Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Risiko Media Sosial terhadap Anak Meningkat

Risiko Media Sosial terhadap Anak Meningkat

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 10 Nov 2025
  • visibility 222
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kasus Purwakarta kembali menyorot risiko media sosial pada anak dan lemahnya sistem proteksi digital.

Air Bah Sunyi di Dunia Digital

albadarpost.com, PERSPEKTIF – Kasus dugaan tindak pidana terhadap seorang siswi SMP di Purwakarta kembali menegaskan risiko media sosial yang kian mengancam anak-anak. Polisi menetapkan seorang mahasiswa sebagai tersangka setelah ditemukan adanya interaksi awal antara pelaku dan korban melalui platform digital. Perkenalan singkat itu kemudian berkembang menjadi komunikasi intens yang berakhir pada peristiwa tragis.

Peristiwa ini menyoroti ruang digital yang selama ini tumbuh cepat tetapi tidak dibarengi proteksi yang memadai. Keluarga, sekolah, dan pemerintah kembali dihadapkan pada pertanyaan lama: sejauh mana anak-anak aman saat menggunakan media sosial?

Kasus Purwakarta bukan yang pertama. Laporan Kominfo dan lembaga perlindungan anak menunjukkan lonjakan kasus eksploitasi digital pada dua tahun terakhir. Ruang virtual berubah menjadi ruang tanpa pagar, tempat anak mudah dijangkau, dipengaruhi, dan dimanipulasi oleh orang dewasa yang berniat buruk.


Jejak Komunikasi Digital dan Kebutuhan Pengawasan

Interaksi antara korban dan tersangka, sebagaimana disampaikan kepolisian, bermula dari percakapan media sosial. Komunikasi digital berlangsung intens selama beberapa pekan sebelum keduanya bertemu. Di titik inilah risiko media sosial kembali muncul sebagai faktor penting—ruang percakapan privat yang sulit diawasi.

Kepolisian Purwakarta menyatakan pemeriksaan masih berjalan dan sejumlah barang bukti digital disita. Penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik memeriksa komunikasi, pergerakan, serta rekam digital yang dinilai relevan. Proses hukum berjalan dengan sejumlah pasal berlapis, tetapi kasus ini kembali membuka lubang besar dalam perlindungan anak di ranah daring.

Sementara itu, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dalam laporan tahunannya mencatat lebih dari 1.100 kasus kejahatan siber terhadap anak sepanjang 2024–2025. Bentuk ancaman beragam, mulai dari perundungan digital, penipuan, eksploitasi, hingga manipulasi psikologis. Media sosial tidak pernah sekadar ruang ekspresi; ia adalah ruang interaksi penuh risiko bagi anak-anak yang belum memahami konsekuensinya.

Beberapa pakar keamanan digital menyebut fenomena ini sebagai “akses tanpa pagar”—kondisi ketika anak memiliki gawai pribadi tanpa pengawasan, sementara platform digital tidak menyediakan proteksi yang cukup kuat untuk pengguna di bawah umur.


Kebijakan Publik Dinilai Tertinggal

Kasus Purwakarta mendorong kembali desakan agar pemerintah mempercepat regulasi dan pengawasan yang melibatkan banyak pihak. Sistem edukasi digital di sekolah masih minim, sementara sebagian besar orang tua tidak memiliki pengetahuan memadai tentang keamanan daring.

Minimnya kontrol platform juga ikut memperbesar risiko. Sejumlah platform media sosial global masih membolehkan pengguna di bawah 18 tahun memiliki akun pribadi tanpa verifikasi identitas. Sementara itu, fitur pesan privat dan rekomendasi algoritmik membuat anak-anak mudah terhubung dengan pengguna dewasa yang tidak dikenal.

Pakar kebijakan digital Universitas Padjadjaran menilai perlindungan anak harus menjadi prioritas karena risiko media sosial meningkat cepat seiring penetrasi internet di desa dan kota kecil. “Aparat bisa menetapkan tersangka, tetapi pencegahan tetap kunci. Sistem pengamanan digital kita tertinggal,” ujarnya.

Pemerintah daerah Purwakarta mengaku akan memperkuat langkah preventif dengan kampanye perlindungan anak di media sosial, termasuk bekerja sama dengan sekolah dan lembaga perlindungan anak. Namun, hingga kini belum ada rancangan kebijakan konkret yang diumumkan.


Urgensi Edukasi Digital di Rumah dan Sekolah

Pakar psikologi perkembangan menyatakan anak usia SMP sangat rentan terhadap manipulasi karena identitas sosial mereka masih berkembang. Ketika media sosial menjadi ruang interaksi utama, kemampuan membedakan risiko ikut goyah.

Sekolah dinilai perlu memasukkan literasi digital sebagai kurikulum wajib, bukan program tambahan. Pengawasan juga perlu berbasis komunitas, bukan hanya keluarga inti mengingat banyak anak mengakses internet melalui WiFi publik, rumah kerabat, atau gawai teman.

Di sisi lain, orang tua pun harus memahami bahwa pengawasan gawai bukan bentuk pengendalian berlebih, tetapi proteksi dasar. Kebiasaan menunda pembicaraan penting tentang batasan digital membuat anak menanggung risiko sendiri.

BACA JUGA: KPK Telusuri Mekanisme Suap dalam Jabatan Sekda Ponorogo

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) juga telah meminta pemerintah daerah memperkuat Sistem Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM). Namun implementasinya sering tersendat oleh minimnya sumber daya dan koordinasi.

Kasus Purwakarta menegaskan risiko media sosial pada anak kian nyata. Perlindungan digital harus diperkuat agar tragedi serupa tidak kembali berulang. (Red)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Struktur birokrasi daerah dengan Kominfo belum mandiri yang masih berada di bawah dinas lain dalam tata kelola digital.

    Kominfo Belum Mandiri, Digitalisasi Tasikmalaya Terhambat

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 196
    • 0Komentar

    albadarpost.com, EDITORIAL – Kominfo Kabupaten Tasikmalaya belum mandiri menjadi persoalan mendasar dalam agenda transformasi digital daerah. Frasa Kominfo belum mandiri bahkan menggambarkan realitas yang lebih konkret dibanding slogan digitalisasi yang kerap digaungkan. Ketika urusan komunikasi dan informatika masih berstatus bidang di bawah dinas lain, maka arah kebijakan digital sulit berdiri tegak. Akibatnya, digitalisasi berisiko berubah […]

  • diskon tiket kereta

    KAI Diskon Tiket Kereta 30 Persen, Perjalanan Nataru Lebih Terjangkau

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 228
    • 0Komentar

    KAI berikan diskon tiket kereta hingga 30 persen selama libur Nataru 2025/2026, berlaku untuk rute jarak jauh. albadarpost.com, LENSA – PT Kereta Api Indonesia (KAI) menetapkan potongan diskon tiket kereta hingga 30 persen untuk kereta ekonomi komersial jarak jauh. Kebijakan ini berlaku pada periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Program ini menyasar penumpang […]

  • Cek SLIK OJK

    Cara Cek SLIK OJK Gratis, Hindari Kredit Ditolak

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 68
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Cek SLIK OJK menjadi langkah yang sebaiknya dilakukan sebelum mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR), kartu kredit, kredit kendaraan, maupun pinjaman modal usaha. Melalui cara cek SLIK OJK secara daring di layanan iDebku OJK, masyarakat dapat mengetahui riwayat kredit, status kolektibilitas, hingga memastikan tidak ada fasilitas pembiayaan yang tercatat atas nama mereka tanpa […]

  • Kegiatan forum KPID Jabar bersama mahasiswa dan jurnalis di Universitas Islam Tasikmalaya membahas peningkatan kompetensi penyiaran

    Tantangan Media Makin Berat, KPID Jabar Ambil Langkah Ini

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 132
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Upaya penguatan kualitas penyiaran terus digencarkan oleh KPID Jabar. Melalui kolaborasi dengan dunia akademik, Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Jawa Barat atau KPID Jabar menggelar forum peningkatan kompetensi penyiaran di Universitas Islam Tasikmalaya, Rabu (22/4/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat literasi media sekaligus menyiapkan SDM penyiaran yang adaptif di tengah […]

  • Perspektif: Ruang Gagasan, Ruang Perlawanan

    Perspektif: Ruang Gagasan, Ruang Perlawanan

    • calendar_month Kamis, 18 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 254
    • 0Komentar

    albadarpost.com – PERSPEKTIF. Rubrik Perspektif di albadarpost.com adalah ruang terbuka bagi gagasan, kritik, dan refleksi. Kami meyakini bahwa demokrasi dan kemanusiaan tidak akan tumbuh tanpa keberanian untuk berbicara. Karena itu, Perspektif menjadi wadah di mana suara rakyat, pemikir, aktivis, akademisi, maupun warga biasa bisa hadir dan berdialog. Nama “Perspektif” dipilih karena setiap pandangan selalu lahir […]

  • Timnas Indonesia 4-0

    Timnas Indonesia Menang 4-0, Era Baru yang Bikin Asia Mulai Waspada

    • calendar_month Sabtu, 28 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 196
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Saat Timnas Indonesia menang 4-0 atas Saint Kitts and Nevis national football team di FIFA Series 2026, publik langsung bersorak. Empat gol. Clean sheet. Dominasi penuh. Tapi ada satu hal yang luput dari perhatian banyak orang: Ini bukan sekadar kemenangan besar. Ini adalah transformasi. Dan transformasi ini… terlihat sangat nyata. Dari […]

expand_less