Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Krisis Sampah Tasikmalaya Meledak, Sukwan Mogok Kerja

Krisis Sampah Tasikmalaya Meledak, Sukwan Mogok Kerja

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
  • visibility 130
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Krisis Sampah Tasikmalaya kembali menjadi sorotan setelah tumpukan sampah terlihat di sejumlah titik kota dalam beberapa hari terakhir. Persoalan sampah Kota Tasikmalaya itu memuncak saat para sukarelawan pemungut sampah atau sukwan menghentikan aktivitas mereka sebagai bentuk protes terhadap minimnya perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan mereka.

Dampaknya langsung terasa. Di beberapa sudut kota, aroma menyengat mulai tercium sejak pagi. Plastik bekas makanan bercampur sampah rumah tangga menumpuk di pinggir jalan. Sejumlah warga bahkan mengeluhkan kondisi lingkungan yang mulai mengganggu aktivitas harian.

Situasi tersebut memicu reaksi keras dari anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Tasikmalaya, Kepler Sianturi. Ia meminta Pemerintah Kota Tasikmalaya segera mengambil langkah konkret sebelum persoalan berkembang lebih luas.

“Yang paling mendesak sekarang adalah kesejahteraan sukwan. Mereka bekerja di lapangan setiap hari, sementara kebutuhan hidup tetap berjalan,” kata Kepler saat ditemui di ruang Fraksi DPRD Kota Tasikmalaya.

Sukwan Jadi Garda Terdepan Kebersihan Kota

Menurut Kepler, banyak masyarakat belum memahami posisi para sukwan dalam sistem pengelolaan sampah kota. Selama ini, mereka bekerja secara sukarela tanpa gaji tetap dan hanya mengandalkan hasil memilah sampah yang masih memiliki nilai jual.

Padahal, keberadaan mereka dinilai sangat vital dalam menjaga ritme pengangkutan dan pengurangan sampah di lapangan.

“Kalau mereka berhenti bekerja, dampaknya langsung terasa. Sampah cepat menumpuk dan petugas formal kewalahan,” ujarnya.

Ia menilai persoalan ini tidak bisa terus dianggap sepele. Sebab, ketika pengelolaan sampah terganggu, masyarakat menjadi pihak pertama yang menerima dampaknya.

Selain mengganggu kenyamanan, kondisi lingkungan yang kotor juga berpotensi memicu persoalan kesehatan baru. Terlebih saat cuaca panas, aroma sampah semakin menyengat dan mengundang lalat di sekitar permukiman.

Di beberapa titik pembuangan sementara, warga terlihat mulai menutup hidung ketika melintas. Sebagian lainnya memilih membuang sampah lebih jauh karena lokasi penampungan di dekat rumah sudah penuh.

DPRD Minta Pemkot Jangan Hanya Andalkan Sukarela

Kepler menegaskan Pemerintah Kota Tasikmalaya harus segera menyiapkan kebijakan yang berpihak pada para sukwan. Menurutnya, pemerintah tidak bisa terus mengandalkan semangat sukarela tanpa memberikan kepastian kesejahteraan.

Ia mendorong adanya insentif rutin, jaminan sosial, hingga pelatihan kerja bagi para sukwan agar mereka memiliki perlindungan yang lebih layak.

“Ini bukan sekadar urusan sampah. Ini menyangkut kemanusiaan dan keberlangsungan lingkungan kota,” tegasnya.

Selain itu, ia mengingatkan bahwa krisis sampah beberapa hari terakhir menjadi bukti nyata betapa pentingnya peran para sukarelawan tersebut.

Ketika mereka mogok, ritme pengangkutan sampah langsung terganggu. Dalam waktu singkat, tumpukan sampah muncul di berbagai titik.

Menurut Kepler, kondisi itu seharusnya menjadi alarm serius bagi pemerintah daerah.

Ancaman Sampah Bisa Terulang Lagi

Kepler juga mengingatkan bahwa persoalan serupa sangat mungkin kembali terjadi jika Pemkot Tasikmalaya tidak segera memperbaiki pola penanganan terhadap sukwan.

Ia menilai selama ini perhatian terhadap para pekerja lapangan masih minim, padahal mereka setiap hari bersentuhan langsung dengan limbah rumah tangga dan kondisi lingkungan yang tidak mudah.

“Kalau kesejahteraan mereka terus diabaikan, kota ini akan terus menghadapi persoalan sampah yang sama,” katanya.

Di sisi lain, sejumlah warga berharap pemerintah segera turun tangan sebelum situasi semakin parah. Mereka khawatir penumpukan sampah berlangsung lebih lama dan memicu gangguan kesehatan lingkungan.

Persoalan ini juga memunculkan perdebatan di tengah masyarakat soal pentingnya pembenahan sistem pengelolaan sampah secara menyeluruh, bukan hanya saat krisis terjadi.

Sebab kenyataannya, para sukwan selama ini menjadi lapisan paling depan yang menjaga kota tetap bersih, meski bekerja dengan keterbatasan.

Kini sorotan publik tertuju pada langkah Pemerintah Kota Tasikmalaya. Warga menunggu apakah persoalan ini akan diselesaikan dengan kebijakan nyata atau kembali berakhir sebagai polemik sesaat.

Kota bisa membangun taman, jalan, dan gedung megah. Namun ketika para penjaga kebersihan dibiarkan berjuang sendiri, tumpukan sampah akan selalu menjadi wajah paling jujur dari sebuah krisis. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • voucher CDC Singapura

    Voucher CDC, Dukung Warga dan Pedagang Lokal Singapura

    • calendar_month Jumat, 2 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 187
    • 0Komentar

    Singapura mulai mencairkan voucher CDC SGD 300 untuk rumah tangga guna menekan beban biaya hidup 2026. albadarpost.com, BERITA DUNIA – Pemerintah Singapura kembali menyalurkan bantuan langsung kepada warganya. Mulai Jumat (2/1/2026), setiap rumah tangga di negara tersebut dapat mengklaim voucher Community Development Council (CDC) senilai SGD 300 atau sekitar Rp 3,8 juta. Kebijakan ini penting […]

  • Dedi Mulyadi Kampung Naga

    Tak Datang ke Kampung Naga, Pesan Dedi Mulyadi Justru Menggugah

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 145
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Dedi Mulyadi Kampung Naga menjadi sorotan setelah Gubernur Jawa Barat itu menyampaikan permohonan maaf karena tidak bisa hadir langsung ke kawasan adat tersebut. Dalam keterangannya, Dedi menilai akses menuju Kampung Naga terlalu sempit dan berisiko mengganggu mobilitas warga jika kunjungannya memicu kerumunan besar. Berbicara saat menyapa warga di Tasikmalaya, Senin (4/5/2026), Dedi […]

  • Ilustrasi muslim membaca Surat Al-Kautsar dengan suasana tenang dan reflektif tentang makna hidup dan ketakwaan.

    Ternyata Makna Surat Al-Kautsar Bukan Cuma Tentang Kurban

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 182
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Banyak orang mengenal makna Al-Kautsar hanya sebagai dalil tentang kurban. Padahal tafsir Surat Al-Kautsar jauh lebih dalam dari sekadar perintah menyembelih hewan. Di balik tiga ayat pendek itu, Allah menyampaikan pesan tentang luka hati, penghinaan manusia, ketenangan jiwa, dan cara menghadapi hidup tanpa kehilangan arah. Karena terlalu sering dibaca saat salat, sebagian […]

  • Taruna Akademi TNI

    Pantukhir Taruna Akademi TNI 2026 Masuki Tahap Penentuan

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 60
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Taruna Akademi TNI memasuki fase paling menentukan dalam Seleksi Taruna Akademi TNI 2026. Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto memimpin langsung Sidang Pantukhir Pusat di Gedung Lily Rochli, Akademi Militer, Magelang, Jawa Tengah, Rabu (29/7/2026). Tahap akhir ini menjadi penentu bagi para peserta yang akan melanjutkan pendidikan sebagai calon perwira TNI. Berdasarkan […]

  • Ratusan pelajar SMA sederajat mengikuti seleksi Rekrutmen Paskibraka 2026 Kota Tasikmalaya di Kantor Kesbangpol.

    Rekrutmen Paskibraka 2026 Kota Tasikmalaya Resmi Dibuka

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 225
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Rekrutmen Paskibraka 2026 Kota Tasikmalaya resmi dimulai. Program seleksi Calon Pengibar Bendera Pusaka (Capaska) ini terbuka bagi pelajar kelas X SMA/MA/SMK sederajat yang berusia 16–18 tahun pada 17 Agustus 2026. Seleksi Paskibraka 2026 ini dilaksanakan secara daring melalui Aplikasi Transparansi Paskibraka BPIP di laman resmi https://paskibraka.bpip.go.id. Sejak pagi, Rabu, 25 Februari 2026, […]

  • lagu Rukun Sama Teman

    Dari Upacara ke Ruang Kelas: Makna Sosial Lagu “Rukun Sama Teman”

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 174
    • 0Komentar

    Pagi Senin di banyak sekolah kini berubah nadanya. Setelah bendera Merah Putih berkibar, siswa tidak langsung bubar. Mereka membaca ikrar, lalu menyanyikan lagu Rukun Sama Teman. Aturan ini mulai diterapkan secara nasional pada 2026. Bagi sebagian orang, ini sekadar tambahan seremoni. Namun bagi dunia pendidikan, keputusan ini menyentuh sesuatu yang lebih dalam: relasi sosial antarpelajar. […]

expand_less