Breaking News
light_mode
Beranda » Editorial » Pemkab Tasikmalaya Susun RKPD 2027

Pemkab Tasikmalaya Susun RKPD 2027

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
  • visibility 195
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Editorial Albadarpost menilai RKPD 2027 Tasikmalaya akan menentukan apakah perencanaan berpihak pada warga atau sekadar rutinitas.

Perencanaan Daerah dan Taruhan Masa Depan Warga

albadarpost.com, EDITORIAL – Orientasi penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Tasikmalaya Tahun 2027 telah digelar. Kegiatan ini bukan sekadar forum teknis. Ia adalah titik awal yang menentukan ke mana arah pembangunan daerah akan berjalan, dan siapa yang benar-benar diuntungkan.

Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, melalui orientasi ini, mengirim sinyal bahwa perencanaan tidak boleh berhenti pada urusan administratif. Bupati Tasikmalaya menegaskan RKPD harus menjawab persoalan riil masyarakat. Pernyataan itu penting. Sebab, terlalu sering dokumen perencanaan hadir rapi di atas kertas, tetapi jauh dari denyut kehidupan warga.

Bagi publik, RKPD bukan singkatan teknokratis. Ia adalah janji. Janji tentang jalan desa, layanan kesehatan, lapangan kerja, dan keadilan pembangunan antarwilayah.


Fakta Dasar Orientasi RKPD 2027

Orientasi RKPD 2027 dilaksanakan di Aula Wiradadaha Bappelitbangda Kabupaten Tasikmalaya pada 23 Desember 2025. Kegiatan ini melibatkan jajaran lengkap pemerintah daerah, mulai dari Bupati, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, hingga kepala SKPD dan camat se-Kabupaten Tasikmalaya.

Tujuan resminya jelas: menyusun arah kebijakan pembangunan daerah yang terukur, terencana, dan selaras dengan kebijakan nasional serta provinsi. Pemerintah daerah ingin memastikan RKPD 2027 tidak berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian dari orkestrasi pembangunan yang lebih luas.

Baca juga: Negara Harus Tegas Terhadap Aplikasi Matel

Dalam sambutannya, Bupati Cecep Nurul Yakin menekankan bahwa RKPD tidak boleh disusun sebagai rutinitas tahunan. Dokumen ini, menurutnya, harus berangkat dari kebutuhan nyata masyarakat dan menjawab isu strategis daerah. Pernyataan tersebut sejalan dengan semangat reformasi perencanaan yang selama ini digaungkan pemerintah pusat.

Namun, sejarah perencanaan daerah menunjukkan bahwa niat baik sering kali kandas di tahap implementasi.


Analisis Redaksi: RKPD 2027 dan Ujian Kejujuran Perencanaan

Di sinilah letak persoalan utama. RKPD 2027 akan menjadi ujian kejujuran perencanaan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya. Apakah dokumen ini benar-benar disusun dari bawah, atau kembali mengulang pola lama: menyalin, menyesuaikan, lalu mengeksekusi proyek yang minim dampak.

Tasikmalaya masih menghadapi persoalan struktural: ketimpangan wilayah, keterbatasan fiskal, kualitas layanan publik yang belum merata, serta ketergantungan tinggi pada transfer pusat. Dalam kondisi seperti ini, setiap rupiah anggaran harus diarahkan secara presisi.

Redaksi Albadarpost menilai, orientasi RKPD 2027 baru akan bermakna jika diikuti dengan perubahan cara berpikir. Perencanaan tidak cukup responsif di atas dokumen. Ia harus responsif di lapangan. Partisipasi masyarakat tidak boleh berhenti pada forum formal, tetapi masuk ke dalam penentuan prioritas anggaran.

Baca juga: Pemkab Tasikmalaya Genjot Pendapatan Daerah

Jika RKPD hanya menjadi kompilasi usulan SKPD tanpa keberanian memilih dan menolak, maka perencanaan gagal sejak awal.


Belajar dari Pola Lama Perencanaan Daerah

Pengalaman daerah lain menunjukkan pola yang sama. RKPD sering disusun rapi, indikator kinerja lengkap, tetapi dampak sosialnya tipis. Program berjalan, masalah tetap tinggal. Jalan dibangun, tetapi akses ekonomi tidak berubah. Pelatihan digelar, tetapi pengangguran tidak bergerak.

Tasikmalaya tidak boleh mengulangi pola tersebut. Dengan keterbatasan fiskal dan kebutuhan masyarakat yang semakin kompleks, perencanaan harus berani fokus. Tidak semua bisa dibiayai. Tidak semua usulan harus diakomodasi.

Daerah yang berhasil melakukan lompatan pembangunan justru berani menyederhanakan agenda dan mengunci prioritas pada kebutuhan paling mendesak warga.


Sikap Redaksi: Perencanaan Harus Berpihak pada Warga

Albadarpost berpandangan, RKPD 2027 harus menjadi instrumen keberpihakan. Keberpihakan pada warga desa, kelompok rentan, dan wilayah yang selama ini tertinggal. Bukan sekadar keberpihakan pada proyek, serapan anggaran, atau kepentingan birokrasi.

Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya perlu memastikan setiap program dalam RKPD memiliki dampak terukur. Bukan hanya output, tetapi perubahan nyata dalam kehidupan masyarakat. Transparansi data, evaluasi terbuka, dan keberanian mengoreksi program yang gagal menjadi kunci.

Tanpa itu, RKPD hanya akan menjadi dokumen tahunan yang berganti angka, tetapi tidak mengubah nasib.


Antara Janji dan Tanggung Jawab

RKPD 2027 adalah cermin niat pemerintah daerah. Ia akan menunjukkan apakah perencanaan dipahami sebagai kewajiban administratif, atau sebagai tanggung jawab moral kepada warga.

Tasikmalaya tidak kekurangan dokumen. Yang dibutuhkan adalah keberanian menjadikan perencanaan sebagai alat keadilan sosial, bukan sekadar formalitas birokrasi. (Ds)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Belanda vs Jepang

    Belanda vs Jepang, Ujian Berat Favorit Grup F

    • calendar_month Minggu, 14 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 128
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Belanda vs Jepang menjadi salah satu pertandingan yang paling dinanti pada fase grup Piala Dunia 2026. Duel Grup F ini mempertemukan tim yang belum pernah kalah dalam sejarah pertemuan melawan lawan yang dikenal sebagai pembunuh raksasa dari Asia. Pertandingan Belanda vs Jepang akan berlangsung di Dallas, Senin (15/6/2026) pukul 03:00 WIB. […]

  • Pembakaran Masjid Al-Aqsa

    Mengapa Pembakaran Masjid Al-Aqsa Masih Diperingati?

    • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 58
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Sudah lebih dari setengah abad berlalu sejak pembakaran Masjid Al-Aqsa mengguncang dunia Islam. Namun hingga kini, Masjid Al-Aqsa masih menjadi pusat perhatian setiap kali tanggal 21 Agustus mendekat. Mengapa sebuah peristiwa yang terjadi pada 1969 terus diperingati dan dianggap tetap relevan di tengah perubahan zaman? Bagi Majelis Ulama Indonesia (MUI), jawabannya bukan sekadar […]

  • Persib vs Arema

    Statistik Bicara! Persib Lebih Unggul dari Arema FC

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 200
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Persib vs Arema kembali menjadi pusat perhatian pecinta sepak bola nasional. Laga Persib vs Arema ini bukan sekadar pertandingan biasa, tetapi duel dua tim dengan kondisi yang sangat kontras: Persib Bandung sedang berada di puncak performa, sementara Arema FC masih terseok mencari kestabilan. Di satu sisi, Persib datang dengan status pemuncak klasemen […]

  • perjuangan buruh migran

    Terharu! 5 Perjuangan Buruh Migran demi Masa Depan Anak

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 201
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Perjuangan buruh migran sering kali luput dari perhatian publik. Di balik keberhasilan anak-anak mereka, terdapat kisah panjang tentang perjuangan buruh migran, pengorbanan tenaga kerja Indonesia di luar negeri, dan usaha keras orang tua demi pendidikan anak. Tidak hanya soal ekonomi, tetapi juga tentang ketahanan mental, kerinduan, serta harapan yang terus dijaga dari […]

  • Putusan MK pencemaran nama baik

    MK Tegaskan Kritik Pejabat Bukan Pencemaran Nama Baik

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 221
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Putusan Mahkamah Konstitusi terbaru kembali menguji arah demokrasi Indonesia. Di tengah meningkatnya penggunaan pasal pencemaran nama baik untuk merespons kritik, MK menegaskan batas yang selama ini kabur: negara tidak boleh mempidanakan kritik terhadap pejabat dan kebijakan publik. Putusan ini penting sekarang, ketika ruang berekspresi warga kerap berhadapan dengan ancaman hukum. Putusan Nomor […]

  • Sekolah Rakyat

    Masa Depan Sekolah Rakyat dan Arah Pembenahan Layanan Pendidikan Sosial

    • calendar_month Jumat, 21 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 253
    • 0Komentar

    Sekolah Rakyat diperkuat sebagai layanan pendidikan sosial. Fokus pada akses, kualitas belajar, dan dampak bagi keluarga miskin. albadarpost.com, PERSPEKTIF – Kunjungan pejabat Kementerian Sosial (Kemensos) dan Pemerintah Kota Tasikmalaya ke Sekolah Rakyat Integrasi 41, Jumat (21/11/2025), memberi gambaran baru tentang arah reformasi pendidikan berbasis layanan sosial. Di balik kunjungan singkat tersebut terdapat isu besar yang […]

expand_less