Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » KPK Telusuri Modus Pengadaan Lahan Whoosh yang Rugikan Negara

KPK Telusuri Modus Pengadaan Lahan Whoosh yang Rugikan Negara

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
  • visibility 108
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KPK menyelidiki dugaan penjualan ulang aset negara dalam pengadaan lahan Whoosh dan potensi kerugian negara.


albadarpost.com, HUMANIORA – Komisi Pemberantasan Korupsi mulai menelusuri dugaan penyimpangan dalam pengadaan lahan Whoosh, proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung yang dikerjakan pemerintah bersama konsorsium BUMN. Lembaga antirasuah menemukan indikasi bahwa negara membeli kembali tanah yang seharusnya masih berstatus milik negara. Jika terbukti, pola ini menandai kerentanan tata kelola lahan strategis yang dapat berdampak langsung pada pembiayaan proyek nasional.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan penyelidikan dibuka untuk melihat apakah terjadi penjualan kembali aset negara dalam proses pembebasan lahan. Temuan ini menjadi penting karena nilai proyek besar seperti Whoosh menyangkut uang publik dalam jumlah signifikan serta menyentuh aspek tata kelola agraria. “Kami menelusuri tanah yang diduga milik negara tetapi dijual kembali dalam proses pengadaan lahan,” kata Budi di Gedung Merah Putih KPK, Senin, 17 November 2025.

Menurut dia, pola yang ditelusuri tidak hanya terkait status tanah, tetapi juga dugaan rekayasa dalam proses administrasi lahan. “Modus seperti ini masih terus didalami terkait pengondisian-pengondisian dalam proses pengadaan lahannya,” ujar dia. KPK juga memeriksa kemungkinan terjadi mark up pembiayaan.

Sejauh ini KPK belum mengungkap pihak yang sudah diperiksa. Status penyelidikan membuat lembaga tersebut belum dapat menyampaikan nama ataupun jabatan saksi awal. “Karena masih tahap penyelidikan, kami belum bisa menyampaikan siapa saja yang dimintai keterangan,” kata Budi. Ia menambahkan bahwa perkembangan akan disampaikan setelah ada informasi baru dari tim penyelidik.


Indikasi Penjualan Ulang Aset Negara

Pernyataan Budi menguatkan keterangan Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, yang sebelumnya mengungkap dugaan penjualan ulang lahan negara dalam pengadaan lahan Whoosh. Berdasarkan temuan awal, lahan-lahan tersebut diduga diperdagangkan oleh pihak yang tidak berwenang, lalu kembali dibeli negara melalui mekanisme pembebasan lahan proyek strategis.

Asep menyebut sebagian lahan negara bahkan dijual dengan harga lebih tinggi dari nilai pasar. Dalam konteks proyek pemerintah, kondisi ini tidak wajar karena lahan negara seharusnya dapat dimanfaatkan tanpa pembelian ulang. “Kalau itu kawasan hutan, mekanismenya bisa konversi dengan lahan lain,” ujar Asep. Ia menyebut penyelidikan diarahkan untuk memastikan apakah ada pengaturan harga lahan dan keterlibatan oknum dalam rantai jual beli tersebut.

KPK mendalami status administrasi lahan-lahan yang digunakan untuk jalur dan fasilitas pendukung Whoosh. Penyimpangan status atau rekayasa dokumen dapat membuat negara mengeluarkan biaya dua kali: untuk pengadaan lahan dan kerugian akibat manipulasi administrasi. Situasi ini, kata Asep, membuka ruang untuk korupsi karena nilai lahan yang terlibat mencapai ratusan miliar rupiah dalam proyek strategis nasional.


Risiko Tata Kelola dan Dampak bagi Proyek Strategis

KPK memandang dugaan penyimpangan pengadaan lahan Whoosh sebagai alarm bagi tata kelola proyek strategis nasional. Jika praktik penjualan ulang aset negara terbukti, kasus ini bisa menjadi preseden buruk bagi proyek lain yang juga membutuhkan pembebasan lahan dalam skala luas. Lahan merupakan komponen paling kritis dalam pembangunan infrastruktur karena menyangkut yurisdiksi, aset publik, dan nilai anggaran.

Baca juga: Oknum Camat Diduga Menipu Pembeli Rumah Syariah dan Merugikan Warga Karawang

Pengadaan lahan Whoosh menjadi sorotan sejak tahap awal karena kecepatan pembangunan yang harus disinkronkan dengan proses pembebasan lahan. KPK ingin memastikan tidak ada celah yang dimanfaatkan pihak tertentu untuk memperoleh keuntungan dari tanah negara yang seharusnya tidak diperjualbelikan.

Foto: Kereta Cepat Whoosh. (Dok. KCIC)

Bagi publik, penyelidikan ini menunjukkan pentingnya pengawasan tata kelola lahan. Setiap penyimpangan dapat memengaruhi beban fiskal negara, menunda proyek, dan menghambat manfaat yang seharusnya diterima masyarakat dari proyek transportasi massal tersebut. Penelusuran KPK diharapkan menjadi titik masuk untuk memperbaiki mekanisme pengadaan lahan agar lebih transparan.

KPK menyatakan akan menyampaikan pembaruan setelah proses penyelidikan menghasilkan temuan substantif. Untuk saat ini, KPK berfokus pada pemetaan aset awal, dokumen kepemilikan, progres transaksi, dan dugaan mark up dalam pengadaan lahan Whoosh.

KPK menelusuri dugaan penjualan ulang lahan negara dalam pengadaan lahan Whoosh dan mendalami potensi kerugian negara. (Red/Asep Chandra)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • insiden wali kota tasikmalaya

    Sorotan di BKPSDM: Wali Kota Tasikmalaya dan Momen Tak Biasa dengan Jurnalis

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 178
    • 0Komentar

     albadarpost.com, BERITA DAERAH — Suasana di Aula BKPSDM Kota Tasikmalaya, Sabtu (9/5/2026), awalnya berjalan seperti agenda kedinasan pada umumnya. Namun, di tengah deretan kursi dan kamera yang sudah bersiap, muncul satu momen kecil yang kemudian menyebar cepat di kalangan jurnalis: interaksi singkat antara Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan dan sejumlah wartawan di area tangga […]

  • penurunan stunting

    Evaluasi Penurunan Stunting Tasikmalaya dan Uji Integrasi Kebijakan Ekonomi

    • calendar_month Senin, 15 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 148
    • 0Komentar

    Analisis evaluasi penurunan stunting Tasikmalaya dan integrasi koperasi sebagai strategi kebijakan publik. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Rapat Evaluasi Program Pencegahan dan Penurunan Stunting yang digelar Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, bersamaan dengan Bimbingan Teknis Koperasi Merah Putih 2025, bukan sekadar agenda rutin. Forum ini menjadi cermin penting untuk menilai sejauh mana kebijakan daerah mampu mengintegrasikan intervensi kesehatan […]

  • Biaya Haji 2027

    Biaya Haji 2027 Belum Final, DPR RI Beri Penjelasan

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 42
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA — Biaya Haji 2027 kembali menjadi perhatian publik setelah beredar informasi mengenai usulan BPIH 2027 sebesar Rp107,3 juta. Namun, DPR RI menegaskan bahwa angka tersebut belum menjadi keputusan resmi. Hingga kini, usulan biaya penyelenggaraan ibadah haji masih berada pada tahap pembahasan bersama pemerintah melalui Komisi VIII DPR RI. Klarifikasi tersebut disampaikan melalui materi publikasi […]

  • Ilustrasi perpustakaan ilmuwan Muslim abad pertengahan dengan astronomi, matematika, dan manuskrip sains klasik.

    Jejak Islam dalam Lahirnya Sains Modern

    • calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 188
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Malam di Baghdad pada abad ke-9 tidak selalu gelap dan sunyi. Di beberapa sudut kota, lampu minyak masih menyala hingga larut. Sejumlah orang duduk mengelilingi meja kayu panjang. Di depan mereka, lembar demi lembar manuskrip terbuka. Ada yang menyalin tulisan Yunani kuno. Ada yang menghitung pergerakan bintang. Dan ada pula yang memperdebatkan […]

  • Registrasi SIM Biometrik

    Registrasi SIM Biometrik Tembus 10 Juta, Penipu Makin Sulit

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 28
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Ponsel tiba-tiba berdering dari nomor yang tidak dikenal. Beberapa saat kemudian, muncul SMS berisi hadiah palsu, tautan mencurigakan, atau ajakan investasi yang ternyata penipuan. Pengalaman seperti ini masih sering dialami masyarakat. Salah satu penyebabnya ialah mudahnya registrasi SIM biometrik belum diterapkan secara menyeluruh pada masa lalu sehingga banyak nomor seluler dapat […]

  • evaluasi kinerja desa

    Wabup Garut Dorong Evaluasi Kinerja Desa untuk Perkuat Pemberdayaan

    • calendar_month Sabtu, 6 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 202
    • 0Komentar

    Garut sambut tim evaluasi kinerja desa dan dorong penguatan pemberdayaan serta inovasi masyarakat. albadarpost.com, LENSA – Pemerintah Kabupaten Garut menegaskan kembali pentingnya evaluasi kinerja desa sebagai fondasi pembangunan berbasis masyarakat. Penegasan itu disampaikan saat Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, menerima Tim Klarifikasi Lapangan Evaluasi Kinerja Desa Anugerah Gapura Sri Baduga Jawa Barat 2025 di Desa […]

expand_less