Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Nasional » Kapolri Pilih ‘Jadi Petani’, Apa Maknanya bagi Reformasi Polri

Kapolri Pilih ‘Jadi Petani’, Apa Maknanya bagi Reformasi Polri

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
  • visibility 220
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Pernyataan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR RI menyita perhatian publik. Di hadapan wakil rakyat, Kapolri menolak wacana penempatan Polri di bawah kementerian, termasuk gagasan pembentukan Menteri Kepolisian. Ia menyatakan lebih baik dicopot dari jabatannya dan menjadi petani daripada menerima skema tersebut.

Sikap itu disampaikan secara terbuka di forum resmi DPR. Kapolri tidak menyampaikannya sebagai retorika emosional, melainkan sebagai penegasan sikap institusional. Pernyataan tersebut menempatkan posisi Polri, Presiden, dan negara dalam satu garis konstitusional yang menurutnya tidak bisa ditawar.

Penegasan Posisi Polri dalam Sistem Ketatanegaraan

Kapolri menegaskan bahwa Polri merupakan alat negara yang berada langsung di bawah Presiden. Menurutnya, penempatan Polri di bawah kementerian justru berpotensi melemahkan institusi penegak hukum sekaligus mereduksi kewenangan Presiden sebagai pemegang komando tertinggi.

Baca juga: IndiHome dan Paradoks Laba vs Layanan

Ia menyampaikan bahwa perubahan struktur kelembagaan Polri bukan sekadar soal administrasi, tetapi menyangkut prinsip dasar tata kelola negara. Dalam pandangannya, Polri harus tetap berada di bawah Presiden agar mampu menjalankan fungsi penegakan hukum secara independen dan profesional.

Pernyataan ini muncul di tengah diskursus panjang mengenai reformasi Polri. Sebagian pihak mendorong perubahan struktur sebagai bagian dari kontrol sipil, sementara pihak lain menilai langkah tersebut berisiko menimbulkan tarik-menarik kepentingan politik.

Metafora “Petani” dan Pesan Kepemimpinan

Pilihan kata “petani” menjadi penanda penting dalam pernyataan Kapolri. Metafora ini tidak sekadar ungkapan personal, tetapi mencerminkan sikap kepemimpinan yang menempatkan prinsip di atas jabatan. Petani bekerja dalam kesunyian, mengandalkan proses, dan tidak bergantung pada simbol kekuasaan.

Dalam konteks ini, Kapolri seolah ingin menyampaikan bahwa jabatan menteri bukan tujuan utama. Ia menempatkan integritas institusi sebagai nilai yang lebih tinggi dibanding posisi struktural apa pun. Pernyataan tersebut juga memberi pesan bahwa loyalitas kepemimpinan Polri harus diarahkan pada konstitusi, bukan pada konfigurasi politik.

Bagi publik, pernyataan ini menjadi cerminan bagaimana seorang pemimpin institusi membaca batas antara pengabdian dan kekuasaan. Sikap tersebut memperlihatkan bahwa reformasi Polri tidak bisa dilepaskan dari karakter pemimpinnya.

Reformasi Polri dan Batas Intervensi Politik

Reformasi Polri kerap dipahami sebagai upaya memperbaiki kinerja, transparansi, dan akuntabilitas kepolisian. Namun Kapolri memberi penekanan bahwa reformasi tidak identik dengan memindahkan garis komando. Menurutnya, pengawasan dan perbaikan sistem bisa dilakukan tanpa mengubah posisi Polri dalam struktur ketatanegaraan.

Kapolri menilai bahwa menempatkan Polri di bawah kementerian berpotensi membuka ruang intervensi politik yang lebih besar. Kondisi tersebut justru berisiko menghambat tujuan reformasi itu sendiri. Dalam pandangannya, Polri membutuhkan penguatan profesionalisme, bukan subordinasi struktural.

Pernyataan ini sekaligus menjadi sinyal bahwa reformasi Polri harus dibaca sebagai agenda jangka panjang. Reformasi tidak bisa didorong melalui solusi instan yang berpotensi menimbulkan persoalan baru dalam sistem pemerintahan.

Baca juga: Ketidakadilan Akses KUR Terkuak di Priangan Timur

Implikasi Politik dan Arah ke Depan

Sikap tegas Kapolri membuka ruang diskusi baru di parlemen dan ruang publik. Pernyataan tersebut memaksa semua pihak untuk membedakan antara kritik terhadap kinerja Polri dan perubahan sistemik yang berdampak luas terhadap negara.

Bagi DPR, pernyataan ini menjadi catatan penting dalam membahas masa depan Polri. Setiap gagasan perubahan kelembagaan perlu dikaji tidak hanya dari sisi pengawasan, tetapi juga dari perspektif konstitusi dan stabilitas institusi.

Di sisi lain, bagi masyarakat, pernyataan Kapolri menjadi indikator kepemimpinan di tubuh Polri. Reformasi Polri tidak hanya berbicara soal regulasi dan struktur organisasi, tetapi juga tentang keberanian menjaga prinsip ketika berhadapan dengan kekuasaan.

Dalam konteks itulah, pilihan “jadi petani” menjadi simbol sikap. Ia menegaskan bahwa reformasi Polri membutuhkan keteguhan, bukan sekadar kompromi. (AC)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • tabrakan kereta Bekasi Timur 2026

    Stasiun Bekasi Timur Ditutup Usai Insiden KA Maut

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 428
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL — Suasana pagi di jalur padat Jabodetabek berubah menjadi kepanikan setelah tabrakan kereta Bekasi terjadi pada salah satu lintasan utama yang menghubungkan Jakarta dan Bekasi. Dua rangkaian kereta terlibat dalam insiden keras yang menewaskan sedikitnya lima orang dan melukai puluhan penumpang lainnya. Tidak lama setelah kejadian, stasiun Bekasi Timur ditutup sementara untuk […]

  • spoofing pemerintah

    Apple–Google Diperintah Singapura Hentikan Spoofing gov.sg pada Pesan Instan

    • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 246
    • 0Komentar

    Singapura memerintahkan Apple dan Google membatasi spoofing pemerintah demi menekan lonjakan kasus penipuan digital. albadarpost.com, LENSA – Polisi Singapura memerintahkan Apple dan Google membatasi spoofing pemerintah pada layanan pesan instan iMessage dan Google Messages. Instruksi ini diterbitkan untuk mencegah pelaku penipuan memakai nama akun “gov.sg” atau lembaga negara guna menipu warga. Kebijakan tersebut diterbitkan kepolisian […]

  • Menu sahur praktis 10 menit berupa nasi hangat, telur orak-arik, dan roti isi yang menggugah selera keluarga.

    Bangun Telat? Ini Menu Sahur Praktis 10 Menit yang Bikin Nagih!

    • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 221
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Menu Sahur Praktis selalu jadi penyelamat saat alarm terasa terlalu cepat berbunyi. Menu sahur cepat, resep sahur 10 menit, dan ide sahur sederhana kini makin dibutuhkan karena waktu terasa begitu singkat. Namun, meski serba terburu-buru, Anda tetap bisa menyajikan menu sahur praktis yang hangat, lezat, dan bikin keluarga lahap sejak suapan pertama. […]

  • Patroli Sukabumi Kota

    Patroli Hingga Dini Hari, Apa yang Diantisipasi Polisi?

    • calendar_month Senin, 3 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 51
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Saat sebagian besar warga mulai beristirahat pada Minggu (2/8/2026) malam, puluhan personel Polres Sukabumi Kota justru bergerak menyusuri jalan-jalan utama, kawasan publik, hingga sejumlah titik yang dinilai rawan gangguan keamanan. Patroli Sukabumi Kota berskala besar itu berlangsung sejak pukul 20.00 WIB hingga dini hari sebagai bagian dari upaya menjaga situasi keamanan […]

  • Ilustrasi membersihkan ikan segar di dapur rumah menggunakan jeruk nipis dan garam untuk menghilangkan bau amis sebelum dimasak.

    Masak Ikan Tanpa Bau Amis? Ini Rahasianya

    • calendar_month Sabtu, 21 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 211
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Banyak orang menyukai ikan karena sehat dan kaya protein. Namun, tidak sedikit yang akhirnya malas memasaknya karena bau amis ikan sering muncul dan mengganggu suasana dapur. Padahal, cara menghilangkan bau amis ikan sebenarnya sangat sederhana jika tekniknya tepat sejak awal. Menariknya, masalah ini bukan berasal dari ikannya saja. Justru kebiasaan kecil […]

  • Kesejahteraan Guru

    Komisi VIII DPR RI Soroti Kesejahteraan Guru dan Bantuan Pendidikan

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 99
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Kesejahteraan guru, bantuan pendidikan, dan persoalan guru Non ASN menjadi fokus utama rapat kerja Komisi VIII DPR RI bersama Menteri Agama pada Selasa (30/6). Dalam pertemuan tersebut, Komisi VIII membahas pelaksanaan berbagai program bantuan pendidikan di lingkungan Kementerian Agama sekaligus mengulas berbagai tantangan untuk meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik.. Selain itu, rapat juga […]

expand_less