Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Kucing dan Secangkir Kopi Pagi

Kucing dan Secangkir Kopi Pagi

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
  • visibility 149
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, OPINI – Pagi sering hadir tanpa suara, tetapi membawa ketenangan. Uap kopi perlahan naik dari cangkir. Cahaya matahari masuk malu-malu lewat jendela. Seekor kucing melingkar di dekat kaki, diam tanpa tuntutan. Ia hanya hadir. Anehnya, kehadiran itu cukup membuat dada terasa lebih lapang.

Dalam kesunyian seperti ini, kucing kerap menjadi teman setia manusia. Bulu lembut, dengkur halus, dan tatapan polosnya sering menjadi pereda lelah yang tidak tertulis di resep mana pun. Namun dalam khazanah Islam, kucing bukan sekadar hewan peliharaan. Ia adalah makhluk lemah yang bisa menjadi sebab rahmat, atau sebaliknya, menjadi saksi kelalaian manusia.

Nabi Muhammad SAW dikenal memiliki kasih sayang yang besar terhadap hewan. Dalam banyak riwayat, Rasulullah mencontohkan sikap lembut dan penuh empati. Salah satu kisah yang sering dikutip adalah ketika beliau memilih tidak mengganggu kucing yang tertidur di atas jubahnya. Meski kekuatan sanad kisah ini diperdebatkan, para ulama sepakat bahwa teladan Rasulullah dalam memperlakukan makhluk hidup selalu berlandaskan rahmat.

Baca juga: Ketika Alam Menyampaikan Teguran Tuhan

Kucing dalam Hadis: Dimuliakan, Bukan Diabaikan

Dalam hadis sahih riwayat Abu Dawud dan An-Nasa’i, Rasulullah SAW menegaskan bahwa kucing bukanlah hewan najis karena ia termasuk hewan yang biasa berinteraksi dengan manusia. Hadis ini menjadi dasar kuat bahwa Islam memandang kucing sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, bukan makhluk yang harus dijauhi atau diperlakukan semena-mena.

Namun Islam juga memberi peringatan keras. Dalam hadis sahih riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah menceritakan tentang seorang perempuan yang disiksa di neraka karena mengurung seekor kucing hingga mati. Ia tidak memberinya makan dan tidak membiarkannya mencari makan sendiri. Dari seekor kucing, Allah menunjukkan betapa seriusnya amanah terhadap makhluk yang lemah.

Para ulama, termasuk Imam An-Nawawi, menegaskan bahwa hadis ini bukan semata tentang kucing. Ia adalah peringatan tentang kezaliman, sekecil apa pun bentuknya. Kucing menjadi simbol amanah yang diabaikan, dan kelalaian yang dianggap sepele.

Kasih Sayang sebagai Jalan Keselamatan

Di sisi lain, kisah tentang kucing juga membawa kabar harapan. Nama Abu Hurairah, sahabat Nabi yang paling banyak meriwayatkan hadis, secara harfiah berarti “Bapak Anak Kucing”. Gelar itu lahir dari kecintaannya kepada kucing kecil yang sering ia gendong. Rasulullah SAW tidak menegurnya, justru memanggilnya dengan panggilan penuh kasih.

Bagi para ulama, kisah Abu Hurairah menjadi isyarat bahwa kasih sayang kepada makhluk lemah adalah bagian dari iman. Rasulullah SAW bersabda, “Orang-orang yang penyayang akan disayangi oleh Ar-Rahman. Sayangilah yang ada di bumi, niscaya yang di langit akan menyayangi kalian.” (HR. Tirmidzi).

Kucing, dalam konteks ini, menjadi guru kecil tentang rahmat. Ia tidak bisa berbicara atau menuntut keadilan. Ia hanya bergantung pada nurani manusia. Ketika seseorang memberi makan kucing, menyediakan tempat berteduh, atau sekadar tidak menyakitinya, di situlah latihan keimanan berlangsung secara diam-diam.

Baca juga: Makna Takdir Allah dalam Kehidupan Sehari-hari

Para sufi memandang kasih sayang sebagai jalan sunyi menuju Allah. Seperti Jalaluddin Rumi yang pernah menyinggung bahwa cinta sejati diuji bukan pada yang kuat, melainkan pada yang lemah. Kucing, dengan segala kepolosannya, sering menjadi ujian itu—hadir setiap hari tanpa disadari.

Maka ketika pagi kembali datang, kopi masih hangat, dan seekor kucing melintas di depan rumah, mungkin itu bukan kebetulan. Bisa jadi ia adalah pengingat lembut bahwa surga dan neraka kerap ditentukan oleh hal-hal kecil. Cara manusia memperlakukan makhluk lemah mencerminkan seberapa jauh rahmat tumbuh di dalam hati.

Kucing tidak meminta surga untuk manusia. Ia hanya meminta hidup. Namun dari situlah, jalan keselamatan atau kehancuran sering bermula.

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

Penulis: Diki Samani (Pemred AbadarPost)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sub Garnisun Pangandaran

    Kantor Sub Garnisun TNI Dinilai Penting untuk Pangandaran

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 134
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kabupaten Pangandaran dinilai sudah memenuhi syarat untuk memiliki Kantor Sub Garnisun TNI. Penilaian tersebut muncul karena wilayah Pangandaran kini telah memiliki tiga matra Tentara Nasional Indonesia, yakni TNI Angkatan Darat (AD), Angkatan Laut (AL), dan Angkatan Udara (AU). Keberadaan tiga matra itu dinilai menjadi fondasi penting dalam memperkuat koordinasi keamanan wilayah […]

  • Kadin TikTok Tasik

    TikTok Shop Masuk Tasikmalaya, Kadin Bidik Ledakan Ekonomi Digital

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 132
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Suasana di ruang rapat itu sebenarnya tidak terlalu formal-formal amat. Beberapa peserta masih terdengar saling bercanda kecil sebelum acara dimulai. Namun ketika pembahasan masuk soal TikTok Shop dan investasi digital, nada diskusi langsung berubah serius. Di situlah nama Tasikmalaya beberapa kali disebut dengan nada optimistis. Kadin Kota Tasikmalaya kini mencoba masuk […]

  • Ilustrasi seseorang berdiri di panggung mengejar popularitas sementara bayangan dirinya tertunduk dalam kerendahan hati

    Saat Ibadah Jadi Ajang Pamer

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 142
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Di zaman ketika tepuk tangan terasa lebih nikmat daripada doa, Bahaya Cinta Popularitas menjadi penyakit rohani yang kerap tidak disadari. Cinta ketenaran, hasrat tampil terkenal, dan obsesi menjadi sorotan publik sering menyusup ke dalam amal baik. Padahal, Syekh Athoillah dalam Hikam telah mengingatkan, “Tanamlah dirimu dalam tanah kerendahan, sebab sesuatu yang tumbuh […]

  • Program Diskon Transportasi

    Pemerintah Berlakukan Diskon Transportasi untuk Dorong Mobilitas Nataru

    • calendar_month Jumat, 21 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 161
    • 0Komentar

    Pemerintah mengaktifkan Program Diskon Transportasi Nataru untuk mendorong mobilitas dan belanja akhir tahun. albadarpost.com, LENSA – Kebijakan Program Diskon Transportasi resmi berlaku untuk periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Pemerintah memulai penerapan program ini pada Jumat, 21 November 2025, sebagai langkah mendorong mobilitas masyarakat saat puncak perjalanan akhir tahun. Kebijakan ini dinilai penting […]

  • Ilustrasi Muslim menjalankan ibadah puasa sesuai syarat sah puasa berdasarkan dalil hadis dan penjelasan ulama.

    Syarat Sah Puasa: Penjelasan Lengkap dan Dalilnya

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 136
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Syarat Sah Puasa menjadi dasar penting sebelum seorang Muslim menjalankan ibadah Ramadan maupun puasa sunnah. Ketentuan sahnya ibadah ini tidak hanya berlaku pada puasa fardhu, tetapi juga pada puasa sunnah. Para ulama menegaskan bahwa ada empat syarat sah puasa yang harus terpenuhi agar ibadah tersebut diterima secara hukum syariat. Lalu, apa saja […]

  • Bulan Allah

    Mengapa Muharram Disebut Bulan Allah? Ini Alasannya

    • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 159
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Menjelang datangnya Muharram, suasana di banyak kampung mulai berubah. Selepas Magrib, halaman masjid terlihat lebih ramai. Anak-anak berlarian membawa obor yang akan digunakan untuk pawai Tahun Baru Islam. Di sudut lain, para orang tua berbincang sambil menyiapkan pengajian dan santunan yatim. Pemandangan seperti itu juga mudah ditemukan di berbagai daerah Priangan Timur. […]

expand_less