seorang Muslim. Ulama tasawuf Syekh ‘Athaillah As-Sakandari menegaskan, kebiasaan menunda kebaikan dengan alasan menunggu momen yang lebih tepat merupakan tanda kebodohan yang nyata. Peringatan ini relevan di tengah masyarakat modern yang kerap menunda ibadah, sedekah, dan tanggung jawab sosial demi urusan duniawi.

Wejangan tersebut tertuang dalam kitab Al-Hikam, salah satu karya rujukan utama dalam tradisi tasawuf Sunni. Dalam konteks kekinian, pesan itu menjadi pengingat bahwa menunda amal baik bukan hanya merugikan secara spiritual, tetapi juga berdampak langsung pada kehidupan sosial dan moral umat.

Menunda Amal Baik dan Prioritas Duniawi

Syekh ‘Athaillah menyebut menunda amal baik sebagai kebodohan nyata karena seseorang lebih mendahulukan kepentingan dunia dibandingkan akhirat. Pandangan ini sejalan dengan firman Allah Swt. dalam Surat Al-A’la ayat 16–17 yang menegaskan bahwa manusia sering mengutamakan kehidupan dunia, padahal akhirat jauh lebih baik dan kekal.

Baca juga: Pagi Nabi Muhammad SAW Dimulai dari Ibadah dan Keluarga

Dalam praktiknya, menunda amal baik sering dibungkus dengan alasan rasional: menunggu waktu luang, kondisi ekonomi membaik, atau suasana hati lebih siap. Namun, para ulama mengingatkan bahwa alasan tersebut justru menunjukkan lemahnya kesadaran akan keterbatasan hidup.

“Manusia tidak pernah tahu apakah ia masih memiliki kesempatan esok hari,” demikian garis besar pesan para ulama klasik. Menunda amal baik berarti mempertaruhkan kebaikan pada waktu yang tidak pernah dijamin akan datang.

Risiko Kehilangan Kesempatan dan Lemahnya Niat

Menunda amal baik juga berisiko mematikan niat. Dalam kajian psikologi Islam, niat yang tidak segera diwujudkan cenderung melemah karena tergerus oleh perubahan situasi, tekanan hidup, dan godaan lingkungan. Apa yang hari ini terasa mudah, esok bisa menjadi berat atau bahkan terlupakan.

Para ulama menegaskan, azam atau tekad yang kuat harus segera diikuti dengan tindakan. Jika tidak, niat baik bisa berubah arah atau hilang sama sekali. Inilah yang dimaksud Syekh ‘Athaillah sebagai dampak serius terhadap jiwa.

Lebih jauh, menunda amal baik berarti menyia-nyiakan waktu. Ulama salaf menekankan bahwa waktu adalah aset paling berharga bagi manusia. Ia tidak bisa diulang, tidak bisa dibeli, dan tidak bisa digantikan.

Waktu sebagai Amanah yang Dipertanggungjawabkan

Dalam banyak nasihat ulama, waktu diposisikan sebagai amanah. Kalimat masyhur yang sering dikutip menyebutkan, “Jangan menunda sampai besok apa yang bisa dikerjakan hari ini.” Pesan ini bukan sekadar motivasi moral, tetapi prinsip hidup yang menuntut disiplin spiritual.

Ulama juga mengingatkan bahwa waktu tidak seharusnya dihabiskan kecuali untuk hal-hal yang bernilai. Amal baik, baik dalam bentuk ibadah personal maupun kontribusi sosial, adalah bentuk pemanfaatan waktu yang paling bernilai dalam pandangan Islam.

Baca juga: Kuliah Kosmetik Kini Bisa di Unpad, Siap Masuk Industri 4.0

Dalam konteks masyarakat saat ini, menunda amal baik dapat berdampak luas. Ketika kepedulian sosial ditunda, masalah kemiskinan, ketidakadilan, dan krisis moral berpotensi semakin menguat. Karena itu, pesan Syekh ‘Athaillah tidak hanya bersifat personal, tetapi juga sosial.

Dampak bagi Kehidupan Umat

Peringatan tentang bahaya menunda amal baik menjadi penting untuk membangun kesadaran kolektif umat. Amal yang dilakukan tepat waktu memperkuat solidaritas sosial, menjaga konsistensi iman, dan membentuk karakter yang bertanggung jawab.

Sebaliknya, budaya menunda dapat melahirkan sikap abai dan individualistis. Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi melemahkan sendi-sendi kehidupan beragama dan bermasyarakat.

Pesan ulama ini menegaskan bahwa kebaikan tidak menunggu sempurna. Ia menuntut keberanian untuk dimulai sekarang, dalam kondisi apa adanya, dengan niat yang lurus.

Menunda amal baik berarti menunda kebaikan bagi diri sendiri dan masyarakat. Islam menekankan aksi segera, karena waktu dan kesempatan tidak pernah menunggu. (ARR)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kereta Petani dan Pedagang

    Pemerintah Terapkan Tarif Rp3.000 Kereta Petani dan Pedagang

    • calendar_month Minggu, 30 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Kereta Petani dan Pedagang resmi beroperasi dengan tarif Rp3.000 melalui subsidi PSO untuk pelaku distribusi lokal. Layanan Transportasi Terjangkau, Pemerintah Tekan Biaya Distribusi Lokal albadarpost.com, LENSA – Kereta Petani dan Pedagang resmi beroperasi mulai 1 Desember 2025 dengan tarif Rp3.000. Kereta Petani dan Pedagang ini dirancang sebagai armada distribusi barang dan mobilitas pelaku usaha kecil […]

  • Jalur Gentong

    Polres Tasikmalaya Kota Perketat Jalur Gentong Saat Nataru

    • calendar_month Minggu, 21 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 75
    • 0Komentar

    Polres Tasikmalaya Kota memperkuat pengamanan Jalur Gentong untuk mencegah macet dan kecelakaan Nataru. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kepolisian Resor Tasikmalaya Kota memperketat pengamanan Jalur Gentong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, selama libur Natal dan Tahun Baru 2025. Langkah ini diambil karena Jalur Gentong merupakan jalur nasional penghubung Tasikmalaya–Garut yang rawan kemacetan dan kecelakaan, terutama saat lonjakan […]

  • dropship halal

    Apakah Dropship Halal dalam Islam? Simak Hukumnya

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 69
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Bisnis online terus berkembang pesat. Salah satu model usaha yang populer saat ini adalah dropshipping. Namun banyak orang masih bertanya, apakah dropship halal dalam Islam? Pertanyaan tentang dropship halal, hukum dropship dalam Islam, serta bisnis dropship menurut syariah semakin sering dicari di internet. Dropship merupakan sistem penjualan di mana seseorang menawarkan produk […]

  • Ilustrasi 4 Sifat Wajib Rasul: Sidiq Amanah Tabligh Fathonah sebagai teladan kepemimpinan Islam.

    Sidiq Amanah Tabligh Fathonah: Teladan Kepemimpinan

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 107
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Empat Sifat Wajib Rasul—yakni Sidiq, Amanah, Tabligh, dan Fathonah—menjadi fondasi utama dalam memahami karakter nabi dan rasul dalam Islam. Empat sifat rasul ini bukan sekadar konsep teologis, melainkan teladan kepemimpinan dan akhlak mulia yang relevan sepanjang zaman. Melalui sifat jujur, terpercaya, menyampaikan kebenaran, serta cerdas dan bijaksana, para rasul menunjukkan standar moral […]

  • dinamika internal PBNU

    PBNU Tegaskan Dinamika Internal Tak Pengaruhi Mandat Gus Yahya sebagai Ketua Umum

    • calendar_month Minggu, 23 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 60
    • 0Komentar

    Gus Yahya menegaskan tetap menjalankan amanah Muktamar di tengah dinamika internal PBNU yang berkembang. albadarpost.com, HUMANIORA — Di tengah menguatnya dinamika internal PBNU, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf memastikan mandat hasil Muktamar Ke-34 tetap dijalankan hingga akhir masa jabatan. Pernyataan ini menjadi garis tegas bahwa isu desakan mundur tidak memengaruhi […]

  • Doa Memulai Pekerjaan

    Sebelum Bekerja, Bacalah Doa Ini agar Hati Lebih Tenang

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 64
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Banyak orang memulai hari dengan terburu-buru. Ada yang langsung membuka laptop, mengecek pesan kantor, atau memikirkan target pekerjaan sejak pagi. Namun di tengah rutinitas itu, doa memulai pekerjaan justru sering terlupakan. Padahal, doa sebelum bekerja bukan sekadar ucapan ringan. Dalam Islam, doa tersebut menjadi bentuk tawakal, permohonan keberkahan rezeki, sekaligus pengingat bahwa […]

expand_less