Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Kisah Asiyah Istri Firaun, Pelindung Nabi Musa

Kisah Asiyah Istri Firaun, Pelindung Nabi Musa

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
  • visibility 174
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, LIFESTYLE – Kisah Asiyah istri Firaun sering tenggelam di balik cerita besar Nabi Musa. Padahal, Asiyah, perempuan istana Mesir kuno yang juga dikenal sebagai istri Firaun, memainkan peran penting dalam menyelamatkan bayi Musa dari kebijakan kejam penguasa Mesir. Tanpa keberanian Asiyah istri Firaun, perjalanan hidup Nabi Musa mungkin berakhir bahkan sebelum dimulai.

Peristiwa ini bermula ketika penguasa Mesir, Firaun, memerintahkan pembunuhan bayi laki-laki dari Bani Israil. Ia khawatir seorang anak dari kaum itu akan menggulingkan kekuasaannya. Namun sejarah sering bergerak melalui jalan yang tidak terduga.

Justru dari dalam istana Firaun sendiri, muncul sosok yang menggagalkan rencana itu.

Penemuan Bayi Musa di Sungai Nil

Menurut Al-Qur’an, ibu Musa menghanyutkan bayinya ke Sungai Nil demi menyelamatkan nyawanya. Allah kemudian mengatur peristiwa yang mengejutkan: bayi itu ditemukan oleh keluarga Firaun.

Allah berfirman:

“Lalu ia dipungut oleh keluarga Firaun agar kelak menjadi musuh dan kesedihan bagi mereka.”
(QS. Al-Qashash: 8)

Ketika bayi itu ditemukan, Asiyah istri Firaun melihat sesuatu yang berbeda. Ia tidak melihat ancaman politik. Ia melihat seorang bayi tak berdaya yang membutuhkan perlindungan.

Karena itu, ia segera berbicara kepada suaminya.

“Ia penyejuk mata bagiku dan bagimu. Janganlah kamu membunuhnya, mudah-mudahan ia bermanfaat bagi kita atau kita jadikan dia anak.”
(QS. Al-Qashash: 9)

Kalimat ini bukan sekadar permohonan seorang istri. Ia adalah keputusan berani yang secara langsung menyelamatkan kehidupan Nabi Musa.

Strategi Ilahi: Musa Kembali ke Ibunya

Kisah ini semakin menarik ketika bayi Musa menolak disusui oleh perempuan lain di istana. Situasi tersebut membuat keluarga kerajaan kebingungan.

Namun Allah telah menyiapkan jalan lain.

Saudari Musa, yang diam-diam mengikuti peti bayi di sungai, menawarkan solusi kepada keluarga istana. Ia menyarankan seorang wanita yang mampu merawat bayi tersebut.

Wanita itu ternyata adalah ibu Musa sendiri.

Allah berfirman:

“Maka Kami kembalikan dia kepada ibunya agar senang hatinya dan tidak bersedih.”
(QS. Al-Qashash: 13)

Dengan cara yang menakjubkan, Musa akhirnya tumbuh di bawah perlindungan istana, tetapi tetap mendapatkan kasih sayang ibunya.

Iman Asiyah yang Tumbuh di Istana Tirani

Kisah Asiyah istri Firaun tidak berhenti pada penyelamatan Musa. Dalam perjalanan waktu, ia justru menjadi salah satu orang yang beriman kepada ajaran Musa.

Hal ini sangat luar biasa. Bayangkan situasinya: ia hidup di istana penguasa yang mengaku sebagai tuhan.

Meski begitu, Asiyah tetap memilih iman.

Al-Qur’an bahkan menjadikan Asiyah sebagai teladan bagi orang beriman.

“Dan Allah membuat perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, yaitu istri Firaun.”
(QS. At-Tahrim: 11)

Dalam ayat tersebut, Asiyah berdoa:

“Ya Tuhanku, bangunkanlah untukku rumah di sisi-Mu di surga.”

Doa ini menunjukkan sesuatu yang sangat kuat: ia lebih memilih kedekatan dengan Tuhan daripada kemewahan istana.

Mengapa Kisah Asiyah Jarang Dibahas?

Banyak kisah Nabi Musa berfokus pada mukjizat, tongkat, atau peristiwa Laut Merah. Padahal, bagian awal kehidupan Musa justru menampilkan peran seorang perempuan yang luar biasa.

Baca juga: Aturan Ketat Singapura: Ini Alasan ART Asing Dilarang Hamil

Tanpa keputusan Asiyah istri Firaun, bayi Musa bisa saja menjadi korban kebijakan brutal kerajaan.

Lebih menarik lagi, sejarah menunjukkan ironi yang hampir puitis. Penguasa yang takut pada seorang bayi justru membesarkan bayi itu di istananya sendiri.

Dengan kata lain, kekuasaan Firaun runtuh melalui keputusan yang lahir dari rumahnya sendiri.

Pelajaran Besar dari Kisah Asiyah

Kisah Asiyah istri Firaun menyimpan beberapa pelajaran penting.

Pertama, keberanian moral tidak selalu muncul dari luar kekuasaan. Kadang ia lahir dari dalam sistem yang paling keras sekalipun.

Kedua, sejarah besar sering dipengaruhi oleh keputusan kecil yang diambil pada saat yang tepat.

Ketiga, iman dapat tumbuh bahkan di tempat yang tampaknya paling gelap.

Itulah sebabnya para ulama menempatkan Asiyah sebagai salah satu wanita paling mulia dalam sejarah manusia. (Red)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harapan Hidup Tasikmalaya

    Harapan Hidup Naik, Mengapa Warga Tasikmalaya Lebih Sering Sakit?

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 24
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Harapan Hidup Tasikmalaya terus meningkat. Namun, pada saat yang sama, keluhan kesehatan warga Kota Tasikmalaya juga ikut bertambah. Sekilas dua fakta ini tampak bertolak belakang. Bukankah masyarakat yang hidup lebih lama seharusnya semakin sehat? Justru di situlah letak cerita menarik yang diungkap data terbaru Kota Tasikmalaya Dalam Angka 2026. Publikasi Badan Pusat […]

  • sosialisasi pengaduan publik

    Pemda Tasikmalaya Gandeng Publik untuk Arah Pembangunan

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Editorial Albadarpost: Sosialisasi pengaduan publik di Tasikmalaya menentukan arah transparansi dan kualitas layanan. albadarpost.com, EDITORIAL – Sosialisasi pengaduan publik di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya kembali menegaskan satu hal mendasar: transparansi bukan lagi jargon, melainkan ukuran mutu pelayanan publik. Acara yang dibuka Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Nana Heryana, di Op.room Setda Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (09/12/2025), […]

  • chef profesional di MBG

    Chef Profesional Wajib Hadir di Dapur MBG, BGN Perketat Standar Layanan

    • calendar_month Kamis, 25 Sep 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 263
    • 0Komentar

    BGN wajibkan chef profesional MBG di setiap dapur SPPG. Aturan baru ini jamin keamanan pangan dan tingkatkan kualitas program makan bergizi gratis. albadarpost.com, LENSA. adan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas memperkuat mutu program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan mewajibkan kehadiran chef profesional MBG di setiap dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Kebijakan baru ini […]

  • Trump NATO Iran

    Panas! Trump Salahkan NATO dan Ancam Keluar Usai Konflik Iran

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 163
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Trump NATO Iran menjadi sorotan global setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara terbuka menyalahkan sekutu atas dinamika perang dengan Iran. Konflik ini memicu ketegangan serius, terutama ketika krisis NATO akibat Iran mulai terlihat dan memunculkan ancaman keluarnya AS dari aliansi tersebut. Situasi ini tidak hanya berdampak pada geopolitik, tetapi juga […]

  • Jembatan Cirahong

    Warga Syok, Pria Santai Jajan Lalu Lompat ke Citanduy

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 147
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Jembatan Cirahong kembali menjadi sorotan setelah seorang pria misterius diduga melakukan aksi bunuh diri dengan melompat ke Sungai Citanduy, Jumat (22/5/2026). Peristiwa di kawasan perbatasan Tasikmalaya dan Ciamis itu langsung membuat warga geger. Dalam hitungan detik, tubuh pria tersebut hilang ditelan derasnya arus sungai di bawah jembatan tua yang dikenal memiliki […]

  • kasus suap Singapura

    Polisi Singapura Tolak Suap, Warga Malaysia Didakwa dalam Kasus Suap Singapura

    • calendar_month Minggu, 9 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 97
    • 0Komentar

    Seorang warga Malaysia didakwa dalam kasus suap Singapura setelah mencoba menyuap polisi 50 dolar.. albadarpost.com, HUMANIORA – Kasus dugaan korupsi dalam bentuk penyuapan kembali diuji di pengadilan Singapura ketika seorang warga Malaysia, Lee Keh Meng, 44 tahun, didakwa atas percobaan menyuap seorang petugas polisi. Peristiwa ini memperlihatkan bagaimana kasus suap Singapura ditangani dengan pendekatan nol […]

expand_less