Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Hakikat Hidup Manusia: Mencari, Meninggalkan

Hakikat Hidup Manusia: Mencari, Meninggalkan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
  • visibility 74
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, OPINI – Suatu hari nanti, manusia akan mengingat satu kebenaran yang sering ia abaikan sepanjang hidupnya. Saat itu, tidak ada lagi suara pasar, tidak ada gemerlap dunia, dan tidak ada sorotan pencapaian. Yang tersisa hanyalah dirinya sendiri menghadap pertanyaan yang tak bisa dihindari.

Manusia datang ke dunia ini tanpa membawa apa pun. Ia lahir dalam keadaan lemah, telanjang, dan sepenuhnya bergantung pada orang lain. Tidak ada emas di genggaman, tidak ada nama besar yang melekat, bahkan sehelai kain pun tidak ia miliki. Allah mengingatkan hal ini dalam firman-Nya:

“Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun…”
(QS. An-Nahl: 78)

Namun, waktu terus berjalan. Manusia tumbuh, belajar berdiri, lalu mulai berlari mengejar dunia. Ia mulai mengumpulkan sesuatu yang dulu tidak ia bawa. Harta dicari, jabatan dikejar, pengakuan diupayakan. Dalam proses itu, manusia sering lupa mengendalikan dirinya. Ia ingin lebih, lalu lebih lagi. Segala peluang dimanfaatkan, segala cara dicoba, dan segala yang bisa dimakan pun terasa halal selama dunia masih bisa diraih.

Baca juga: Tiket Singapore Airshow Sold Out, Sinyal Bangkitnya Aviasi Asia

Di masa depan nanti, manusia akan sadar bahwa kerakusan itu tumbuh perlahan. Awalnya sekadar ingin cukup, lalu berubah menjadi ingin unggul, hingga akhirnya takut kehilangan. Dunia mengajarkan manusia untuk menggenggam erat, padahal kematian mengajarkan untuk melepaskan segalanya.

Rasulullah ﷺ telah mengingatkan:

“Seandainya anak Adam memiliki dua lembah harta, niscaya ia masih menginginkan lembah yang ketiga.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Ketika ajal datang, manusia tidak membawa apa yang ia kumpulkan. Rumah megah tertinggal. Harta melimpah berpindah tangan. Nama besar perlahan dilupakan. Bahkan orang-orang terdekat pun akhirnya pulang, meninggalkan jasad yang tak lagi bernyawa.

Allah berfirman:

“Dan sungguh, kamu datang kepada Kami sendiri-sendiri sebagaimana Kami menciptakan kamu pada mulanya.”
(QS. Al-An’am: 94)

Di saat itulah manusia menyadari kehinaannya. Bukan hina karena nilai dirinya, tetapi karena seluruh kesombongan dunia runtuh seketika. Tubuh yang dahulu dibanggakan kini terbujur kaku. Lidah yang dulu lantang membela kepentingan dunia kini diam tanpa suara.

Namun, perjalanan tidak berhenti di liang lahat. Masa depan manusia justru dimulai di sana. Di akhirat kelak, tidak ada yang terlewat. Setiap harta yang dicari akan ditanya asal dan penggunaannya. Waktu yang dihabiskan akan dimintai penjelasan. Setiap nikmat akan dimintai pertanggungjawaban.

Allah menegaskan:

“Maka demi Tuhanmu, Kami pasti akan menanyai mereka semua tentang apa yang telah mereka kerjakan.”
(QS. Al-Hijr: 92–93)

Pada hari itu, manusia berharap bisa kembali ke dunia, bukan untuk memperkaya diri, melainkan untuk memperbaiki amal. Ia ingin mengulang satu sujud yang dulu ia ringankan. Ia ingin memperbaiki satu keputusan yang dulu ia ambil demi dunia.

Baca juga: Surat Pembaca: Ruang Aman untuk Keluhan Warga. Gratis!

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Tidak akan bergeser kedua kaki seorang hamba pada hari kiamat hingga ia ditanya tentang umurnya, hartanya, ilmunya, dan tubuhnya.”
(HR. Tirmidzi)

Maka, masa depan manusia sesungguhnya sedang dibentuk hari ini. Setiap pilihan, setiap niat, dan setiap langkah akan menjadi jawaban di hadapan Allah. Dunia hanyalah tempat singgah, bukan tujuan akhir. Manusia datang miskin, hidup sering kali serakah, mati dalam kehinaan jasad, dan akan bangkit membawa seluruh catatan amalnya.

Maka sebelum tabir itu disingkap dan napas terakhir ditarik, manusia masih diberi jeda oleh kasih-Nya. Jeda untuk terjaga dari lalai, untuk kembali dari tersesat, dan untuk melepaskan dunia dari genggaman hati. Sebab ketika semua nama runtuh dan semua miliknya lenyap, yang tersisa hanyalah amal yang lahir dari keikhlasan dan jiwa yang berserah di hadapan Allah.

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

Penulis: Diki Samani (Pemimpin Redaksi AlbadarPost)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perjuangan buruh

    Perjuangan Buruh Uji Kebijakan Upah Pemerintah

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 66
    • 0Komentar

    Perjuangan buruh menyoroti kebijakan upah pemerintah. Ribuan pekerja tuntut revisi UMP dan UMSK dinilai tak adil. albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Perjuangan buruh kembali menguji arah kebijakan pemerintah di awal 2026. Ribuan pekerja dari DKI Jakarta dan Jawa Barat menggelar aksi di kawasan Istana Negara, Kamis (8/1/2026), menuntut revisi kebijakan upah minimum yang dinilai belum adil […]

  • Ilustrasi Nabi Sulaiman memimpin kerajaan besar dengan pasukan manusia, jin, dan hewan dalam suasana megah

    Keajaiban Nabi Sulaiman yang Jarang Diketahui, Bikin Takjub

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 66
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Banyak orang tertarik dengan kisah Nabi Sulaiman karena keajaiban kerajaannya yang luar biasa. Kisah ini juga dikenal sebagai cerita Nabi Sulaiman dengan mukjizat besar, termasuk kemampuan mengendalikan jin dan berbicara dengan hewan. Selain itu, kekuasaan yang dimiliki Nabi Sulaiman bukan sekadar kekuatan, tetapi juga amanah yang sarat hikmah. Keistimewaan Nabi Sulaiman yang […]

  • Tol Getaci Terpanjang

    Pembangunan Tol Getaci Terpanjang Dimulai 2026, Hubungkan Bandung–Cilacap

    • calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 74
    • 0Komentar

    Tol Getaci terpanjang di Indonesia mulai dibangun 2026, menghubungkan Bandung hingga Cilacap sepanjang 206 kilometer. albadarpost.com, LENSA – Ambisi pemerintah menghadirkan Tol Getaci Terpanjang di Indonesia memasuki babak baru. Proyek berstatus Proyek Strategis Nasional (PSN) ini diproyeksikan menandai era anyar infrastruktur jalan bebas hambatan dengan melintasi medan paling menantang di Jawa Barat hingga Jawa Tengah. […]

  • dessert ramadhan creamy manis disajikan saat buka puasa dengan tampilan menggoda dan tekstur lembut

    Resep Dessert Ramadhan yang Dirahasiakan

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 65
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Menjelang adzan Maghrib, aroma manis mulai memenuhi dapur. Satu sendok pertama langsung mencair di mulut—lembut, dingin, dan bikin tenang setelah seharian berpuasa. Inilah yang banyak orang cari setiap tahun: resep dessert ramadhan yang spesial, bukan sekadar takjil biasa. Resep dessert untuk buka puasa, hidangan manis Ramadhan, hingga dessert kekinian kini jadi incaran […]

  • toko Sen Sen Tasikmalaya

    Pedagang Cikurubuk Terjepit, Toko Sen Sen Tasikmalaya Jadi Sorotan

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 61
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Polemik mengenai toko Sen Sen Tasikmalaya kembali menjadi sorotan setelah pedagang Pasar Cikurubuk menyuarakan protes pada Senin (9/3/2026). Mereka menilai aktivitas usaha toko tersebut memicu persaingan yang tidak seimbang. Selain dikenal sebagai toko grosir, sejumlah pedagang juga menilai toko tersebut ikut menjual barang secara eceran, sehingga membuat pedagang kecil kehilangan pelanggan. […]

  • Peneliti menelusuri database flora digital Singapore Herbarium yang membuka akses global ilmu botani Asia Tenggara

    Ribuan Data Flora Asia Tenggara Kini Terbuka di Singapura

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 62
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Selama bertahun-tahun, pengetahuan tentang flora Asia Tenggara tersimpan rapi di balik lemari arsip. Hanya peneliti tertentu yang mampu mengaksesnya. Namun kini, sebuah perubahan besar sedang berlangsung. Digitalisasi herbarium Singapura perlahan menghapus batas antara ilmu pengetahuan dan dunia luar. Singapore Herbarium tidak sekadar memindahkan koleksi ke layar digital. Mereka sedang membangun masa […]

expand_less