Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Saat Amal Tak Lagi Dirindukan dan Dosa Tak Lagi Disesali

Saat Amal Tak Lagi Dirindukan dan Dosa Tak Lagi Disesali

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
  • visibility 13
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, LIFESTYLE Hati manusia hidup bukan karena detaknya, melainkan karena rasa. Selama hati masih mampu merindu pada kebaikan dan bergetar saat jatuh dalam dosa, selama itu pula iman masih bernapas di dalam dada. Namun ketika rasa itu menghilang, di situlah para ulama memberi peringatan paling sunyi dan paling menakutkan: hati mulai mati.

Syekh Athaillah As-Sakandari, seorang sufi besar, mengingatkan umat dalam Kitab Al-Hikam. Beliau berkata bahwa sebagian tanda matinya hati ialah ketika seseorang tidak lagi merasa sedih karena tertinggal dari perbuatan baik dan kewajiban. Lebih dari itu, ia juga tidak merasa menyesal saat melanggar larangan Allah.

Peringatan ini tidak datang dalam bentuk ancaman keras. Ia hadir sebagai bisikan lembut, namun menusuk ke dalam relung jiwa.

Baca juga: Bismillah dalam Aktivitas Harian

Ketika Kebaikan Tak Lagi Membuat Gelisah

Dahulu, hati mudah bergetar hanya karena satu rakaat yang tertinggal. Satu sedekah yang tak sempat dilakukan mampu membuat dada terasa sempit. Kini, banyak yang melewati hari tanpa amal, tanpa rasa kehilangan.

Bukan karena hidup terlalu sibuk, melainkan karena hati kehilangan kepekaannya. Kebaikan tidak lagi dirindukan. Kewajiban terasa seperti beban, bukan panggilan cinta. Padahal, kerinduan kepada amal adalah tanda bahwa hati masih hidup dan terhubung dengan Tuhannya.

Syekh Athaillah tidak sedang menghakimi. Ia sedang mengajak kita bercermin. Apakah kita masih merasa sedih ketika melewatkan kebaikan? Atau kita justru merasa biasa saja?

Dosa yang Tak Lagi Menghadirkan Penyesalan

Lebih berbahaya dari meninggalkan kebaikan adalah melakukan dosa tanpa rasa bersalah. Dosa yang diiringi penyesalan masih membuka pintu taubat. Namun dosa yang terasa biasa menandakan hati yang mengeras.

Rasulullah SAW pernah bersabda, “Siapa yang merasa senang oleh amal kebaikannya dan merasa sedih menyesal atas perbuatan dosanya, maka ia adalah seorang mukmin yang sejati.” Hadis yang diriwayatkan oleh At-Thabarani ini menegaskan bahwa iman hidup melalui rasa.

Mukmin sejati bukanlah mereka yang tak pernah salah. Mukmin sejati adalah mereka yang hatinya terluka saat jatuh dalam dosa dan merasa bahagia ketika mampu berbuat baik.

Antara Mati dan Hidupnya Sebuah Hati

Hati tidak mati secara tiba-tiba. Ia mati perlahan. Diawali dengan menunda kebaikan, lalu terbiasa. Dilanjutkan dengan melakukan dosa kecil, lalu merasa wajar. Hingga akhirnya, rasa takut dan penyesalan menghilang tanpa disadari.

Baca juga: Jurusan Favorit Tapi Sulit Dapat Kerja, Ini Tips Menentukan Masa Depan

Namun kabar baiknya, hati juga bisa hidup kembali. Selama masih ada rasa gelisah ketika membaca peringatan ini, selama dada masih terasa sesak saat mengingat dosa, di situlah harapan tetap menyala.

Allah tidak pernah menutup pintu bagi hamba-Nya yang ingin kembali.

Menghidupkan Kembali Hati yang Lelah

Menghidupkan hati tidak selalu membutuhkan perubahan besar. Ia dimulai dari langkah kecil yang jujur. Mengakui kelalaian. Menangisi dosa dalam doa yang sunyi. Memaksa diri kembali pada kebaikan meski terasa berat.

Hati yang hidup akan kembali peka. Ia akan menangis karena dosa dan bersyukur atas kesempatan beramal. Ia akan merasa takut jauh dari Allah, namun tenang ketika mendekat kepada-Nya.

Dalam dunia yang bising dan penuh distraksi, menjaga hidupnya hati menjadi perjuangan paling sunyi. Namun justru di sanalah iman menemukan maknanya.

Karena pada akhirnya, yang Allah nilai bukan seberapa banyak amal kita, melainkan apakah hati kita masih hidup ketika melangkah kepada-Nya. (ARR)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • penurunan stunting

    Evaluasi Penurunan Stunting Tasikmalaya dan Uji Integrasi Kebijakan Ekonomi

    • calendar_month Senin, 15 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Analisis evaluasi penurunan stunting Tasikmalaya dan integrasi koperasi sebagai strategi kebijakan publik. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Rapat Evaluasi Program Pencegahan dan Penurunan Stunting yang digelar Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, bersamaan dengan Bimbingan Teknis Koperasi Merah Putih 2025, bukan sekadar agenda rutin. Forum ini menjadi cermin penting untuk menilai sejauh mana kebijakan daerah mampu mengintegrasikan intervensi kesehatan […]

  • izin perumahan Jabar

    Pemprov Jabar Setop Izin Perumahan untuk Lindungi Lingkungan

    • calendar_month Rabu, 17 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 9
    • 0Komentar

    Gubernur Jabar hentikan izin perumahan di seluruh daerah demi mitigasi bencana dan penataan ulang tata ruang. albadarpost.com, FOKUS – Pemerintah Provinsi Jawa Barat menghentikan sementara penerbitan izin pembangunan perumahan di seluruh wilayah provinsi. Kebijakan ini memperluas aturan sebelumnya yang hanya berlaku di kawasan Bandung Raya. Langkah tersebut diambil menyusul meningkatnya risiko bencana hidrometeorologi yang kini […]

  • radikalisme digital

    Radikalisme Digital: Ancaman Baru yang Tumbuh di Saku Anak-anak

    • calendar_month Kamis, 20 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 14
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF — Setiap kali laporan baru tentang radikalisasi muncul, publik sering membayangkan proses perekrutan yang berlangsung di ruang-ruang gelap. Dalam imajinasi itu, ekstremisme tumbuh jauh dari pusat kehidupan sehari-hari. Namun data beberapa tahun terakhir menabrak asumsi tersebut. Radikalisme kini hadir melalui jalur yang justru paling dekat: ponsel anak-anak. Perangkat yang semestinya menjadi ruang belajar […]

  • regulasi kuota haji Indonesia

    Kasus Yaqut: Ujian Serius Regulasi Haji Indonesia

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 12
    • 0Komentar

    Kasus kuota haji Yaqut membuka momentum reformasi regulasi dan tata kelola haji Indonesia agar lebih adil dan transparan. albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Penetapan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai tersangka dalam dugaan korupsi kuota haji bukan sekadar perkara hukum individu. Kasus ini membuka kembali diskursus lama tentang regulasi kuota haji Indonesia, tata kelola penyelenggaraan […]

  • pajak daerah jabar

    Pajak Daerah Jabar Terungkap: Uang Anda Jadi Jalan Mulus 474 Km!

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 28
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pajak daerah Jabar kini menjadi sorotan karena dampaknya yang langsung terasa. Pajak daerah Jawa Barat, kontribusi warga, dan pemanfaatan pajak daerah terbukti mendorong pembangunan nyata. Tidak hanya sekadar kewajiban, pajak kini menjadi investasi publik yang menghadirkan jalan mulus, penerangan, hingga fasilitas umum yang lebih baik. Menariknya, pendekatan baru yang transparan dan […]

  • Pemutusan internet

    Internet Diputus, Kerusuhan Iran Memburuk

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 11
    • 0Komentar

    Pemutusan internet menyertai kerusuhan brutal Iran, ratusan tewas dilaporkan medis independen akibat tindakan aparat. albadarpost.com, BERITA DUNIA – Kerusuhan massal di Iran memasuki fase paling brutal setelah laporan medis independen menyebut ratusan orang tewas akibat tindakan keras pasukan keamanan. Di tengah eskalasi kekerasan tersebut, pemerintah Iran melakukan pemutusan internet secara luas, membatasi arus informasi dari […]

expand_less