Bupati Garut Pastikan Hewan Kurban Sehat, Pasar Andir Diserbu Pembeli
- account_circle redaktur
- calendar_month 6 jam yang lalu
- visibility 21
- comment 0 komentar
- print Cetak

Bupati Garut Abdusy Syakur Amin memeriksa domba Garut di Pasar Andir Bayongbong menjelang Idul Adha, Senin (25/5/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Suara embikan domba bersahut-sahutan sejak pagi di Pasar Hewan Bayongbong, Kabupaten Garut, Senin (25/5/2026). Di antara aroma rumput basah dan tanah yang masih lembap setelah hujan malam, para pedagang tampak sibuk menarik tali ternak sambil melayani calon pembeli yang terus berdatangan.
Sebagian domba berdiri tenang. Sebagian lainnya sesekali meloncat kecil ketika disentuh calon pembeli yang memeriksa kondisi tubuhnya.
Di tengah suasana itu, Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, turun langsung meninjau kondisi hewan kurban di Pasar Hewan dan Pasar Andir Bayongbong menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.
Kunjungan tersebut bukan sekadar agenda seremonial biasa. Pemerintah Kabupaten Garut ingin memastikan bahwa domba Garut dan hewan ternak lain yang dijual kepada masyarakat benar-benar sehat, layak kurban, serta aman dikonsumsi.
Bupati Garut Pastikan Hewan Kurban Sehat
Saat berkeliling pasar, Abdusy Syakur Amin tampak memeriksa langsung kondisi domba dan kambing yang berada di area penjualan. Ia beberapa kali berhenti untuk melihat kondisi fisik hewan, mulai dari mata, bulu, hingga postur tubuh ternak.
Menurutnya, kesehatan hewan kurban menjadi prioritas utama menjelang Idul Adha.
“Hari ini hari Senin tanggal 25 Mei saya mengunjungi pasar hewan di Bayongbong, dan alhamdulilah disini banyak domba-domba dan kambing-kambing yang bagus-bagus,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pemeriksaan kesehatan terus dilakukan agar masyarakat mendapatkan hewan kurban yang memenuhi syariat sekaligus aman untuk dikonsumsi.
“Disini mah dombanya bagus-bagus, asli Garut dombanya, kemudian juga dicek kesehatannya supaya benar-benar hewannya sehat, sehingga dijadikan hewan kurban yang baik buat semuanya,” ungkapnya.
Di beberapa sudut pasar, tangan para peternak tampak masih dipenuhi sisa rumput dan tanah ketika mereka memegang tali ternak. Ada pembeli yang jongkok cukup lama hanya untuk memastikan kondisi kaki kambing. Ada pula yang sesekali membuka mulut hewan untuk memeriksa usia melalui gigi.
Suasananya ramai, tetapi tetap terasa khas pasar hewan kampung.
Pasar Andir Bayongbong Jadi Magnet Pembeli Hewan Kurban
Menjelang Idul Adha, Pasar Andir Bayongbong memang mulai dipadati warga dari berbagai daerah. Banyak masyarakat datang mencari domba Garut karena dikenal memiliki postur kuat dan kondisi fisik yang baik untuk hewan kurban.
Bupati Garut pun ikut mengajak masyarakat membeli hewan ternak lokal sebagai bentuk dukungan terhadap peternak daerah.
“Ayo belanja ke pasar Andir Bayongbong, belanja domba dan kambing,” ajaknya.
Ajakan tersebut mendapat respons positif dari para pedagang. Sebab momentum Idul Adha menjadi salah satu periode paling penting bagi perputaran ekonomi peternakan rakyat.
Di bawah terpal biru yang sedikit bergoyang tertiup angin, proses tawar-menawar terdengar nyaris tanpa jeda. Ada pedagang yang menghitung harga sambil memegang rokok yang belum sempat dinyalakan. Ada pembeli yang beberapa kali mondar-mandir sebelum akhirnya berjabat tangan sebagai tanda sepakat.

Menjelang Idul Adha, Pasar Andir Bayongbong, Senin (25/5/2026).
Kadang transaksi di pasar hewan memang tidak membutuhkan terlalu banyak kata.
Pemkab Garut Jaga Stabilitas Harga dan Distribusi Ternak
Selain memastikan kesehatan hewan kurban, kunjungan tersebut juga menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Garut menjaga stabilitas harga dan kelancaran distribusi ternak menjelang Idul Adha.
Pemerintah daerah ingin memastikan stok hewan kurban tetap tersedia dan harga tetap terkendali di tengah meningkatnya permintaan masyarakat.
Langkah itu dinilai penting karena kebutuhan hewan kurban biasanya melonjak tajam mendekati hari raya. Jika distribusi terganggu, harga ternak dapat naik drastis dan memberatkan masyarakat.
Di sisi lain, peternak lokal juga berharap momentum Idul Adha tahun ini membawa hasil yang baik setelah beberapa waktu terakhir biaya pakan ternak ikut mengalami kenaikan.
Di sela keramaian pasar, suara kendaraan bak terbuka terus keluar masuk membawa kambing dan domba dari berbagai wilayah. Debu tipis kadang naik ketika roda mobil melewati jalan pasar yang mulai mengering.
Namun di balik keramaian itu, ada harapan sederhana yang terus hidup:
peternak ingin ternaknya laku,
pedagang ingin pasar tetap ramai,
dan masyarakat ingin mendapatkan hewan kurban terbaik.
Domba Garut Kini Tidak Sekadar Hewan Ternak
Bagi sebagian warga Garut, domba bukan sekadar hewan ternak biasa. Ada kebanggaan daerah yang ikut melekat pada postur dan kualitasnya.
Karena itu, menjelang Idul Adha, pasar hewan di Bayongbong selalu punya suasana yang berbeda. Lebih hidup. Lebih padat. Dan lebih penuh harapan.
Apalagi ketika pemerintah daerah ikut turun langsung memastikan kualitas hewan yang dijual kepada masyarakat.
Sebab Idul Adha bukan hanya tentang penyembelihan hewan kurban.
Tetapi juga tentang menjaga kepercayaan, kesehatan, dan keberkahan bagi semua pihak yang terlibat di dalamnya.
Di tengah riuh pasar hewan dan suara embikan yang saling bersahutan, Idul Adha selalu mengingatkan bahwa keberkahan sering lahir dari tangan-tangan sederhana yang bekerja sejak pagi demi menjaga amanah kurban tetap layak dan terbaik. (GZ)
- Penulis: redaktur

Saat ini belum ada komentar