Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Risiko Media Sosial terhadap Anak Meningkat

Risiko Media Sosial terhadap Anak Meningkat

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 10 Nov 2025
  • visibility 194
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kasus Purwakarta kembali menyorot risiko media sosial pada anak dan lemahnya sistem proteksi digital.

Air Bah Sunyi di Dunia Digital

albadarpost.com, PERSPEKTIF – Kasus dugaan tindak pidana terhadap seorang siswi SMP di Purwakarta kembali menegaskan risiko media sosial yang kian mengancam anak-anak. Polisi menetapkan seorang mahasiswa sebagai tersangka setelah ditemukan adanya interaksi awal antara pelaku dan korban melalui platform digital. Perkenalan singkat itu kemudian berkembang menjadi komunikasi intens yang berakhir pada peristiwa tragis.

Peristiwa ini menyoroti ruang digital yang selama ini tumbuh cepat tetapi tidak dibarengi proteksi yang memadai. Keluarga, sekolah, dan pemerintah kembali dihadapkan pada pertanyaan lama: sejauh mana anak-anak aman saat menggunakan media sosial?

Kasus Purwakarta bukan yang pertama. Laporan Kominfo dan lembaga perlindungan anak menunjukkan lonjakan kasus eksploitasi digital pada dua tahun terakhir. Ruang virtual berubah menjadi ruang tanpa pagar, tempat anak mudah dijangkau, dipengaruhi, dan dimanipulasi oleh orang dewasa yang berniat buruk.


Jejak Komunikasi Digital dan Kebutuhan Pengawasan

Interaksi antara korban dan tersangka, sebagaimana disampaikan kepolisian, bermula dari percakapan media sosial. Komunikasi digital berlangsung intens selama beberapa pekan sebelum keduanya bertemu. Di titik inilah risiko media sosial kembali muncul sebagai faktor penting—ruang percakapan privat yang sulit diawasi.

Kepolisian Purwakarta menyatakan pemeriksaan masih berjalan dan sejumlah barang bukti digital disita. Penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik memeriksa komunikasi, pergerakan, serta rekam digital yang dinilai relevan. Proses hukum berjalan dengan sejumlah pasal berlapis, tetapi kasus ini kembali membuka lubang besar dalam perlindungan anak di ranah daring.

Sementara itu, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dalam laporan tahunannya mencatat lebih dari 1.100 kasus kejahatan siber terhadap anak sepanjang 2024–2025. Bentuk ancaman beragam, mulai dari perundungan digital, penipuan, eksploitasi, hingga manipulasi psikologis. Media sosial tidak pernah sekadar ruang ekspresi; ia adalah ruang interaksi penuh risiko bagi anak-anak yang belum memahami konsekuensinya.

Beberapa pakar keamanan digital menyebut fenomena ini sebagai “akses tanpa pagar”—kondisi ketika anak memiliki gawai pribadi tanpa pengawasan, sementara platform digital tidak menyediakan proteksi yang cukup kuat untuk pengguna di bawah umur.


Kebijakan Publik Dinilai Tertinggal

Kasus Purwakarta mendorong kembali desakan agar pemerintah mempercepat regulasi dan pengawasan yang melibatkan banyak pihak. Sistem edukasi digital di sekolah masih minim, sementara sebagian besar orang tua tidak memiliki pengetahuan memadai tentang keamanan daring.

Minimnya kontrol platform juga ikut memperbesar risiko. Sejumlah platform media sosial global masih membolehkan pengguna di bawah 18 tahun memiliki akun pribadi tanpa verifikasi identitas. Sementara itu, fitur pesan privat dan rekomendasi algoritmik membuat anak-anak mudah terhubung dengan pengguna dewasa yang tidak dikenal.

Pakar kebijakan digital Universitas Padjadjaran menilai perlindungan anak harus menjadi prioritas karena risiko media sosial meningkat cepat seiring penetrasi internet di desa dan kota kecil. “Aparat bisa menetapkan tersangka, tetapi pencegahan tetap kunci. Sistem pengamanan digital kita tertinggal,” ujarnya.

Pemerintah daerah Purwakarta mengaku akan memperkuat langkah preventif dengan kampanye perlindungan anak di media sosial, termasuk bekerja sama dengan sekolah dan lembaga perlindungan anak. Namun, hingga kini belum ada rancangan kebijakan konkret yang diumumkan.


Urgensi Edukasi Digital di Rumah dan Sekolah

Pakar psikologi perkembangan menyatakan anak usia SMP sangat rentan terhadap manipulasi karena identitas sosial mereka masih berkembang. Ketika media sosial menjadi ruang interaksi utama, kemampuan membedakan risiko ikut goyah.

Sekolah dinilai perlu memasukkan literasi digital sebagai kurikulum wajib, bukan program tambahan. Pengawasan juga perlu berbasis komunitas, bukan hanya keluarga inti mengingat banyak anak mengakses internet melalui WiFi publik, rumah kerabat, atau gawai teman.

Di sisi lain, orang tua pun harus memahami bahwa pengawasan gawai bukan bentuk pengendalian berlebih, tetapi proteksi dasar. Kebiasaan menunda pembicaraan penting tentang batasan digital membuat anak menanggung risiko sendiri.

BACA JUGA: KPK Telusuri Mekanisme Suap dalam Jabatan Sekda Ponorogo

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) juga telah meminta pemerintah daerah memperkuat Sistem Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM). Namun implementasinya sering tersendat oleh minimnya sumber daya dan koordinasi.

Kasus Purwakarta menegaskan risiko media sosial pada anak kian nyata. Perlindungan digital harus diperkuat agar tragedi serupa tidak kembali berulang. (Red)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Fenomena salat Tarawih cepat di masjid saat Ramadan dengan jamaah berdiri rapat mengikuti imam.

    Fenomena Tarawih Kilat, Mengapa Semakin Banyak Terjadi?

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 145
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Malam Ramadan biasanya dipenuhi lantunan ayat suci yang tenang dan menyejukkan. Namun belakangan, salat Tarawih cepat justru menjadi fenomena yang banyak dibicarakan. Video tarawih kilat menyebar luas di media sosial, memperlihatkan imam memimpin puluhan rakaat dalam waktu yang jauh lebih singkat dari kebiasaan. Sebagian jamaah terlihat lega karena bisa segera pulang, sementara […]

  • aturan rumah subsidi

    Ini Syarat, Batas Waktu, dan Risiko Jual Rumah Subsidi

    • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 220
    • 0Komentar

    Ingin jual rumah subsidi? Pahami aturan rumah subsidi, syarat, batas waktu, dan risiko agar tidak melanggar hukum. albadarpost.com, FOKUS – Banyak pemilik rumah subsidi mulai mempertanyakan satu hal penting: apakah rumah subsidi boleh dijual kembali? Pertanyaan ini kerap muncul seiring perubahan kondisi ekonomi, kebutuhan pindah tempat tinggal, hingga keinginan meningkatkan kualitas hunian. Namun, tidak seperti […]

  • Santri mempelajari kitab kuning di pesantren dengan metode tradisional yang mendalam

    Kitab Kuning Santri: Rahasia Ilmu yang Bertahan Ratusan Tahun

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 156
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Kitab kuning santri menjadi bagian penting dalam dunia pesantren. Melalui kitab kuning pesantren, para santri mempelajari kitab klasik Islam yang berisi ilmu fikih, akidah, hingga akhlak. Selain itu, buku santri ini tidak hanya menjadi sumber ilmu, tetapi juga menjadi tradisi intelektual yang terus hidup hingga sekarang. Oleh karena itu, memahami kitab kuning […]

  • oseng mercon daging sapi

    Resep Oseng Mercon Viral: Pedas Gila Tapi Bikin Ketagihan

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 155
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Aroma pedas langsung menyeruak begitu oseng mercon daging sapi mulai dimasak. Hidangan khas dengan level kepedasan ekstrem ini kini kembali viral karena sensasi rasa yang kuat, sederhana, tetapi membuat ketagihan. Banyak pencinta kuliner mencari resep oseng mercon, oseng sapi pedas, hingga tumis daging cabai rawit yang mampu menghadirkan pengalaman makan berbeda di […]

  • Satgas Pendapatan Daerah

    Pemkab Tasikmalaya Genjot Pendapatan Daerah

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Pemkab Tasikmalaya memperkuat Satgas Pendapatan Daerah guna menaikkan kemandirian fiskal yang masih rendah. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya memperkuat kinerja Satuan Tugas Optimalisasi Pendapatan Daerah sebagai langkah strategis menghadapi rendahnya tingkat kemandirian fiskal. Penguatan ini ditegaskan dalam rapat koordinasi lintas perangkat daerah yang digelar di Aula Wiradadaha Bappelitbangda Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (23/12/2025). Langkah […]

  • wanita haid

    Hukum Wanita Haid Membaca Doa Akhir Tahun

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 201
    • 0Komentar

    Hukum wanita haid membaca doa akhir tahun menurut ulama. Tetap bisa berdoa, istighfar, dan muhasabah. albadarpost.com, FOKUS — Menjelang pergantian tahun, pertanyaan tentang ibadah kembali mengemuka di ruang publik, khususnya di kalangan muslimah. Salah satu yang kerap dipertanyakan adalah hukum wanita haid membaca doa akhir tahun. Isu ini penting karena menyentuh langsung praktik ibadah sehari-hari […]

expand_less