Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Kucing dan Secangkir Kopi Pagi

Kucing dan Secangkir Kopi Pagi

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
  • visibility 151
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, OPINI – Pagi sering hadir tanpa suara, tetapi membawa ketenangan. Uap kopi perlahan naik dari cangkir. Cahaya matahari masuk malu-malu lewat jendela. Seekor kucing melingkar di dekat kaki, diam tanpa tuntutan. Ia hanya hadir. Anehnya, kehadiran itu cukup membuat dada terasa lebih lapang.

Dalam kesunyian seperti ini, kucing kerap menjadi teman setia manusia. Bulu lembut, dengkur halus, dan tatapan polosnya sering menjadi pereda lelah yang tidak tertulis di resep mana pun. Namun dalam khazanah Islam, kucing bukan sekadar hewan peliharaan. Ia adalah makhluk lemah yang bisa menjadi sebab rahmat, atau sebaliknya, menjadi saksi kelalaian manusia.

Nabi Muhammad SAW dikenal memiliki kasih sayang yang besar terhadap hewan. Dalam banyak riwayat, Rasulullah mencontohkan sikap lembut dan penuh empati. Salah satu kisah yang sering dikutip adalah ketika beliau memilih tidak mengganggu kucing yang tertidur di atas jubahnya. Meski kekuatan sanad kisah ini diperdebatkan, para ulama sepakat bahwa teladan Rasulullah dalam memperlakukan makhluk hidup selalu berlandaskan rahmat.

Baca juga: Ketika Alam Menyampaikan Teguran Tuhan

Kucing dalam Hadis: Dimuliakan, Bukan Diabaikan

Dalam hadis sahih riwayat Abu Dawud dan An-Nasa’i, Rasulullah SAW menegaskan bahwa kucing bukanlah hewan najis karena ia termasuk hewan yang biasa berinteraksi dengan manusia. Hadis ini menjadi dasar kuat bahwa Islam memandang kucing sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, bukan makhluk yang harus dijauhi atau diperlakukan semena-mena.

Namun Islam juga memberi peringatan keras. Dalam hadis sahih riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah menceritakan tentang seorang perempuan yang disiksa di neraka karena mengurung seekor kucing hingga mati. Ia tidak memberinya makan dan tidak membiarkannya mencari makan sendiri. Dari seekor kucing, Allah menunjukkan betapa seriusnya amanah terhadap makhluk yang lemah.

Para ulama, termasuk Imam An-Nawawi, menegaskan bahwa hadis ini bukan semata tentang kucing. Ia adalah peringatan tentang kezaliman, sekecil apa pun bentuknya. Kucing menjadi simbol amanah yang diabaikan, dan kelalaian yang dianggap sepele.

Kasih Sayang sebagai Jalan Keselamatan

Di sisi lain, kisah tentang kucing juga membawa kabar harapan. Nama Abu Hurairah, sahabat Nabi yang paling banyak meriwayatkan hadis, secara harfiah berarti “Bapak Anak Kucing”. Gelar itu lahir dari kecintaannya kepada kucing kecil yang sering ia gendong. Rasulullah SAW tidak menegurnya, justru memanggilnya dengan panggilan penuh kasih.

Bagi para ulama, kisah Abu Hurairah menjadi isyarat bahwa kasih sayang kepada makhluk lemah adalah bagian dari iman. Rasulullah SAW bersabda, “Orang-orang yang penyayang akan disayangi oleh Ar-Rahman. Sayangilah yang ada di bumi, niscaya yang di langit akan menyayangi kalian.” (HR. Tirmidzi).

Kucing, dalam konteks ini, menjadi guru kecil tentang rahmat. Ia tidak bisa berbicara atau menuntut keadilan. Ia hanya bergantung pada nurani manusia. Ketika seseorang memberi makan kucing, menyediakan tempat berteduh, atau sekadar tidak menyakitinya, di situlah latihan keimanan berlangsung secara diam-diam.

Baca juga: Makna Takdir Allah dalam Kehidupan Sehari-hari

Para sufi memandang kasih sayang sebagai jalan sunyi menuju Allah. Seperti Jalaluddin Rumi yang pernah menyinggung bahwa cinta sejati diuji bukan pada yang kuat, melainkan pada yang lemah. Kucing, dengan segala kepolosannya, sering menjadi ujian itu—hadir setiap hari tanpa disadari.

Maka ketika pagi kembali datang, kopi masih hangat, dan seekor kucing melintas di depan rumah, mungkin itu bukan kebetulan. Bisa jadi ia adalah pengingat lembut bahwa surga dan neraka kerap ditentukan oleh hal-hal kecil. Cara manusia memperlakukan makhluk lemah mencerminkan seberapa jauh rahmat tumbuh di dalam hati.

Kucing tidak meminta surga untuk manusia. Ia hanya meminta hidup. Namun dari situlah, jalan keselamatan atau kehancuran sering bermula.

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

Penulis: Diki Samani (Pemred AbadarPost)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Raffi Ahmad Nusakambangan

    Raffi Ahmad Apresiasi Transformasi Nusakambangan Jadi Pusat Ketahanan Pangan dan Pembinaan Warga Binaan

    • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 90
    • 0Komentar

    Raffi Ahmad puji transformasi Nusakambangan jadi pusat ketahanan pangan dan pembinaan warga binaan. Raffi Ahmad Kagum Nusakambangan Jadi Pusat Ketahanan Pangan dan Pembinaan albadarpost.com, HUMANIORA – Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, menilai transformasi besar-besaran yang dilakukan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Nusakambangan di Cilacap, Jawa Tengah, sebagai langkah luar biasa. […]

  • “Suasana hening menjelang Subuh saat seseorang berdoa dan bermunajat kepada Allah di dalam rumah”

    Doa Sebelum Subuh Ini Harus Diamalkan Saat Hidup Sedang Berat

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 158
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Tidak semua orang kuat menghadapi hidup yang terasa berat setiap hari. Ada yang terlihat tersenyum di siang hari, tetapi diam-diam menangis saat malam tiba. Menariknya, belakangan semakin banyak orang mulai mencari ketenangan lewat doa sebelum Subuh. Sebagian bahkan mengaku hidupnya perlahan berubah setelah rutin mengamalkan doa mustajab di waktu menjelang Subuh. Bukan […]

  • KA Purwojaya anjlok

    KA Purwojaya Anjlok di Kedunggedeh, KAI Pastikan Seluruh Penumpang Selamat

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 200
    • 0Komentar

    KA Purwojaya anjlok di Kedunggedeh, seluruh penumpang selamat. KAI lakukan perbaikan jalur dan atur perjalanan. albadarpost.com, LENSA — Perjalanan sejumlah kereta api di lintas Jawa Barat dan Jawa Tengah mengalami keterlambatan setelah KA Purwojaya anjlok di Emplasemen Stasiun Kedunggedeh, Kabupaten Karawang, pada Sabtu (25/10/2025) sekitar pukul 14.14 WIB. PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI […]

  • KA Parahyangan gratis

    KAI Gratiskan KA Parahyangan, Perjalanan Bandung–Gambir Ditanggung Penuh

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 107
    • 0Komentar

    KAI membuka program KA Parahyangan gratis Bandung–Gambir pp selama 18–20 November 2025 melalui seleksi peserta. albadarpost.com, HUMANIORA – PT Kereta Api Indonesia (KAI) memberikan akses KA Parahyangan gratis untuk rute Bandung–Gambir pulang pergi selama tiga hari pada 18–20 November 2025. Program ini dibuka untuk masyarakat umum dan seluruh biaya perjalanan akan ditanggung oleh KAI. Kebijakan […]

  • mobilitas wisman Jawa Barat

    BPS Jabar Ungkap Pergeseran Mobilitas Wisman Jawa Barat ke Whoosh

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 175
    • 0Komentar

    BPS Jabar mencatat mobilitas wisman bergeser dari Bandara Kertajati ke kereta cepat Whoosh sepanjang 2025. albadarpost.com, LENSA — Perubahan arus wisatawan mancanegara menuju Jawa Barat semakin jelas, dan bukan lagi berpusat pada jalur udara. Data Badan Pusat Statistik provinsi menunjukkan wisatawan asing kini lebih banyak masuk lewat moda kereta cepat Whoosh dibanding Bandara Internasional Jawa […]

  • Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin memimpin apel pagi dan halal bihalal Pemkab Tasikmalaya setelah Idulfitri 1447 H.

    Suasana Haru di Apel Perdana Pemkab Tasikmalaya Usai Lebaran, Ini Pesan Bupati Cecep

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 143
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa dalam Halal Bihalal Pemkab Tasikmalaya yang digelar bersamaan dengan apel pagi perdana setelah Idulfitri 1447 H. Kegiatan halal bihalal Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya ini dipimpin langsung oleh Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin bersama Wakil Bupati Asep Sopari Al-Ayubi di halaman utama Sekretariat Daerah Kabupaten Tasikmalaya, Rabu […]

expand_less