Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Kalau Sukwan Kebersihan Hilang, Tasikmalaya Bisa Berantakan

Kalau Sukwan Kebersihan Hilang, Tasikmalaya Bisa Berantakan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
  • visibility 142
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Nasib sukwan kebersihan di Kota Tasikmalaya akhirnya mulai mendapat perhatian serius dari pemerintah. Di tengah kondisi anggaran yang sedang ketat, isu petugas kebersihan honorer atau sukwan kebersihan justru masuk dalam daftar prioritas yang diperjuangkan untuk tahun 2026-2027.

Pernyataan itu disampaikan Plh yang menangani persoalan tersebut, Rd Diky Candranegara, saat menjelaskan bahwa pihaknya sudah menyiapkan rekomendasi khusus agar para petugas kebersihan mendapat perhatian lebih dari Pemerintah Kota Tasikmalaya.

Dan menariknya, pembahasan itu disebut tetap dikejar meski situasi keuangan daerah belum sepenuhnya stabil.

“Saya sempatin datang walaupun cuma beberapa menit dan minta itu dispesialkan sebagai bagian yang diajukan kepada pimpinan,” ujar Diky.

Kalimat itu terdengar sederhana. Tetapi di baliknya, ada pesan besar tentang siapa sebenarnya yang selama ini menjaga wajah kota tetap bersih setiap hari.

Sukwan Kebersihan Dinilai Jadi Garda yang Jarang Terlihat

Selama ini, banyak warga mungkin hanya melihat jalan yang bersih saat pagi hari. Namun tidak banyak yang benar-benar memperhatikan siapa yang bekerja sejak subuh untuk mengangkut sampah di pinggir jalan, pasar, hingga sudut permukiman.

Padahal pekerjaan itu tidak ringan.

Di beberapa titik Kota Tasikmalaya, suara gerobak sampah kadang sudah terdengar sejak langit masih gelap. Sementara sebagian warga baru mulai membuka pintu rumah ketika petugas kebersihan selesai menyapu jalanan utama.

Dan suasana itu berlangsung hampir setiap hari.

Karena itu, Diky menegaskan bahwa keberadaan sukwan kebersihan bukan sekadar pelengkap sistem kebersihan kota.

Mereka justru menjadi bagian paling dasar yang menjaga kenyamanan masyarakat.

“Bayangin kalau tidak ada sukwan kebersihan sampai sampah menumpuk, kota berantakan. Mereka itu prioritas,” tegasnya.

Aneh, tapi nyata.

Profesi yang paling sering dilihat setiap pagi justru kadang menjadi yang paling jarang dibicarakan ketika pembahasan anggaran dimulai.

Pemkot Tasikmalaya Mulai Ubah Pola Prioritas Anggaran

Selain membahas nasib sukwan kebersihan, Diky juga menyinggung soal pola penganggaran yang selama ini dinilai terlalu longgar terhadap program-program yang tidak memiliki dampak langsung kepada masyarakat.

Menurutnya, kondisi keuangan saat ini justru menjadi momentum evaluasi besar.

Karena itu, pemerintah harus mulai memilih mana program yang benar-benar penting dan mana yang hanya menghabiskan anggaran tanpa manfaat jelas.

“Yang biasanya seenaknya menganggarkan sesuatu tapi tidak ada fungsinya, sekarang harus berhenti,” katanya.

Pernyataan tersebut cukup menarik perhatian.

Apalagi dalam beberapa tahun terakhir, isu efisiensi anggaran daerah memang sering menjadi sorotan publik. Masyarakat mulai lebih kritis melihat program mana yang benar-benar menyentuh kebutuhan dasar warga.

Dan kebersihan kota menjadi salah satunya.

Sebab ketika sampah mulai menumpuk, dampaknya langsung terasa.

Bukan hanya soal estetika kota. Tetapi juga kesehatan lingkungan, kenyamanan masyarakat, hingga citra daerah di mata pendatang.

Tidak semua pekerjaan bisa menunggu.

Keputusan Akhir Kini Ada di Tangan Wali Kota Tasikmalaya

Meski rekomendasi sudah disiapkan, keputusan akhir tetap berada di tangan Wali Kota Tasikmalaya.

Namun Diky mengaku cukup optimistis usulan tersebut akan mendapat persetujuan karena menyangkut kepentingan masyarakat luas.

Ia juga memastikan usulan itu sudah disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah sehingga tidak membebani APBD secara berlebihan.

Menurutnya, pengeluaran yang berdampak langsung pada kemaslahatan masyarakat tetap layak diprioritaskan.

Dan suasana pembahasan soal sukwan kebersihan kali ini terasa berbeda.

Biasanya isu seperti ini hanya muncul sebentar lalu tenggelam oleh agenda lain. Tetapi sekarang mulai muncul kesadaran bahwa kebersihan kota bukan sesuatu yang bisa dianggap sepele.

Di beberapa ruas jalan Kota Tasikmalaya, warga sebenarnya cukup mudah melihat bagaimana petugas kebersihan tetap bekerja meski cuaca panas atau hujan turun sejak pagi.

Kadang mereka bekerja sambil bercanda kecil dengan rekan sesama penyapu jalan.

Kadang juga hanya diam sambil terus mengangkut kantong-kantong sampah ke atas kendaraan pengangkut.

Dan tidak semua orang benar-benar memperhatikan itu.

Sukwan Kebersihan Jadi Simbol Kerja Dasar yang Menjaga Kota Tetap Hidup

Di tengah pembahasan besar soal pembangunan, investasi, hingga proyek infrastruktur, keberadaan sukwan kebersihan sering terlihat sederhana.

Namun justru pekerjaan merekalah yang paling cepat terasa hasilnya oleh masyarakat.

Karena kota yang bersih membuat aktivitas berjalan lebih nyaman. Pasar terasa lebih sehat. Jalan terlihat lebih tertata. Dan lingkungan menjadi lebih layak dihuni.

Mungkin karena itu, pembahasan soal sukwan kebersihan kali ini tidak hanya bicara tentang anggaran.

Tetapi juga tentang penghargaan terhadap pekerjaan-pekerjaan dasar yang selama ini menopang kehidupan kota.

Dan suasana itu sulit dijelaskan.

Sebab kadang sebuah kota tidak hanya berdiri karena gedung besar atau proyek mahal.

Tetapi juga karena ada orang-orang yang diam-diam membersihkan sisa kehidupan warganya setiap pagi.

 

Pada akhirnya, wajah sebuah kota bukan cuma ditentukan oleh baliho besar atau proyek megah di pusat pemerintahan.

Tetapi juga oleh orang-orang yang menyapu jalan ketika sebagian besar warga masih tertidur.

Dan mungkin, di antara suara gerobak sampah yang lewat sebelum matahari terbit, ada jasa besar yang selama ini terlalu sering dianggap biasa saja. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hati Tenang

    Mengapa Hati Sulit Tenang? Al-Qur’an Menjawab

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 84
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Hati tenang menjadi impian hampir setiap orang. Namun, mengapa banyak orang yang sudah memiliki rumah besar, kendaraan mewah, pekerjaan mapan, bahkan dikenal luas tetap mengaku sulit tidur dan mudah cemas? Pertanyaan itu terus mengemuka di tengah kehidupan modern yang bergerak semakin cepat. Dalam Tafsir QS Ar-Ra’d ayat 28, Al-Qur’an memberikan jawaban yang […]

  • Aneka makanan Indonesia mendunia seperti rendang, nasi goreng, sate, dan gado-gado tersaji autentik dengan rempah khas Nusantara

    Dunia Akui! 8 Kuliner Indonesia Ini Tembus Panggung Global

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 187
    • 0Komentar

    albadarspot.com, LIFESTYLE – Makanan Indonesia mendunia bukan lagi sekadar jargon promosi pariwisata. Dalam beberapa tahun terakhir, kuliner Nusantara—atau makanan tradisional Indonesia yang mendunia—terus menembus panggung global, dari daftar kuliner terbaik dunia hingga meja restoran internasional. Fenomena ini tidak terjadi tiba-tiba. Dunia mulai melirik Indonesia karena satu hal yang sulit ditiru: kekayaan rasa yang lahir dari […]

  • Klinik Aborsi Ilegal

    Polisi Tangkap Pelaku Klinik Aborsi Ilegal di Jakarta Timur

    • calendar_month Rabu, 17 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 207
    • 0Komentar

    Polisi membongkar klinik aborsi ilegal di Jakarta Timur yang melayani ratusan pasien sejak 2023. albadarpost.com, HUMANIORA – Polisi membongkar praktik klinik aborsi ilegal di sebuah apartemen Jakarta Timur yang telah beroperasi sejak 2023 dan melayani ratusan pasien. Kasus ini penting karena menyangkut keselamatan perempuan, lemahnya pengawasan layanan kesehatan, serta potensi kejahatan terorganisasi yang beroperasi di […]

  • Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan rumah sakit wajib melayani pasien BPJS PBI-JK meski kepesertaan nonaktif

    Gus Ipul Tegaskan Rumah Sakit Wajib Layani Pasien BPJS PBI-JK

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 163
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan bahwa rumah sakit dan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan tidak boleh menolak pasien peserta BPJS Kesehatan segmen Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK), meskipun status kepesertaannya mengalami penonaktifan. Menurut Gus Ipul, pasien BPJS PBI-JK yang nonaktif tetap memiliki hak untuk mendapatkan layanan kesehatan. Pasalnya, […]

  • Salat Jenazah

    Banyak yang Belum Tahu, Begini Tata Cara Salat Jenazah Sesuai Sunnah

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 161
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Di tengah kesibukan sehari-hari, salat jenazah sering hadir tanpa banyak pemberitahuan. Seseorang wafat. Kabar menyebar dari mulut ke mulut, grup WhatsApp keluarga, atau pengeras suara masjid. Tidak lama kemudian, jamaah mulai berdatangan untuk melaksanakan salat jenazah, sebuah ibadah yang sederhana namun menyimpan pelajaran besar tentang kehidupan dan kematian. Siang itu, misalnya. Sebuah […]

  • RSUD KHZ Mustofa

    Naik Kelas Jadi Tipe B, RSUD KHZ Mustofa Tetap Utamakan Warga Tasikmalaya

    • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 207
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Rencana peningkatan status RSUD KHZ Mustofa dari rumah sakit tipe C menjadi tipe B mendapat dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya. Namun di balik target besar tersebut, Bupati Tasikmalaya Dr. Cecep Nurul Yakin mengingatkan satu hal penting: jangan sampai warga Tasikmalaya sendiri kesulitan mendapatkan layanan karena kapasitas rumah sakit tidak mampu mengimbangi […]

expand_less