Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Tasik Mulai Perang Display Rokok di Toko

Tasik Mulai Perang Display Rokok di Toko

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 43 menit yang lalu
  • visibility 3
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Suasana sebuah hotel di Jalan Yudanagara, Kota Tasikmalaya, pada Senin (29/6/2026), tampak berbeda dari biasanya. Puluhan aparatur pemerintah dari berbagai daerah di Jawa Barat memenuhi ruang pelatihan. Mereka bukan sedang membahas pajak, investasi, atau pembangunan infrastruktur. Fokus mereka hari itu adalah satu hal yang selama ini selalu berada di depan mata masyarakat: display rokok.

Display rokok, atau penataan produk tembakau dan rokok elektronik di tempat penjualan, kini menjadi salah satu fokus utama pengendalian konsumsi rokok, terutama pada kelompok usia anak dan remaja.

Sebanyak 12 kabupaten dan kota di Jawa Barat mengikuti Pelatihan Penegakan Larangan Display Produk Tembakau dan Rokok Elektronik. Kegiatan tersebut melibatkan unsur Dinas Kesehatan, Satpol PP, dan perangkat daerah terkait yang akan melakukan pengawasan langsung di lapangan.

Hari Pertama Teori, Hari Kedua Langsung Turun ke Lapangan

Pada hari pertama, peserta mendapatkan pembekalan mengenai regulasi, teknik pengawasan, hingga mekanisme penindakan. Selanjutnya, pada hari kedua, para peserta dijadwalkan melakukan inspeksi langsung ke sejumlah toko ritel.

Tim akan memeriksa berbagai aspek, mulai dari keberadaan iklan rokok, penempatan rak display, hingga kepatuhan pelaku usaha terhadap aturan daerah yang berlaku.

Pengawasan ini bukan sekadar kegiatan administratif. Pemerintah Kota Tasikmalaya menegaskan bahwa tujuan utamanya adalah melindungi kelompok usia muda dari paparan promosi rokok.

Wali Kota: Rokok Tidak Boleh Dipajang Terbuka

Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi, menegaskan bahwa pemerintah daerah telah memiliki landasan hukum yang cukup kuat untuk melakukan pengendalian.

“Kami sudah memiliki aturan kawasan tanpa rokok melalui Perda tahun 2018 serta Peraturan Wali Kota tahun 2025 yang pelaksanaannya hingga tingkat kelurahan. Sekarang fokus kami adalah penguatan pengaturan display rokok di ritel,” ujar Viman.

Menurutnya, aturan mengenai penjualan produk tembakau sudah cukup jelas. Produk rokok konvensional maupun rokok elektronik tidak boleh dipajang secara terbuka sehingga menarik perhatian anak-anak.

“Penjualan rokok harus dibatasi. Display rokok wajib ditutup. Tidak boleh dipajang terbuka yang berpotensi menggoda anak,” tegasnya.

Viman juga menyebut bahwa Pemerintah Kota Tasikmalaya telah bergabung dalam jaringan ETIQUET yang berfokus pada pengendalian konsumsi produk tembakau.

Perokok Baru Jadi Sasaran Utama Pengendalian

Pemerintah Kota Tasikmalaya menilai kebijakan ini tidak dimaksudkan untuk menghilangkan hak perokok dewasa. Sebaliknya, kebijakan tersebut diarahkan untuk menciptakan keseimbangan antara hak perokok dan hak masyarakat yang tidak merokok.

Menurut Viman, kelompok usia 15 hingga 19 tahun menjadi perhatian utama karena merupakan periode lahirnya banyak perokok baru.

“Langkahnya dua arah. Perokok baru harus ditekan, sementara perokok lama terus diingatkan. Rokok memang memiliki dampak ekonomi, tetapi risiko kesehatannya juga tidak boleh diabaikan,” katanya.

Ia menambahkan bahwa pengawasan akan dilakukan secara bertahap melalui mekanisme pembinaan hingga pemberian sanksi administratif.

Sebanyak 250 Toko Akan Diawasi

Pemerintah Kota Tasikmalaya mencatat terdapat sekitar 250 toko ritel yang masuk dalam pengawasan terkait pengaturan display rokok.

Pelaku usaha yang melanggar akan mendapatkan surat peringatan secara bertahap. Namun, apabila pelanggaran tetap terjadi, pemerintah membuka kemungkinan untuk melakukan tindakan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Tujuan akhirnya adalah mencegah anak-anak di bawah umur menjadi perokok baru,” ujar Viman.

Jawa Barat Masih Menghadapi Tantangan Besar

Sementara itu, Ketua LSM No Tobacco Community Bogor, Bambang Priyono, mengungkapkan bahwa prevalensi merokok di Jawa Barat masih tergolong tinggi.

Menurut data yang disampaikannya dalam kegiatan tersebut, prevalensi perokok di Jawa Barat mendekati 32 persen, lebih tinggi dibandingkan angka nasional sebesar 28,9 persen.

Selain itu, kelompok usia 15 hingga 19 tahun masih menjadi kelompok yang paling rentan mulai merokok. Paparan asap rokok di lingkungan rumah juga masih menjadi persoalan serius.

Angka-angka tersebut menjadi salah satu alasan mengapa pengendalian display produk tembakau kini mulai menjadi fokus pemerintah daerah di berbagai wilayah Jawa Barat.

Bagi sebagian orang, rak rokok di minimarket mungkin hanya sekadar etalase biasa. Namun, bagi pemerintah dan pegiat kesehatan, rak tersebut dapat menjadi pintu masuk lahirnya generasi perokok berikutnya.

Pertarungan melawan rokok tidak selalu dimulai dari memadamkan sebatang api, tetapi bisa dimulai dari menutup satu rak display di depan kasir. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ayat Seribu Dinar

    Makna Ayat Seribu Dinar dalam Ikhtiar Rezeki

    • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 139
    • 0Komentar

    Ayat Seribu Dinar diamalkan umat Islam sebagai penguat ikhtiar dan ketenangan batin di tengah tekanan hidup. albadarpost.com, HUMANIORA – Banyak umat Islam menghadapi tekanan hidup yang tidak ringan. Masalah ekonomi, pekerjaan, dan ketidakpastian masa depan kerap menimbulkan kegelisahan. Dalam kondisi seperti itu, sebagian umat memilih mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui doa dan ayat Al-Qur’an. […]

  • ilustrasi pelajar Generasi Z mempelajari Sejarah Kebudayaan Islam dan peradaban Islam klasik.

    Sejarah Kebudayaan Islam: Pelajaran yang Diam-Diam Sedang Dibutuhkan Generasi Z

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 151
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Di banyak sekolah, pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam atau SKI masih sering dianggap “pelajaran hafalan”. Nama tokoh. Tahun berdiri kerajaan. Jalur penyebaran Islam. Lalu ujian. Selesai. Tidak sedikit siswa yang akhirnya merasa SKI adalah mata pelajaran yang jauh dari kehidupan mereka hari ini. Padahal, kalau diperhatikan lebih dalam, justru di situlah tersimpan pelajaran […]

  • Tahun Baru Tanpa Euforia

    Jawa Barat Tanpa Pesta Kembang Api

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 125
    • 0Komentar

    Arahkan Tahun Baru Tanpa Euforia albadarpost.com, FOKUS – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melarang masyarakat maupun pihak swasta menggelar pesta kembang api pada malam pergantian tahun. Kebijakan ini akan ditegaskan melalui surat edaran (SE) Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang segera diterbitkan. Langkah tersebut diambil untuk menjaga ketertiban publik dan mengarahkan perayaan tahun baru ke aktivitas […]

  • Musda KNPI Tasikmalaya

    Tegang! Musda KNPI Tasikmalaya Jadi Ujian Soliditas Pemuda

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 95
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Musda KNPI Tasikmalaya mendadak jadi sorotan. Bukan sekadar agenda rutin, forum ini berubah menjadi momen krusial yang menguji soliditas pemuda sekaligus menentukan arah organisasi ke depan. Musda KNPI Tasikmalaya, atau musyawarah pemuda daerah, kini berada di titik penting. Di satu sisi, forum ini diharapkan berjalan lebih lancar dibanding daerah lain. Namun […]

  • pemberdayaan perempuan

    Hari Ibu, Pemkot Tasikmalaya Dorong Pemberdayaan Perempuan

    • calendar_month Senin, 22 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Pemkot Tasikmalaya menegaskan pemberdayaan perempuan sebagai fondasi pembangunan pada peringatan Hari Ibu 2025. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pemerintah Kota Tasikmalaya menegaskan kembali komitmen pemberdayaan perempuan dalam pembangunan daerah melalui Upacara Peringatan Hari Ibu ke-97 Tahun 2025. Penegasan ini penting karena menyangkut arah kebijakan publik yang menempatkan perempuan sebagai subjek pembangunan, bukan sekadar pelengkap agenda. Upacara […]

  • Kebakaran Rumah Tasikmalaya

    Rumah di Lengkong Tasikmalaya Terbakar, Warga Panik

    • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 30
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kebakaran rumah Tasikmalaya kembali terjadi. Kali ini, kobaran api muncul dari sebuah rumah di Jalan Padasuka, Kelurahan Lengkong, Kecamatan Tawang, Senin (22/6/2026) pagi. Insiden yang diduga dipicu korsleting listrik itu sempat membuat warga sekitar panik karena lokasi berada di kawasan permukiman yang cukup padat. Asap tebal terlihat membumbung dari bangunan milik Susi […]

expand_less