Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Saat Ibadah Jadi Ajang Pamer

Saat Ibadah Jadi Ajang Pamer

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
  • visibility 142
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, OPINI – Di zaman ketika tepuk tangan terasa lebih nikmat daripada doa, Bahaya Cinta Popularitas menjadi penyakit rohani yang kerap tidak disadari. Cinta ketenaran, hasrat tampil terkenal, dan obsesi menjadi sorotan publik sering menyusup ke dalam amal baik. Padahal, Syekh Athoillah dalam Hikam telah mengingatkan, “Tanamlah dirimu dalam tanah kerendahan, sebab sesuatu yang tumbuh tanpa ditanam tidak akan sempurna buahnya.” Namun ironisnya, sebagian orang lebih sibuk menanam citra daripada menanam jiwa.

Kita hidup di era ketika panggung lebih luas daripada sajadah. Orang berlomba terlihat dermawan, tetapi lupa belajar menjadi tulus. Mereka ingin dianggap alim, padahal belum tentu selesai berdamai dengan nafsunya sendiri.

Antara Ikhlas dan Ingin Diakui

Pertanyaannya sederhana: apakah kita beramal karena Allah, atau karena algoritma? Di sinilah Bahaya Cinta Popularitas bekerja halus. Ia tidak datang dengan tanduk, melainkan dengan pujian.

Baca juga: Izin Lapangan Padel Tasikmalaya Disepakati, Operasional Tetap Jalan

Allah Ta’ala berfirman:

“Dan mereka tidak diperintahkan kecuali untuk menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam menjalankan agama.” (QS. Al-Bayyinah: 5)

Ayat ini menegaskan fondasi keikhlasan. Namun demikian, hati manusia mudah tergelincir. Ketika satu unggahan menuai ribuan pujian, nafsu berbisik, “Tambah lagi.” Ketika nama disebut dalam forum, ego bertepuk tangan.

Padahal Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

“Siapa yang merendah diri karena Allah, maka Allah akan mengangkat derajatnya. Siapa yang sombong, maka Allah akan merendahkannya.” (HR. Muslim)

Hadis ini bukan sekadar motivasi, melainkan peringatan. Karena itu, semakin tinggi seseorang mengangkat dirinya di hadapan manusia, semakin berat risiko ia dijatuhkan di sisi Allah.

Satir Zaman Serba Sorotan

Lucunya, kita sering menyebut diri sebagai pejuang kebaikan, tetapi hati sibuk menghitung penonton. Kita berbicara tentang zuhud, sambil mengecek jumlah pengikut. Kita menasihati tentang tawadhu, tetapi tersinggung ketika nama tidak disebut.

Inilah wajah nyata Bahaya Cinta Popularitas. Amal berubah menjadi pertunjukan. Sedekah menjadi konten. Bahkan dakwah terkadang terasa seperti kompetisi popularitas.

Syekh Athoillah mengingatkan bahwa sesuatu yang tidak ditanam tidak akan berbuah sempurna. Artinya, tanpa kerendahan hati, amal hanya akan menjadi daun lebat tanpa buah.

Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin juga menegaskan bahwa riya adalah penyakit yang merusak amal seperti api melahap kayu kering. Ia tumbuh dari cinta kedudukan. Maka ketika seseorang menginginkan posisi terhormat dan kemasyhuran, ia sedang memberi makan egonya sendiri.

Kerendahan Hati yang Mengangkat Derajat

Sebaliknya, Islam memuliakan orang yang menunduk, bukan yang mendongak. Allah berfirman:

“Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih itu adalah orang-orang yang berjalan di bumi dengan rendah hati.” (QS. Al-Furqan: 63)

Ayat ini memberi gambaran jelas. Kerendahan hati bukan berarti lemah. Justru ia menjadi jalan kemuliaan.

Namun hari ini, rendah hati sering dianggap kurang percaya diri. Orang yang tidak tampil dianggap tidak eksis. Padahal, justru dalam sunyi itulah amal tumbuh kuat.

Karena itu, jika ingin selamat dari Bahaya Cinta Popularitas, seseorang harus melatih niat setiap hari. Ia perlu bertanya sebelum berbuat: “Apakah aku tetap melakukan ini jika tidak ada yang melihat?”

Pertanyaan itu sederhana, tetapi jawabannya sering menyakitkan.

Nafsu yang Halus dan Ambisi yang Licin

Keinginan terkenal termasuk hawa nafsu yang paling halus. Ia tidak terlihat seperti maksiat terang-terangan. Ia menyamar sebagai motivasi. Ia berbisik bahwa pengaruh publik penting untuk kebaikan.

Memang benar, pengaruh bisa bermanfaat. Namun ketika hati bergantung pada sorotan, maka di situlah masalah bermula. Sebab, popularitas tidak selalu sejalan dengan keberkahan.

Ulama salaf bahkan berdoa agar dijauhkan dari ketenaran. Mereka khawatir hati mereka terkontaminasi pujian. Sufyan Ats-Tsauri pernah berkata bahwa tidak ada yang lebih berat ia lawan selain niatnya sendiri.

Maka jelaslah, Bahaya Cinta Popularitas bukan sekadar isu moral, melainkan ujian spiritual.

Menanam Diri dalam Tanah Kerendahan

Pesan Hikam terasa relevan sepanjang zaman. Tanamlah diri dalam tanah kerendahan. Tanpa proses itu, buah tidak akan matang.

Kerendahan hati melahirkan ketenangan. Sebaliknya, ambisi popularitas menciptakan kegelisahan. Orang yang mengejar sorotan akan terus haus perhatian. Namun orang yang mengejar ridha Allah akan merasa cukup walau tak dikenal.

Oleh sebab itu, mari kita periksa kembali niat sebelum melangkah. Mari kita luruskan tujuan sebelum berbicara. Dan mari kita pilih menjadi hamba yang tulus daripada selebritas yang haus tepuk tangan.

Karena pada akhirnya, yang kita butuhkan bukan panggung, melainkan ampunan.

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

Penulis: Diki Sam ani (Pemimpin Redaksi AlbadarPost)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi seseorang berdoa dalam kesendirian saat malam hari dengan nuansa tenang dan penuh harapan

    Doa Darurat Kehidupan yang Sering Terlupakan Padahal Sangat Dibutuhkan

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 125
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Di tengah hidup yang semakin cepat dan penuh tekanan, banyak orang sebenarnya sedang tidak benar-benar baik-baik saja. Di balik aktivitas yang terlihat normal, ada yang diam-diam berjuang melawan stres, cemas soal rezeki, hingga lelah secara mental. Pada titik seperti ini, doa darurat kehidupan—atau bisa disebut juga doa saat tertekan, doa saat rezeki […]

  • Ilustrasi jejak peradaban Islam di Asia berupa masjid kuno dan jalur perdagangan bersejarah

    Fakta Mengejutkan Jejak Islam di Asia yang Jarang Terungkap

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 273
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Peradaban Islam Asia menyimpan kisah besar yang jarang diketahui. Jejak peradaban Islam di Asia, sejarah Islam Asia, serta penyebaran Islam di benua ini menunjukkan pengaruh luas yang melampaui batas geografis. Bahkan, banyak wilayah yang berkembang pesat berkat nilai, ilmu, dan budaya Islam yang hadir melalui jalur damai. Menariknya, banyak catatan sejarah justru […]

  • Seleksi Direksi BUMD Tasikmalaya

    Seleksi Direksi BUMD Tasikmalaya 2026 Resmi Dibuka, Ini Cara Daftarnya

    • calendar_month Minggu, 5 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 170
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Seleksi Direksi BUMD Kabupaten Tasikmalaya resmi dibuka oleh Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya. Program rekrutmen ini memberikan peluang besar bagi profesional yang memiliki pengalaman manajerial untuk memimpin PT Lembaga Keuangan Mikro (LKM) Pancatengah, salah satu Badan Usaha Milik Daerah yang bergerak di sektor keuangan mikro. Selain itu, proses rekrutmen direksi BUMD Tasikmalaya ini […]

  • dessert ramadhan creamy manis disajikan saat buka puasa dengan tampilan menggoda dan tekstur lembut

    Resep Dessert Ramadhan yang Dirahasiakan

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 133
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Menjelang adzan Maghrib, aroma manis mulai memenuhi dapur. Satu sendok pertama langsung mencair di mulut—lembut, dingin, dan bikin tenang setelah seharian berpuasa. Inilah yang banyak orang cari setiap tahun: resep dessert ramadhan yang spesial, bukan sekadar takjil biasa. Resep dessert untuk buka puasa, hidangan manis Ramadhan, hingga dessert kekinian kini jadi incaran […]

  • Gepuk daging sapi sisa kurban berwarna cokelat keemasan dengan bumbu meresap dan tekstur empuk khas masakan Sunda.

    Rahasia Gepuk Daging Kurban Empuk dan Gurih, Ternyata Ada Trik Ini

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 122
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Setelah Idul Adha berlalu, banyak keluarga mulai mencari resep gepuk daging untuk mengolah sisa daging kurban. Tidak sedikit yang memilih gepuk karena rasanya gurih, tahan disimpan, dan cocok disantap kapan saja. Namun membuat gepuk daging sapi yang benar-benar empuk ternyata tidak sesederhana yang dibayangkan. Sebagian orang pernah mengalami daging yang masih alot […]

  • Miras Ciamis

    Bupati Ciamis Bergerak, Perbup Anti Miras dan Narkoba Segera Disiapkan

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 86
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Persoalan miras Ciamis, narkoba, hingga kenakalan remaja kini menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Ciamis. Isu sosial tersebut mencuat dalam audiensi antara Front Persaudaraan Islam (FPI) Kabupaten Ciamis bersama Bupati Ciamis di Ruang Oproom Sekretariat Daerah Kabupaten Ciamis, Jumat (22/05/2026). Audiensi itu tidak hanya membahas peredaran minuman keras dan narkotika. Namun juga […]

expand_less