Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Hakikat Hidup Manusia: Mencari, Meninggalkan

Hakikat Hidup Manusia: Mencari, Meninggalkan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
  • visibility 15
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, OPINI – Suatu hari nanti, manusia akan mengingat satu kebenaran yang sering ia abaikan sepanjang hidupnya. Saat itu, tidak ada lagi suara pasar, tidak ada gemerlap dunia, dan tidak ada sorotan pencapaian. Yang tersisa hanyalah dirinya sendiri menghadap pertanyaan yang tak bisa dihindari.

Manusia datang ke dunia ini tanpa membawa apa pun. Ia lahir dalam keadaan lemah, telanjang, dan sepenuhnya bergantung pada orang lain. Tidak ada emas di genggaman, tidak ada nama besar yang melekat, bahkan sehelai kain pun tidak ia miliki. Allah mengingatkan hal ini dalam firman-Nya:

“Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun…”
(QS. An-Nahl: 78)

Namun, waktu terus berjalan. Manusia tumbuh, belajar berdiri, lalu mulai berlari mengejar dunia. Ia mulai mengumpulkan sesuatu yang dulu tidak ia bawa. Harta dicari, jabatan dikejar, pengakuan diupayakan. Dalam proses itu, manusia sering lupa mengendalikan dirinya. Ia ingin lebih, lalu lebih lagi. Segala peluang dimanfaatkan, segala cara dicoba, dan segala yang bisa dimakan pun terasa halal selama dunia masih bisa diraih.

Baca juga: Tiket Singapore Airshow Sold Out, Sinyal Bangkitnya Aviasi Asia

Di masa depan nanti, manusia akan sadar bahwa kerakusan itu tumbuh perlahan. Awalnya sekadar ingin cukup, lalu berubah menjadi ingin unggul, hingga akhirnya takut kehilangan. Dunia mengajarkan manusia untuk menggenggam erat, padahal kematian mengajarkan untuk melepaskan segalanya.

Rasulullah ﷺ telah mengingatkan:

“Seandainya anak Adam memiliki dua lembah harta, niscaya ia masih menginginkan lembah yang ketiga.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Ketika ajal datang, manusia tidak membawa apa yang ia kumpulkan. Rumah megah tertinggal. Harta melimpah berpindah tangan. Nama besar perlahan dilupakan. Bahkan orang-orang terdekat pun akhirnya pulang, meninggalkan jasad yang tak lagi bernyawa.

Allah berfirman:

“Dan sungguh, kamu datang kepada Kami sendiri-sendiri sebagaimana Kami menciptakan kamu pada mulanya.”
(QS. Al-An’am: 94)

Di saat itulah manusia menyadari kehinaannya. Bukan hina karena nilai dirinya, tetapi karena seluruh kesombongan dunia runtuh seketika. Tubuh yang dahulu dibanggakan kini terbujur kaku. Lidah yang dulu lantang membela kepentingan dunia kini diam tanpa suara.

Namun, perjalanan tidak berhenti di liang lahat. Masa depan manusia justru dimulai di sana. Di akhirat kelak, tidak ada yang terlewat. Setiap harta yang dicari akan ditanya asal dan penggunaannya. Waktu yang dihabiskan akan dimintai penjelasan. Setiap nikmat akan dimintai pertanggungjawaban.

Allah menegaskan:

“Maka demi Tuhanmu, Kami pasti akan menanyai mereka semua tentang apa yang telah mereka kerjakan.”
(QS. Al-Hijr: 92–93)

Pada hari itu, manusia berharap bisa kembali ke dunia, bukan untuk memperkaya diri, melainkan untuk memperbaiki amal. Ia ingin mengulang satu sujud yang dulu ia ringankan. Ia ingin memperbaiki satu keputusan yang dulu ia ambil demi dunia.

Baca juga: Surat Pembaca: Ruang Aman untuk Keluhan Warga. Gratis!

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Tidak akan bergeser kedua kaki seorang hamba pada hari kiamat hingga ia ditanya tentang umurnya, hartanya, ilmunya, dan tubuhnya.”
(HR. Tirmidzi)

Maka, masa depan manusia sesungguhnya sedang dibentuk hari ini. Setiap pilihan, setiap niat, dan setiap langkah akan menjadi jawaban di hadapan Allah. Dunia hanyalah tempat singgah, bukan tujuan akhir. Manusia datang miskin, hidup sering kali serakah, mati dalam kehinaan jasad, dan akan bangkit membawa seluruh catatan amalnya.

Maka sebelum tabir itu disingkap dan napas terakhir ditarik, manusia masih diberi jeda oleh kasih-Nya. Jeda untuk terjaga dari lalai, untuk kembali dari tersesat, dan untuk melepaskan dunia dari genggaman hati. Sebab ketika semua nama runtuh dan semua miliknya lenyap, yang tersisa hanyalah amal yang lahir dari keikhlasan dan jiwa yang berserah di hadapan Allah.

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

Penulis: Diki Samani (Pemimpin Redaksi AlbadarPost)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi tradisi mudik Indonesia saat Lebaran dengan kendaraan memenuhi jalan raya menuju kampung halaman

    Asal Usul Mudik yang Jarang Dibahas, Ternyata Bukan Hanya Tradisi Lebaran

    • calendar_month Selasa, 24 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 11
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Mudik Indonesia, tradisi pulang kampung saat Lebaran, sudah menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat. Setiap tahun jutaan orang melakukan perjalanan jauh untuk mudik ke kampung halaman. Namun, asal usul mudik Indonesia ternyata tidak hanya berkaitan dengan Idulfitri. Tradisi ini memiliki akar sejarah panjang yang jarang dibahas media, mulai dari budaya desa Nusantara […]

  • RKPD Tasikmalaya 2027

    RKPD 2027 Tasikmalaya Dimulai, Harapan Tinggi Tapi Detail Masih Misteri

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 8
    • 0Komentar

    albadarapost.com, BERITA DAERAH – Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Tasikmalaya 2027 tiba-tiba menjadi pembicaraan hangat setelah pemerintah daerah mengumumkan deretan program prioritas pembangunan yang disebut mampu mempercepat transformasi ekonomi. Rencana pembangunan Tasikmalaya 2027 ini menghadirkan janji besar: jalan lebih baik, rumah sakit baru, desa naik kelas, hingga program anti rentenir bagi pelaku usaha kecil. […]

  • Ilustrasi kantor pemerintahan dengan berkas anggaran dan simbol transparansi swakelola Kesbangpol Tasikmalaya.

    Diamnya Kesbangpol Kabupaten Tasikmalaya Makin Membuat Penasaran

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 12
    • 0Komentar

    albadarpost.com, EDITORIAL. Redaksi albadarpost.com telah menyampaikan permohonan wawancara tertulis kepada Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Tasikmalaya terkait pelaksanaan kegiatan swakelola Tahun Anggaran 2024–2025. Surat tersebut memuat sejumlah pertanyaan mendasar mengenai perencanaan kegiatan, realisasi anggaran, mekanisme pengendalian internal, hingga aspek transparansi dokumen. Tenggat waktu telah kami sampaikan secara resmi dan wajar. Namun hingga […]

  • Duel Borneo FC vs Persib Bandung di Stadion Batakan yang menentukan puncak klasemen Liga 1 Indonesia

    Duel Panas Borneo vs Persib di Batakan, Persaingan Juara Memanas

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 14
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pertandingan Borneo vs Persib langsung mencuri perhatian publik sepak bola nasional. Duel Borneo FC vs Persib Bandung bukan sekadar pertandingan biasa karena hasilnya dapat mengubah peta persaingan juara. Saat ini Persib Bandung memimpin klasemen sementara, sedangkan Borneo FC Samarinda terus menempel ketat di posisi kedua. Karena itu, pertemuan Persib vs Borneo […]

  • MBG 5 hari

    MBG Jadi 5 Hari: Strategi Hemat atau Risiko Baru bagi Pelajar?

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 16
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Kebijakan MBG 5 hari langsung memicu perbincangan publik setelah pemerintah mengurangi frekuensi program Makan Bergizi Gratis menjadi lima hari dalam sepekan. Program makan bergizi atau bantuan nutrisi sekolah ini disebut mampu menghemat anggaran hingga Rp20 triliun. Namun, di tengah klaim efisiensi tersebut, muncul kekhawatiran baru terkait keberlanjutan gizi anak, kualitas asupan nutrisi […]

  • Ilustrasi siluet perempuan menikmati hidangan dengan suasana hangat, menggambarkan filosofi rasa dan makna di balik makanan.

    Filosofi Rasa: Cerita di Balik Setiap Hidangan

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 12
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Filosofi Rasa bukan sekadar tentang lidah yang mengecap manis, asin, atau pedas. Filosofi rasa adalah cerita di balik makanan, makna di balik hidangan, serta pengalaman emosional yang menyertai setiap suapan. Dalam setiap sajian, selalu ada kisah, nilai, dan kenangan yang melekat kuat pada memori kita. Makanan memang terlihat sederhana. Namun, ketika kita […]

expand_less