Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Bakti kepada Ibu: Prioritas Utama Muslim

Bakti kepada Ibu: Prioritas Utama Muslim

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 21 Des 2025
  • visibility 12
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Islam menempatkan ibu sebagai prioritas utama bakti umat karena pengorbanan dan perannya dalam kehidupan.

albadarpost.com, HUMANIORA – Ajaran Islam menempatkan ibu pada posisi paling utama dalam urusan bakti dan penghormatan keluarga. Penegasan ini bukan sekadar pesan moral, melainkan prinsip dasar yang berdampak langsung pada cara umat membangun relasi keluarga, etika sosial, dan tanggung jawab antar generasi.

Dalam sejumlah hadits sahih, Rasulullah SAW menegaskan bahwa ibu adalah pihak yang paling berhak mendapatkan perlakuan baik dari anaknya. Penekanan tersebut menunjukkan bahwa kemuliaan ibu bukan simbol, melainkan kewajiban yang harus diwujudkan dalam tindakan nyata sehari-hari.

Di tengah perubahan sosial dan tekanan ekonomi yang kian kompleks, ajaran ini menjadi rujukan penting. Bakti kepada ibu tidak hanya bernilai ibadah personal, tetapi juga menjadi fondasi ketahanan keluarga dan pendidikan moral masyarakat.


Hadits Sahih Menegaskan Prioritas Bakti

Hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah menjadi rujukan utama dalam menjelaskan posisi ibu. Dalam riwayat itu, seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah SAW tentang siapa yang paling berhak diperlakukan dengan baik.

Jawaban Rasulullah tegas dan berulang. “Ibumu,” ujar beliau. Ketika pertanyaan itu diulang hingga tiga kali, jawaban yang sama tetap diberikan. Baru pada pertanyaan keempat, Rasulullah menyebut ayah.

Para ulama menjelaskan, pengulangan tersebut bukan tanpa makna. Ibu disebut tiga kali karena memikul beban biologis dan psikologis yang tidak dapat digantikan. Proses mengandung, melahirkan, dan menyusui dipandang sebagai bentuk pengorbanan besar yang tidak terputus, bahkan sebelum seorang anak mampu mengenal dunia.

Hadits lain yang diriwayatkan Imam Tirmidzi dari Mughirah bin Syu’bah semakin mempertegas posisi tersebut. Rasulullah SAW menyampaikan bahwa Allah mengharamkan perbuatan durhaka kepada ibu. Larangan ini menempatkan durhaka kepada ibu sebagai dosa besar dengan konsekuensi moral dan spiritual yang serius.


Kemuliaan Ibu dalam Kerangka Jihad dan Ibadah

Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW menyandingkan bakti kepada orang tua—terutama ibu—dengan konsep jihad. Seorang sahabat datang meminta izin untuk berjihad. Rasulullah justru menanyakan keberadaan orang tuanya. Ketika dijawab masih ada, Rasulullah memerintahkan agar jihad dilakukan dengan merawat dan berbakti kepada mereka.

Baca juga: “Ayah Ambil Rapor”, Kebijakan Hangat yang Dangkal

Makna hadits ini memberi perspektif luas. Jihad tidak selalu bermakna angkat senjata. Dalam konteks keluarga, merawat ibu yang telah berkorban seumur hidup dipandang sebagai perjuangan moral yang nilainya tinggi di sisi Allah.

Ungkapan “surga di bawah telapak kaki ibu” kerap dipahami sebagai simbol kedekatan antara bakti kepada ibu dan keselamatan akhirat. Artinya, jalan menuju ridha Allah tidak terpisah dari cara seorang anak memperlakukan ibunya dengan hormat, sabar, dan tanggung jawab.


Pesan Sosial di Balik Ajaran Keagamaan

Kemuliaan ibu dalam Islam tidak berdiri sendiri sebagai doktrin spiritual. Ia membawa pesan sosial yang jelas. Ketika ibu dihormati, struktur keluarga menjadi lebih kuat. Ketika ibu dirawat, nilai empati dan tanggung jawab diwariskan kepada generasi berikutnya.

Larangan durhaka kepada ibu juga berfungsi sebagai pagar moral. Islam tidak hanya memerintahkan kebaikan, tetapi juga memberi batas tegas terhadap perilaku yang merusak relasi keluarga. Dalam konteks masyarakat modern, pesan ini relevan untuk mencegah kekerasan verbal, pengabaian, hingga penelantaran orang tua.

Baca juga: Makna Ayat Seribu Dinar dalam Ikhtiar Rezeki

Para ulama menekankan bahwa bakti kepada ibu tidak berhenti pada ucapan. Ia menuntut kesediaan mendengar, membantu, dan menjaga martabat ibu dalam kondisi apa pun, termasuk saat usia lanjut dan kondisi kesehatan menurun.


Konteks Kekinian dan Dampak bagi Umat

Di tengah meningkatnya beban hidup, ajaran tentang kemuliaan ibu menjadi pengingat penting bagi umat Islam. Bakti kepada ibu bukan hanya urusan ibadah individual, tetapi juga bagian dari etika publik dalam membangun masyarakat yang beradab.

Islam menempatkan ibu sebagai pintu utama menuju ridha Allah. Menghormati dan merawatnya adalah investasi moral yang dampaknya melampaui keluarga inti. Ia membentuk karakter, memperkuat solidaritas sosial, dan menjaga nilai kemanusiaan dalam kehidupan bersama.


Ajaran Islam tentang kemuliaan ibu menegaskan satu hal mendasar: kualitas iman tercermin dari cara seorang anak memperlakukan ibunya. Bakti bukan simbol, melainkan tanggung jawab seumur hidup yang menjadi jalan menuju ridha Allah.

Islam menempatkan ibu sebagai prioritas bakti karena pengorbanannya, menjadikannya jalan utama menuju ridha Allah dan surga. (Red)


Alfatihah bagi ibu para pembaca AlbadarPost yang telah wafat.


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi pemilik UMKM memimpin tim karyawan dengan suasana kerja yang harmonis dan produktif

    Tips Kelola Karyawan UMKM Tanpa Ribet, Hasil Maksimal

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 17
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Kelola karyawan UMKM menjadi tantangan utama bagi banyak pelaku usaha kecil. Tidak sedikit yang mencari cara mengelola karyawan, manajemen tim UMKM, hingga tips mengatur pegawai agar bisnis berjalan lancar. Oleh karena itu, memahami strategi yang tepat akan membantu pemilik usaha membangun tim yang solid, loyal, dan produktif sejak awal. Mengapa Pengelolaan […]

  • Ilustrasi hubungan dagang ART Indonesia–AS dan peluang tarif 0 persen untuk ekspor nasional.

    ART Indonesia–AS RI, Apa Dampaknya bagi Ekspor dan UMKM?

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 15
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – ART Indonesia–AS atau Perjanjian Perdagangan Resiprokal Indonesia Amerika Serikat (Agreement on Reciprocal Trade) menjadi sorotan publik setelah pemerintah merilis dokumen Frequently Asked Questions (FAQ). Kesepakatan dagang ini hadir sebagai respons atas kebijakan tarif resiprokal Amerika Serikat dan membuka peluang penurunan tarif, bahkan hingga 0 persen untuk sejumlah produk strategis Indonesia. Selain […]

  • Ilustrasi perjalanan jiwa manusia dalam psikologi nafsu Islam dari ammarah menuju mutmainnah dengan nuansa reflektif

    Psikologi Nafsu dalam Islam: Peta Batin Manusia yang Tak Pernah Netral

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 11
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Di era mendatang, manusia akan semakin lihai membaca data, emosi, dan pola pikir. Namun pada saat yang sama, manusia justru kian gagap mengenali batinnya sendiri. Teknologi berkembang cepat, tetapi kegelisahan jiwa mengendap tanpa suara. Di titik inilah Islam hadir dengan tawaran yang jujur sekaligus tajam: psikologi nafsu. Al-Qur’an tidak memulai pembicaraan tentang […]

  • Layanan KUA pasca Lebaran

    Pasca Lebaran, KUA di Seluruh Indonesia Siaga Layani Warga

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 17
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Aktivitas layanan KUA pasca Lebaran kembali berjalan normal di seluruh Indonesia. Setelah libur panjang Idulfitri, Kantor Urusan Agama (KUA) kini kembali membuka layanan bagi masyarakat yang ingin mengurus berbagai keperluan administrasi keagamaan, termasuk pencatatan nikah. Kembalinya pelayanan KUA setelah Lebaran langsung disambut antusias masyarakat. Banyak warga memanfaatkan momen ini untuk mengurus […]

  • Pekerja tambang muslim tetap bekerja di lapangan berat saat Ramadhan dan mempertimbangkan tidak puasa kerja berat sesuai syariat Islam.

    Bekerja di Lapangan Berat, Bolehkah Tidak Berpuasa?

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 21
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Tidak puasa karena kerja berat sering menjadi pertanyaan bagi pekerja tambang, buruh lapangan, hingga pekerja proyek yang menghadapi suhu ekstrem dan risiko dehidrasi tinggi. Lalu, bagaimana hukum tidak berpuasa karena kerja berat menurut Islam? Apakah pekerja tambang mendapat keringanan seperti musafir atau orang sakit? Pertanyaan ini penting, terutama bagi mereka yang […]

  • Ilustrasi peta Iran gelap tanpa koneksi internet dengan simbol jaringan terputus, menggambarkan pemadaman internet nasional.

    Internet Iran Lumpuh 23 Hari, Warga Terisolasi dari Dunia

    • calendar_month Senin, 23 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 10
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Fenomena internet Iran lumpuh kini menjadi sorotan global. Pemadaman internet Iran yang berlangsung selama 23 hari ini mencatat rekor sebagai gangguan jaringan terpanjang dalam sejarah modern negara tersebut. Kondisi ini membuat masyarakat di Iran terisolasi dari dunia digital, sementara akses komunikasi dan informasi global nyaris terhenti total. Selain itu, istilah seperti […]

expand_less