Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Efisiensi Anggaran Jawa Barat: Birokrat “Berpuasa”, Rakyat Tetap “Berpesta”

Efisiensi Anggaran Jawa Barat: Birokrat “Berpuasa”, Rakyat Tetap “Berpesta”

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 11 Okt 2025
  • visibility 162
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Pemprov Jawa Barat lakukan efisiensi besar-besaran demi menjaga ketahanan fiskal tanpa ganggu program publik.


Pemprov Jawa Barat Pangkas Anggaran, Prioritaskan Pembangunan Publik

albadarposrt.com, PERSPEKTIF – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat tengah bersiap menghadapi masa ketat anggaran setelah dana transfer dari pemerintah pusat dipangkas sekitar Rp2,45 triliun. Langkah penghematan ini menjadi bagian dari strategi efisiensi anggaran Jawa Barat untuk menjaga stabilitas fiskal tanpa mengorbankan program-program prioritas bagi masyarakat.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, menegaskan bahwa penyesuaian dilakukan secara menyeluruh di berbagai lini birokrasi. Ia menyebut sejumlah pos pengeluaran non-esensial, seperti konsumsi tamu, perjalanan dinas, hingga penggunaan listrik malam hari, akan dikurangi secara signifikan.

“Kita akan carikan penggantinya dari efisiensi di birokrasi. Makan minum kita efisiensikan, perjalanan dinas kita efisiensikan, kegiatan yang tidak perlu kita potong. Jadi kata Pak Gubernur sekarang, ya birokrat berpuasa, rakyat berpesta,” ujar Herman, Sabtu (11/10/2025).

Langkah tersebut, menurut Herman, bukan sekadar penghematan sementara, melainkan upaya penataan kembali pola belanja daerah agar lebih tepat sasaran dan berorientasi pada kebutuhan publik.


Tak Ganggu Tenaga Kerja dan Program Prioritas

Dalam kebijakan efisiensi anggaran Jawa Barat kali ini, Herman memastikan tidak ada pemangkasan tenaga kerja, baik dari kalangan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) maupun non-aparatur sipil negara (non-ASN).

“Tidak akan ada pengurangan. Prinsipnya, kita harus menjaga kapasitas fiskal tanpa mengurangi alokasi belanja publik,” katanya menegaskan.

Ia juga menambahkan bahwa para tenaga paruh waktu tetap bekerja seperti biasa. Hanya saja, perubahan status menjadi penuh waktu akan disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.
“Teman-teman yang masih paruh waktu tidak perlu khawatir, ekosistemnya tetap kita jaga. Transformasi ke penuh waktu tinggal menunggu waktu, karena kondisi fiskal saat ini sedang menantang,” jelasnya.

Meski dihadapkan pada tekanan fiskal, Pemprov Jawa Barat memastikan seluruh program prioritas tetap berjalan. Pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan menjadi fokus utama yang tidak akan tersentuh oleh kebijakan pemangkasan.

“Belanja infrastruktur seperti jalan, jembatan, penerangan jalan umum, serta sarana-prasarana kesehatan dan pendidikan semua tetap berjalan. Tidak ada yang dikurangi,” tegas Herman.


Dedi Mulyadi Tegaskan Efisiensi Anggaran Jawa Barat Tak Hentikan Pembangunan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan bahwa kebijakan efisiensi ini tidak akan menghambat pembangunan. Justru, langkah ini diperlukan agar dana yang tersedia bisa difokuskan pada sektor yang langsung menyentuh masyarakat.

“Provinsi Jawa Barat mengalami pengurangan dana transfer daerah (TKD) pada 2026 sebesar Rp2,458 triliun. Sedangkan kabupaten/kota totalnya sekitar Rp2,7 triliun,” ungkap Dedi dalam rekaman video yang diterima Kompas.com, Sabtu (11/10/2025).

Menurut Dedi, pemotongan TKD merupakan kebijakan nasional yang berdampak langsung terhadap kemampuan fiskal daerah. Jika Pemprov Jabar tidak beradaptasi dan tetap memakai pola anggaran lama, pembangunan bisa terhambat. Karena itu, diperlukan efisiensi besar-besaran tanpa mengorbankan pelayanan publik.


Potong Perjalanan Dinas, Kurangi Konsumsi dan Listrik

Dedi menjelaskan, salah satu bentuk konkret efisiensi anggaran Jawa Barat dilakukan dengan memangkas biaya perjalanan dinas hingga 75 persen dari kebiasaan sebelumnya.

“Dengan cara memotong berbagai kegiatan rutin pemerintahan. Misalnya perjalanan dinas, sekarang saya potong sampai 75 persen dari kebiasaan sebelumnya,” tegasnya.

Selain perjalanan dinas, pengadaan alat tulis kantor (ATK) juga akan dikurangi secara drastis. Pemakaian media digital, internet, dan listrik malam hari akan dibatasi hanya untuk kepentingan dinas.
“Nanti kebiasaan itu akan kami ubah. Kalau bertamu ke kantor provinsi, hanya akan kami siapkan air putih saja,” ujar Dedi dengan nada tegas namun bersahabat.

Langkah ini dianggap simbol komitmen moral birokrasi untuk menekan pengeluaran tak penting. Dengan begitu, dana publik bisa dialihkan ke proyek-proyek yang berdampak langsung bagi masyarakat.


Anggaran Pembangunan Justru Naik di Tengah Pemangkasan

Meskipun mengalami pemotongan dana transfer, Dedi menegaskan bahwa anggaran pembangunan untuk kepentingan publik justru akan ditingkatkan. Beberapa program vital bahkan memperoleh tambahan alokasi dana.

“Belanja pembangunan tetap berjalan, bahkan meningkat dibanding tahun ini,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menargetkan:

  • Peningkatan anggaran pembangunan jalan dari Rp3 triliun menjadi Rp3,5 triliun,
  • Rehabilitasi sekolah mencapai Rp1 triliun, dan
  • Pemasangan listrik bagi masyarakat miskin senilai Rp500 miliar.

Fokus baru ini menunjukkan bahwa kebijakan efisiensi anggaran Jawa Barat bukan berarti pemangkasan menyeluruh, melainkan pergeseran prioritas agar setiap rupiah dari APBD memberi manfaat maksimal bagi warga.


Strategi Efisiensi yang Berorientasi Kinerja

Dedi Mulyadi juga menekankan pentingnya efisiensi yang diikuti dengan peningkatan kinerja birokrasi. Ia menilai, efisiensi tidak boleh hanya sekadar memotong biaya, tetapi juga harus menjadi momentum untuk mengubah budaya kerja pemerintah agar lebih produktif dan transparan.

“Efisiensi bukan hanya soal mengurangi pengeluaran, tapi tentang memperkuat tanggung jawab publik. Setiap rupiah yang dibelanjakan harus punya dampak nyata,” kata Dedi.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga berencana menerapkan sistem pengawasan digital terhadap seluruh pos anggaran agar pelaksanaan efisiensi berjalan transparan. Dengan sistem tersebut, setiap aktivitas belanja daerah bisa dipantau secara real-time.

Selain itu, Pemprov Jabar juga tengah menyusun regulasi baru terkait standar efisiensi operasional birokrasi, termasuk pengaturan jam kerja, penggunaan kendaraan dinas, hingga digitalisasi rapat dan pelaporan keuangan.


Penutup: Efisiensi Bukan Penghematan, Tapi Reorientasi Fiskal

Kebijakan efisiensi anggaran Jawa Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Dedi Mulyadi menjadi bukti bahwa adaptasi fiskal bisa dilakukan tanpa mengorbankan kesejahteraan masyarakat.

Di tengah tekanan fiskal nasional, Jawa Barat memilih jalan rasional: mengencangkan ikat pinggang birokrasi agar pembangunan publik tetap berjalan. Dengan strategi ini, Pemprov Jabar berharap dapat mempertahankan reputasinya sebagai salah satu provinsi dengan tata kelola keuangan terbaik di Indonesia.

Kesimpulan

Jawa Barat berhemat tanpa mengorbankan rakyat. Efisiensi anggaran diarahkan untuk memperkuat pembangunan dan menjaga kesejahteraan publik. (AlbadarPost/DAS)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DIGDAYA UMKM Jabar

    Bank Indonesia Buka Program DIGDAYA UMKM Jawa Barat, Simak Syaratnya

    • calendar_month 3 jam yang lalu
    • account_circle redaktur
    • visibility 8
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – DIGDAYA UMKM Jabar resmi dibuka oleh Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat. Program pembinaan UMKM atau Program DIGDAYA UMKM ini ditujukan bagi pelaku usaha di Jawa Barat yang ingin memperkuat kapasitas bisnis sekaligus meningkatkan daya saing melalui pemanfaatan teknologi digital. Pendaftaran berlangsung pada 15–23 Juli 2026 dengan proses registrasi secara daring. […]

  • kasus pencabulan Pangandaran

    Kepala SD Diciduk Usai Cabuli Remaja di Pangandaran, Polisi Telusuri Korban Lain

    • calendar_month Jumat, 12 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Kasus pencabulan Pangandaran menyeret kepala sekolah. Polisi selidiki dugaan korban lain dan pendampingan bagi remaja. albadarpost.com, BERITA DAERAH — Kasus pencabulan Pangandaran yang menyeret seorang kepala sekolah negeri dari Kabupaten Tasikmalaya kembali menegaskan rapuhnya perlindungan anak di ruang publik. Seorang kepala SD berinisial UR, 55 tahun, digerebek warga di sebuah kamar hotel kawasan Pantai Pangandaran, […]

  • aturan pinjol

    Perspektif: Penagihan Pinjol dan Keamanan Warga

    • calendar_month Minggu, 28 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 172
    • 0Komentar

    Aturan pinjol 2025 menata penagihan utang. Sejauh mana negara benar-benar melindungi warga dari intimidasi? albadarpost.com, PERSPEKTIF – Penagihan utang oleh pinjaman online (pinjol) bukan sekadar urusan kredit macet. Ia menyentuh wilayah paling sensitif dalam kehidupan warga: rasa aman, martabat, dan relasi kuasa antara negara, industri keuangan, serta masyarakat. Ketika Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperketat aturan […]

  • Ilustrasi seseorang merenung setelah posting ibadah di media sosial karena takut riya

    Tanpa Sadar! Ini Cara Riya Masuk Lewat Postingan Kebaikan

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 171
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Riya media sosial sering terjadi tanpa disadari. Banyak orang merasa sedang berbagi kebaikan, padahal bisa jadi itu adalah pamer ibadah, pencitraan amal, atau keinginan mendapatkan pujian. Di era digital, batas antara inspirasi dan riya semakin tipis. Karena itu, memahami cara menghindari riya di media sosial menjadi sangat penting agar amal tetap ikhlas […]

  • Kuliah Gratis Jabar 2026

    Kuliah Gratis Jabar 2026, Pendaftaran Beasiswa Mulai Dibuka

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 106
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Kuliah Gratis Jabar 2026 kembali membuka peluang bagi lulusan SMA, SMK, dan MA sederajat yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi tanpa terbebani biaya kuliah. Informasi mengenai program Beasiswa Gubernur Jawa Barat 2026 tersebut dipublikasikan melalui akun Instagram Nusa Putra University dan turut disebarluaskan oleh Dinas Pendidikan Jawa Barat (Disdik Jabar). Program ini terbuka […]

  • Wakil Wali Kota Tasikmalaya

    Diky Candranegara Soroti Minimnya Wewenang Wakil Wali Kota

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 41
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd Diky Candranegara (KDC) menilai aturan yang berlaku masih membatasi kewenangan wakil kepala daerah dalam menjalankan fungsi pemerintahan. Menurut KDC Tasikmalaya, ketentuan dalam UU Nomor 23 Tahun 2014 belum memberikan ruang yang jelas bagi wakil kepala daerah untuk mengambil kebijakan strategis. Karena itu, ia berharap pemerintah pusat […]

expand_less