Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Bebas Merdeka atau Budak Duniawi?

Bebas Merdeka atau Budak Duniawi?

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
  • visibility 126
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, OPINI – Di tengah hiruk-pikuk ambisi, istilah Bebas Merdeka terdengar seperti slogan upacara. Padahal, menurut hikmah Syekh ‘Athoillah dalam Al-Hikam, Bebas Merdeka bukan sekadar bebas secara fisik, melainkan merdeka dari keinginan palsu dan harapan semu. Ironisnya, banyak orang merasa merdeka, tetapi justru menjadi budak ambisi. Mereka mengira sedang mengejar impian, padahal nafsu diam-diam mengejar mereka.

Syekh ‘Athoillah mengingatkan, “Kita menjadi hamba dari apa yang kita harapkan.” Kalimat ini terasa menampar. Sebab, semakin tinggi harapan duniawi digantungkan, semakin rendah jiwa ditundukkan. Seseorang bisa saja berdasi, berjabatan, bahkan disanjung. Namun, ketika hatinya bergantung pada pujian, uang, atau status sosial, maka ia belum mencapai Bebas Merdeka.

Ketika Elang Turun karena Daging

Bayangkan seekor elang. Ia terbang tinggi menembus langit. Sulit ditangkap, sulit dijangkau. Namun, ketika sepotong daging digantung sebagai umpan, ia turun. Bukan karena lemah, melainkan karena tamak. Sekali cakar menyentuh perangkap, tamatlah kebebasannya. Anak-anak kecil pun bisa mempermainkannya.

Baca juga: Diamnya Kesbangpol Kabupaten Tasikmalaya Makin Membuat Penasaran

Begitulah manusia. Ketika tidak memiliki keinginan palsu, ia terbang tinggi dalam kehormatan. Namun, saat tergoda dunia yang fana, ia rela turun. Ia meninggalkan prinsip, menggadaikan integritas, bahkan menjual iman hanya demi “sepotong daging” bernama kepentingan.

Allah SWT telah mengingatkan dalam Al-Qur’an:

“Dan tidaklah kehidupan dunia ini melainkan kesenangan yang memperdaya.”
(QS. Ali ‘Imran: 185)

Ayat ini menegaskan bahwa dunia sering memoles jebakan dengan kilau. Sementara itu, manusia kerap terkecoh oleh kemasan.

Nafsu: Tuan yang Tidak Pernah Kenyang

Rasulullah SAW bersabda:

“Seandainya anak Adam memiliki dua lembah harta, niscaya ia menginginkan lembah yang ketiga.”
(HR. Muhammad)

Hadis ini bukan sekadar kritik terhadap kerakusan, melainkan potret abadi sifat manusia. Nafsu tidak pernah puas. Hari ini mengejar jabatan, besok mengejar pengaruh. Setelah itu, mengejar validasi. Sementara itu, hati terus lelah.

Imam Imam Al-Ghazali pernah menjelaskan bahwa cinta dunia adalah akar dari banyak keburukan. Bukan berarti dunia harus ditinggalkan, tetapi dunia tidak boleh menguasai hati. Ketika hati terpaut kuat pada materi, maka Bebas Merdeka menjadi ilusi.

Oleh karena itu, kebebasan sejati bukanlah memiliki segalanya, melainkan tidak diperbudak oleh apa pun. Seseorang boleh kaya, tetapi tidak tamak. Boleh berpengaruh, tetapi tidak sombong. Boleh terkenal, tetapi tidak haus pujian.

Satir Zaman: Merdeka di Status, Terjajah di Hati

Lucunya, manusia modern sering merasa bebas karena bisa berkata apa saja di media sosial. Mereka merasa merdeka karena memiliki pilihan tanpa batas. Namun, pada saat yang sama, mereka gelisah jika tidak mendapat “like”. Mereka marah jika tidak diakui. Bahkan, mereka rela memoles citra demi tepuk tangan digital.

Di sinilah satir itu terasa pedih. Kita berbicara tentang kebebasan, tetapi algoritma menentukan suasana hati. Kita merasa independen, tetapi opini publik mengendalikan arah langkah. Dan kita mengaku tidak peduli, padahal diam-diam berharap dipuji.

Syekh ‘Athoillah seakan tersenyum melihat drama ini. Beliau tidak menyuruh kita kabur ke gunung. Beliau hanya mengingatkan: lepaskan ketergantungan. Jika hati tidak lagi terpaut pada keinginan palsu, maka perangkap kehilangan daya tariknya.

Karena itu, Bebas Merdeka dimulai dari dalam. Pertama, luruskan niat. Kedua, kurangi ketergantungan pada pujian manusia. Ketiga, perbanyak berharap hanya kepada Allah. Dengan demikian, seseorang tidak mudah turun dari “angkasa” kehormatan.

Allah SWT berfirman:

“Barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupinya.”
(QS. At-Talaq: 3)

Ayat ini memberi arah yang jelas. Ketika tawakal menjadi fondasi, maka hati tidak lagi mudah diseret oleh umpan dunia.

Bebas Merdeka: Jalan Sunyi yang Menguatkan

Memang, jalan ini tidak populer. Sebab, dunia memuja pencapaian yang terlihat, bukan kebebasan batin yang tersembunyi. Namun, justru di situlah kekuatan sejati lahir. Orang yang Bebas Merdeka tidak mudah diprovokasi, tidak mudah dibeli, dan tidak mudah ditipu.

Sebaliknya, orang yang terjebak keinginan palsu akan terus mencari. Ia lelah, tetapi tidak berhenti. Ia kenyang, tetapi tetap lapar. Ia tersenyum, tetapi batinnya kosong.

Elang itu sebenarnya kuat. Ia hanya salah memilih arah turun. Maka, manusia pun demikian. Ia mulia ketika menjaga jarak dari umpan. Namun, ia menjadi permainan ketika membiarkan nafsu memimpin.

Akhirnya, pertanyaannya sederhana: kita ingin tetap terbang tinggi atau turun demi sepotong daging?

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

Penulis: Diki Samani (Pemimpin Redaksi AlbadarPost)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perbandingan Militer AS vs Iran 2026 berdasarkan data Global Firepower tentang anggaran, tank, pesawat, dan kapal selam.

    AS vs Iran: Siapa Lebih Kuat? Ini Data Global Firepower

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 243
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Perbandingan Militer AS vs Iran kembali menjadi sorotan setelah laporan terbaru dari Global Firepower merilis indeks kekuatan militer 2026. Data tersebut menunjukkan perbedaan signifikan antara kekuatan militer Amerika Serikat dan Iran, baik dari sisi anggaran, personel, maupun alutsista strategis. Dalam laporan itu, Amerika Serikat menempati peringkat pertama dunia dengan PowerIndex sekitar […]

  • Jamaah Haji Tasikmalaya

    Tangis Pecah Saat Jamaah Haji Tasikmalaya Pulang, Momen Haru Ini Bikin Merinding

    • calendar_month Selasa, 16 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 124
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Jamaah Haji Tasikmalaya akhirnya kembali ke tanah air setelah menuntaskan rangkaian ibadah di Tanah Suci. Kepulangan jamaah haji Kota Tasikmalaya ini menghadirkan suasana yang penuh emosi. Tangis haru, pelukan hangat, serta doa syukur mengiringi momen pertemuan yang telah lama dinantikan keluarga. Tidak heran, suasana malam di Gedung Dakwah Islamiah berubah menjadi […]

  • Trump NATO Iran

    Panas! Trump Salahkan NATO dan Ancam Keluar Usai Konflik Iran

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 150
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Trump NATO Iran menjadi sorotan global setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara terbuka menyalahkan sekutu atas dinamika perang dengan Iran. Konflik ini memicu ketegangan serius, terutama ketika krisis NATO akibat Iran mulai terlihat dan memunculkan ancaman keluarnya AS dari aliansi tersebut. Situasi ini tidak hanya berdampak pada geopolitik, tetapi juga […]

  • Ilustrasi ilmuwan Muslim klasik sedang meneliti dengan buku dan alat sains di ruang perpustakaan kuno

    Jarang Diketahui! Ilmuwan Muslim yang Mengubah Dunia

    • calendar_month Minggu, 22 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 122
    • 0Komentar

    Mengapa Ilmuwan Muslim Jarang Dibahas? albadarpost.com, LIFESTYLE – Pertama, banyak literatur modern lebih fokus pada ilmuwan Barat. Akibatnya, kontribusi ilmuwan Muslim kurang mendapat sorotan. Selain itu, sebagian karya mereka ditulis dalam bahasa Arab klasik. Hal ini membuat akses menjadi lebih terbatas bagi masyarakat luas. Namun demikian, pengaruh mereka tetap terasa hingga sekarang. Bahkan, banyak konsep […]

  • SKB tentang libur nasional dan cuti bersama 2026

    Resmi! SKB Tentang Libur Nasional dan Cuti Bersama 2026 Disahkan Pemerintah

    • calendar_month Sabtu, 20 Sep 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 186
    • 0Komentar

    SKB tentang libur nasional dan cuti bersama 2026 resmi ditetapkan: 17 hari libur nasional, 8 cuti bersama. lIhat tanggal dan implikasinya! albadarpost.com, LENSA. Pemerintah resmi menetapkan SKB tentang libur nasional dan cuti bersama 2026, dengan total 17 hari libur nasional dan 8 hari cuti bersama. SKB disusun untuk memberi kepastian kalender liburan yang adil, merata, […]

  • Kuliah Gratis Jabar 2026

    Kuliah Gratis Jabar 2026, Pendaftaran Beasiswa Mulai Dibuka

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 107
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Kuliah Gratis Jabar 2026 kembali membuka peluang bagi lulusan SMA, SMK, dan MA sederajat yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi tanpa terbebani biaya kuliah. Informasi mengenai program Beasiswa Gubernur Jawa Barat 2026 tersebut dipublikasikan melalui akun Instagram Nusa Putra University dan turut disebarluaskan oleh Dinas Pendidikan Jawa Barat (Disdik Jabar). Program ini terbuka […]

expand_less