Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Janji Allah di Jalan Syukur

Janji Allah di Jalan Syukur

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
  • visibility 262
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, OPINI – Ada ayat yang tidak turun untuk diperdebatkan, melainkan untuk direnungkan. Ia tidak menggedor telinga, tetapi mengetuk hati. Surat Ibrahim ayat 7 adalah salah satunya. Sebuah pengumuman dari langit yang tidak memaksa, tetapi mengundang kesadaran terdalam manusia.

“Jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmat kepadamu. Namun jika kamu mengingkari, sungguh azab-Ku sangat keras.”

Kalimat ini seperti cermin. Ia tidak bertanya seberapa banyak yang kita miliki, tetapi seberapa dalam kita menyadari. Di hadapan ayat ini, manusia diajak berhenti sejenak, mengendapkan riuh dunia, lalu menengok ke dalam.

Syukur yang Hidup di Dalam Hati

Dalam jalan para sufi, syukur bukanlah reaksi sesaat, melainkan maqam: sebuah kedudukan ruhani. Imam Al-Junaid menyebut syukur sebagai kemampuan melihat Pemberi di balik setiap pemberian. Karena itu, syukur tidak lahir dari banyaknya nikmat, tetapi dari beningnya pandangan hati.

Baca juga: Harga Beras Naik, Zakat Fitrah Menyesuaikan? Ini Penjelasan Baznas RI

Syukur sejati tidak selalu berbunyi. Ia hadir dalam diam yang sadar. Ia tumbuh ketika hati tidak lagi sibuk menghitung kekurangan, tetapi mulai mengenali kecukupan. Maka, orang yang bersyukur bukan yang paling kaya, melainkan yang paling tenang.

Al-Ghazali menjelaskan bahwa syukur memiliki tiga lapis: pengetahuan (ma’rifah), keadaan hati (hal), dan perbuatan (‘amal). Ketika ketiganya bertaut, syukur menjadi hidup. Namun ketika salah satunya hilang, syukur berubah menjadi kebiasaan kosong.

Janji Allah dan Rahasia Penambahan

Allah menjanjikan tambahan nikmat bagi mereka yang bersyukur. Namun para ‘Arifin memahami, tambahan itu sering datang dengan cara yang tidak terduga. Ia tidak selalu menambah apa yang tampak, tetapi memperluas apa yang terasa.

Ibnu ‘Athaillah dalam Al-Hikam menulis, “Barang siapa tidak mensyukuri nikmat yang ada, ia akan kehilangan nikmat yang akan datang.” Kalimat ini bukan ancaman, melainkan hukum ruhani. Nikmat bertahan bukan karena dijaga tangan, tetapi karena dirawat hati.

Rasulullah SAW mengajarkan syukur melalui hidupnya. Dalam hadis riwayat Aisyah RA, Nabi tetap shalat malam hingga kakinya bengkak. Ketika ditanya mengapa bersusah payah padahal dosanya diampuni, beliau menjawab, “Tidakkah aku ingin menjadi hamba yang bersyukur?”

Syukur, dalam hal ini, bukan balasan atas nikmat, tetapi cara mencintai Allah.

Kufur Nikmat: Lupa yang Menggelapkan

Kufur nikmat tidak selalu berbentuk penolakan terang-terangan. Ia sering hadir sebagai lupa. Lupa bahwa sehat adalah karunia. Lupa bahwa waktu adalah amanah. Lupa bahwa keberhasilan adalah titipan.

Para sufi menyebut lupa sebagai hijab paling halus. Ia tidak menyakitkan, tetapi menggelapkan. Dari lupa, lahir kelalaian. Dari kelalaian, tumbuh kesombongan. Maka, azab yang disebutkan dalam ayat sering kali datang sebagai kehilangan makna, bukan semata musibah.

Baca juga: Singapura Tancap Gas Menuju Target Wisata 2026

Ketika nikmat tidak lagi mendekatkan kepada Allah, saat itulah nikmat berubah menjadi ujian terberat.

Menjadikan Syukur sebagai Jalan Pulang

Syukur bukan tujuan akhir. Ia adalah jalan pulang. Jalan yang mengantar manusia kembali mengenali dirinya sebagai hamba, bukan pemilik. Dalam syukur, manusia berhenti menuntut dunia, lalu mulai merawat amanah.

Di tengah zaman yang mendorong manusia untuk selalu lebih, syukur mengajarkan cukup. Di saat dunia mengukur nilai dari pencapaian, syukur menimbang dengan ketulusan. Maka, syukur menjadi bentuk perlawanan paling lembut terhadap keserakahan.

Surat Ibrahim ayat 7 tidak sekadar menjanjikan penambahan nikmat. Ia mengajarkan cara hidup. Jika syukur tumbuh, hati lapang. Jika hati lapang, hidup bercahaya.

Dan barangkali, itulah nikmat terbesar yang sering luput kita syukuri.

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

Penulis: Diki Samani (Direktur Albadar Institute, Pemimpin Redaksi AlbadarPost)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • kontes bonsai Tasikmalaya

    Kontes Bonsai Tasik Meledak, Harga Tanaman Tembus Fantastis

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 164
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kontes bonsai Tasikmalaya berubah jadi magnet nasional ketika 548 bonsai memenuhi area parkir Asia Plaza, Sabtu (25/4/2026). Ajang pameran bonsai nasional ini tidak hanya menghadirkan ratusan peserta, tetapi juga menegaskan posisi Tasikmalaya dalam peta event bonsai nasional dan geliat bonsai Indonesia. Area parkir yang biasanya dipadati kendaraan kini berubah seperti galeri […]

  • Hijab Hati

    Hijab Hati, Penghalang yang Tak Terlihat tetapi Sangat Nyata

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 153
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Ironinya bukan Allah yang jauh dari manusia. Justru manusialah yang perlahan menjauh dari Allah sambil merasa dirinya semakin dekat. Di situlah hijab hati, penghalang mengenal Allah, bekerja tanpa suara. Hati yang tertutup oleh kesombongan, penyakit hati, dan kecintaan berlebihan kepada dunia membuat cahaya iman terasa redup. Padahal Allah tidak pernah meninggalkan hamba-Nya, […]

  • Wakil Bupati Tasikmalaya menghadiri rapat koordinasi perlindungan LP2B dan lahan sawah produktif di Jakarta.

    87 Persen Lahan Sawah Masuk LP2B, Tasikmalaya Perkuat Ketahanan Pangan

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 153
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya mulai memperkuat pembahasan terkait LP2B Tasikmalaya atau Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan sebagai langkah menjaga ketahanan pangan daerah. Isu perlindungan lahan sawah produktif menjadi perhatian serius di tengah meningkatnya tekanan alih fungsi lahan untuk permukiman dan pembangunan infrastruktur. Pembahasan mengenai lahan baku sawah Tasikmalaya itu mengemuka dalam Rapat Koordinasi […]

  • Panduan hukum keluarga

    Istri Gugat Cerai, Ini Batasan dan Tujuannya Dalam Islam

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 232
    • 0Komentar

    Islam memberi hak istri menggugat cerai dengan alasan sah. Perceraian menjadi solusi terakhir demi keadilan keluarga. albadarpost.com, HUMANIORA – Perceraian sering dipandang sebagai kegagalan dalam rumah tangga. Namun dalam Islam, perceraian memiliki posisi sebagai jalan terakhir ketika tujuan pernikahan tidak lagi tercapai. Islam tidak hanya memberi hak talak kepada suami, tetapi juga memberi hak yang […]

  • Prediksi Borneo vs Persebaya

    Prediksi Skor Borneo vs Persebaya 7 Maret 2026: Tuan Rumah Lebih Tajam?

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 190
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Prediksi Borneo vs Persebaya menjadi sorotan jelang duel panas Liga Indonesia. Laga Borneo FC vs Persebaya Surabaya akan berlangsung di Stadion Batakan, Balikpapan. Selain itu, pertandingan ini mempertemukan dua tim papan atas yang sedang bersaing menjaga posisi klasemen. Pertemuan Borneo vs Persebaya selalu menghadirkan tensi tinggi. Kedua klub memiliki gaya bermain […]

  • Judi Bola Menurut Islam

    Prediksi Skor Piala Dunia, Bolehkah Menurut Syariat?

    • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 150
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Judi bola menurut Islam kembali menjadi topik yang ramai diperbincangkan seiring berlangsungnya Piala Dunia 2026. Bersamaan dengan euforia sepak bola terbesar di dunia tersebut, aktivitas taruhan olahraga, prediksi skor berhadiah, hingga permainan fantasy league ikut menjadi bahan obrolan di berbagai tempat. Karena itu, tidak sedikit orang yang bertanya, apakah semua bentuk hiburan […]

expand_less