Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Krisis Sampah Tasikmalaya Meledak, Sukwan Mogok Kerja

Krisis Sampah Tasikmalaya Meledak, Sukwan Mogok Kerja

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 10 jam yang lalu
  • visibility 8
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Krisis Sampah Tasikmalaya kembali menjadi sorotan setelah tumpukan sampah terlihat di sejumlah titik kota dalam beberapa hari terakhir. Persoalan sampah Kota Tasikmalaya itu memuncak saat para sukarelawan pemungut sampah atau sukwan menghentikan aktivitas mereka sebagai bentuk protes terhadap minimnya perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan mereka.

Dampaknya langsung terasa. Di beberapa sudut kota, aroma menyengat mulai tercium sejak pagi. Plastik bekas makanan bercampur sampah rumah tangga menumpuk di pinggir jalan. Sejumlah warga bahkan mengeluhkan kondisi lingkungan yang mulai mengganggu aktivitas harian.

Situasi tersebut memicu reaksi keras dari anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Tasikmalaya, Kepler Sianturi. Ia meminta Pemerintah Kota Tasikmalaya segera mengambil langkah konkret sebelum persoalan berkembang lebih luas.

“Yang paling mendesak sekarang adalah kesejahteraan sukwan. Mereka bekerja di lapangan setiap hari, sementara kebutuhan hidup tetap berjalan,” kata Kepler saat ditemui di ruang Fraksi DPRD Kota Tasikmalaya.

Sukwan Jadi Garda Terdepan Kebersihan Kota

Menurut Kepler, banyak masyarakat belum memahami posisi para sukwan dalam sistem pengelolaan sampah kota. Selama ini, mereka bekerja secara sukarela tanpa gaji tetap dan hanya mengandalkan hasil memilah sampah yang masih memiliki nilai jual.

Padahal, keberadaan mereka dinilai sangat vital dalam menjaga ritme pengangkutan dan pengurangan sampah di lapangan.

“Kalau mereka berhenti bekerja, dampaknya langsung terasa. Sampah cepat menumpuk dan petugas formal kewalahan,” ujarnya.

Ia menilai persoalan ini tidak bisa terus dianggap sepele. Sebab, ketika pengelolaan sampah terganggu, masyarakat menjadi pihak pertama yang menerima dampaknya.

Selain mengganggu kenyamanan, kondisi lingkungan yang kotor juga berpotensi memicu persoalan kesehatan baru. Terlebih saat cuaca panas, aroma sampah semakin menyengat dan mengundang lalat di sekitar permukiman.

Di beberapa titik pembuangan sementara, warga terlihat mulai menutup hidung ketika melintas. Sebagian lainnya memilih membuang sampah lebih jauh karena lokasi penampungan di dekat rumah sudah penuh.

DPRD Minta Pemkot Jangan Hanya Andalkan Sukarela

Kepler menegaskan Pemerintah Kota Tasikmalaya harus segera menyiapkan kebijakan yang berpihak pada para sukwan. Menurutnya, pemerintah tidak bisa terus mengandalkan semangat sukarela tanpa memberikan kepastian kesejahteraan.

Ia mendorong adanya insentif rutin, jaminan sosial, hingga pelatihan kerja bagi para sukwan agar mereka memiliki perlindungan yang lebih layak.

“Ini bukan sekadar urusan sampah. Ini menyangkut kemanusiaan dan keberlangsungan lingkungan kota,” tegasnya.

Selain itu, ia mengingatkan bahwa krisis sampah beberapa hari terakhir menjadi bukti nyata betapa pentingnya peran para sukarelawan tersebut.

Ketika mereka mogok, ritme pengangkutan sampah langsung terganggu. Dalam waktu singkat, tumpukan sampah muncul di berbagai titik.

Menurut Kepler, kondisi itu seharusnya menjadi alarm serius bagi pemerintah daerah.

Ancaman Sampah Bisa Terulang Lagi

Kepler juga mengingatkan bahwa persoalan serupa sangat mungkin kembali terjadi jika Pemkot Tasikmalaya tidak segera memperbaiki pola penanganan terhadap sukwan.

Ia menilai selama ini perhatian terhadap para pekerja lapangan masih minim, padahal mereka setiap hari bersentuhan langsung dengan limbah rumah tangga dan kondisi lingkungan yang tidak mudah.

“Kalau kesejahteraan mereka terus diabaikan, kota ini akan terus menghadapi persoalan sampah yang sama,” katanya.

Di sisi lain, sejumlah warga berharap pemerintah segera turun tangan sebelum situasi semakin parah. Mereka khawatir penumpukan sampah berlangsung lebih lama dan memicu gangguan kesehatan lingkungan.

Persoalan ini juga memunculkan perdebatan di tengah masyarakat soal pentingnya pembenahan sistem pengelolaan sampah secara menyeluruh, bukan hanya saat krisis terjadi.

Sebab kenyataannya, para sukwan selama ini menjadi lapisan paling depan yang menjaga kota tetap bersih, meski bekerja dengan keterbatasan.

Kini sorotan publik tertuju pada langkah Pemerintah Kota Tasikmalaya. Warga menunggu apakah persoalan ini akan diselesaikan dengan kebijakan nyata atau kembali berakhir sebagai polemik sesaat.

Kota bisa membangun taman, jalan, dan gedung megah. Namun ketika para penjaga kebersihan dibiarkan berjuang sendiri, tumpukan sampah akan selalu menjadi wajah paling jujur dari sebuah krisis. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kepemimpinan Santri

    Jarang Disadari, Ini 5 Cara Pesantren Mencetak Jiwa Pemimpin

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 60
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Tidak banyak yang sadar bahwa banyak pemimpin tangguh di Indonesia justru lahir dari lingkungan sederhana: pesantren. Di balik jadwal padat dan kehidupan disiplin, kepemimpinan santri terbentuk melalui kebiasaan harian yang tampak biasa, namun memiliki dampak luar biasa. Nilai kepemimpinan pesantren, karakter santri, serta pola pendidikan berbasis pengalaman nyata membuat santri belajar memimpin […]

  • Sekolah baru dibangun Rp28 miliar

    Ironi SMPN 3 Depok: Bangunan Baru Rp28 Miliar, Meja Tak Cukup

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 42
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Kondisi pendidikan di Kota Depok kembali menjadi sorotan. Kali ini datang dari SMP Negeri 3 Depok. Sejumlah siswa mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan membawa meja lipat dari rumah, meski sekolah tersebut baru selesai dibangun dengan anggaran mencapai Rp28 miliar. Pemandangan itu memicu perhatian publik karena dianggap tidak sejalan dengan besarnya anggaran pembangunan […]

  • tata kelola masjid

    Muhammad Jazir dan Warisan Tata Kelola Masjid

    • calendar_month Kamis, 25 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 43
    • 0Komentar

    Muhammad Jazir wafat, meninggalkan warisan tata kelola masjid terbuka yang berpihak pada pelayanan dan pemberdayaan umat. albadarpost.com, HUMANIORA – Tokoh pembaru tata kelola masjid, Muhammad Jazir, wafat di Yogyakarta pada Senin, 22 Desember 2025. Kepergiannya meninggalkan jejak penting dalam perubahan cara masjid berfungsi, dari ruang ibadah tertutup menjadi pusat layanan umat yang inklusif dan berorientasi […]

  • Grafik peningkatan loyalitas pelanggan pada UMKM melalui strategi berbasis data dan analisis bisnis

    Data Bicara! Ini 9 Cara UMKM Bikin Pelanggan Setia

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 44
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Meningkatkan loyalitas pelanggan UMKM kini tidak cukup hanya mengandalkan pelayanan ramah. Pelaku usaha perlu memahami retensi pelanggan, membangun pelanggan setia, serta menggunakan strategi berbasis data. Berbagai studi menunjukkan bahwa pendekatan terukur mampu meningkatkan pembelian ulang sekaligus memperkuat hubungan jangka panjang dengan konsumen. Data Penting: Mengapa Loyalitas Pelanggan Sangat Krusial? Pertama, berbagai […]

  • Wakil Wali Kota Tasikmalaya dalam suasana serius mencerminkan isu disharmoni komunikasi internal Pemkot.

    Saat Diky Candra Marah, Publik Soroti Koordinasi Pemkot Tasikmalaya

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 44
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Dinamika pemerintahan daerah selalu menghadirkan perbedaan pandangan. Namun, ketika perbedaan itu muncul ke ruang publik dalam bentuk ekspresi kemarahan, masyarakat tentu bertanya-tanya. Apakah ini sekadar reaksi spontan, atau ada persoalan koordinasi yang lebih dalam? Isu “Diky Candra marah di Pemkot Tasikmalaya” kini menjadi sorotan. Peristiwa tersebut memantik diskusi luas, bukan hanya […]

  • Admin OPD

    Anggaran Komunikasi Publik Disorot, Admin OPD Tasikmalaya Dilatih

    • calendar_month Jumat, 12 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 40
    • 0Komentar

    Pemkab Tasikmalaya melatih admin OPD untuk mengefektifkan anggaran komunikasi publik dan memperbaiki kinerja informasi daerah. Pelatihan Admin OPD Jadi Titik Masuk Evaluasi Anggaran Komunikasi albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya mulai menata ulang strategi komunikasi publik dengan menempatkan efektivitas anggaran sebagai perhatian utama. Melalui pelatihan pengelolaan informasi bagi admin organisasi perangkat daerah (OPD), pemerintah […]

expand_less