Breaking News
light_mode
Beranda » Editorial » Ketika Atasan Memilih Diam Padahal Sudah Terima Laporan

Ketika Atasan Memilih Diam Padahal Sudah Terima Laporan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
  • visibility 65
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, EDITORIAL – Di banyak kantor pemerintahan—dan juga di berbagai organisasi—cerita tentang korupsi sering kali dimulai dari bawah. Seorang staf bermain anggaran. Pejabat teknis memanipulasi laporan. Proyek disulap menjadi ladang keuntungan pribadi.
Namun dalam banyak kasus, cerita itu tidak berhenti pada pelaku utama. Ia merambat naik, perlahan, menuju meja pimpinan.

Pertanyaannya sederhana: jika atasan sudah menerima laporan indikasi korupsi tetapi memilih diam, apakah ia juga bisa terjerat hukum?

Jawaban hukumnya: bisa.

Diam Bukan Selalu Netral

Dalam kehidupan sehari-hari, diam sering dianggap netral. Orang tidak bicara, berarti tidak terlibat.
Namun dalam hukum—terutama ketika seseorang memegang kewenangan jabatan—diam tidak selalu berarti netral. Dalam banyak situasi, diam justru dapat dipandang sebagai pembiaran yang memiliki konsekuensi hukum.

Seorang pimpinan bukan sekadar pengamat. Ia adalah pengendali sistem.
Ketika laporan penyimpangan sudah sampai ke meja pimpinan, secara moral dan administratif sebenarnya ada kewajiban yang melekat: memeriksa, meminta klarifikasi, memerintahkan audit, menghentikan kegiatan yang bermasalah, atau bahkan melaporkannya kepada aparat penegak hukum.

Jika semua itu tidak dilakukan, maka pertanyaan berikutnya muncul: apakah itu sekadar kelalaian, atau pembiaran yang disengaja?

Hukum Tidak Hanya Mengejar Pelaku Langsung

Dalam hukum pidana, tanggung jawab tidak selalu berhenti pada orang yang secara langsung melakukan perbuatan.

Seseorang juga dapat dimintai pertanggungjawaban jika ia turut serta, membantu, atau dengan sadar membiarkan kejahatan terjadi padahal memiliki kewenangan untuk mencegahnya.

Dalam konteks birokrasi, posisi pimpinan memiliki dimensi tanggung jawab yang lebih besar. Ia memiliki akses informasi, kewenangan pengawasan, dan kekuatan administratif untuk menghentikan penyimpangan.

Ketika semua itu tidak digunakan, pembiaran bisa berubah menjadi bagian dari mekanisme kejahatan itu sendiri.

Penyalahgunaan Wewenang Tidak Selalu Berbentuk Tindakan

Korupsi sering dibayangkan sebagai tindakan aktif: mengambil uang, memotong anggaran, atau memanipulasi proyek.

Padahal dalam praktiknya, korupsi juga bisa lahir dari ketiadaan tindakan yang seharusnya dilakukan.

Seorang pejabat yang memiliki kewenangan untuk menghentikan kerugian negara tetapi memilih tidak bertindak dapat dinilai telah menyalahgunakan kewenangannya.

Dengan kata lain, korupsi tidak selalu terjadi karena seseorang terlalu aktif.
Kadang justru karena seseorang terlalu pasif pada saat yang seharusnya ia bertindak.

Budaya Diam yang Berbahaya

Masalah terbesar dalam birokrasi sering bukan pelaku tunggal, melainkan budaya diam yang terorganisir.

Semua orang tahu ada masalah.
Staf tahu.
Pejabat teknis tahu.
Atasan juga tahu.

Namun yang terjadi sering hanya bisik-bisik di lorong kantor. Tidak ada tindakan formal, tidak ada laporan resmi, tidak ada langkah korektif.

Budaya seperti ini melahirkan satu ekosistem berbahaya: korupsi menjadi kebiasaan, bukan lagi penyimpangan.

Dan dalam ekosistem seperti itu, pembiaran sering kali berubah menjadi bentuk perlindungan tidak langsung.

Ketika Diam Bukan Lagi Sekadar Diam

Situasinya menjadi jauh lebih serius ketika pembiaran itu ternyata bukan hanya soal menghindari konflik atau menjaga stabilitas kantor.

Apalagi kalau ternyata, diam-diam juga ikut kebagian.

Di banyak kasus korupsi, praktik yang paling sering muncul bukan hanya permainan anggaran di level teknis, tetapi juga aliran keuntungan yang mengalir ke atas secara sistematis.
Istilahnya bermacam-macam: setoran, uang koordinasi, uang pengamanan, hingga “jatah pimpinan”.

Dalam skema seperti ini, diam bukan lagi sikap pasif. Diam menjadi bagian dari transaksi.

Laporan penyimpangan yang masuk ke meja pimpinan tidak lagi diperlakukan sebagai alarm, tetapi sebagai pengingat bahwa sistem pembagian masih berjalan.

Ketika itu terjadi, garis antara pembiaran dan keterlibatan menjadi sangat tipis—bahkan sering kali sudah hilang sama sekali.

Baca juga: Makna Surah Al-Fil: Peringatan Abadi bagi Kekuasaan

Dan jika penyidik suatu hari membuka perkara tersebut, yang dicari bukan hanya siapa yang mengatur proyek atau memanipulasi laporan, tetapi juga siapa yang menikmati hasilnya.

Tanggung Jawab Kepemimpinan

Kepemimpinan bukan hanya soal mengambil keputusan besar atau memimpin rapat.

Kepemimpinan juga diuji
pada momen yang tidak nyaman: ketika harus menindak orang dekat, membuka masalah internal, atau menghentikan praktik yang selama ini dianggap “sudah biasa”.

Seorang pimpinan mungkin tidak ikut menandatangani dokumen fiktif. Ia mungkin tidak pernah memegang uangnya.

Namun jika ia mengetahui dan membiarkannya, publik tetap berhak mempertanyakan integritas kepemimpinannya.

Karena jabatan bukan hanya soal kewenangan.

Jabatan juga adalah tanggung jawab atas apa yang terjadi—dan apa yang dibiarkan terjadi—di bawahnya.

Diam yang Bisa Menjadi Bukti

Dalam banyak perkara korupsi, penyidik sering menemukan pola yang sama: pelaku lapangan tidak bekerja sendirian. Ada sistem yang membuat semuanya berjalan mulus.
Dan kadang sistem itu berdiri bukan karena perintah, tetapi karena ketiadaan larangan dari atas.

Di titik inilah pembiaran menjadi sangat berbahaya.
Ia tidak meninggalkan tanda tangan, tetapi meninggalkan jejak tanggung jawab. (Red)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi pecel lele goreng renyah dengan sambal pedas dan lalapan kemangi khas warung kaki lima.

    Bikin Pecel Lele Seenak Abang Warung? Ini Rahasianya

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 92
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Rahasia pecel lele sering menjadi perbincangan di kalangan pecinta kuliner kaki lima. Banyak orang mencoba membuat pecel lele enak atau pecel lele gurih renyah di rumah, namun rasanya tetap berbeda dibandingkan dengan hidangan di warung pinggir jalan. Padahal, di balik sepiring pecel lele yang sederhana, terdapat beberapa teknik memasak yang jarang diketahui […]

  • salah kelola amanah

    Nabi SAW Peringatkan Dampak Salah Kelola Amanah

    • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 82
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Rasulullah SAW memberi peringatan tegas tentang dampak penyerahan amanah kepada pihak yang tidak kompeten. Dalam hadis sahih riwayat Imam Bukhari, Nabi menyebut kondisi itu sebagai pertanda kehancuran. Pesan ini relevan dengan realitas publik hari ini, ketika banyak urusan strategis berdampak luas pada masyarakat ditangani tanpa keahlian dan integritas yang memadai. Hadis tersebut […]

  • lima kesempatan hidup

    Lima Kesempatan Hidup Manusia yang Sering Disia-siakan

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 85
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Ulama kembali mengingatkan umat Islam tentang bahaya mengabaikan lima kesempatan hidup yang ditegaskan Rasulullah SAW. Peringatan ini bukan sekadar nasihat moral, melainkan kritik terbuka terhadap pola hidup umat yang kian lalai mengelola waktu, kesehatan, dan kemampuan. Ketika peluang hidup disia-siakan, dampaknya tidak berhenti pada individu, tetapi meluas menjadi krisis sosial dan spiritual. […]

  • Pick Up KDMP Tiba di Tasikmalaya, Siap Gerakkan Ekonomi Desa

    Pick Up KDMP Tiba di Tasikmalaya, Siap Gerakkan Ekonomi Desa

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 32
    • 0Komentar

      albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pemandangan yang tidak biasa terlihat di halaman Makodim 0612/Tasikmalaya. Puluhan kendaraan niaga baru berjejer rapi memenuhi lapangan. Cat bodinya masih mengilap. Plastik pelindung beberapa bagian kendaraan pun masih terlihat menempel. Sebanyak 50 unit pick up KDMP atau Koperasi Desa Merah Putih tiba di Kodim 0612 Tasikmalaya sebagai bagian dari program […]

  • kepala ikan kuah kuning dengan bumbu kunyit dan rempah khas Indonesia disajikan hangat di meja makan sederhana

    Cara Masak Kepala Ikan Kuah Kuning Anti Amis, Dijamin Nagih!

    • calendar_month Minggu, 29 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 80
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Resep kepala ikan kuah kuning menjadi salah satu hidangan tradisional yang selalu menggoda selera. Olahan kepala ikan kuah kuning ini terkenal dengan cita rasa gurih, segar, dan kaya rempah. Banyak orang mencari cara memasak kepala ikan kuah kuning agar tidak amis dan tetap nikmat, karena di situlah letak tantangannya. Selain itu, hidangan […]

  • Pertandingan Liverpool vs Galatasaray di Anfield dengan pemain menyerang dan suasana stadion penuh tekanan

    Liverpool vs Galatasaray: Anfield Memanas, Misi Balas Dendam atau Tersingkir?

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 69
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Pertandingan Liverpool vs Galatasaray menjadi sorotan utama pekan ini. Duel panas ini bukan sekadar laga biasa, tetapi penentu nasib kedua tim di fase gugur. Liverpool vs Galatasaray, laga Anfield, serta duel hidup-mati ini langsung menyedot perhatian pecinta sepak bola dunia karena tensi tinggi dan skenario dramatis yang mungkin terjadi. Misi Berat […]

expand_less