Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Saat Ibadah Jadi Ajang Pamer

Saat Ibadah Jadi Ajang Pamer

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
  • visibility 208
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, OPINI – Di zaman ketika tepuk tangan terasa lebih nikmat daripada doa, Bahaya Cinta Popularitas menjadi penyakit rohani yang kerap tidak disadari. Cinta ketenaran, hasrat tampil terkenal, dan obsesi menjadi sorotan publik sering menyusup ke dalam amal baik. Padahal, Syekh Athoillah dalam Hikam telah mengingatkan, “Tanamlah dirimu dalam tanah kerendahan, sebab sesuatu yang tumbuh tanpa ditanam tidak akan sempurna buahnya.” Namun ironisnya, sebagian orang lebih sibuk menanam citra daripada menanam jiwa.

Kita hidup di era ketika panggung lebih luas daripada sajadah. Orang berlomba terlihat dermawan, tetapi lupa belajar menjadi tulus. Mereka ingin dianggap alim, padahal belum tentu selesai berdamai dengan nafsunya sendiri.

Antara Ikhlas dan Ingin Diakui

Pertanyaannya sederhana: apakah kita beramal karena Allah, atau karena algoritma? Di sinilah Bahaya Cinta Popularitas bekerja halus. Ia tidak datang dengan tanduk, melainkan dengan pujian.

Baca juga: Izin Lapangan Padel Tasikmalaya Disepakati, Operasional Tetap Jalan

Allah Ta’ala berfirman:

“Dan mereka tidak diperintahkan kecuali untuk menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam menjalankan agama.” (QS. Al-Bayyinah: 5)

Ayat ini menegaskan fondasi keikhlasan. Namun demikian, hati manusia mudah tergelincir. Ketika satu unggahan menuai ribuan pujian, nafsu berbisik, “Tambah lagi.” Ketika nama disebut dalam forum, ego bertepuk tangan.

Padahal Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

“Siapa yang merendah diri karena Allah, maka Allah akan mengangkat derajatnya. Siapa yang sombong, maka Allah akan merendahkannya.” (HR. Muslim)

Hadis ini bukan sekadar motivasi, melainkan peringatan. Karena itu, semakin tinggi seseorang mengangkat dirinya di hadapan manusia, semakin berat risiko ia dijatuhkan di sisi Allah.

Satir Zaman Serba Sorotan

Lucunya, kita sering menyebut diri sebagai pejuang kebaikan, tetapi hati sibuk menghitung penonton. Kita berbicara tentang zuhud, sambil mengecek jumlah pengikut. Kita menasihati tentang tawadhu, tetapi tersinggung ketika nama tidak disebut.

Inilah wajah nyata Bahaya Cinta Popularitas. Amal berubah menjadi pertunjukan. Sedekah menjadi konten. Bahkan dakwah terkadang terasa seperti kompetisi popularitas.

Syekh Athoillah mengingatkan bahwa sesuatu yang tidak ditanam tidak akan berbuah sempurna. Artinya, tanpa kerendahan hati, amal hanya akan menjadi daun lebat tanpa buah.

Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin juga menegaskan bahwa riya adalah penyakit yang merusak amal seperti api melahap kayu kering. Ia tumbuh dari cinta kedudukan. Maka ketika seseorang menginginkan posisi terhormat dan kemasyhuran, ia sedang memberi makan egonya sendiri.

Kerendahan Hati yang Mengangkat Derajat

Sebaliknya, Islam memuliakan orang yang menunduk, bukan yang mendongak. Allah berfirman:

“Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih itu adalah orang-orang yang berjalan di bumi dengan rendah hati.” (QS. Al-Furqan: 63)

Ayat ini memberi gambaran jelas. Kerendahan hati bukan berarti lemah. Justru ia menjadi jalan kemuliaan.

Namun hari ini, rendah hati sering dianggap kurang percaya diri. Orang yang tidak tampil dianggap tidak eksis. Padahal, justru dalam sunyi itulah amal tumbuh kuat.

Karena itu, jika ingin selamat dari Bahaya Cinta Popularitas, seseorang harus melatih niat setiap hari. Ia perlu bertanya sebelum berbuat: “Apakah aku tetap melakukan ini jika tidak ada yang melihat?”

Pertanyaan itu sederhana, tetapi jawabannya sering menyakitkan.

Nafsu yang Halus dan Ambisi yang Licin

Keinginan terkenal termasuk hawa nafsu yang paling halus. Ia tidak terlihat seperti maksiat terang-terangan. Ia menyamar sebagai motivasi. Ia berbisik bahwa pengaruh publik penting untuk kebaikan.

Memang benar, pengaruh bisa bermanfaat. Namun ketika hati bergantung pada sorotan, maka di situlah masalah bermula. Sebab, popularitas tidak selalu sejalan dengan keberkahan.

Ulama salaf bahkan berdoa agar dijauhkan dari ketenaran. Mereka khawatir hati mereka terkontaminasi pujian. Sufyan Ats-Tsauri pernah berkata bahwa tidak ada yang lebih berat ia lawan selain niatnya sendiri.

Maka jelaslah, Bahaya Cinta Popularitas bukan sekadar isu moral, melainkan ujian spiritual.

Menanam Diri dalam Tanah Kerendahan

Pesan Hikam terasa relevan sepanjang zaman. Tanamlah diri dalam tanah kerendahan. Tanpa proses itu, buah tidak akan matang.

Kerendahan hati melahirkan ketenangan. Sebaliknya, ambisi popularitas menciptakan kegelisahan. Orang yang mengejar sorotan akan terus haus perhatian. Namun orang yang mengejar ridha Allah akan merasa cukup walau tak dikenal.

Oleh sebab itu, mari kita periksa kembali niat sebelum melangkah. Mari kita luruskan tujuan sebelum berbicara. Dan mari kita pilih menjadi hamba yang tulus daripada selebritas yang haus tepuk tangan.

Karena pada akhirnya, yang kita butuhkan bukan panggung, melainkan ampunan.

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

Penulis: Diki Sam ani (Pemimpin Redaksi AlbadarPost)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi seorang Muslim sedang berdzikir dengan suasana tenang untuk menggambarkan ketenangan hati dalam Islam.

    Hati Gelisah dan Pikiran Kacau? Coba Amalkan Dzikir Ini

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 189
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Di tengah kehidupan yang semakin bising, banyak orang mulai mencari ketenangan dengan berbagai cara. Ada yang mencoba healing, menjauh dari media sosial, hingga mencari suasana baru agar pikirannya lebih tenang. Namun, sebagian justru menemukan jawaban paling sederhana: kembali berdzikir kepada Allah SWT. Amalan yang terlihat ringan itu ternyata menyimpan kekuatan besar bagi […]

  • lowongan kerja RSU Prasetya Bunda

    RSU Prasetya Bunda Buka Loker, Cek Syaratnya

    • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 20
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kabar baik bagi tenaga kesehatan yang sedang mencari lowongan kerja di Tasikmalaya. RSU Prasetya Bunda membuka rekrutmen untuk posisi perawat dan terapi wicara. Informasi tersebut tercantum dalam poster rekrutmen yang dipublikasikan melalui akun Hayu Gawe. Berdasarkan informasi pada poster, pengiriman berkas berlangsung hingga 10 September 2026. Karena itu, calon pelamar yang […]

  • AI pendidikan

    Rektor Baru ITG Soroti AI, Ini Arah Pendidikan Garut

    • calendar_month Minggu, 23 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 45
    • 0Komentar

    AlbadarPost.com, BERITA DAERAH — Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) mulai mengubah cara perguruan tinggi menjalankan pendidikan. Teknologi ini bukan lagi sekadar alat bantu, tetapi ikut memengaruhi pola belajar mahasiswa, metode penelitian, pelayanan akademik, hingga kebutuhan kompetensi di dunia kerja. Perubahan tersebut menjadi salah satu perhatian Hilmi Aulawi, Rektor Institut Teknologi Garut (ITG) periode 2026–2031. […]

  • Indonesia vs Bulgaria

    Indonesia vs Bulgaria: Duel Dua Gaya yang Siap Meledak di Final

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 195
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Laga Indonesia vs Bulgaria langsung mencuri perhatian karena mempertemukan dua karakter permainan yang bertolak belakang. Pertandingan final ini bukan sekadar perebutan trofi, melainkan adu identitas: pertahanan solid Indonesia menghadapi serangan tajam Bulgaria. Duel ini juga sering disebut sebagai “final taktik vs agresivitas”, sebuah narasi yang kuat dan menarik perhatian publik sepak […]

  • Ilustrasi suasana refleksi Ramadan tentang membersihkan hati dari hasad dengan cahaya spiritual yang menenangkan.

    Bersihkan Hati dari Hasad di Bulan Suci, Ini Panduannya

    • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 209
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Membersihkan hati dari hasad menjadi fokus utama umat Islam di bulan suci. Hasad atau dengki merupakan penyakit hati yang merusak pahala dan menggerogoti ketenangan jiwa. Karena itu, Ramadan hadir sebagai momentum terbaik untuk membersihkan hati dari hasad serta menghilangkan iri dan dengki yang menghambat kualitas ibadah. Selain menahan lapar dan dahaga, Ramadan […]

  • Anggota DPRD Banjar

    Anggota DPRD Banjar Jadi Tersangka Dugaan Penipuan Investasi Dapur MBG

    • calendar_month Minggu, 19 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 96
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Dugaan penipuan berkedok investasi pembangunan dapur pendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyeret seorang anggota DPRD Kota Banjar berinisial ARM ke proses hukum. Setelah penyidikan dinyatakan lengkap atau P-21 oleh Kejaksaan Negeri Kota Banjar, perkara tersebut kini memasuki tahap penuntutan. Kasus ini bermula dari dugaan penawaran investasi pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan […]

expand_less