Latihan Damkar TNI Tasikmalaya: Prajurit Kodim 0612 Belajar Lawan Api
- account_circle redaktur
- calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
- visibility 27
- comment 0 komentar
- print Cetak

Prajurit TNI dari Kodim 0612 Tasikmalaya melakukan pelatihan jinakan Api, Rabu(6/5/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Latihan Damkar TNI Tasikmalaya menjadi sorotan setelah puluhan prajurit Kodim 0612 terjun langsung mengikuti simulasi penanggulangan kebakaran bersama tim Damkar Kabupaten Tasikmalaya. Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan rutin, melainkan bagian dari peningkatan kesiapsiagaan prajurit teritorial dalam menghadapi ancaman nyata di tengah masyarakat.
Dalam latihan ini, simulasi kebakaran, teknik pemadaman api, dan kerja tim menjadi fokus utama. Dengan demikian, kemampuan prajurit tidak hanya terasah di bidang militer, tetapi juga dalam penanganan bencana.
Dari Teori ke Praktik: Prajurit Langsung Hadapi Simulasi
Sejak awal kegiatan, suasana langsung terasa intens. Instruktur Damkar memperkenalkan berbagai peralatan pemadam kebakaran, mulai dari selang, nozel, hingga kendaraan operasional.
Namun pelatihan tidak berhenti pada teori. Prajurit langsung mengenakan alat pelindung diri (APD) lengkap. Helm, baju tahan panas, dan sepatu khusus menjadi perlengkapan wajib sebelum memasuki sesi praktik.
Setelah itu, simulasi dimulai.
Sirene berbunyi.
Tekanan meningkat.
Setiap detik terasa penting.
Prajurit dituntut bergerak cepat, menggulung selang, mengatur aliran air, hingga melakukan koordinasi di tengah situasi yang dibuat menyerupai kondisi darurat.
Kerja Tim Jadi Kunci Utama
Dalam latihan ini, setiap anggota memiliki peran berbeda. Namun semuanya terhubung dalam satu sistem kerja yang solid.
Komandan regu mengambil keputusan cepat. Operator memastikan mesin dan tekanan air tetap stabil. Sementara itu, anggota lain menjaga jalur selang agar tetap aman dan terkendali.
Koordinasi menjadi faktor penentu.
Instruktur Damkar menegaskan bahwa pemadaman kebakaran tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Dibutuhkan strategi, komunikasi, dan ketenangan dalam mengambil keputusan.
Karena itu, latihan ini tidak hanya menguji fisik, tetapi juga mental.
Dandim Tekankan Respons Cepat di Lapangan
Komandan Kodim 0612/Tasikmalaya, Letkol Czi M Imvan Ibrahim, turun langsung memantau jalannya latihan. Ia menegaskan bahwa kemampuan ini sangat penting bagi prajurit teritorial.
Menurutnya, ancaman kebakaran bisa terjadi kapan saja dan di mana saja. Oleh sebab itu, prajurit yang berada di tengah masyarakat harus siap menjadi garda terdepan.
“Beberapa detik bisa jadi penentu antara selamat atau bencana,” ujarnya.
Pernyataan ini menegaskan bahwa kecepatan respons menjadi faktor krusial dalam situasi darurat.
Simulasi Dibuat Mendekati Kondisi Nyata
Latihan dirancang menyerupai kejadian sebenarnya. Mulai dari menerima laporan, mobilisasi tim, penggunaan APD, hingga proses pemadaman dilakukan secara berurutan.
Selain itu, komunikasi di lapangan juga menjadi bagian penting. Prajurit dilatih untuk tetap fokus meskipun berada dalam tekanan.
Dengan pendekatan ini, setiap peserta diharapkan mampu memahami alur penanganan kebakaran secara utuh.
Peran TNI Teritorial Semakin Luas
Kegiatan ini menunjukkan bahwa peran TNI tidak terbatas pada aspek pertahanan. Di lapangan, prajurit juga memiliki tanggung jawab sosial dalam membantu masyarakat menghadapi bencana.
Latihan damkar menjadi salah satu bentuk kesiapan tersebut.
Dengan kemampuan tambahan ini, prajurit diharapkan dapat merespons situasi darurat secara cepat dan tepat.
Realita Baru: Prajurit Siap Hadapi Lebih dari Sekadar Konflik
Perubahan ini menegaskan satu hal penting.
Prajurit masa kini tidak hanya dituntut siap menghadapi ancaman keamanan, tetapi juga bencana non-militer seperti kebakaran.
Kemampuan adaptasi menjadi kunci.
Karena di lapangan, situasi tidak selalu bisa diprediksi.
Latihan Damkar TNI Tasikmalaya membuktikan satu hal: di balik seragam loreng, ada kesiapan menghadapi api, menyelamatkan nyawa, dan bertindak saat detik paling genting. (Reg)
- Penulis: redaktur

Saat ini belum ada komentar