Di Balik Kabel yang Menjuntai, Tasikmalaya Sedang Bersiap Berubah
- account_circle redaktur
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 6
- comment 0 komentar
- print Cetak

Pejalan kaki sedang melihat kabel fiber optik, listrik, dan telekomunikasi yang tak beraturan, Rabu(29/4/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Selama bertahun-tahun, kabel-kabel itu menggantung di atas jalan Kota Tasikmalaya tanpa arah yang jelas.
Sebagian melilit tiang listrik. Sebagian lain melintang di atas trotoar. Bahkan ada yang menempel di batang pohon, tepat di tengah kawasan ramai yang setiap hari dilalui warga.
Banyak orang mungkin sudah terbiasa melihatnya.
Namun di balik pemandangan yang dianggap biasa itu, sebenarnya ada satu pertanyaan sederhana:
Seperti apa wajah kota jika semua itu akhirnya dirapikan?
Kamis (29/4/2026), pertanyaan tersebut mulai menemukan jawabannya.
Pemerintah Kota Tasikmalaya bersama sejumlah provider resmi menandatangani kesepakatan penataan kabel utilitas permukaan tanah di Bale Kota Tasikmalaya.
Bagi sebagian orang, ini mungkin hanya acara seremonial biasa.
Namun bagi kota yang setiap sudut jalannya dipenuhi kabel menjuntai, langkah itu terasa seperti awal perubahan besar.
Tugu Asamaulhusna Dipilih sebagai Titik Awal
Usai penandatanganan, rombongan langsung bergerak menuju kawasan Tugu Al-Mahusna.
Lokasi itu bukan dipilih tanpa alasan.
Tugu Asamaulhusna merupakan salah satu titik paling ikonik di Kota Tasikmalaya. Setiap hari kawasan tersebut dipenuhi kendaraan, pejalan kaki, hingga aktivitas masyarakat.
Namun di tengah keramaian itu, kabel-kabel semrawut selama ini menjadi bagian dari pemandangan yang sulit dihindari.
Tiang berdiri berhimpitan. Gulungan kabel menggantung rendah. Beberapa jaringan bahkan tampak melilit tidak beraturan di atas trotoar.
Situasi seperti itu perlahan membentuk kesan kumuh di ruang kota.
Padahal bagi banyak warga, ruang publik bukan hanya tempat lewat.
Ruang kota juga mencerminkan bagaimana sebuah daerah merawat dirinya sendiri.
Kota Modern Tidak Lagi Membiarkan Kabel Bergelantungan
Wali Kota Tasikmalaya menegaskan bahwa penataan kabel bukan hanya soal mempercantik kota.
“Kabel yang semrawut bukan cuma ganggu estetika, tapi juga berisiko untuk keselamatan warga,” ujarnya.
Pernyataan itu terasa relevan.
Sebab selama ini warga sering mengeluhkan kabel rendah yang membahayakan pengendara, risiko korsleting saat hujan, hingga trotoar yang terasa sempit karena dipenuhi tiang utilitas.
Karena itu, Pemkot bersama provider mulai menyiapkan sistem ducting bawah tanah dan jalur utilitas terpadu.
Artinya, kabel-kabel yang selama ini memenuhi udara kota perlahan akan dipindahkan ke jalur yang lebih tertata.
Langkah seperti ini sebenarnya sudah lama diterapkan di banyak kota besar dunia.
Dan kini, Tasikmalaya mulai bergerak ke arah yang sama.
Ada Kota yang Perlahan Sedang Memperbaiki Dirinya
Penataan kabel mungkin terdengar sederhana.
Namun perubahan wajah kota sering memang dimulai dari hal-hal kecil yang selama ini dianggap biasa.
Trotoar yang lebih lega.
Langit kota yang tidak lagi dipenuhi kabel hitam.
Dan ruang publik yang terasa lebih nyaman dipandang.
Itulah sebabnya program ini mendapat perhatian cukup besar dari masyarakat.
Sebab warga tidak hanya ingin kota yang ramai.
Mereka juga ingin kota yang terasa nyaman untuk ditinggali.
Provider yang hadir dalam kesepakatan tersebut juga menyatakan siap mendukung penataan secara bertahap.
Tahap awal akan dimulai dari pemetaan kabel aktif dan nonaktif sebelum proses penataan dilakukan di sejumlah titik prioritas.
Tasikmalaya Sedang Membentuk Wajah Barunya
Selama ini, banyak kota tumbuh terlalu cepat tanpa sempat merapikan dirinya.
Bangunan berdiri. Jalan diperlebar. Jaringan internet berkembang.
Namun kabel-kabel di udara sering tertinggal sebagai “jejak” pembangunan yang tidak pernah benar-benar ditata.
Kini, Tasikmalaya mencoba memperbaiki itu.
Bukan hanya untuk kepentingan visual kota, tetapi juga demi keamanan dan kenyamanan masyarakat.
Wali Kota bahkan berharap penataan ini mampu meningkatkan kepercayaan investor terhadap wajah Kota Tasikmalaya yang lebih tertib dan modern.
“Kalau kotanya rapi, warganya nyaman. Investasi juga lebih percaya masuk,” katanya.
Perubahan Itu Akhirnya Dimulai
Program penataan kabel utilitas Tasikmalaya akan dilakukan bertahap mulai tahun ini.
Tugu Asmaulhusna menjadi titik awal sebelum nantinya bergerak ke jalan protokol dan pusat keramaian lain.
Dan mungkin beberapa waktu ke depan, warga akan mulai menyadari sesuatu yang berbeda ketika melintas di pusat kota.
Langit yang lebih bersih.
Trotoar yang lebih lega.
Dan kota yang perlahan terlihat lebih tertata.
Karena kadang, perubahan sebuah kota memang tidak selalu dimulai dari gedung tinggi atau proyek besar.
Kadang perubahan dimulai dari keberanian untuk membereskan hal-hal yang selama ini dibiarkan semrawut. (GZ)
- Penulis: redaktur

Saat ini belum ada komentar