Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Saat Amal Tak Lagi Dirindukan dan Dosa Tak Lagi Disesali

Saat Amal Tak Lagi Dirindukan dan Dosa Tak Lagi Disesali

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
  • visibility 160
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, LIFESTYLE Hati manusia hidup bukan karena detaknya, melainkan karena rasa. Selama hati masih mampu merindu pada kebaikan dan bergetar saat jatuh dalam dosa, selama itu pula iman masih bernapas di dalam dada. Namun ketika rasa itu menghilang, di situlah para ulama memberi peringatan paling sunyi dan paling menakutkan: hati mulai mati.

Syekh Athaillah As-Sakandari, seorang sufi besar, mengingatkan umat dalam Kitab Al-Hikam. Beliau berkata bahwa sebagian tanda matinya hati ialah ketika seseorang tidak lagi merasa sedih karena tertinggal dari perbuatan baik dan kewajiban. Lebih dari itu, ia juga tidak merasa menyesal saat melanggar larangan Allah.

Peringatan ini tidak datang dalam bentuk ancaman keras. Ia hadir sebagai bisikan lembut, namun menusuk ke dalam relung jiwa.

Baca juga: Bismillah dalam Aktivitas Harian

Ketika Kebaikan Tak Lagi Membuat Gelisah

Dahulu, hati mudah bergetar hanya karena satu rakaat yang tertinggal. Satu sedekah yang tak sempat dilakukan mampu membuat dada terasa sempit. Kini, banyak yang melewati hari tanpa amal, tanpa rasa kehilangan.

Bukan karena hidup terlalu sibuk, melainkan karena hati kehilangan kepekaannya. Kebaikan tidak lagi dirindukan. Kewajiban terasa seperti beban, bukan panggilan cinta. Padahal, kerinduan kepada amal adalah tanda bahwa hati masih hidup dan terhubung dengan Tuhannya.

Syekh Athaillah tidak sedang menghakimi. Ia sedang mengajak kita bercermin. Apakah kita masih merasa sedih ketika melewatkan kebaikan? Atau kita justru merasa biasa saja?

Dosa yang Tak Lagi Menghadirkan Penyesalan

Lebih berbahaya dari meninggalkan kebaikan adalah melakukan dosa tanpa rasa bersalah. Dosa yang diiringi penyesalan masih membuka pintu taubat. Namun dosa yang terasa biasa menandakan hati yang mengeras.

Rasulullah SAW pernah bersabda, “Siapa yang merasa senang oleh amal kebaikannya dan merasa sedih menyesal atas perbuatan dosanya, maka ia adalah seorang mukmin yang sejati.” Hadis yang diriwayatkan oleh At-Thabarani ini menegaskan bahwa iman hidup melalui rasa.

Mukmin sejati bukanlah mereka yang tak pernah salah. Mukmin sejati adalah mereka yang hatinya terluka saat jatuh dalam dosa dan merasa bahagia ketika mampu berbuat baik.

Antara Mati dan Hidupnya Sebuah Hati

Hati tidak mati secara tiba-tiba. Ia mati perlahan. Diawali dengan menunda kebaikan, lalu terbiasa. Dilanjutkan dengan melakukan dosa kecil, lalu merasa wajar. Hingga akhirnya, rasa takut dan penyesalan menghilang tanpa disadari.

Baca juga: Jurusan Favorit Tapi Sulit Dapat Kerja, Ini Tips Menentukan Masa Depan

Namun kabar baiknya, hati juga bisa hidup kembali. Selama masih ada rasa gelisah ketika membaca peringatan ini, selama dada masih terasa sesak saat mengingat dosa, di situlah harapan tetap menyala.

Allah tidak pernah menutup pintu bagi hamba-Nya yang ingin kembali.

Menghidupkan Kembali Hati yang Lelah

Menghidupkan hati tidak selalu membutuhkan perubahan besar. Ia dimulai dari langkah kecil yang jujur. Mengakui kelalaian. Menangisi dosa dalam doa yang sunyi. Memaksa diri kembali pada kebaikan meski terasa berat.

Hati yang hidup akan kembali peka. Ia akan menangis karena dosa dan bersyukur atas kesempatan beramal. Ia akan merasa takut jauh dari Allah, namun tenang ketika mendekat kepada-Nya.

Dalam dunia yang bising dan penuh distraksi, menjaga hidupnya hati menjadi perjuangan paling sunyi. Namun justru di sanalah iman menemukan maknanya.

Karena pada akhirnya, yang Allah nilai bukan seberapa banyak amal kita, melainkan apakah hati kita masih hidup ketika melangkah kepada-Nya. (ARR)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polisi Peduli Tasikmalaya

    Polisi Tasikmalaya Beli Al-Qur’an Pakai Gaji Sendiri, Warga Terharu

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 118
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Polisi Peduli di Kabupaten Tasikmalaya mendadak jadi perhatian warga setelah seorang anggota Bhabinkamtibmas di Kecamatan Tanjungjaya melakukan aksi yang jarang terjadi di lapangan. Seorang polisi turun langsung membawa kitab dan Al-Qur’an untuk santri, bahkan seluruhnya dibeli menggunakan uang pribadinya. Aksi Polisi Peduli Tasikmalaya yang dilakukan Aipda Arif Rachman ini berlangsung di […]

  • Seseorang duduk sendirian di tengah kesibukan kota sambil merenung tentang ketenangan hati menurut hadis Nabi.

    Hadis Nabi tentang Sibuk Dunia, Tapi Hati Tidak Pernah Tenang

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 149
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Pagi dimulai dengan notifikasi. Siang dipenuhi target. Malam masih sibuk memikirkan pekerjaan yang belum selesai. Banyak orang hari ini terlihat produktif, aktif, bahkan sukses di mata orang lain. Namun diam-diam, hati terasa lelah dan sulit tenang. Dalam Islam, keadaan seperti itu ternyata pernah disinggung Rasulullah SAW melalui hadis tentang sibuk dunia dan […]

  • Mahasiswa mengikuti peluncuran Satgas PPKPT di aula Universitas Islam Tasikmalaya untuk pencegahan kekerasan kampus.

    Unitas Ingin Mahasiswanya Merasa Aman, Bukan Sekadar Pintar

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 129
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Tidak semua mahasiswa datang ke kampus hanya membawa buku dan mimpi. Sebagian membawa kecemasan. Sebagian lain membawa rasa takut untuk dianggap berbeda, takut dibully, atau takut suaranya tidak didengar ketika mengalami kekerasan. Karena itu, ketika Universitas Islam Tasikmalaya (Unitas) resmi membentuk Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi atau Satgas PPKPT […]

  • Youri Tielemans

    Youri Tielemans Antar Belgia Lolos Dramatis ke 16 Besar

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 47
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Youri Tielemans menjadi sosok sentral saat Belgia mengalahkan Senegal 3-2 pada babak 32 besar Piala Dunia FIFA 2026 di Seattle Stadium, Rabu (1/7) waktu setempat. Kapten Belgia mencetak dua gol penting yang mengantarkan Red Devils membalikkan ketertinggalan dua gol sekaligus memastikan langkah ke babak 16 besar. Seusai laga, kapten Belgia itu […]

  • penebangan ilegal hutan

    Perkara Penebangan Ilegal Hutan: Apa Arti Putusan MA bagi Warga

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 159
    • 0Komentar

    Perspektif: Putusan MA soal penebangan ilegal hutan menguji konsistensi negara melindungi lingkungan dan kepentingan publik. albadarpost.com, PERSPEKTIF – Putusan Mahkamah Agung yang memenjarakan pelaku penebangan ilegal di kawasan hutan lindung kembali menempatkan hukum kehutanan pada titik krusial: seberapa jauh negara konsisten melindungi hutan dari ekspansi perkebunan. Perkara ini penting bukan hanya karena ada vonis pidana, […]

  • pembunuhan lansia

    Pembunuhan Lansia di Cirebon: Pelaku Lampung Beraksi Lintas Daerah

    • calendar_month Sabtu, 29 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Pembunuhan lansia di Cirebon ungkap modus kejahatan lintas daerah, polisi buru satu pelaku lagi. albadarpost.com, LENSA – Polisi kembali membuka tabir kejahatan jalanan yang menarget warga rentan. Dua pria asal Lampung ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan lansia setelah mayat seorang perempuan ditemukan di jalur Pantura Arjawinangun, Kabupaten Cirebon. Kasus ini menimbulkan pertanyaan tentang pola migrasi kriminal […]

expand_less