Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Hakikat Hidup Manusia: Mencari, Meninggalkan

Hakikat Hidup Manusia: Mencari, Meninggalkan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
  • visibility 144
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, OPINI – Suatu hari nanti, manusia akan mengingat satu kebenaran yang sering ia abaikan sepanjang hidupnya. Saat itu, tidak ada lagi suara pasar, tidak ada gemerlap dunia, dan tidak ada sorotan pencapaian. Yang tersisa hanyalah dirinya sendiri menghadap pertanyaan yang tak bisa dihindari.

Manusia datang ke dunia ini tanpa membawa apa pun. Ia lahir dalam keadaan lemah, telanjang, dan sepenuhnya bergantung pada orang lain. Tidak ada emas di genggaman, tidak ada nama besar yang melekat, bahkan sehelai kain pun tidak ia miliki. Allah mengingatkan hal ini dalam firman-Nya:

“Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun…”
(QS. An-Nahl: 78)

Namun, waktu terus berjalan. Manusia tumbuh, belajar berdiri, lalu mulai berlari mengejar dunia. Ia mulai mengumpulkan sesuatu yang dulu tidak ia bawa. Harta dicari, jabatan dikejar, pengakuan diupayakan. Dalam proses itu, manusia sering lupa mengendalikan dirinya. Ia ingin lebih, lalu lebih lagi. Segala peluang dimanfaatkan, segala cara dicoba, dan segala yang bisa dimakan pun terasa halal selama dunia masih bisa diraih.

Baca juga: Tiket Singapore Airshow Sold Out, Sinyal Bangkitnya Aviasi Asia

Di masa depan nanti, manusia akan sadar bahwa kerakusan itu tumbuh perlahan. Awalnya sekadar ingin cukup, lalu berubah menjadi ingin unggul, hingga akhirnya takut kehilangan. Dunia mengajarkan manusia untuk menggenggam erat, padahal kematian mengajarkan untuk melepaskan segalanya.

Rasulullah ﷺ telah mengingatkan:

“Seandainya anak Adam memiliki dua lembah harta, niscaya ia masih menginginkan lembah yang ketiga.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Ketika ajal datang, manusia tidak membawa apa yang ia kumpulkan. Rumah megah tertinggal. Harta melimpah berpindah tangan. Nama besar perlahan dilupakan. Bahkan orang-orang terdekat pun akhirnya pulang, meninggalkan jasad yang tak lagi bernyawa.

Allah berfirman:

“Dan sungguh, kamu datang kepada Kami sendiri-sendiri sebagaimana Kami menciptakan kamu pada mulanya.”
(QS. Al-An’am: 94)

Di saat itulah manusia menyadari kehinaannya. Bukan hina karena nilai dirinya, tetapi karena seluruh kesombongan dunia runtuh seketika. Tubuh yang dahulu dibanggakan kini terbujur kaku. Lidah yang dulu lantang membela kepentingan dunia kini diam tanpa suara.

Namun, perjalanan tidak berhenti di liang lahat. Masa depan manusia justru dimulai di sana. Di akhirat kelak, tidak ada yang terlewat. Setiap harta yang dicari akan ditanya asal dan penggunaannya. Waktu yang dihabiskan akan dimintai penjelasan. Setiap nikmat akan dimintai pertanggungjawaban.

Allah menegaskan:

“Maka demi Tuhanmu, Kami pasti akan menanyai mereka semua tentang apa yang telah mereka kerjakan.”
(QS. Al-Hijr: 92–93)

Pada hari itu, manusia berharap bisa kembali ke dunia, bukan untuk memperkaya diri, melainkan untuk memperbaiki amal. Ia ingin mengulang satu sujud yang dulu ia ringankan. Ia ingin memperbaiki satu keputusan yang dulu ia ambil demi dunia.

Baca juga: Surat Pembaca: Ruang Aman untuk Keluhan Warga. Gratis!

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Tidak akan bergeser kedua kaki seorang hamba pada hari kiamat hingga ia ditanya tentang umurnya, hartanya, ilmunya, dan tubuhnya.”
(HR. Tirmidzi)

Maka, masa depan manusia sesungguhnya sedang dibentuk hari ini. Setiap pilihan, setiap niat, dan setiap langkah akan menjadi jawaban di hadapan Allah. Dunia hanyalah tempat singgah, bukan tujuan akhir. Manusia datang miskin, hidup sering kali serakah, mati dalam kehinaan jasad, dan akan bangkit membawa seluruh catatan amalnya.

Maka sebelum tabir itu disingkap dan napas terakhir ditarik, manusia masih diberi jeda oleh kasih-Nya. Jeda untuk terjaga dari lalai, untuk kembali dari tersesat, dan untuk melepaskan dunia dari genggaman hati. Sebab ketika semua nama runtuh dan semua miliknya lenyap, yang tersisa hanyalah amal yang lahir dari keikhlasan dan jiwa yang berserah di hadapan Allah.

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

Penulis: Diki Samani (Pemimpin Redaksi AlbadarPost)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • BBM subsidi 50 liter

    Heboh! Batas BBM Subsidi 50 Liter per Hari Ramai Dibahas, Ini Faktanya

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 132
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Isu BBM subsidi 50 liter per hari tiba-tiba ramai diperbincangkan dan langsung memicu reaksi luas. Banyak masyarakat, khususnya pengguna kendaraan harian, mulai mengaitkan kabar ini dengan potensi pembatasan baru. Tidak sedikit yang menganggap aturan tersebut akan segera berlaku. Selain itu, istilah pembatasan BBM bersubsidi juga ikut mencuat. Kombinasi antara kata kunci […]

  • Ilustrasi jamaah mendengarkan khutbah Idul Adha di lapangan masjid dengan suasana pagi penuh takbir.

    Salat Idul Adha yang Benar, Ini Tata Cara Lengkap dengan Doanya

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 199
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Udara pagi Idul Adha biasanya terasa berbeda. Jalanan kampung yang sehari-hari sepi mulai dipenuhi suara sandal jamaah yang terseret pelan di aspal menuju lapangan salat. Dari kejauhan, gema takbir terdengar bercampur suara motor yang datang bergelombang sejak subuh. Sebagian bapak-bapak tampak tergesa memasang peci hitam yang baru diambil dari lemari. Ada anak […]

  • Ilustrasi murid mendengarkan nasihat guru di kelas dengan penuh perhatian

    Fakta Mengejutkan: Nasihat Guru Lebih Melekat daripada Pelajaran

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 186
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Mengapa nasihat guru sering lebih melekat di ingatan dibanding pelajaran di buku? Fenomena ini menarik untuk dibahas, sebab banyak murid mengaku lebih mengingat nasihat guru, petuah guru, atau wejangan guru dibanding teori panjang di buku pelajaran. Bahkan, dalam banyak kasus, kalimat sederhana dari seorang guru justru membentuk cara berpikir murid dalam jangka […]

  • Gerakan Pangan Murah

    Warga Batukaras Catat, Pasar Murah Digelar Kamis Pagi

    • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 76
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Suara ombak Pantai Batukaras biasanya menjadi penanda pagi bagi warga pesisir. Di warung-warung kecil dekat permukiman, obrolan tentang harga beras, minyak goreng, hingga cabai sering terdengar sebelum aktivitas dimulai. Kamis (25/6/2026) besok, pembicaraan itu kemungkinan akan mengarah ke satu lokasi yang sama. Gerakan Pangan Murah, atau pasar pangan murah yang digelar […]

  • Pelabuhan dan kawasan wisata Singapura ramai wisatawan internasional sebagai dampak target 18 juta pelawat pada 2026

    Singapura Tancap Gas Menuju Target Wisata 2026

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 143
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Singapura kembali menunjukkan ambisinya sebagai magnet wisata global. Negeri kota itu secara terbuka membidik 17 hingga 18 juta wisatawan internasional pada 2026, dengan proyeksi pendapatan pariwisata mencapai S$31–32,5 miliar. Target ini tidak lahir dari optimisme kosong. Sebaliknya, ia bertumpu pada data, tren, dan strategi yang terukur. Dalam tiga kuartal pertama 2025 […]

  • pemerintahan digital

    Era Baru Birokrasi Dimulai: Tasikmalaya Dorong Digitalisasi Layanan Publik

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 117
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pemerintahan digital mulai dipacu lebih serius di Kabupaten Tasikmalaya. Transformasi digital, sistem layanan berbasis elektronik, serta adaptasi teknologi kini tidak lagi diposisikan sebagai rencana jangka panjang, melainkan kebutuhan mendesak yang harus segera dijalankan. Nada itu terasa jelas dalam sosialisasi pemerintahan digital yang digelar Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika (Dishubkominfo) pada Rabu, 22 […]

expand_less