Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Kisah Asiyah Istri Firaun, Pelindung Nabi Musa

Kisah Asiyah Istri Firaun, Pelindung Nabi Musa

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
  • visibility 25
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, LIFESTYLE – Kisah Asiyah istri Firaun sering tenggelam di balik cerita besar Nabi Musa. Padahal, Asiyah, perempuan istana Mesir kuno yang juga dikenal sebagai istri Firaun, memainkan peran penting dalam menyelamatkan bayi Musa dari kebijakan kejam penguasa Mesir. Tanpa keberanian Asiyah istri Firaun, perjalanan hidup Nabi Musa mungkin berakhir bahkan sebelum dimulai.

Peristiwa ini bermula ketika penguasa Mesir, Firaun, memerintahkan pembunuhan bayi laki-laki dari Bani Israil. Ia khawatir seorang anak dari kaum itu akan menggulingkan kekuasaannya. Namun sejarah sering bergerak melalui jalan yang tidak terduga.

Justru dari dalam istana Firaun sendiri, muncul sosok yang menggagalkan rencana itu.

Penemuan Bayi Musa di Sungai Nil

Menurut Al-Qur’an, ibu Musa menghanyutkan bayinya ke Sungai Nil demi menyelamatkan nyawanya. Allah kemudian mengatur peristiwa yang mengejutkan: bayi itu ditemukan oleh keluarga Firaun.

Allah berfirman:

“Lalu ia dipungut oleh keluarga Firaun agar kelak menjadi musuh dan kesedihan bagi mereka.”
(QS. Al-Qashash: 8)

Ketika bayi itu ditemukan, Asiyah istri Firaun melihat sesuatu yang berbeda. Ia tidak melihat ancaman politik. Ia melihat seorang bayi tak berdaya yang membutuhkan perlindungan.

Karena itu, ia segera berbicara kepada suaminya.

“Ia penyejuk mata bagiku dan bagimu. Janganlah kamu membunuhnya, mudah-mudahan ia bermanfaat bagi kita atau kita jadikan dia anak.”
(QS. Al-Qashash: 9)

Kalimat ini bukan sekadar permohonan seorang istri. Ia adalah keputusan berani yang secara langsung menyelamatkan kehidupan Nabi Musa.

Strategi Ilahi: Musa Kembali ke Ibunya

Kisah ini semakin menarik ketika bayi Musa menolak disusui oleh perempuan lain di istana. Situasi tersebut membuat keluarga kerajaan kebingungan.

Namun Allah telah menyiapkan jalan lain.

Saudari Musa, yang diam-diam mengikuti peti bayi di sungai, menawarkan solusi kepada keluarga istana. Ia menyarankan seorang wanita yang mampu merawat bayi tersebut.

Wanita itu ternyata adalah ibu Musa sendiri.

Allah berfirman:

“Maka Kami kembalikan dia kepada ibunya agar senang hatinya dan tidak bersedih.”
(QS. Al-Qashash: 13)

Dengan cara yang menakjubkan, Musa akhirnya tumbuh di bawah perlindungan istana, tetapi tetap mendapatkan kasih sayang ibunya.

Iman Asiyah yang Tumbuh di Istana Tirani

Kisah Asiyah istri Firaun tidak berhenti pada penyelamatan Musa. Dalam perjalanan waktu, ia justru menjadi salah satu orang yang beriman kepada ajaran Musa.

Hal ini sangat luar biasa. Bayangkan situasinya: ia hidup di istana penguasa yang mengaku sebagai tuhan.

Meski begitu, Asiyah tetap memilih iman.

Al-Qur’an bahkan menjadikan Asiyah sebagai teladan bagi orang beriman.

“Dan Allah membuat perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, yaitu istri Firaun.”
(QS. At-Tahrim: 11)

Dalam ayat tersebut, Asiyah berdoa:

“Ya Tuhanku, bangunkanlah untukku rumah di sisi-Mu di surga.”

Doa ini menunjukkan sesuatu yang sangat kuat: ia lebih memilih kedekatan dengan Tuhan daripada kemewahan istana.

Mengapa Kisah Asiyah Jarang Dibahas?

Banyak kisah Nabi Musa berfokus pada mukjizat, tongkat, atau peristiwa Laut Merah. Padahal, bagian awal kehidupan Musa justru menampilkan peran seorang perempuan yang luar biasa.

Baca juga: Aturan Ketat Singapura: Ini Alasan ART Asing Dilarang Hamil

Tanpa keputusan Asiyah istri Firaun, bayi Musa bisa saja menjadi korban kebijakan brutal kerajaan.

Lebih menarik lagi, sejarah menunjukkan ironi yang hampir puitis. Penguasa yang takut pada seorang bayi justru membesarkan bayi itu di istananya sendiri.

Dengan kata lain, kekuasaan Firaun runtuh melalui keputusan yang lahir dari rumahnya sendiri.

Pelajaran Besar dari Kisah Asiyah

Kisah Asiyah istri Firaun menyimpan beberapa pelajaran penting.

Pertama, keberanian moral tidak selalu muncul dari luar kekuasaan. Kadang ia lahir dari dalam sistem yang paling keras sekalipun.

Kedua, sejarah besar sering dipengaruhi oleh keputusan kecil yang diambil pada saat yang tepat.

Ketiga, iman dapat tumbuh bahkan di tempat yang tampaknya paling gelap.

Itulah sebabnya para ulama menempatkan Asiyah sebagai salah satu wanita paling mulia dalam sejarah manusia. (Red)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • sertifikat tanah

    Saat Sertifikat Tanah Menentukan Sengketa Warga

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Sengketa tanah menunjukkan sertifikat tanah belum sepenuhnya melindungi warga dalam kebijakan agraria. albadarpost.com, PERSPEKTIF – Kasus yang menimpa Nenek Elina Widjajati di Surabaya bukan sekadar perkara sengketa rumah. Ia adalah potret kebijakan agraria yang belum sepenuhnya bekerja melindungi warga paling rentan. Ketika konflik tanah berujung pada pengusiran dan perobohan rumah, pertanyaannya bukan hanya siapa yang […]

  • ilustrasi seseorang berdoa agar terhindar dari hutang dengan latar suasana tenang dan religius

    Doa Terhindar dari Hutang yang Jarang Diketahui, Tapi Ampuh!

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 29
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Banyak orang mencari doa terhindar dari hutang ketika kondisi keuangan mulai terasa berat. Padahal, doa agar tidak berhutang, doa dijauhkan dari lilitan utang, hingga amalan pelunas hutang sudah diajarkan sejak lama dalam ajaran Islam. Menariknya, sebagian besar orang justru melewatkan amalan sederhana ini, padahal efeknya bisa sangat besar untuk menjaga stabilitas rezeki […]

  • Seleksi Direksi BUMD Tasikmalaya

    Seleksi Direksi BUMD Tasikmalaya 2026 Resmi Dibuka, Ini Cara Daftarnya

    • calendar_month Minggu, 5 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 27
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Seleksi Direksi BUMD Kabupaten Tasikmalaya resmi dibuka oleh Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya. Program rekrutmen ini memberikan peluang besar bagi profesional yang memiliki pengalaman manajerial untuk memimpin PT Lembaga Keuangan Mikro (LKM) Pancatengah, salah satu Badan Usaha Milik Daerah yang bergerak di sektor keuangan mikro. Selain itu, proses rekrutmen direksi BUMD Tasikmalaya ini […]

  • persiapan menyambut Ramadhan

    Menata Hati Sebelum Fajar Ramadhan

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 29
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Ramadhan tidak pernah datang tiba-tiba. Ia selalu memberi tanda, seperti tamu mulia yang mengirim kabar lebih dulu agar tuan rumah bersiap. Angin Sya’ban membawa aroma itu—aroma rindu, harap, dan juga kegelisahan. Sebab Ramadhan bukan sekadar bulan ibadah, melainkan cermin besar yang akan memantulkan seberapa siap hati dan hidup kita menjemputnya. Allah SWT […]

  • bansos 2026

    Berikut Kriteria Penerima PKH dan BPNT 2026

    • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 26
    • 0Komentar

    Siapa yang berhak menerima bansos 2026? Berikut syarat dan kriteria penerima PKH dan BPNT yang ditetapkan pemerintah. albadarpost.com, HUMNIORA – Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) kembali menyiapkan sejumlah program bantuan sosial pada 2026. Dua di antaranya adalah Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang selama ini menjadi program utama perlindungan sosial. […]

  • Tarif Listrik 2026

    Tarif Listrik dan Elpiji Awal 2026

    • calendar_month Kamis, 1 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 26
    • 0Komentar

    Tarif listrik triwulan I 2026 dan harga elpiji non-subsidi dipastikan tetap demi jaga daya beli masyarakat. albadarpost.com, FOKUS – Awal tahun sering datang dengan dua hal: harapan dan kecemasan. Harapan karena kalender baru selalu memberi janji, kecemasan karena pengalaman mengajarkan satu hal—biaya hidup jarang mau diam. Maka ketika pemerintah memutuskan tarif listrik dan harga elpiji […]

expand_less