Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » KPK Telusuri Mekanisme Suap Sekda Ponorogo

KPK Telusuri Mekanisme Suap Sekda Ponorogo

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 9 Nov 2025
  • visibility 208
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KPK mendalami dugaan suap jabatan Ponorogo yang melibatkan Sekda, bupati, dan pejabat RSUD.

albadarpost.com, PERSPEKTIF – Dugaan praktik suap jabatan Ponorogo kembali menjadi sorotan setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan empat tersangka dalam kasus yang menyeret pejabat kunci di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ponorogo. Penyelidikan yang kini memasuki tahap pendalaman diarahkan untuk memeriksa pola relasi kuasa, alur transaksi, dan bagaimana posisi Sekretaris Daerah (Sekda) Ponorogo, Agus Pramono, dapat bertahan dalam jabatan strategis itu selama lebih dari satu dekade.

KPK menduga ada keteraturan pola yang memungkinkan pejabat tertentu mempertahankan posisi tanpa evaluasi objektif. Hal inilah yang mendorong lembaga antirasuah menelusuri lebih jauh potensi keterlibatan aktor lain, termasuk kepala daerah yang menjabat selama periode waktu bersinggungan dengan masa jabatan Agus Pramono.

Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menyampaikan bahwa penyidik kini memeriksa kemungkinan adanya aliran suap yang tidak hanya diterima Sekda, tetapi juga diduga mengalir ke bupati. Menurut Asep, dugaan praktik transaksional itulah yang memungkinkan jabatan strategis di daerah dipertahankan tanpa mekanisme meritokrasi yang seharusnya berlaku dalam birokrasi pemerintahan.


Pendalaman KPK terhadap Alur Suap dan Pola Kekuasaan

Dalam penjelasannya, Asep menyebut bahwa suap jabatan Ponorogo melibatkan alur yang relatif seragam: pemberian dari kepala dinas kepada Sekda, dan potensi pembagian lebih lanjut kepada bupati. Skema ini, jika terbukti, memperlihatkan adanya mata rantai transaksi yang sistemik dalam pengisian jabatan di lingkungan pemerintah daerah.

Menurut KPK, Agus Pramono diduga memainkan peran perantara dalam pengurusan jabatan sebelum pemberi keputusan akhir ada di tangan Bupati Sugiri Sancoko. Asep menggambarkan alurnya sebagai “Sekda dulu, baru bupati”, menunjukkan bahwa peran Sekda tidak berhenti pada penerimaan suap, melainkan menjadi pintu masuk transaksi sebelum keputusan final dikeluarkan.

Meski demikian, KPK menegaskan bahwa penetapan Agus Pramono sebagai tersangka baru sebatas pada dugaan penerimaan suap, belum pada dugaan pemberian. Penegasan ini penting untuk menjaga batas objektivitas selama proses penyidikan terus berjalan berdasarkan alat bukti dan keterangan saksi.

Di saat bersamaan, KPK juga memeriksa bagaimana praktik serupa terjadi di instalasi lain, termasuk Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Harjono Ponorogo. Dalam klaster kedua, dugaan suap berkaitan dengan proyek pekerjaan RSUD memperlihatkan pola yang berbeda, dengan aliran suap dari pihak swasta kepada pejabat rumah sakit dan kepala daerah.


Tiga Klaster Suap dan Aktor yang Terlibat

Dalam pengumuman resmi pada 9 November 2025, KPK menetapkan empat tersangka: Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko, Sekda Ponorogo Agus Pramono, Direktur RSUD Dr. Harjono Ponorogo Yunus Mahatma, dan seorang pihak swasta, Sucipto.

KPK membagi dugaan suap menjadi tiga klaster utama.

Pertama, klaster dugaan suap pengurusan jabatan, dengan penerima Sugiri dan Agus Pramono, serta Yunus sebagai pemberi. Pola ini menunjukkan bahwa pengisian jabatan di lingkungan Pemkab Ponorogo tidak berjalan melalui mekanisme profesional berbasis kinerja, tetapi ditengarai melalui transaksi uang.

Kedua, klaster dugaan suap proyek pekerjaan RSUD, di mana Sugiri dan Yunus diduga menerima aliran dana dari Sucipto selaku rekanan. Proyek kesehatan yang seharusnya dibangun untuk kepentingan publik berubah menjadi ruang transaksi kepentingan, memperlihatkan lemahnya tata kelola rumah sakit daerah.

Baca juga: OTT KPK Ponorogo Kembali Jerat Pejabat Daerah

Ketiga, klaster dugaan gratifikasi, sepenuhnya diarahkan kepada Bupati Sugiri sebagai penerima. Dalam klaster ini, Yunus kembali muncul sebagai pemberi. Pola yang berulang memperkuat dugaan bahwa transaksi di Pemkab Ponorogo tidak terjadi secara insidental, melainkan terstruktur.

Penyidikan atas ketiga klaster ini memperlihatkan rangkaian hubungan yang saling terkait. KPK menelusuri bagaimana satu aktor dapat muncul di beberapa klaster, yang menunjukkan adanya sentralisasi kontrol pada posisi tertentu, terutama dalam jabatan strategis kepemerintahan.


Sinyal Kelemahan Tata Kelola dan Pentingnya Reformasi Birokrasi

Kasus suap jabatan Ponorogo membuka kembali diskusi mengenai lemahnya seleksi jabatan di pemerintah daerah. Ketika jabatan strategis hanya bergantung pada transaksi, bukan pada parameter kompetensi, maka kualitas layanan publik berada dalam risiko.

Dalam konteks ini, pertanyaan utama albadarpost.com adalah: mengapa seorang Sekda dapat bertahan 12 tahun di posisi yang semestinya dievaluasi secara periodik? Pertanyaan itu kini menjadi bagian dari pendalaman KPK.

Mekanisme mutasi, promosi, dan rotasi jabatan di daerah kerap menjadi pintu masuk praktik transaksional. Struktur birokrasi yang seharusnya menjamin profesionalisme justru membuka ruang transaksi karena minimnya transparansi dan pengawasan. Ponorogo menjadi salah satu contoh daerah yang kini harus memikirkan ulang pendekatan pengelolaan jabatan publik.

Penyidikan suap jabatan Ponorogo menyoroti lemahnya tata kelola jabatan di daerah dan kebutuhan reformasi yang lebih transparan. (Red)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Siluet wanita bersujud menangis di ruang gelap dengan botol minuman keras sebagai simbol kesombongan dalam ibadah dan penyesalan dosa.

    Sombong dalam Ibadah: Dosa yang Terlihat Suci

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 179
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Sombong dalam ibadah sering hadir dengan wajah paling sopan. Ia menyamar sebagai kesalehan, bersembunyi dalam kesombongan spiritual, dan tumbuh pelan sebagai ujub dalam amal. Banyak orang takut pada dosa terang-terangan, tetapi sedikit yang waspada pada ilusi kesalehan yang diam-diam menggerogoti hati. Padahal penyakit hati religius justru lebih sulit terdeteksi karena ia memakai […]

  • Pelaku UMKM Kota Tasikmalaya mengikuti program pendampingan usaha untuk meningkatkan daya saing dan pemasaran digital.

    UMKM Tasikmalaya yang Aktif di Medsos Berpeluang Ikut Program Naik Kelas

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 128
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Peluang bagi pelaku UMKM Kota Tasikmalaya untuk berkembang semakin terbuka. Program UMKM Naik Kelas resmi hadir sebagai upaya mendorong usaha kecil agar lebih kompetitif, adaptif, dan mampu bersaing di tengah perubahan pasar yang semakin cepat. Program pendampingan usaha tersebut digelar Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat bersama Dinas Koperasi, […]

  • klaim intelijen

    Saudi Bombardir Yaman Selatan

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 141
    • 0Komentar

    Serangan udara Saudi ke Yaman selatan menandai eskalasi baru konflik internal dan gagalnya upaya damai regional. Serangan Udara Saudi Picu Eskalasi Baru albadarpost.com, BERITA DUNIA – Koalisi militer pimpinan Arab Saudi kembali melancarkan serangan udara ke wilayah Yaman selatan. Target utama serangan kali ini adalah posisi Dewan Transisi Selatan (STC), kelompok separatis yang selama ini […]

  • Makam Pahlawan Pamarican

    Hari Bhayangkara, Warga Bersihkan Makam Pahlawan Pamarican

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 65
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Tidak banyak warga yang mengetahui bahwa Makam Pahlawan Pamarican menyimpan kisah penting perjuangan kemerdekaan Indonesia di wilayah Ciamis Selatan. Situs Makam Pahlawan Pamarican menjadi bukti sejarah sekaligus pengingat bahwa Kecamatan Pamarican pernah menjadi jalur gerilya para pejuang. Karena itu, semangat menjaga sejarah Pamarican kembali menguat saat unsur Muspika bersama masyarakat menggelar […]

  • Kolaborasi MUI dan Kemenag dalam program transmigrasi alumni pesantren untuk penguatan dakwah dan ekonomi umat.

    Strategi Baru Modernisasi Dakwah Bagi Alumni Pesantren

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 158
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Pesantren tidak lagi berdiri hanya sebagai lembaga pendidikan keagamaan tradisional. Di tengah arus urbanisasi, perubahan ekonomi, dan tantangan ideologi global, pesantren dituntut tampil lebih adaptif. Di sinilah kolaborasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Kementerian Agama (Kemenag) menemukan momentumnya. Program transmigrasi alumni pesantren yang tengah disiapkan MUI dan Kemenag bukan sekadar pemindahan penduduk. […]

  • Pengendalian Inflasi Garut

    Garut Cetak Prestasi Nasional, Pengendalian Inflasi Terbaik Se-Jawa Bali

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 76
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Garut kembali mencatat prestasi di tingkat nasional. Pengendalian Inflasi Garut menjadi sorotan setelah Pemerintah Kabupaten Garut meraih Penghargaan Pengendalian Inflasi Terbaik I tingkat Kabupaten untuk Regional Jawa-Bali dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia di Yogyakarta, Kamis (4/6/2026). Penghargaan tersebut bukan sekadar simbol keberhasilan […]

expand_less