Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Nasional » Kapolri Pilih ‘Jadi Petani’, Apa Maknanya bagi Reformasi Polri

Kapolri Pilih ‘Jadi Petani’, Apa Maknanya bagi Reformasi Polri

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
  • visibility 68
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Pernyataan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR RI menyita perhatian publik. Di hadapan wakil rakyat, Kapolri menolak wacana penempatan Polri di bawah kementerian, termasuk gagasan pembentukan Menteri Kepolisian. Ia menyatakan lebih baik dicopot dari jabatannya dan menjadi petani daripada menerima skema tersebut.

Sikap itu disampaikan secara terbuka di forum resmi DPR. Kapolri tidak menyampaikannya sebagai retorika emosional, melainkan sebagai penegasan sikap institusional. Pernyataan tersebut menempatkan posisi Polri, Presiden, dan negara dalam satu garis konstitusional yang menurutnya tidak bisa ditawar.

Penegasan Posisi Polri dalam Sistem Ketatanegaraan

Kapolri menegaskan bahwa Polri merupakan alat negara yang berada langsung di bawah Presiden. Menurutnya, penempatan Polri di bawah kementerian justru berpotensi melemahkan institusi penegak hukum sekaligus mereduksi kewenangan Presiden sebagai pemegang komando tertinggi.

Baca juga: IndiHome dan Paradoks Laba vs Layanan

Ia menyampaikan bahwa perubahan struktur kelembagaan Polri bukan sekadar soal administrasi, tetapi menyangkut prinsip dasar tata kelola negara. Dalam pandangannya, Polri harus tetap berada di bawah Presiden agar mampu menjalankan fungsi penegakan hukum secara independen dan profesional.

Pernyataan ini muncul di tengah diskursus panjang mengenai reformasi Polri. Sebagian pihak mendorong perubahan struktur sebagai bagian dari kontrol sipil, sementara pihak lain menilai langkah tersebut berisiko menimbulkan tarik-menarik kepentingan politik.

Metafora “Petani” dan Pesan Kepemimpinan

Pilihan kata “petani” menjadi penanda penting dalam pernyataan Kapolri. Metafora ini tidak sekadar ungkapan personal, tetapi mencerminkan sikap kepemimpinan yang menempatkan prinsip di atas jabatan. Petani bekerja dalam kesunyian, mengandalkan proses, dan tidak bergantung pada simbol kekuasaan.

Dalam konteks ini, Kapolri seolah ingin menyampaikan bahwa jabatan menteri bukan tujuan utama. Ia menempatkan integritas institusi sebagai nilai yang lebih tinggi dibanding posisi struktural apa pun. Pernyataan tersebut juga memberi pesan bahwa loyalitas kepemimpinan Polri harus diarahkan pada konstitusi, bukan pada konfigurasi politik.

Bagi publik, pernyataan ini menjadi cerminan bagaimana seorang pemimpin institusi membaca batas antara pengabdian dan kekuasaan. Sikap tersebut memperlihatkan bahwa reformasi Polri tidak bisa dilepaskan dari karakter pemimpinnya.

Reformasi Polri dan Batas Intervensi Politik

Reformasi Polri kerap dipahami sebagai upaya memperbaiki kinerja, transparansi, dan akuntabilitas kepolisian. Namun Kapolri memberi penekanan bahwa reformasi tidak identik dengan memindahkan garis komando. Menurutnya, pengawasan dan perbaikan sistem bisa dilakukan tanpa mengubah posisi Polri dalam struktur ketatanegaraan.

Kapolri menilai bahwa menempatkan Polri di bawah kementerian berpotensi membuka ruang intervensi politik yang lebih besar. Kondisi tersebut justru berisiko menghambat tujuan reformasi itu sendiri. Dalam pandangannya, Polri membutuhkan penguatan profesionalisme, bukan subordinasi struktural.

Pernyataan ini sekaligus menjadi sinyal bahwa reformasi Polri harus dibaca sebagai agenda jangka panjang. Reformasi tidak bisa didorong melalui solusi instan yang berpotensi menimbulkan persoalan baru dalam sistem pemerintahan.

Baca juga: Ketidakadilan Akses KUR Terkuak di Priangan Timur

Implikasi Politik dan Arah ke Depan

Sikap tegas Kapolri membuka ruang diskusi baru di parlemen dan ruang publik. Pernyataan tersebut memaksa semua pihak untuk membedakan antara kritik terhadap kinerja Polri dan perubahan sistemik yang berdampak luas terhadap negara.

Bagi DPR, pernyataan ini menjadi catatan penting dalam membahas masa depan Polri. Setiap gagasan perubahan kelembagaan perlu dikaji tidak hanya dari sisi pengawasan, tetapi juga dari perspektif konstitusi dan stabilitas institusi.

Di sisi lain, bagi masyarakat, pernyataan Kapolri menjadi indikator kepemimpinan di tubuh Polri. Reformasi Polri tidak hanya berbicara soal regulasi dan struktur organisasi, tetapi juga tentang keberanian menjaga prinsip ketika berhadapan dengan kekuasaan.

Dalam konteks itulah, pilihan “jadi petani” menjadi simbol sikap. Ia menegaskan bahwa reformasi Polri membutuhkan keteguhan, bukan sekadar kompromi. (AC)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi pemilik UMKM memimpin tim karyawan dengan suasana kerja yang harmonis dan produktif

    Tips Kelola Karyawan UMKM Tanpa Ribet, Hasil Maksimal

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 74
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Kelola karyawan UMKM menjadi tantangan utama bagi banyak pelaku usaha kecil. Tidak sedikit yang mencari cara mengelola karyawan, manajemen tim UMKM, hingga tips mengatur pegawai agar bisnis berjalan lancar. Oleh karena itu, memahami strategi yang tepat akan membantu pemilik usaha membangun tim yang solid, loyal, dan produktif sejak awal. Mengapa Pengelolaan […]

  • HPN Ciamis 2026

    HPN 2026 Ciamis Bikin Standar Baru: Pers Tak Lagi Cuma Menulis

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 58
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – HPN Ciamis 2026 langsung mematahkan pola lama peringatan Hari Pers Nasional di Ciamis. Tidak ada panggung megah yang dominan. Tidak ada seremoni bertele-tele. Sebaliknya, wartawan justru turun ke lapangan dan menyentuh persoalan nyata. Sejak awal kegiatan, publik langsung melihat perbedaan. Alih-alih duduk rapi mendengar sambutan, Bupati Ciamis H. Herdiat Sunarya dan […]

  • Pemilihan BPD Kujangsari

    Demokrasi Desa Memanas, 31 Kandidat Ramaikan Pemilihan BPD Kujangsari

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 40
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Suasana demokrasi desa terasa hidup dalam Pemilihan BPD Kujangsari periode 2026–2034 yang berlangsung meriah di Desa Kujangsari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar. Pemilihan BPD Kujangsari langsung menarik perhatian warga karena menghadirkan 31 calon anggota Badan Permusyawaratan Desa yang memperebutkan tujuh kursi keterwakilan. Sejak pagi, warga mulai berdatangan dari berbagai dusun. Sebagian datang […]

  • Kota Makkah

    7 Hal di Kota Makkah yang Membuat Hati Merasa Dekat dengan Langit

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 111
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Tidak sedikit orang yang menitikkan air mata saat pesawat mulai meninggalkan Kota Makkah. Padahal mereka datang bukan untuk tinggal selamanya. Namun entah mengapa, ketika harus pulang, hati terasa berat. Kota Makkah memang berbeda. Banyak jemaah mengaku sulit menjelaskan perasaan mereka setelah melihat Ka’bah untuk pertama kali. Ada yang diam cukup lama. Ada […]

  • Anggota Pemuda Pancasila Ciamis melakukan penanaman pohon dalam rangka Hari Lahir Pancasila dan program Jabar Hijau.

    Di Hari Lahir Pancasila 2026, Pemuda Pancasila Ciamis Tanam 1.000 Pohon

    • calendar_month 15 jam yang lalu
    • account_circle redaktur
    • visibility 12
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Pemuda Pancasila Ciamis kembali menjadi perhatian menjelang Hari Lahir Pancasila 2026. Namun kali ini bukan karena kegiatan seremonial atau konvoi kendaraan. Organisasi kepemudaan tersebut justru memilih menanam 1.000 pohon di sejumlah titik rawan longsor dan lahan kritis sebagai bentuk dukungan terhadap program Jabar Hijau. Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada 1 Juni 2026 […]

  • PPATK mengawasi aliran dana Program Makan Bergizi Gratis melalui sistem Detak MBG untuk mencegah penyimpangan anggaran 2026

    PPATK Awasi Aliran Dana MBG 2026

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 77
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Pengawasan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memasuki fase baru. Menjelang 2026, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memperketat kontrol dengan mengawasi aliran dana MBG secara sistematis melalui Detak MBG. Langkah ini muncul di tengah besarnya skala program yang menjangkau jutaan penerima manfaat. Ketika anggaran membesar, risiko penyimpangan ikut meningkat. […]

expand_less