Breaking News
light_mode
Beranda » Perspektif » Harapan Hidup Naik, Mengapa Warga Tasikmalaya Lebih Sering Sakit?

Harapan Hidup Naik, Mengapa Warga Tasikmalaya Lebih Sering Sakit?

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
  • visibility 88
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, PERSPEKTIF – Harapan Hidup Tasikmalaya terus meningkat. Namun, pada saat yang sama, keluhan kesehatan warga Kota Tasikmalaya juga ikut bertambah. Sekilas dua fakta ini tampak bertolak belakang. Bukankah masyarakat yang hidup lebih lama seharusnya semakin sehat?

Justru di situlah letak cerita menarik yang diungkap data terbaru Kota Tasikmalaya Dalam Angka 2026. Publikasi Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa Angka Harapan Hidup (AHH) Kota Tasikmalaya naik menjadi 75,66 tahun pada 2025, sementara persentase penduduk yang mengalami keluhan kesehatan selama sebulan sebelum survei juga meningkat menjadi 33,29 persen.

Data tersebut mengajak publik melihat kesehatan dari sudut pandang yang lebih utuh. Panjang umur memang menjadi kabar baik. Akan tetapi, kualitas hidup selama menjalani usia yang lebih panjang juga sama pentingnya.

Harapan Hidup Terus Naik, Menandakan Pembangunan Kesehatan Membaik

Dalam tiga tahun terakhir, indikator kesehatan Kota Tasikmalaya menunjukkan perkembangan positif.

Pada 2023, Angka Harapan Hidup tercatat 75,08 tahun. Angka itu meningkat menjadi 75,31 tahun pada 2024 dan kembali naik menjadi 75,66 tahun pada 2025. Dalam periode yang sama, jumlah penduduk juga bertambah dari 741.760 jiwa menjadi 759.370 jiwa, meskipun laju pertumbuhan penduduk sedikit melambat dari 1,29 persen menjadi 1,24 persen.

Peningkatan usia harapan hidup biasanya mencerminkan semakin baiknya akses pelayanan kesehatan, kualitas gizi, sanitasi, dan kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat.

Karena itu, capaian tersebut layak diapresiasi sebagai bagian dari keberhasilan pembangunan manusia di Kota Tasikmalaya.

Namun, Sepertiga Warga Mengalami Keluhan Kesehatan

Di balik kabar baik tersebut, terdapat fakta lain yang patut menjadi perhatian.

Data BPS menunjukkan 33,29 persen penduduk Kota Tasikmalaya mengalami keluhan kesehatan pada 2025, naik dibandingkan 30,61 persen pada 2024. Dengan kata lain, sekitar satu dari tiga warga mengaku pernah mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan sebelum survei dilakukan.

Indikator ini tidak berarti seluruh warga menderita penyakit berat. Keluhan kesehatan dapat berupa kondisi yang mengganggu aktivitas sehari-hari, baik ringan maupun sedang.

Meski demikian, kenaikan persentase tersebut tetap menjadi sinyal bahwa tantangan kesehatan masyarakat masih cukup besar.

Hipertensi Mendominasi, Penyakit Kronis Mulai Menjadi Tantangan

Gambaran tersebut semakin jelas ketika melihat pola penyakit yang paling banyak ditangani fasilitas kesehatan sepanjang 2025.

Hipertensi menempati urutan pertama dengan 65.478 kasus. Setelah itu muncul nasofaringitis akut atau flu sebanyak 49.381 kasus, disusul infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) sebanyak 35.216 kasus.

Selain itu, diabetes melitus noninsulin, gangguan lambung, hingga nyeri otot juga tercatat dalam kelompok penyakit dengan jumlah kasus tinggi.

Data ini belum membuktikan bahwa penyakit-penyakit tersebut menjadi penyebab langsung meningkatnya keluhan kesehatan warga. Namun, pola tersebut menunjukkan bahwa penyakit tidak menular kini menjadi salah satu tantangan utama pelayanan kesehatan di Kota Tasikmalaya.

Fenomena serupa juga terjadi di banyak daerah ketika usia penduduk semakin panjang dan pola hidup masyarakat berubah.

Bukan Sekadar Hidup Lama, Tetapi Tetap Produktif

Masyarakat kini semakin rutin memeriksa tekanan darah, mengontrol kadar gula darah, hingga berkonsultasi mengenai berbagai penyakit kronis. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa semakin panjang usia sering kali diikuti kebutuhan menjaga kesehatan yang lebih baik.

Karena itu, ukuran keberhasilan pembangunan kesehatan tidak hanya terletak pada bertambahnya usia harapan hidup.

Yang lebih penting ialah memastikan masyarakat tetap sehat, aktif, dan produktif sepanjang hidupnya.

Pemeriksaan kesehatan secara berkala, aktivitas fisik yang cukup, konsumsi makanan bergizi, istirahat yang memadai, serta pengendalian stres menjadi langkah sederhana yang dapat membantu menjaga kualitas hidup.

Apa yang Bisa Dilakukan Warga?

Meningkatnya usia harapan hidup merupakan modal besar bagi Kota Tasikmalaya. Namun, manfaatnya akan jauh lebih terasa apabila setiap warga ikut menjaga kesehatannya sejak dini.

Mulailah dengan kebiasaan sederhana, seperti mengurangi konsumsi garam dan gula berlebih, memperbanyak aktivitas fisik, berhenti merokok, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin di fasilitas kesehatan terdekat.

Di sisi lain, pemerintah, tenaga kesehatan, sekolah, komunitas, hingga keluarga juga memiliki peran penting dalam membangun budaya hidup sehat.

Dengan demikian, usia yang lebih panjang tidak hanya menjadi angka statistik, tetapi benar-benar menghadirkan kualitas hidup yang lebih baik bagi masyarakat.

Data yang Layak Menjadi Renungan Bersama

Data BPS memperlihatkan bahwa Kota Tasikmalaya sedang memasuki fase baru pembangunan kesehatan. Warga memiliki peluang hidup lebih lama dibandingkan beberapa tahun lalu. Namun, tantangan penyakit kronis dan berbagai keluhan kesehatan masih membutuhkan perhatian serius.

Statistik bukan sekadar deretan angka. Di balik setiap persentase terdapat ribuan keluarga yang berharap tetap sehat, tetap produktif, dan tetap mampu menikmati hidup bersama orang-orang terdekat.

Usia yang panjang adalah anugerah. Namun, usia panjang tanpa tubuh yang sehat hanya akan mengubah statistik, bukan kualitas hidup. Kini, tantangannya bukan lagi sekadar menambah umur warga Tasikmalaya, melainkan memastikan setiap tahun tambahan itu benar-benar dapat dinikmati dengan sehat, aktif, dan bermakna. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ayam Madu Pedas

    Tren Swicy Mendunia, Ayam Madu Pedas Bikin Nagih

    • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 201
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Fenomena ayam madu pedas, spicy honey chicken, atau sayap ayam honey spicy tengah menjadi salah satu tren kuliner paling menarik pada 2026. Perpaduan rasa manis dan pedas yang dikenal sebagai sweet and spicy atau “swicy” semakin digemari generasi muda karena menghadirkan sensasi rasa yang kaya dalam satu gigitan. Tidak hanya ramai di […]

  • Australia vs Turki

    Turki Kembali Setelah 24 Tahun, Tekanan Baru Dimulai

    • calendar_month Minggu, 14 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 166
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Australia vs Turki, 14 Juni 2026, bukan pertandingan yang paling banyak dibicarakan menjelang Piala Dunia 2026. Namun justru di situlah letak menariknya. Di tengah sorotan besar yang mengarah ke Brasil, Argentina, Prancis, atau Inggris, ada satu kisah yang diam-diam menyimpan emosi besar. Kisah itu datang dari Turki. Selama 24 tahun, generasi […]

  • Disdukcapil Garut

    Disdukcapil Garut Jemput Bola, Warga Mekarmulya Antusias Urus KTP

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 171
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil atau Disdukcapil Garut membuka layanan administrasi kependudukan langsung di Desa Mekarmulya, Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut, Senin (18/5/2026). Kehadiran layanan jemput bola tersebut menjadi bagian dari Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Tahun 2026 yang bertujuan mendekatkan pelayanan publik ke wilayah pedesaan. Melalui layanan ini, warga tidak […]

  • dana PEN

    Utang Masjid Al Jabbar Tekan APBD Jabar, Dana PEN Jadi Sorotan

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 223
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pemerintah Provinsi Jawa Barat menghadapi tekanan fiskal serius akibat beban utang pembangunan Masjid Raya Al Jabbar yang bersumber dari dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Kewajiban pembayaran cicilan utang tersebut kini memengaruhi ruang gerak APBD, sekaligus memicu perdebatan soal prioritas belanja publik dan transparansi pengelolaan anggaran daerah. Masjid Raya Al Jabbar dibangun […]

  • Peta Kekuatan Piala Dunia 2026

    Piala Dunia 2026 Lahirkan Raja Baru Sepak Bola

    • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 104
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Peta Kekuatan Piala Dunia 2026 mulai menunjukkan perubahan yang sulit diabaikan. Babak 16 Besar tidak hanya menghadirkan persaingan menuju perempat final, tetapi juga memperlihatkan bergesernya pusat kekuatan sepak bola dunia. Jika selama puluhan tahun panggung utama didominasi negara-negara Eropa dan Amerika Selatan, kini Afrika, kawasan CONCACAF, serta sejumlah tim nontradisional tampil sebagai […]

  • ASN Pemkot Tasikmalaya

    ASN Pemkot Tasikmalaya Diduga Tipu Investasi Rp5 Miliar, Viman: Kenapa Harus Dilindungi?

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 109
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kasus ASN Pemkot Tasikmalaya yang diduga terlibat penipuan investasi Rp5 miliar mulai memicu perhatian publik. Dugaan kasus investasi proyek alat kesehatan tersebut bukan hanya menyeret aparatur sipil negara berinisial AG, tetapi juga memunculkan pertanyaan mengenai integritas birokrasi. Di tengah sorotan itu, Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi memilih mengambil sikap tegas dengan […]

expand_less