Breaking News
light_mode
Beranda » Hikmah » Mengapa Muharram Disebut Bulan Allah? Ini Alasannya

Mengapa Muharram Disebut Bulan Allah? Ini Alasannya

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 4
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HIKMAH – Menjelang datangnya Muharram, suasana di banyak kampung mulai berubah. Selepas Magrib, halaman masjid terlihat lebih ramai. Anak-anak berlarian membawa obor yang akan digunakan untuk pawai Tahun Baru Islam. Di sudut lain, para orang tua berbincang sambil menyiapkan pengajian dan santunan yatim.

Pemandangan seperti itu juga mudah ditemukan di berbagai daerah Priangan Timur. Namun di balik tradisi yang terus hidup dari tahun ke tahun, masih banyak Muslim yang belum mengetahui satu fakta penting: mengapa Muharram disebut sebagai Bulan Allah atau Syahrullah?

Padahal, julukan tersebut bukan sekadar sebutan. Di dalamnya tersimpan pesan tentang kemuliaan waktu, kesempatan memperbaiki diri, dan ajakan untuk kembali mendekat kepada Allah SWT.

Muharram, Satu-Satunya Bulan yang Disebut Bulan Allah

Tidak semua bulan dalam kalender Hijriah mendapat penyebutan khusus dari Rasulullah SAW. Namun Muharram memperoleh kehormatan tersebut.

Rasulullah SAW bersabda:

“Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu Muharram.” (HR. Muslim)

Hadis ini sering dibaca saat Muharram tiba. Akan tetapi, banyak orang lebih fokus pada anjuran puasanya dibandingkan makna penyebutan “bulan Allah”.

Para ulama menjelaskan bahwa penyandaran nama Muharram kepada Allah merupakan bentuk pemuliaan. Dalam ilmu bahasa Arab, bentuk ini menunjukkan kehormatan yang sangat tinggi.

Karena itu, ketika Rasulullah menyebut Muharram sebagai Bulan Allah, beliau sedang mengingatkan umatnya bahwa bulan ini memiliki kedudukan yang istimewa di sisi Allah SWT.

Muharram Termasuk Empat Bulan Haram

Keistimewaan Muharram tidak berhenti pada julukannya saja.

Allah SWT juga memasukkan Muharram ke dalam empat bulan haram atau bulan yang dimuliakan.

Allah berfirman:

“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram.” (QS. At-Taubah: 36)

Empat bulan tersebut adalah Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab.

Menurut para mufasir, Allah memuliakan bulan-bulan tersebut sejak penciptaan langit dan bumi. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak amal saleh dan menjauhi berbagai bentuk kemaksiatan.

Muharram mengajarkan bahwa tidak semua waktu memiliki nilai yang sama. Sebagaimana ada tempat yang dimuliakan seperti Makkah dan Madinah, ada pula waktu yang Allah istimewakan untuk memperbesar peluang manusia meraih pahala.

Muharram dan Pesan Hijrah yang Sering Terlupakan

Ketika Tahun Baru Islam tiba, banyak orang mengirim ucapan dan memasang poster bertema hijrah. Namun sering kali makna hijrah itu sendiri justru terlupakan.

Padahal kalender Hijriah lahir dari peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah menuju Madinah.

Allah SWT berfirman:

“Dan orang-orang yang berhijrah karena Allah setelah mereka dizalimi, pasti Kami akan memberikan tempat yang baik kepada mereka di dunia.” (QS. An-Nahl: 41)

Hijrah bukan hanya berpindah tempat.

Hijrah berarti meninggalkan kebiasaan buruk menuju kebiasaan yang lebih baik.

Dan hijrah berarti memperbaiki salat yang masih bolong-bolong.

Serta hijrah berarti mengurangi kemarahan, memperbaiki hubungan keluarga, dan mendekatkan diri kepada Allah sedikit demi sedikit.

Di sebuah kampung, seorang jamaah lansia pernah berkata seusai pengajian Muharram, “Tahun baru bukan berarti umur bertambah. Justru umur kita berkurang satu tahun.”

Kalimat sederhana itu membuat banyak orang terdiam.

Mengapa Puasa Muharram Sangat Dianjurkan?

Selain memiliki kemuliaan khusus, Muharram juga menjadi bulan yang sangat dianjurkan untuk memperbanyak puasa sunnah.

Rasulullah SAW bersabda:

“Puasa yang paling utama setelah Ramadan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu Muharram.” (HR. Muslim)

Di dalam bulan Muharram terdapat Puasa Asyura pada tanggal 10 Muharram.

Tentang keutamaannya, Rasulullah SAW bersabda:

“Aku berharap kepada Allah agar puasa Asyura dapat menghapus dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim)

Karena itu, para ulama menganjurkan umat Islam melaksanakan Puasa Asyura serta Puasa Tasu’a pada tanggal 9 Muharram.

Amalan tersebut menjadi kesempatan besar bagi setiap Muslim untuk memperbanyak pahala dan memohon ampunan kepada Allah SWT.

Muharram Mengajarkan Cara Menghargai Waktu

Banyak orang menghitung keuntungan usaha, kenaikan jabatan, atau pencapaian hidup. Namun tidak semua orang menghitung waktu yang telah berlalu.

Padahal Allah SWT telah mengingatkan manusia tentang pentingnya waktu.

Allah berfirman:

“Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian.” (QS. Al-‘Ashr: 1-2)

Muharram datang setiap tahun.

Namun umur manusia tidak pernah kembali.

Karena itulah para ulama terdahulu menyambut Muharram dengan muhasabah. Mereka mengevaluasi diri, memperbaiki ibadah, dan menyusun langkah menuju kehidupan yang lebih baik.

Mereka tidak sekadar merayakan pergantian tahun.

Dan mereka memanfaatkan pergantian tahun sebagai alarm untuk memperbaiki perjalanan hidup.

Muharram Bukan Tentang Angka, Tetapi Tentang Kesadaran

Pada akhirnya, alasan Muharram disebut Bulan Allah bukan sekadar karena kemuliaannya. Julukan itu mengandung pesan agar manusia tidak menjalani hidup tanpa arah.

Muharram hadir setiap tahun.

Namun tidak semua orang mengambil pelajaran yang sama.

Sebagian hanya melihat pergantian tanggal.

Sebagian melihat kesempatan memperbaiki diri.

Dan sebagian lainnya menjadikan Muharram sebagai titik awal perjalanan yang lebih dekat kepada Allah SWT.

Muharram tidak datang untuk menambah angka di kalender dinding rumah kita. Muharram datang untuk mengingatkan bahwa waktu terus berjalan, umur terus berkurang, dan pintu hijrah masih terbuka. Pertanyaannya bukan apakah tahun sudah berganti, melainkan apakah hati kita ikut berubah. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kobra Kota Banjar

    Kobra 3 Meter Masuk Perumahan, Damkar Kota Banjar Turun Tangan

    • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 23
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pagi di Perumahan Balokang Permai biasanya berlangsung tenang. Beberapa warga menyapu halaman. Anak-anak sesekali melintas dengan sepeda kecil di gang perumahan. Dari beberapa rumah, aroma masakan akhir pekan mulai tercium bersamaan dengan suara televisi yang menyala dari ruang keluarga. Namun suasana itu berubah dalam sekejap pada Sabtu, 6 Juni 2026. Seekor […]

  • Ilustrasi futuristik seorang Muslim salat di tengah kota modern bercahaya sebagai simbol perbaikan hidup melalui ibadah.

    Perbaiki Salatmu, Reset Hidupmu

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 94
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Pada tahun-tahun mendatang, manusia mungkin akan menciptakan teknologi yang mampu membaca gelombang pikiran. Mereka akan merancang algoritma untuk memprediksi keputusan. Mereka bahkan mungkin menciptakan kecerdasan buatan yang mampu meniru empati. Namun tetap saja, mereka lupa satu tombol paling tua yang sudah tersedia sejak berabad-abad lalu: takbir. Prinsip “Perbaiki salatmu maka Allah akan […]

  • Tafsir QS Al-A’raf ayat 96 tentang iman dan takwa sebagai kunci keberkahan langit dan bumi bagi suatu negeri

    Ketika Iman Menjadi Pintu Keberkahan Negeri

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 104
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Ada ayat Al-Qur’an yang terdengar seperti janji, sekaligus peringatan yang lembut namun tegas. Allah SWT berfirman, “Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, niscaya Kami akan membukakan untuk mereka berbagai keberkahan dari langit dan bumi. Akan tetapi, mereka mendustakan, maka Kami menyiksa mereka disebabkan oleh apa yang selalu mereka kerjakan.” (QS. Al-A’raf: 96). […]

  • fenomena pendidikan

    Dunia Pendidikan Sedang Berubah Diam-Diam, Ini 5 Tanda Besarnya

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 105
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Banyak orang mengira dunia pendidikan berjalan seperti biasa. Sekolah tetap ada, guru tetap mengajar, dan siswa tetap belajar di kelas. Namun sebenarnya, fenomena pendidikan modern sedang berubah secara drastis. Fenomena pendidikan terbaru, tren belajar masa kini, serta perubahan sistem pendidikan muncul perlahan tanpa disadari publik luas. Perubahan ini tidak selalu terlihat besar. […]

  • pelayanan publik desa

    Fenomena Kades Mundur, Pemerintahan Desa Kuningan Hadapi Ujian

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 97
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Fenomena pengunduran diri sejumlah kepala desa di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, memunculkan tantangan serius bagi keberlangsungan pemerintahan desa. Hingga awal 2026, tercatat puluhan desa tidak memiliki kepala desa definitif setelah para pejabatnya memilih mundur sebelum masa jabatan berakhir. Kondisi ini langsung berdampak pada stabilitas administrasi dan pelayanan publik desa. Dinas Pemberdayaan […]

  • belanja fiber optik

    Anggaran Jaringan Kominfo Tasikmalaya Menyisakan Tanda Tanya

    • calendar_month Senin, 15 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Redaksi Albadarpost menyoroti belanja fiber optik Kominfo Tasikmalaya yang mengaburkan aset, dan layanan publik. albadarpost.com, EDITORIAL – Selama empat tahun berturut-turut, Kominfo Kota Tasikmalaya menganggarkan pos bernama belanja fiber optik untuk ratusan site intranet, berdampingan dengan belanja internet dedicated bernilai miliaran rupiah. Secara administratif, anggaran ini sah. Namun secara kebijakan publik, ia bermasalah sejak di […]

expand_less