Banjar Luncurkan Bumi Masagi dan Warung Besti
- account_circle redaktur
- calendar_month 8 jam yang lalu
- visibility 22
- comment 0 komentar
- print Cetak

Wali Kota Banjar Sudarsono meluncurkan Program Bumi Masagi dan Warung Inflasi Besti di Galeri UMKM Sukma Kenanga Kota Banjar. Rabu (29/7/26).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Bumi Masagi Banjar resmi diluncurkan sebagai program penguatan ekonomi kerakyatan bersamaan dengan pengoperasian Warung Besti Banjar di Aula Galeri UMKM Sukma Kenanga, Kota Banjar, Rabu (29/7/2026). Melalui dua program unggulan tersebut, Pemerintah Kota Banjar menargetkan peningkatan kapasitas pelaku usaha mikro sekaligus menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok agar daya beli masyarakat tetap terpelihara.
Peluncuran program dipimpin langsung oleh Wali Kota Banjar, Ir. H. Sudarsono, serta dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, lurah dan kepala desa, pimpinan Bank BJB Cabang Banjar, Tim Penggerak PKK, hingga para penerima manfaat.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam membangun ekonomi lokal yang lebih mandiri, inklusif, dan berkelanjutan melalui kolaborasi lintas sektor.
Bumi Masagi Dorong UMKM Naik Kelas
Dalam sambutannya, Wali Kota Sudarsono menegaskan bahwa pembangunan ekonomi tidak cukup hanya mengandalkan investasi besar. Menurutnya, kemajuan daerah juga harus bertumpu pada kemampuan masyarakat mengembangkan usaha secara mandiri.
Karena itu, Program Bumi Masagi dirancang sebagai bantuan modal bagi pelaku usaha mikro agar mampu meningkatkan kapasitas usaha, memperluas pasar, dan membuka peluang kerja baru.
“Program Bumi Masagi ini bukan sekadar memberikan bantuan modal usaha, melainkan bentuk investasi pemerintah dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat. Kami berharap bantuan ini menjadi tambahan modal, meningkatkan produktivitas, dan memperluas pasar hingga mampu menciptakan lapangan kerja baru,” ujar Sudarsono.
Ia juga mengingatkan seluruh penerima manfaat agar menggunakan bantuan tersebut secara bertanggung jawab.
Menurutnya, modal yang diberikan harus benar-benar dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha, bukan untuk memenuhi kebutuhan konsumtif yang bersifat sementara.
Warung Besti Jadi Instrumen Kendalikan Inflasi
Selain memperkuat sektor usaha mikro, Pemerintah Kota Banjar juga mulai mengoperasikan Warung Inflasi Besti.
Program ini hadir sebagai salah satu instrumen pengendalian inflasi daerah melalui penyediaan bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau ketika terjadi gejolak di pasar.
Komoditas yang menjadi perhatian antara lain beras, minyak goreng, gula, dan telur.
Sudarsono menegaskan bahwa keberadaan Warung Besti tidak bertujuan mengambil pasar pedagang tradisional ataupun pelaku usaha ritel.
Sebaliknya, pemerintah ingin menghadirkan solusi ketika harga kebutuhan pokok mengalami kenaikan yang berpotensi menekan daya beli masyarakat.
“Warung Besti hadir sebagai mitra kolaborasi pemerintah daerah untuk melakukan intervensi pasar saat terjadi gejolak harga bahan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, dan telur. Kehadiran pemerintah adalah untuk memberikan solusi nyata dengan menyediakan sembako berkualitas dengan harga terjangkau bagi masyarakat,” jelasnya.
Kolaborasi Jadi Kunci Penguatan Ekonomi Daerah
Wali Kota Banjar menilai keberhasilan pembangunan ekonomi tidak dapat dicapai hanya oleh pemerintah.
Karena itu, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat sinergi agar manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat.
Menurutnya, dunia usaha, lembaga keuangan, akademisi, organisasi masyarakat, hingga media memiliki peran penting dalam menciptakan ekosistem ekonomi yang sehat.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mempercepat pertumbuhan usaha mikro sekaligus menjaga stabilitas ekonomi daerah di tengah berbagai tantangan.
Apresiasi untuk Seluruh Mitra Program
Pada kesempatan yang sama, Sudarsono menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kedua program tersebut.
Ucapan terima kasih diberikan kepada Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Kota Banjar, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Bank Indonesia, Bank BJB, serta berbagai pihak yang terlibat sejak tahap perencanaan hingga peluncuran.
Menurutnya, sinergi yang terbangun menjadi modal penting untuk memastikan program berjalan secara efektif dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, Pemerintah Kota Banjar berharap UMKM semakin berkembang, lapangan kerja bertambah, dan daya beli masyarakat tetap terjaga.
Dua Program, Satu Tujuan Besar
Peluncuran Bumi Masagi dan Warung Besti menunjukkan bahwa strategi pembangunan ekonomi daerah tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga pada perlindungan masyarakat dari tekanan ekonomi.
Di satu sisi, pelaku usaha memperoleh tambahan modal untuk berkembang. Di sisi lain, masyarakat mendapatkan akses terhadap kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terkendali saat pasar bergejolak.
Melalui pendekatan tersebut, Pemerintah Kota Banjar ingin membangun fondasi ekonomi yang tidak hanya tumbuh, tetapi juga tangguh dan mampu menghadapi perubahan kondisi pasar.
Ekonomi daerah akan tumbuh lebih kuat ketika pelaku usaha diberi kesempatan berkembang dan masyarakat memperoleh perlindungan terhadap gejolak harga. Kolaborasi yang konsisten hari ini menjadi investasi terbaik untuk kesejahteraan Banjar di masa depan. (GZ)
- Penulis: redaktur



Saat ini belum ada komentar