Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Fabiayyi Ala Irobbikuma Tukadziban: Teguran Langit yang Terus Menggema

Fabiayyi Ala Irobbikuma Tukadziban: Teguran Langit yang Terus Menggema

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
  • visibility 179
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, OPINI – Langit seakan tidak pernah lelah menyapa kesadaran manusia. Dalam Surah Ar-Rahman, Allah SWT tidak hanya menyebut nikmat-Nya, tetapi menghadirkannya satu per satu, lalu mengajukan pertanyaan yang sama, berulang hingga 31 kali: “Fabiayyi ala irobbikuma tukadziban?” Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

Pertanyaan itu tidak ditujukan pada satu zaman, tidak pula terikat satu bangsa. Ia melintasi abad, menembus batas bahasa, dan menyapa dua makhluk berakal: manusia dan jin. Setiap pengulangan bukanlah gema kosong. Sebaliknya, ia adalah ketukan lembut sekaligus tegas agar hati tidak tertidur dalam kelalaian yang berkepanjangan.

Ketika Al-Qur’an Bertanya, Hati Manusia Menjawab

Surah Ar-Rahman membuka ayat-ayatnya dengan rahmat. Allah memperkenalkan diri-Nya sebagai Ar-Rahman, lalu menyebut penciptaan manusia dan anugerah kemampuan berbicara. Setelah itu, alam semesta dihamparkan sebagai saksi: matahari dan bulan yang beredar teratur, tumbuhan yang tumbuh tunduk, lautan yang mengalirkan kehidupan, hingga keseimbangan kosmik yang menenangkan jiwa.

Di antara bentangan nikmat itu, pertanyaan ilahi terus hadir. Seakan Allah berbisik pada nurani manusia, “Jika semua ini Aku sediakan untukmu, lalu apa yang masih pantas kau sangkal?”

Para mufasir menegaskan bahwa pengulangan ayat ini berfungsi sebagai taqrîr: penegasan makna agar kesadaran tumbuh perlahan namun menetap. Imam Al-Qurthubi menyebutnya sebagai upaya menanamkan rasa malu spiritual: malu karena nikmat begitu melimpah, sementara syukur sering tertunda oleh kesibukan dunia.

Rasulullah ﷺ bahkan mencontohkan adab saat ayat ini dibacakan. Dalam hadis riwayat Tirmidzi, beliau menceritakan bahwa para jin menjawab setiap pengulangan ayat tersebut dengan kalimat:
“Laa bisyai-in min ni’amika rabbanaa nukadzdzibu fa lakal hamdu.”
Tidak satu pun nikmat-Mu kami dustakan, wahai Tuhan kami. Bagi-Mu segala puji.

Jawaban itu mencerminkan kesadaran dan ketundukan. Sementara itu, manusia kerap terdiam atau justru sibuk mengeluh.

Syukur yang Menghidupkan Jiwa, Kufur yang Menggerogoti Nikmat

Dalam Islam, syukur tidak berhenti pada ucapan alhamdulillah. Syukur hidup di hati yang sadar, di lisan yang jujur, dan di perbuatan yang lurus. Ibnu Qayyim Al-Jauziyah menjelaskan bahwa syukur menjaga nikmat agar tetap tinggal, sedangkan kufur mempercepat kepergiannya.

Ketika kesehatan digunakan untuk kebaikan, ilmu untuk kemaslahatan, dan harta untuk menolong sesama, manusia sedang menjawab pertanyaan Surah Ar-Rahman dengan amal nyata. Namun sebaliknya, saat nikmat berubah menjadi alasan untuk sombong, lalai, dan bermaksiat, ayat ini menjelma teguran yang perlahan mengikis ketenangan batin.

Allah SWT menegaskan hukum spiritual ini dalam firman-Nya:
“Jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmat kepadamu.” (QS. Ibrahim: 7).
Ayat ini saling menguatkan dengan Surah Ar-Rahman. Syukur memperluas nikmat, sementara kufur menyempitkannya, bahkan sebelum nikmat itu benar-benar pergi.

Di zaman modern, nikmat sering hadir dalam bentuk yang luput disadari: waktu luang yang singkat, udara yang masih bisa dihirup, keluarga yang menemani, bahkan kemampuan untuk merenung. Karena itu, Surah Ar-Rahman mengajak manusia berhenti sejenak, lalu menghitung bukan menuntut.

Pada akhirnya, “Fabiayyi ala irobbikuma tukadziban” bukan sekadar ayat untuk dibaca. Ia adalah cermin yang jujur. Setiap kali ayat itu terdengar, hati semestinya bertanya balik: sudahkah aku mensyukuri nikmat ini hari ini?

Jika jawaban itu belum juga jernih, Al-Qur’an kembali mengulang pertanyaannya. Bukan karena Allah lupa, melainkan karena manusia hari ini lebih sering mengeluh daripada bersyukur.

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

Penulis: Diki Samani (Pemimpin Redaksi AlbadarPost, Direktur Albadar Institute)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perjanjian penitipan parkir

    Perspektif: Ketika Kendaraan Diparkir, Hak Warga Ikut Dititipkan

    • calendar_month Kamis, 1 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 207
    • 0Komentar

    Putusan MA menegaskan parkir adalah perjanjian penitipan, pengelola wajib bertanggung jawab atas kehilangan kendaraan. albadarpost.com, PERSPEKTIF – Bagi banyak warga, memarkir kendaraan adalah rutinitas paling biasa. Datang, ambil karcis, kunci ditinggal, lalu masuk ke pusat aktivitas. Tidak ada negosiasi. Tidak ada pilihan. Kepercayaan diberikan begitu saja. Karena itu, ketika kendaraan hilang di area parkir, rasa […]

  • Lensa: Membaca Fakta, Mengungkap Realita

    Lensa: Membaca Fakta, Mengungkap Realita

    • calendar_month Kamis, 18 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 98
    • 0Komentar

    albadarpost.com – LENSA. Rubrik Lensa di albadarpost.com adalah ruang yang menajamkan pandangan kita terhadap kenyataan. Nama “Lensa” dipilih karena kami percaya data, riset, dan angka bukanlah deretan simbol kaku, melainkan jendela untuk memahami realita sosial yang kerap disembunyikan. Melalui Lensa, kami ingin memperlihatkan apa yang sering tak terlihat: ketimpangan, kesenjangan, dan potret kehidupan rakyat yang […]

  • Truk BBM Terbakar Cianjur

    Truk BBM Terbakar, Jalur Cianjur Sukabumi Lumpuh

    • calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 56
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Truk BBM terbakar Cianjur memicu kepanikan warga di Jalan Raya Sukabumi, Kecamatan Warungkondang, Kabupaten Cianjur, Senin (6/7/2026) petang. Kebakaran truk tangki BBM terbakar yang mengangkut sekitar 24.000 liter bahan bakar minyak itu membuat arus lalu lintas di jalur penghubung Cianjur-Sukabumi lumpuh total selama proses penanganan berlangsung. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam […]

  • Peserta PBBAB Pingsan

    Lomba PBBAB Memanas, Peserta SMP Berjatuhan Usai Tampil di Dalam GOR

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 129
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Ajang Pawai Baris Berbaris Anak Bangsa atau PBBAB Tasikmalaya yang baru pertama kali masuk rangkaian Kejurcab mendadak menjadi sorotan. Bukan hanya karena antusiasme peserta, tetapi juga karena insiden tiga peserta SMP yang pingsan seusai tampil di dalam GOR Susi Susanti, Sabtu (16/5/2026). Peristiwa peserta PBBAB pingsan langsung memancing perhatian orang tua […]

  • CPNS 2025

    CPNS Lulusan SMA dan SMK Masih Dibutuhkan, Ini Formasi dan Instansi yang Buka Lowongan 2025

    • calendar_month Sabtu, 1 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 142
    • 0Komentar

    CPNS 2025 siapkan formasi bagi lulusan SMA dan SMK di 16 kementerian dan lembaga strategis Indonesia. Lulusan SMA dan SMK Kini Punya Peluang Besar Jadi ASN albadarpost.com, HUMANIORA – Menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tetap menjadi impian bagi banyak orang di Indonesia. Selama ini, profesi sebagai aparatur sipil negara identik dengan lulusan perguruan tinggi. […]

  • penolakan geothermal Cianjur

    Warga Cianjur Tagih Janji Bupati Tolak Geothermal di Kaki Gunung Gede

    • calendar_month Rabu, 10 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 206
    • 0Komentar

    Warga Cianjur menagih janji Bupati untuk menolak geothermal di kaki Gunung Gede yang dinilai mengancam lingkungan. albadarpost.com, LENSA – Ratusan warga dari berbagai kecamatan di lereng Gunung Gede-Pangrango, Cianjur, mendatangi Kantor Bupati Cianjur untuk menagih janji kepala daerah terkait penolakan geothermal Cianjur. Aksi yang berlangsung pada Rabu itu menjadi gelombang tuntutan terbaru atas pembangunan proyek […]

expand_less