Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Era Baru Birokrasi Dimulai: Tasikmalaya Dorong Digitalisasi Layanan Publik

Era Baru Birokrasi Dimulai: Tasikmalaya Dorong Digitalisasi Layanan Publik

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 5
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pemerintahan digital mulai dipacu lebih serius di Kabupaten Tasikmalaya. Transformasi digital, sistem layanan berbasis elektronik, serta adaptasi teknologi kini tidak lagi diposisikan sebagai rencana jangka panjang, melainkan kebutuhan mendesak yang harus segera dijalankan.

Nada itu terasa jelas dalam sosialisasi pemerintahan digital yang digelar Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika (Dishubkominfo) pada Rabu, 22 April 2026. Tidak banyak basa-basi. Fokusnya langsung ke satu hal: birokrasi harus berubah.

Birokrasi Tak Bisa Lagi Berjalan Lambat

Di ruang sosialisasi, pesan yang disampaikan terbilang tegas. Pola kerja lama dinilai tidak mampu lagi mengimbangi tuntutan masyarakat yang serba cepat.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Tasikmalaya, Rahayu Jamiat Abdullah, bahwa transformasi digital menjadi kebutuhan penting dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan yang lebih efektif dan efisien.

“Digitalisasi ini dalam rangka efektivitas dan efisiensi penyelenggaraan pemerintahan” ujarnya.

Karena itu, digitalisasi didorong sebagai solusi konkret. Sistem manual yang selama ini memakan waktu dinilai perlu ditinggalkan secara bertahap. Sebagai gantinya, pemerintah daerah mulai mengarahkan penggunaan sistem terintegrasi berbasis elektronik.

Perubahan ini bukan sekadar soal teknologi. Lebih dari itu, ini menyangkut cara kerja, pola pikir, dan kecepatan dalam melayani masyarakat.

Singkatnya: birokrasi tidak boleh lambat lagi.

Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kab. Tasikmalaya, Rahayu Jamiat Abdullah.

Efisiensi Jadi Tekanan Utama

Selain percepatan, efisiensi menjadi kata yang paling sering muncul dalam kegiatan tersebut. Pemerintah daerah ingin memastikan setiap proses berjalan lebih ringkas tanpa mengurangi kualitas layanan.

Dengan sistem digital, alur kerja bisa dipangkas. Data tersimpan lebih rapi. Koordinasi antarinstansi pun menjadi lebih mudah.

Namun yang paling terasa, waktu pelayanan bisa ditekan. Masyarakat tidak perlu menunggu terlalu lama untuk urusan administratif.

Di titik ini, digitalisasi bukan sekadar inovasi. Ia berubah menjadi kebutuhan operasional.

ASN Dituntut Adaptif, Bukan Sekadar Paham

Perubahan sistem tidak akan berarti tanpa kesiapan sumber daya manusia. Karena itu, aparatur sipil negara (ASN) menjadi fokus utama dalam proses adaptasi ini.

Tidak cukup hanya memahami teknologi. ASN dituntut mampu menggunakannya secara aktif dalam pekerjaan sehari-hari.

Di lapangan, tantangan ini tidak ringan. Sebagian masih terbiasa dengan sistem manual. Sebagian lain mulai beradaptasi, meski belum sepenuhnya stabil.

Namun arah kebijakan sudah jelas. Adaptasi bukan lagi pilihan.

Jika tidak mengikuti perubahan, pelayanan akan tertinggal.

Dampak Langsung ke Masyarakat

Percepatan pemerintahan digital bukan hanya urusan internal birokrasi. Dampaknya langsung menyentuh masyarakat.

Dengan sistem daring, berbagai layanan bisa diakses tanpa harus datang ke kantor. Proses yang biasanya memakan waktu berhari-hari berpotensi selesai lebih cepat.

Selain itu, transparansi meningkat. Masyarakat dapat memantau proses layanan secara lebih terbuka.

Di sisi lain, kepercayaan publik juga ikut dipertaruhkan. Ketika layanan membaik, kepercayaan akan naik. Sebaliknya, jika digitalisasi gagal, dampaknya akan terasa luas.

Bagian dari Perubahan yang Lebih Besar

Langkah ini bukan berdiri sendiri. Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya tengah mendorong penerapan sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE) secara menyeluruh.

Artinya, setiap organisasi perangkat daerah diarahkan untuk terhubung dalam satu sistem. Data tidak lagi berjalan sendiri-sendiri.

Dengan integrasi tersebut, pengambilan keputusan diharapkan menjadi lebih cepat dan akurat.

Namun proses ini membutuhkan waktu. Infrastruktur harus disiapkan. SDM harus dilatih. Kebiasaan lama harus diubah.

Tantangan Nyata di Lapangan

Di balik dorongan percepatan, tantangan tetap ada. Tidak semua wilayah memiliki kesiapan infrastruktur yang sama. Selain itu, kemampuan digital tiap individu juga berbeda.

Karena itu, pendekatan bertahap menjadi pilihan realistis. Sosialisasi seperti ini menjadi pintu awal untuk menyamakan pemahaman.

Meski demikian, tekanan perubahan tetap terasa. Dunia bergerak cepat. Pemerintahan tidak punya banyak waktu untuk menyesuaikan diri.

Arah Sudah Jelas

Pada akhirnya, pesan dari kegiatan ini tidak rumit. Pemerintahan digital harus berjalan. Efisiensi harus tercapai. Adaptasi harus dilakukan.

Tidak ada lagi ruang untuk menunda.

Bagi birokrasi, ini adalah fase transisi. Bagi masyarakat, ini adalah harapan akan layanan yang lebih cepat dan lebih transparan.

Dan bagi Tasikmalaya, ini bisa menjadi titik awal menuju sistem pemerintahan yang benar-benar modern. (Red)


 

 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tauhid dalam kehidupan sehari-hari

    Kenapa Hati Gelisah? Ini Cara Menghidupkan Tauhid Sehari-hari

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 34
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Pernahkah seseorang merasa gelisah padahal hidup terlihat baik-baik saja? Harta cukup, pekerjaan ada, bahkan hubungan sosial berjalan lancar. Namun entah mengapa hati terasa kosong. Kondisi ini sering terjadi ketika manusia lupa menghadirkan Allah dalam hidupnya. Di sinilah pentingnya tauhid dalam kehidupan sehari-hari. Tauhid bukan hanya keyakinan bahwa Allah itu Esa. Lebih dari […]

  • Kemarau 2026

    Ancaman Kemarau Panjang 2026, Ini Strategi Pemkab Tasikmalaya

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 27
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kemarau 2026 mulai diantisipasi serius oleh pemerintah. Melalui rapat koordinasi nasional, strategi menghadapi kemarau panjang 2026 dibahas dengan fokus utama pada ketersediaan air dan keberlanjutan produksi pangan. Pertemuan yang digelar di Kantor Pusat Kementerian Pertanian RI, Jakarta Selatan, Senin (20/4/2026), mempertemukan berbagai kepala daerah dari seluruh Indonesia. Agenda utamanya jelas: memastikan […]

  • Suasana kegiatan belajar siswa dan pesantren kilat di sekolah selama Ramadhan 2026 sesuai kebijakan jadwal pembelajaran nasional

    Jadwal Belajar Ramadhan 2026 Resmi Dirilis Pemerintah

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 28
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Pemerintah akhirnya merilis skema resmi jadwal belajar Ramadhan 2026. Kebijakan ini mengatur keseimbangan antara kegiatan akademik, ibadah, serta pendidikan karakter selama bulan suci. Langkah tersebut sekaligus menjawab pertanyaan publik, terutama orang tua dan siswa, terkait apakah sekolah libur penuh atau tetap menjalankan pembelajaran. Melalui pengaturan terstruktur, kegiatan belajar tidak dihentikan. Sebaliknya, pemerintah […]

  • peluang usaha retail

    Simulasi Balik Modal Franchise Minimarket 2026

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 23
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Di balik narasi besar peluang usaha retail, franchise minimarket seperti Alfamart sering dipersepsikan sebagai bisnis aman. Namun, ketika angka dibedah lebih rinci, keuntungan usaha ini sangat bergantung pada lokasi, struktur biaya, dan daya beli warga sekitar. Investigasi ini mencoba mensimulasikan waktu balik modal dan membandingkannya dengan beberapa model franchise minimarket lain. Analisis […]

  • kuota haji Cianjur

    Aturan Baru Kurangi Kuota Haji Cianjur 2026, Antrean Melonjak 26 Tahun

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Kuota haji Cianjur 2026 turun drastis jadi 59 orang setelah aturan baru distribusi kuota diberlakukan. albadarpost.com, HIKMAH – Penurunan kuota haji Cianjur untuk keberangkatan 2026 memicu kegelisahan besar di tingkat calon jemaah. Dari kuota sekitar 1.300 orang pada tahun-tahun sebelumnya, jumlah itu kini menyusut tajam menjadi hanya 59 jemaah. Kebijakan baru pemerintah pusat mengenai distribusi […]

  • Pertemuan Komisi III DPRD Kota Tasikmalaya dengan pengelola lapangan padel bahas izin PBG dan SLF

    Izin Lapangan Padel Tasikmalaya Disepakati, Operasional Tetap Jalan

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 20
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Polemik izin lapangan padel Tasikmalaya akhirnya menemukan jalan keluar. Isu perizinan padel atau legalitas operasional lapangan padel yang sempat memicu sidak kini mulai mereda. Pemerintah daerah dan pengelola sepakat menjaga stabilitas usaha sekaligus memastikan seluruh proses izin padel Tasikmalaya berjalan sesuai aturan. Pertemuan yang digelar Komisi III DPRD Kota Tasikmalaya pada […]

expand_less