Breaking News
light_mode
Beranda » Editorial » Ketika Atasan Memilih Diam Padahal Sudah Terima Laporan

Ketika Atasan Memilih Diam Padahal Sudah Terima Laporan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
  • visibility 201
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, EDITORIAL – Di banyak kantor pemerintahan—dan juga di berbagai organisasi—cerita tentang korupsi sering kali dimulai dari bawah. Seorang staf bermain anggaran. Pejabat teknis memanipulasi laporan. Proyek disulap menjadi ladang keuntungan pribadi.
Namun dalam banyak kasus, cerita itu tidak berhenti pada pelaku utama. Ia merambat naik, perlahan, menuju meja pimpinan.

Pertanyaannya sederhana: jika atasan sudah menerima laporan indikasi korupsi tetapi memilih diam, apakah ia juga bisa terjerat hukum?

Jawaban hukumnya: bisa.

Diam Bukan Selalu Netral

Dalam kehidupan sehari-hari, diam sering dianggap netral. Orang tidak bicara, berarti tidak terlibat.
Namun dalam hukum—terutama ketika seseorang memegang kewenangan jabatan—diam tidak selalu berarti netral. Dalam banyak situasi, diam justru dapat dipandang sebagai pembiaran yang memiliki konsekuensi hukum.

Seorang pimpinan bukan sekadar pengamat. Ia adalah pengendali sistem.
Ketika laporan penyimpangan sudah sampai ke meja pimpinan, secara moral dan administratif sebenarnya ada kewajiban yang melekat: memeriksa, meminta klarifikasi, memerintahkan audit, menghentikan kegiatan yang bermasalah, atau bahkan melaporkannya kepada aparat penegak hukum.

Jika semua itu tidak dilakukan, maka pertanyaan berikutnya muncul: apakah itu sekadar kelalaian, atau pembiaran yang disengaja?

Hukum Tidak Hanya Mengejar Pelaku Langsung

Dalam hukum pidana, tanggung jawab tidak selalu berhenti pada orang yang secara langsung melakukan perbuatan.

Seseorang juga dapat dimintai pertanggungjawaban jika ia turut serta, membantu, atau dengan sadar membiarkan kejahatan terjadi padahal memiliki kewenangan untuk mencegahnya.

Dalam konteks birokrasi, posisi pimpinan memiliki dimensi tanggung jawab yang lebih besar. Ia memiliki akses informasi, kewenangan pengawasan, dan kekuatan administratif untuk menghentikan penyimpangan.

Ketika semua itu tidak digunakan, pembiaran bisa berubah menjadi bagian dari mekanisme kejahatan itu sendiri.

Penyalahgunaan Wewenang Tidak Selalu Berbentuk Tindakan

Korupsi sering dibayangkan sebagai tindakan aktif: mengambil uang, memotong anggaran, atau memanipulasi proyek.

Padahal dalam praktiknya, korupsi juga bisa lahir dari ketiadaan tindakan yang seharusnya dilakukan.

Seorang pejabat yang memiliki kewenangan untuk menghentikan kerugian negara tetapi memilih tidak bertindak dapat dinilai telah menyalahgunakan kewenangannya.

Dengan kata lain, korupsi tidak selalu terjadi karena seseorang terlalu aktif.
Kadang justru karena seseorang terlalu pasif pada saat yang seharusnya ia bertindak.

Budaya Diam yang Berbahaya

Masalah terbesar dalam birokrasi sering bukan pelaku tunggal, melainkan budaya diam yang terorganisir.

Semua orang tahu ada masalah.
Staf tahu.
Pejabat teknis tahu.
Atasan juga tahu.

Namun yang terjadi sering hanya bisik-bisik di lorong kantor. Tidak ada tindakan formal, tidak ada laporan resmi, tidak ada langkah korektif.

Budaya seperti ini melahirkan satu ekosistem berbahaya: korupsi menjadi kebiasaan, bukan lagi penyimpangan.

Dan dalam ekosistem seperti itu, pembiaran sering kali berubah menjadi bentuk perlindungan tidak langsung.

Ketika Diam Bukan Lagi Sekadar Diam

Situasinya menjadi jauh lebih serius ketika pembiaran itu ternyata bukan hanya soal menghindari konflik atau menjaga stabilitas kantor.

Apalagi kalau ternyata, diam-diam juga ikut kebagian.

Di banyak kasus korupsi, praktik yang paling sering muncul bukan hanya permainan anggaran di level teknis, tetapi juga aliran keuntungan yang mengalir ke atas secara sistematis.
Istilahnya bermacam-macam: setoran, uang koordinasi, uang pengamanan, hingga “jatah pimpinan”.

Dalam skema seperti ini, diam bukan lagi sikap pasif. Diam menjadi bagian dari transaksi.

Laporan penyimpangan yang masuk ke meja pimpinan tidak lagi diperlakukan sebagai alarm, tetapi sebagai pengingat bahwa sistem pembagian masih berjalan.

Ketika itu terjadi, garis antara pembiaran dan keterlibatan menjadi sangat tipis—bahkan sering kali sudah hilang sama sekali.

Baca juga: Makna Surah Al-Fil: Peringatan Abadi bagi Kekuasaan

Dan jika penyidik suatu hari membuka perkara tersebut, yang dicari bukan hanya siapa yang mengatur proyek atau memanipulasi laporan, tetapi juga siapa yang menikmati hasilnya.

Tanggung Jawab Kepemimpinan

Kepemimpinan bukan hanya soal mengambil keputusan besar atau memimpin rapat.

Kepemimpinan juga diuji
pada momen yang tidak nyaman: ketika harus menindak orang dekat, membuka masalah internal, atau menghentikan praktik yang selama ini dianggap “sudah biasa”.

Seorang pimpinan mungkin tidak ikut menandatangani dokumen fiktif. Ia mungkin tidak pernah memegang uangnya.

Namun jika ia mengetahui dan membiarkannya, publik tetap berhak mempertanyakan integritas kepemimpinannya.

Karena jabatan bukan hanya soal kewenangan.

Jabatan juga adalah tanggung jawab atas apa yang terjadi—dan apa yang dibiarkan terjadi—di bawahnya.

Diam yang Bisa Menjadi Bukti

Dalam banyak perkara korupsi, penyidik sering menemukan pola yang sama: pelaku lapangan tidak bekerja sendirian. Ada sistem yang membuat semuanya berjalan mulus.
Dan kadang sistem itu berdiri bukan karena perintah, tetapi karena ketiadaan larangan dari atas.

Di titik inilah pembiaran menjadi sangat berbahaya.
Ia tidak meninggalkan tanda tangan, tetapi meninggalkan jejak tanggung jawab. (Red)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Saksi Nikah

    Saksi Nikah Bukan Sekadar Formalitas dalam Islam

    • calendar_month Minggu, 12 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 146
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Di setiap prosesi akad nikah, perhatian tamu biasanya tertuju kepada mempelai, wali, dan penghulu. Namun, ada dua sosok yang sering luput dari perhatian, padahal perannya sangat penting dalam syariat Islam, yaitu saksi nikah. Kehadiran mereka bukan sekadar memenuhi tata acara, melainkan menjadi bagian dari keabsahan akad menurut mayoritas ulama. Momentum itu kembali terlihat […]

  • reklamasi Laut China Selatan

    China Reklamasi Laut China Selatan, Peta Geopolitik Kawasan Berubah

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 212
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Upaya China mengubah lanskap geografis Laut China Selatan kembali menjadi sorotan. Melalui reklamasi pulau buatan berskala besar, Beijing tidak hanya menambah daratan di wilayah laut sengketa, tetapi juga memengaruhi dinamika politik, keamanan, dan lingkungan kawasan Asia Tenggara. Langkah ini membawa konsekuensi langsung bagi stabilitas regional dan kepentingan negara-negara di sekitarnya. Reklamasi […]

  • Ilustrasi seseorang termenung tentang tanda hati mati di tengah kehidupan modern.

    Ketika Dosa Dirasa Biasa, Mungkin Hati Sedang Bermasalah

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 231
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Di zaman sekarang, pembahasan tentang hati mati sering terdengar seperti potongan ceramah yang lewat begitu saja di beranda media sosial. Padahal ketika kalimat Syekh Athaillah dibaca pelan-pelan, rasanya tidak nyaman juga. Beliau berkata: “مِنْ عَلَامَاتِ مَوْتِ الْقَلْبِ عَدَمُ الْحُزْنِ عَلَى مَا فَاتَكَ مِنَ الْمُوَافَقَاتِ، وَتَرْكُ النَّدَمِ عَلَى مَا فَعَلْتَهُ مِنْ وُجُودِ الزَّلَّاتِ” […]

  • Sambal Terasi Artisan

    Sambal Terasi Artisan Ini Bikin Pecinta Pedas Susah Move On

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 187
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Tren Sambal Terasi Artisan mulai mencuri perhatian pecinta kuliner di berbagai daerah. Tidak hanya menawarkan rasa pedas, sambal premium ini hadir dengan perpaduan cabai pilihan, terasi berkualitas, dan tampilan yang menggoda selera. Karena itu, banyak penikmat makanan mulai mencari sambal terasi rumahan dengan cita rasa autentik namun tetap modern. Berbeda dengan sambal […]

  • Kriminalitas Garut

    Data BPS: Kriminalitas Garut Meningkat pada 2025

    • calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 85
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Wajah kriminalitas Garut mengalami perubahan sepanjang 2025. Data terbaru dalam publikasi Kabupaten Garut Dalam Angka 2026 menunjukkan jumlah tindak pidana yang tercatat meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Di saat yang sama, perkara perlindungan anak muncul sebagai salah satu jenis kejahatan dengan kenaikan paling mencolok, sekaligus menjadi kategori narapidana terbanyak di Lembaga Pemasyarakatan […]

  • 2681 Bendera Merah Putih

    Gunung Galunggung Akan Diselimuti 2681 Bendera Merah Putih

    • calendar_month Selasa, 4 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 76
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — 2681 Bendera Merah Putih akan membentang di jalur pendakian Gunung Galunggung pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Di balik rencana besar tersebut, puluhan unsur dari TNI, Polri, pemerintah daerah, komunitas pecinta alam, hingga berbagai pemangku kepentingan kini bergerak bersama mematangkan setiap detail pelaksanaan agar berlangsung aman, tertib, dan sukses. Jika […]

expand_less