Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Saat Gen Z Garut Menjaga Budaya Sunda Lewat Konten Digital

Saat Gen Z Garut Menjaga Budaya Sunda Lewat Konten Digital

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
  • visibility 84
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nalbadarpost.com, BERITA DAERAH — Di tengah derasnya arus media sosial, tren viral, dan budaya global yang datang tanpa batas, muncul satu pertanyaan penting: siapa yang akan menjaga identitas budaya Sunda di masa depan?

Jawaban itu setidaknya terlihat dalam Kreafest Digital Garut Festival 4.0, sebuah festival budaya digital yang mempertemukan kreativitas generasi muda dengan nilai-nilai tradisi Sunda. Melalui pendekatan inovatif, budaya Sunda digital tidak lagi diposisikan sebagai peninggalan masa lalu, melainkan sebagai identitas yang tetap relevan di era teknologi.

Festival yang digelar Program Studi Bisnis Digital Fakultas Ekonomi Universitas Garut (Uniga) di Ciplaz Garut, Kamis (4/6/2026), menghadirkan ruang kolaborasi yang memadukan budaya, teknologi, kreativitas, dan semangat generasi muda.

Di salah satu sudut area kegiatan, peserta tampak sibuk menyiapkan penampilan tari. Beberapa mahasiswa terlihat memegang telepon genggam sambil memeriksa materi presentasi. Di sisi lain, suara musik tradisional sesekali terdengar bersahutan dengan notifikasi ponsel yang terus berbunyi.

Pemandangan yang mungkin dulu dianggap bertolak belakang.

Kini justru berjalan berdampingan.

Ketika Budaya Sunda Bertemu Dunia Digital

Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Garut, Mia Herlina, menyampaikan apresiasi atas konsistensi Program Studi Bisnis Digital Uniga yang selama empat tahun berturut-turut menghadirkan ruang kreatif bagi generasi muda.

Menurutnya, pelestarian budaya tidak cukup hanya dilakukan melalui pendekatan konvensional. Sebaliknya, budaya harus mampu hadir di ruang yang saat ini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari generasi muda, termasuk dunia digital.

“Saya sampaikan apresiasi dan kebanggaan yang setinggi-tingginya kepada Program Studi Bisnis Digital Universitas Garut yang secara konsisten menghadirkan ruang kreatif dan inovatif bagi generasi muda dalam upaya pelestarian budaya Sunda melalui pendekatan digital,” ujarnya.

Mia menegaskan bahwa kebudayaan bukan sekadar warisan masa lalu. Kebudayaan merupakan identitas, karakter, sekaligus kekuatan bangsa yang perlu terus berkembang mengikuti zaman.

Karena itu, pendekatan digital menjadi salah satu strategi penting agar budaya tetap dekat dengan generasi muda.

Gen Z Tidak Hanya Menonton, Tetapi Menjadi Pelaku

Salah satu hal menarik dari Kreafest 4.0 adalah pergeseran peran anak muda.

Mereka tidak hanya menjadi penonton.

Mereka menjadi kreator.

Dan mereka menjadi penggerak.

Serta mereka menjadi jembatan yang menghubungkan budaya lokal dengan dunia digital.

Hal tersebut terlihat melalui berbagai kegiatan yang digelar selama festival, mulai dari talkshow bertema “Gen Z, Konten, dan Identitas Lokal Sunda”, lomba tari tradisional modern, hingga lomba pidato Sunda.

Di sela kegiatan, beberapa peserta terlihat berdiskusi mengenai cara membuat konten budaya yang menarik untuk media sosial. Ada yang membahas algoritma TikTok. Ada yang berbicara soal storytelling budaya. Sebagian lainnya mencoba menggabungkan unsur tradisional dengan tren visual yang sedang populer.

Fragmen-fragmen kecil seperti itu menunjukkan perubahan yang sedang terjadi.

Budaya tidak lagi hanya dipelajari.

Budaya kini juga diproduksi, dikemas, dan disebarluaskan oleh generasi muda.

Uniga Ingin Budaya Tetap Menjadi Identitas

Wakil Rektor III Universitas Garut, Iman Saifullah, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kontribusi nyata kampus dalam menjaga nilai-nilai budaya yang telah menjadi identitas masyarakat.

Ia berharap mahasiswa, khususnya dari Program Studi Bisnis Digital, mampu menjadi agen perubahan yang tidak melupakan akar budayanya meskipun hidup di era yang serba digital.

Menurutnya, kemajuan teknologi seharusnya tidak menjauhkan generasi muda dari identitas lokal. Sebaliknya, teknologi dapat menjadi sarana untuk memperkuat dan memperkenalkan budaya kepada khalayak yang lebih luas.

Pesan itu terasa relevan.

Sebab banyak budaya lokal yang menghadapi tantangan besar di era digital.

Bukan karena kehilangan nilai.

Melainkan karena kehilangan ruang untuk tampil.

Dari Garut untuk Masa Depan Budaya Indonesia

Kreafest Digital Garut Festival 4.0 menunjukkan bahwa pelestarian budaya tidak harus selalu berlangsung di museum atau ruang akademik.

Budaya bisa hadir di panggung kreatif.

Budaya bisa hidup di media sosial.

Dan budaya bahkan bisa berkembang melalui karya digital yang dibuat generasi muda.

Karena itu, kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, komunitas, dan pelaku industri kreatif menjadi sangat penting untuk memastikan budaya lokal tetap memiliki tempat di tengah perubahan zaman.

Di tengah festival, tepuk tangan peserta beberapa kali memenuhi ruangan. Di layar digital, berbagai karya mahasiswa ditampilkan bergantian. Sementara itu, para pengunjung terus berdatangan hingga acara berlangsung semakin ramai.

Mungkin bagi sebagian orang, itu hanya festival kampus biasa.

Namun bagi yang melihat lebih dekat, ada sesuatu yang sedang tumbuh.

Harapan bahwa budaya Sunda tidak hanya bertahan.

Tetapi juga berkembang.

Jika generasi muda mampu menjadikan budaya sebagai konten dan identitas sebagai kebanggaan, maka masa depan Sunda tidak akan hilang ditelan zaman—ia justru akan menemukan panggung yang lebih besar di dunia digital. (GZ)

 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Denda Buang Sampah

    Viman Berlakukan Denda Buang Sampah ke Sungai

    • calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 40
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Denda buang sampah resmi menjadi langkah tegas Pemerintah Kota Tasikmalaya untuk menekan kebiasaan buang sampah ke sungai, khususnya di kawasan Sungai Ciloseh. Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, menegaskan bahwa setiap pelaku akan menerima sanksi buang sampah sesuai jumlah sampah yang dibuang sebagai upaya memberikan efek jera sekaligus mencegah banjir. Pernyataan tersebut […]

  • PAN Kota Tasik

    PAN Kota Tasik Keluarkan Tiga Komando Besar

    • calendar_month Sabtu, 27 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 62
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Suasana Ballroom Hotel City Tasikmalaya, Sabtu (27/6/2026), dipenuhi warna biru khas Partai Amanat Nasional (PAN). Ratusan kader, pengurus cabang, hingga pengurus tingkat ranting berkumpul dalam Musyawarah Cabang (Muscab) serentak DPC PAN Kota Tasikmalaya. Bagi PAN Kota Tasik, agenda ini bukan sekadar forum organisasi. Muscab menjadi momentum konsolidasi sekaligus pemanasan mesin politik […]

  • Bupati Tasikmalaya Dr Cecep Nurul Yakin saat memberikan pernyataan tentang Sekolah Maung SMAN 1 Singaparna dan pendidikan unggulan.

    Bupati Tasikmalaya Soroti Sekolah Maung, Sebut Sejalan dengan Program Presiden

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 121
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Bupati Tasikmalaya Dr. Cecep Nurul Yakin memberikan apresiasi terhadap keberadaan Sekolah Maung di SMAN 1 Singaparna. Program pendidikan unggulan tersebut dinilai memiliki arah yang sejalan dengan konsep sekolah berkualitas yang saat ini didorong pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Menurut Cecep, Sekolah Maung menjadi salah satu contoh pengembangan pendidikan yang […]

  • Ilustrasi seseorang termenung di rumah mewah sebagai gambaran rezeki tidak berkah menurut ulama tasawuf.

    Rezeki Terus Bertambah, Tapi Hati Tetap Gelisah? Tasawuf Punya Penjelasannya

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 251
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Banyak orang mengejar rezeki. Itu wajar. Namun dalam pandangan ulama tasawuf, tidak semua rezeki membawa ketenangan. Ada yang terlihat besar, tetapi membuat hidup semakin sempit. Ada pula yang tampak sederhana, namun justru menghadirkan rasa cukup yang sulit dijelaskan. Itulah sebabnya pembahasan tentang rezeki tidak berkah mulai banyak dicari, terutama ketika orang merasa […]

  • fenomena pendidikan

    Dunia Pendidikan Sedang Berubah Diam-Diam, Ini 5 Tanda Besarnya

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 168
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Banyak orang mengira dunia pendidikan berjalan seperti biasa. Sekolah tetap ada, guru tetap mengajar, dan siswa tetap belajar di kelas. Namun sebenarnya, fenomena pendidikan modern sedang berubah secara drastis. Fenomena pendidikan terbaru, tren belajar masa kini, serta perubahan sistem pendidikan muncul perlahan tanpa disadari publik luas. Perubahan ini tidak selalu terlihat besar. […]

  • Kurban Digital

    Kurban Digital Makin Ramai, Begini Hukum Fiqihnya

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 158
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Kurban digital kini semakin ramai menjelang Idul Adha. Banyak orang mulai ikut patungan sapi lewat transfer bank, aplikasi pembayaran, hingga grup WhatsApp keluarga. Karena itu, pertanyaan tentang hukum kurban digital dan patungan online terus muncul: apakah kurban seperti ini tetap sah menurut fiqih Islam? Fenomena ini semakin terasa di era sekarang. Orang […]

expand_less