Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Razia Lapas Banjar Temukan 3 HP, 30 Orang Jalani Tes Urine

Razia Lapas Banjar Temukan 3 HP, 30 Orang Jalani Tes Urine

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
  • visibility 36
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

AlbadarPost.com, BERITA DAERAH — Razia Lapas Banjar digelar untuk memperkuat pengawasan terhadap barang larangan dan potensi gangguan keamanan di lingkungan pemasyarakatan. Dalam penggeledahan gabungan pada Kamis (17/9/2026), petugas menemukan tiga unit handphone, satu modem, dua rokok elektrik, serta sejumlah barang lainnya.

Selain penggeledahan, 30 orang yang terdiri atas 15 petugas dan 15 warga binaan menjalani tes urine. Berdasarkan informasi yang dirilis Lapas Banjar, hasil pemeriksaan tersebut dinyatakan negatif penyalahgunaan narkoba.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Lapas Banjar dalam mewujudkan Zero Halinar, yaitu upaya menjaga lingkungan pemasyarakatan dari handphone, pungutan liar, dan narkoba.

Razia Lapas Banjar Libatkan TNI, Polri, BNN dan Brimob

Razia Lapas Banjar berlangsung pada pukul 12.00 hingga 15.00 WIB. Kegiatan dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Banjar Tutut Prasetyo, dengan melibatkan jajaran petugas pemasyarakatan serta unsur TNI, Polri, BNNK Ciamis, dan Brimob Batalyon D Pelopor Satbrimob Polda Jawa Barat.

Menurut keterangan Lapas Banjar, kegiatan diawali apel persiapan dan penyampaian teknis pelaksanaan penggeledahan.

Petugas kemudian menyasar kamar hunian warga binaan. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari deteksi dini dan pencegahan gangguan keamanan serta ketertiban di lingkungan lapas.

Kegiatan itu juga dikaitkan dengan penguatan upaya Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

3 HP dan Sejumlah Barang Larangan Ditemukan

Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan sejumlah barang yang menurut keterangan Lapas Banjar termasuk barang larangan di lingkungan pemasyarakatan.

Barang tersebut meliputi tiga unit handphone, satu modem, dua rokok elektrik, korek gas, cutter, paku, kabel, terminal listrik, pemanas air, serta sejumlah barang lainnya.

Lapas Banjar menyatakan seluruh barang hasil penggeledahan kemudian diinventarisasi, didata, dan diamankan untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.

Namun, materi yang dirilis Lapas Banjar tidak menyebutkan siapa pemilik atau pihak yang bertanggung jawab atas barang-barang tersebut.

Karena itu, temuan tiga handphone dan barang lainnya tidak dapat secara otomatis dikaitkan dengan individu tertentu. AlbadarPost juga tidak menyimpulkan adanya kepemilikan atau pelanggaran pidana oleh pihak tertentu berdasarkan temuan tersebut.

Pemisahan antara fakta temuan barang dan dugaan kepemilikan menjadi penting agar pemberitaan tidak melampaui informasi yang tersedia.

30 Orang Jalani Tes Urine

Selain razia, Lapas Banjar melaksanakan tes urine terhadap 30 orang.

Peserta terdiri atas 15 petugas dan 15 warga binaan.

Berdasarkan keterangan Lapas Banjar, hasil pemeriksaan terhadap seluruh peserta dinyatakan negatif penyalahgunaan narkoba.

Tes urine tersebut menjadi bagian dari upaya deteksi dini dan pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan pemasyarakatan.

Dengan demikian, temuan tiga handphone dan barang lainnya perlu dibedakan dari hasil tes urine. Materi Lapas Banjar yang menjadi dasar pemberitaan ini tidak menyebut adanya temuan narkoba dalam penggeledahan.

Tutut Prasetyo: Zero Halinar Harus Dijaga Konsisten

Kepala Lapas Banjar Tutut Prasetyo menegaskan bahwa upaya mewujudkan Zero Halinar membutuhkan komitmen dan pengawasan yang dilakukan secara konsisten.

“Zero Halinar merupakan komitmen bersama yang harus terus dijaga,” ujar Tutut dalam keterangan yang dirilis Lapas Banjar.

Menurutnya, penggeledahan dan tes urine menjadi langkah konkret untuk memastikan lingkungan Lapas Banjar terbebas dari handphone ilegal, pungutan liar, dan narkoba.

Lapas Banjar juga menyatakan akan terus memperkuat sinergi dengan TNI, Polri, BNN, dan Brimob dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

Kolaborasi lintas instansi tersebut menjadi bagian dari upaya deteksi dini serta pencegahan gangguan keamanan secara berkelanjutan.

Pengawasan Menjadi Kunci Zero Halinar

Razia Lapas Banjar kali ini memperlihatkan dua pendekatan pengawasan sekaligus. Pertama, penggeledahan untuk menemukan dan mengamankan barang yang dilarang berada di lingkungan lapas. Kedua, tes urine untuk mendeteksi kemungkinan penyalahgunaan narkoba.

Temuan tiga handphone, modem, rokok elektrik, dan sejumlah barang lainnya menjadi catatan dari pelaksanaan penggeledahan. Sementara itu, hasil tes urine yang menurut keterangan Lapas Banjar dinyatakan negatif menjadi bagian lain dari laporan kegiatan.

Tantangan berikutnya adalah menjaga agar pengawasan tetap berjalan setelah kegiatan razia selesai.

Sebab, penggeledahan dapat menemukan barang yang telah berada di dalam lingkungan lapas, sedangkan pencegahan membutuhkan pengawasan yang konsisten untuk mempersempit peluang terjadinya pelanggaran.

Lapas Banjar menyatakan kegiatan tersebut sebagai bagian dari penguatan deteksi dini, pencegahan, dan penindakan terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban.

Razia menemukan barang. Tes urine menguji kondisi. Namun, konsistensi pengawasan menjadi bagian penting dalam menjaga komitmen Zero Halinar. (Red)

  • Penulis: redaktur
expand_less