Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Saat Amal Tak Lagi Dirindukan dan Dosa Tak Lagi Disesali

Saat Amal Tak Lagi Dirindukan dan Dosa Tak Lagi Disesali

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
  • visibility 218
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, LIFESTYLE Hati manusia hidup bukan karena detaknya, melainkan karena rasa. Selama hati masih mampu merindu pada kebaikan dan bergetar saat jatuh dalam dosa, selama itu pula iman masih bernapas di dalam dada. Namun ketika rasa itu menghilang, di situlah para ulama memberi peringatan paling sunyi dan paling menakutkan: hati mulai mati.

Syekh Athaillah As-Sakandari, seorang sufi besar, mengingatkan umat dalam Kitab Al-Hikam. Beliau berkata bahwa sebagian tanda matinya hati ialah ketika seseorang tidak lagi merasa sedih karena tertinggal dari perbuatan baik dan kewajiban. Lebih dari itu, ia juga tidak merasa menyesal saat melanggar larangan Allah.

Peringatan ini tidak datang dalam bentuk ancaman keras. Ia hadir sebagai bisikan lembut, namun menusuk ke dalam relung jiwa.

Baca juga: Bismillah dalam Aktivitas Harian

Ketika Kebaikan Tak Lagi Membuat Gelisah

Dahulu, hati mudah bergetar hanya karena satu rakaat yang tertinggal. Satu sedekah yang tak sempat dilakukan mampu membuat dada terasa sempit. Kini, banyak yang melewati hari tanpa amal, tanpa rasa kehilangan.

Bukan karena hidup terlalu sibuk, melainkan karena hati kehilangan kepekaannya. Kebaikan tidak lagi dirindukan. Kewajiban terasa seperti beban, bukan panggilan cinta. Padahal, kerinduan kepada amal adalah tanda bahwa hati masih hidup dan terhubung dengan Tuhannya.

Syekh Athaillah tidak sedang menghakimi. Ia sedang mengajak kita bercermin. Apakah kita masih merasa sedih ketika melewatkan kebaikan? Atau kita justru merasa biasa saja?

Dosa yang Tak Lagi Menghadirkan Penyesalan

Lebih berbahaya dari meninggalkan kebaikan adalah melakukan dosa tanpa rasa bersalah. Dosa yang diiringi penyesalan masih membuka pintu taubat. Namun dosa yang terasa biasa menandakan hati yang mengeras.

Rasulullah SAW pernah bersabda, “Siapa yang merasa senang oleh amal kebaikannya dan merasa sedih menyesal atas perbuatan dosanya, maka ia adalah seorang mukmin yang sejati.” Hadis yang diriwayatkan oleh At-Thabarani ini menegaskan bahwa iman hidup melalui rasa.

Mukmin sejati bukanlah mereka yang tak pernah salah. Mukmin sejati adalah mereka yang hatinya terluka saat jatuh dalam dosa dan merasa bahagia ketika mampu berbuat baik.

Antara Mati dan Hidupnya Sebuah Hati

Hati tidak mati secara tiba-tiba. Ia mati perlahan. Diawali dengan menunda kebaikan, lalu terbiasa. Dilanjutkan dengan melakukan dosa kecil, lalu merasa wajar. Hingga akhirnya, rasa takut dan penyesalan menghilang tanpa disadari.

Baca juga: Jurusan Favorit Tapi Sulit Dapat Kerja, Ini Tips Menentukan Masa Depan

Namun kabar baiknya, hati juga bisa hidup kembali. Selama masih ada rasa gelisah ketika membaca peringatan ini, selama dada masih terasa sesak saat mengingat dosa, di situlah harapan tetap menyala.

Allah tidak pernah menutup pintu bagi hamba-Nya yang ingin kembali.

Menghidupkan Kembali Hati yang Lelah

Menghidupkan hati tidak selalu membutuhkan perubahan besar. Ia dimulai dari langkah kecil yang jujur. Mengakui kelalaian. Menangisi dosa dalam doa yang sunyi. Memaksa diri kembali pada kebaikan meski terasa berat.

Hati yang hidup akan kembali peka. Ia akan menangis karena dosa dan bersyukur atas kesempatan beramal. Ia akan merasa takut jauh dari Allah, namun tenang ketika mendekat kepada-Nya.

Dalam dunia yang bising dan penuh distraksi, menjaga hidupnya hati menjadi perjuangan paling sunyi. Namun justru di sanalah iman menemukan maknanya.

Karena pada akhirnya, yang Allah nilai bukan seberapa banyak amal kita, melainkan apakah hati kita masih hidup ketika melangkah kepada-Nya. (ARR)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Program Lebaran Bersayap SWAKKA membagikan hadiah lebaran untuk anak yatim piatu tidak mampu melalui sistem Kupon Digital transparan.

    Lebaran Bersayap SWAKKA: Hadiah Lebaran untuk Anak Yatim Piatu

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 188
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Lebaran Bersayap SWAKKA hadir sebagai gerakan sosial Ramadan yang menguatkan semangat berbagi untuk anak yatim piatu tidak mampu. Program donasi yatim ini menjadi wujud nyata kepedulian di bulan suci. Melalui sistem Kupon Digital SWAKKA, gerakan ini memastikan transparansi sekaligus menghadirkan hadiah lebaran yang benar-benar dibutuhkan setiap anak. Ramadan selalu menghadirkan dua rasa […]

  • RSUD KHZ Mustofa

    Naik Kelas Jadi Tipe B, RSUD KHZ Mustofa Tetap Utamakan Warga Tasikmalaya

    • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 207
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Rencana peningkatan status RSUD KHZ Mustofa dari rumah sakit tipe C menjadi tipe B mendapat dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya. Namun di balik target besar tersebut, Bupati Tasikmalaya Dr. Cecep Nurul Yakin mengingatkan satu hal penting: jangan sampai warga Tasikmalaya sendiri kesulitan mendapatkan layanan karena kapasitas rumah sakit tidak mampu mengimbangi […]

  • Pekerja migran konstruksi di Singapura bersiap mengikuti aturan baru perekrutan tenaga kerja asing mulai 2027.

    Peluang Kerja ke Singapura Makin Terbuka, Aturan Baru Berlaku 2027

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 231
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Kebijakan baru soal pekerja migran Singapura mulai menarik perhatian banyak calon tenaga kerja di Asia Tenggara. Pemerintah Singapura resmi memangkas proses perekrutan pekerja konstruksi asing mulai 2027. Aturan baru ini membuat proses masuk kerja menjadi jauh lebih cepat dibanding sebelumnya. Jika dulu perusahaan harus menunggu hingga empat bulan untuk mendatangkan pekerja, […]

  • Hari Bakti TNI AU

    Lanud Wiriadinata Ziarah Jelang Hari Bakti TNI AU

    • calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 74
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Hari Bakti TNI AU ke-79 di Tasikmalaya diawali dengan ziarah rombongan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusuma Bangsa Karoeng, Selasa (28/7/2026). Kegiatan yang dipimpin Komandan Lanud Wiriadinata Kolonel Pnb A. Kholiq Yulianto, S.E., M.M., M.Han. itu menjadi rangkaian menjelang puncak peringatan Hari Bakti TNI AU pada 29 Juli 2026 sekaligus bentuk […]

  • KPK larang ASN gunakan kendaraan dinas untuk mudik Lebaran

    KPK Warning Pejabat: Kendaraan Dinas Bukan untuk Mudik

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 206
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengingatkan pejabat negara dan aparatur sipil negara (ASN) agar tidak menggunakan kendaraan dinas untuk mudik saat Lebaran. Imbauan ini menegaskan bahwa kendaraan dinas tidak boleh dipakai untuk kepentingan pribadi, termasuk perjalanan pulang kampung. Larangan kendaraan dinas untuk mudik tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga integritas aparatur […]

  • Ilustrasi konflik geopolitik Amerika Serikat dan Iran dengan simbol hadiah buronan US$10 juta

    Diburu Amerika! Informasi Pemimpin Iran Dihargai US$10 Juta

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 165
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Sebuah pengumuman mengejutkan datang dari Washington. Amerika Serikat menawarkan hadiah hingga US$10 juta bagi siapa pun yang memiliki informasi tentang pemimpin Iran. Nilainya setara lebih dari Rp150 miliar. Langkah ini langsung memicu perhatian dunia. Banyak analis menilai keputusan tersebut sebagai sinyal bahwa konflik geopolitik di Timur Tengah memasuki babak baru. Isu […]

expand_less