Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Polres Sukabumi Kota Tangkap Ayah Tiri Pelaku Kekerasan Anak

Polres Sukabumi Kota Tangkap Ayah Tiri Pelaku Kekerasan Anak

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
  • visibility 79
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Unit PPA Polres Sukabumi Kota menangkap ayah tiri pelaku kekerasan anak dengan video sebagai alat pemerasan.

albadarpost.com, HUMANIORAKasus kekerasan anak kembali mencuat di Sukabumi. Unit PPA Satreskrim Polres Sukabumi Kota menangkap DIA (44), seorang ayah tiri asal Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, atas dugaan eksploitasi seksual terhadap anak perempuan berusia 10 tahun. Bukan hanya melakukan tindakan cabul, pelaku merekam aksinya dan menjadikannya alat pemerasan terhadap istrinya—pekerja migran di Arab Saudi. Kasus ini penting karena menunjukkan bagaimana kekerasan anak dapat berlipat ganda menjadi kejahatan berencana dengan tujuan finansial dan kontrol terhadap keluarga.


Fakta Dasar Kasus

Kapolres Sukabumi Kota AKBP Rita Suwadi menyatakan kasus itu terungkap setelah ayah kandung korban melapor. “Kasus ini berhasil kami ungkap setelah menerima laporan dari ayah kandung korban,” ujarnya, Rabu (3/12/2025). Penyelidikan Unit PPA kemudian mengarah pada tersangka DIA di rumahnya di Cisaat.

Modus pelaku terstruktur. Ia memaksa korban melakukan berbagai adegan asusila, merekamnya melalui telepon genggam, lalu mengirimkan rekaman tersebut kepada ibu kandung korban di Arab Saudi. Pelaku menggunakannya sebagai alat tekanan agar istrinya mengirim uang lebih banyak. “Pelaku mengirimkan rekaman video ini ke ibu korban dengan maksud agar diberikan uang dan lebih memperhatikan keluarganya,” kata Rita.

Penyidik menemukan bahwa ancaman menjadi bagian dari pola pengendalian. Pelaku menekan korban dengan senjata tajam jenis samurai sepanjang satu meter dan melarangnya membuka mulut kepada siapa pun. Barang bukti lain berupa satu unit ponsel dan satu potong pakaian korban turut disita.

Pelaku dijerat pasal berlapis: Pasal 76C jo. Pasal 80 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, Pasal 82 ayat (1) dan (2) UU 35/2014, serta Pasal 14 UU Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) Nomor 12 Tahun 2022. Total ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.


Dimensi Kekerasan Anak: Dari Seksual ke Pemerasan Keluarga

Kasus Sukabumi ini menunjukkan kekerasan anak tidak berdiri tunggal sebagai kejahatan seksual. Pelaku memanfaatkan posisi sebagai ayah tiri untuk mengonsolidasi kekuasaan rumah tangga. Relasi tidak seimbang—korban adalah anak usia 10 tahun dan ibunya adalah TKI jauh dari rumah—menciptakan ruang kontrol yang tinggi. Video menjadi alat tekanan. Ketika rekaman digunakan untuk memperoleh uang, perbuatan cabul berubah menjadi eksploitasi ekonomi.

Dalam konteks pekerja migran, potensi kriminal serupa meningkat. Ribuan keluarga Indonesia bergantung pada remitansi orang tua tunggal di luar negeri. Struktur keluarga ini sering meninggalkan anak di bawah pengasuhan kerabat atau pasangan baru. Studi kasus Unit PPA di beberapa kota menunjukkan pola berulang: pelaku memanfaatkan absennya kontrol ibu atau ayah biologis, memutarbalikkan otoritas rumah tangga menjadi alat intimidasi.

Baca juga: “Ibu Bayi” dan Lingkar Sunyi di Tasikmalaya

Kriminolog menyebut situasi ini sebagai “lingkungan rentan pembalikan peran”: pelaku menggunakan hubungan keluarga untuk menggantikan ancaman publik. Di sini, kekerasan anak bukan tindakan impulsif, tetapi strategi berkelanjutan. Pengancaman dengan senjata tajam menunjukkan eskalasi: anak dipaksa tunduk, sementara ibu ditekan melalui saluran digital.


Regulasi Ada, Penegakan Harus Tegas

Undang-Undang Perlindungan Anak memberi landasan hukum yang kuat. Pasal 76C dan Pasal 80 menegaskan hukuman terhadap pelaku yang melakukan kekerasan fisik, psikis, atau seksual terhadap anak. Pasal 82 menyasar tindakan eksploitasi seksual dalam relasi kekuasaan atau ancaman. Sementara UU TPKS membuka ruang penindakan atas kekerasan berbasis bukti digital dan pemerasan.

Pelaku dalam kasus ini dijerat dengan kombinasi pasal tersebut, menunjukkan bahwa aparat memahami karakter kejahatan berlapis. Namun hukum tidak hanya menunggu tindak pidana terjadi. Kajian Unit PPA Polres di wilayah perkotaan dan desa menunjukkan pentingnya deteksi dini. Laporan orang tua kandung menjadi titik masuk. Bila tidak ada keberanian melapor, video itu bisa menjadi senjata pemerasan berbulan-bulan.

Sekolah dasar, puskesmas, dan perangkat desa sering menjadi titik pengamatan pertama. Tenaga pendidik melihat perubahan perilaku, tenaga kesehatan menangani trauma fisik atau psikis. Namun kapasitas lapangan sering tidak seimbang. Banyak tenaga sekolah tidak mendapat pelatihan menangani trauma seksual anak. Puskesmas memiliki SOP, tetapi tidak selalu dilengkapi tenaga psikolog. Penting bagi daerah membangun rantai laporan: sekolah—Puskesmas—Unit PPA—Dinas Sosial.

Kasus Sukabumi memperlihatkan satu pelajaran inti: penegakan hukum cepat harus diiringi pengawasan sosial kuat. Selain hukuman, negara perlu memastikan korban mendapat pendampingan psikologis, jaminan keamanan, dan reintegrasi pendidikan.

Kasus Sukabumi menegaskan urgensi perlindungan anak, penindakan tegas, dan pengawasan sosial pada keluarga rentan pekerja migran. (Red/Asep Chandra)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pengurus Pemuda Muhammadiyah Kota Tasikmalaya bertemu Plh Wali Kota membahas Baitul Arqam 2026

    Bukan Sekadar Pelatihan, Baitul Arqam 2026 Siapkan Motor Penggerak Kota Tasik

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 74
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Suasana ruang kerja Pelaksana Harian Wali Kota Tasikmalaya, Rd Diky Candranegara, terlihat cukup hangat pada Selasa (26/5/2026). Beberapa pengurus Pemuda Muhammadiyah datang membawa map proposal dan agenda kaderisasi. Di atas meja, gelas kopi masih menyisakan uap tipis ketika pembicaraan mulai mengarah pada satu agenda besar: Baitul Arqam 2026. Bagi Pemuda Muhammadiyah […]

  • Jumhur Hidayat Menteri Lingkungan Hidup

    Dari Jalanan ke Istana, Kisah Jumhur Hidayat Jadi Menteri LH

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 110
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Jumhur Hidayat Menteri Lingkungan Hidup kini menjadi sorotan. Sosok yang juga dikenal sebagai aktivis buruh dan tokoh pergerakan ini menempuh jalur yang tidak biasa menuju kursi kabinet. Ia pernah berdiri di barisan demonstran. Ia pernah merasakan tekanan kekuasaan. Kini, ia justru menjadi bagian dari sistem yang dulu ia kritisi. Pelantikan oleh […]

  • Temu Tarung Garut

    Battle of Honor Hidupkan Malam Garut

    • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 61
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Suara sorak penonton bergema sejak malam mulai turun di kawasan GOR Basket SOR Adiwijaya, Jalan Merdeka, Desa Jayaraga, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut. Lampu arena menyala terang. Musik pengiring berpadu dengan riuh dukungan dari tribun yang dipadati warga. Temu Tarung Garut atau Battle of Honor menjadi magnet baru pada peringatan Hari […]

  • Konsolidasi kader PKS Tasikmalaya dengan pembentukan PJRW untuk pemenangan Pemilu 2029 di tingkat RW

    PKS Tasik Ngebut! 160 PJRW Disiapkan, Target Menang Besar 2029

    • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 125
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – PJRW PKS Tasikmalaya menjadi kunci strategi baru dalam pemenangan politik menuju 2029. Skema penanggung jawab pemenangan di tingkat RW ini langsung digerakkan sebagai tulang punggung mesin partai. Selain itu, strategi akar rumput PKS Tasikmalaya semakin diperkuat untuk menjaga kedekatan dengan konstituen. DPD PKS Kota Tasikmalaya tidak menunggu waktu mendekat ke pemilu. […]

  • kemuliaan ibu

    Bakti kepada Ibu: Prioritas Utama Muslim

    • calendar_month Minggu, 21 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 176
    • 0Komentar

    Islam menempatkan ibu sebagai prioritas utama bakti umat karena pengorbanan dan perannya dalam kehidupan. albadarpost.com, HUMANIORA – Ajaran Islam menempatkan ibu pada posisi paling utama dalam urusan bakti dan penghormatan keluarga. Penegasan ini bukan sekadar pesan moral, melainkan prinsip dasar yang berdampak langsung pada cara umat membangun relasi keluarga, etika sosial, dan tanggung jawab antar […]

  • guru dipolisikan

    Guru Dipolisikan Usai Menegur Murid, Ini Analisis Hukum dan Pendidikan

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 158
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA — Kasus guru dipolisikan setelah menegur murid kembali menjadi sorotan publik. Peristiwa yang terjadi di Pamulang, Tangerang Selatan, itu memunculkan perdebatan tentang batas kewenangan guru dalam mendidik serta perlindungan hukum bagi anak di lingkungan sekolah. Guru sekolah dasar tersebut menegur muridnya saat kegiatan sekolah berlangsung. Teguran itu bertujuan mengingatkan siswa agar bersikap peduli […]

expand_less