Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Rahasia Tugu Koperasi Tasikmalaya yang Jarang Diketahui

Rahasia Tugu Koperasi Tasikmalaya yang Jarang Diketahui

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 25 Jul 2026
  • visibility 113
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HUMANIORA — Banyak orang mengenal Hari Koperasi Nasional yang diperingati setiap 12 Juli, tetapi tidak banyak yang mengetahui bahwa momentum bersejarah itu berakar dari Tugu Koperasi Tasikmalaya. Monumen sejarah koperasi yang berdiri di Jalan Mohamad Hatta, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, menjadi penanda tempat berlangsungnya Kongres Koperasi Pertama Indonesia pada 12 Juli 1947. Dari lokasi inilah lahir berbagai keputusan penting yang kemudian membentuk arah gerakan koperasi nasional.

Dalam publikasi resminya, Kementerian Koperasi menjelaskan bahwa Tugu Koperasi bukan sekadar bangunan bersejarah. Monumen tersebut menjadi simbol lahirnya semangat gotong royong, ekonomi kerakyatan, dan kekeluargaan yang hingga kini masih menjadi ruh gerakan koperasi di Indonesia.

Tidak banyak yang menyadarinya. Padahal, setiap hari ribuan kendaraan melintas di depan tugu tersebut tanpa mengetahui bahwa salah satu tonggak penting sejarah ekonomi Indonesia berdiri di sana.

Dari Tasikmalaya, Gerakan Koperasi Nasional Mulai Disatukan

Kongres Koperasi Pertama berlangsung sekitar dua tahun setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya. Pada masa itu, berbagai koperasi rakyat telah tumbuh di sejumlah daerah, tetapi belum memiliki wadah nasional yang menyatukan arah perjuangan.

Melalui kongres yang berlangsung di Tasikmalaya, para pelopor koperasi berhasil merumuskan fondasi organisasi sekaligus memperkuat cita-cita membangun ekonomi rakyat melalui semangat kebersamaan.

Menurut Kementerian Koperasi, hasil kongres tersebut menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan koperasi Indonesia. Karena itu, Tugu Koperasi dibangun sebagai pengingat bahwa gerakan ekonomi berbasis gotong royong memiliki akar sejarah yang kuat.

Sepuluh Keputusan Penting yang Lahir di Kongres Koperasi Pertama

Kongres Koperasi Pertama tidak hanya menghasilkan satu kesepakatan. Sebaliknya, forum tersebut melahirkan berbagai keputusan strategis yang menjadi pijakan perkembangan koperasi di Indonesia.

Keputusan-keputusan itu meliputi:

  • Pembentukan Sentral Organisasi Koperasi Rakyat Indonesia (SOKRI) yang berkedudukan di Tasikmalaya.
  • Penegasan bahwa koperasi Indonesia berasaskan gotong royong.
  • Penetapan Peraturan Dasar SOKRI.
  • Pembentukan presidium pengurus yang diketuai Niti Sumitri.
  • Penguatan cita-cita mewujudkan kemakmuran rakyat sesuai Pasal 33 UUD 1945.
  • Gagasan mendirikan Bank Sentral Koperasi.
  • Pembentukan Koperasi Rakyat Desa sebagai dasar organisasi.
  • Perluasan pendidikan koperasi kepada masyarakat.
  • Penguatan distribusi barang kebutuhan penting melalui koperasi.
  • Penetapan 12 Juli sebagai Hari Koperasi Nasional.

Keputusan-keputusan tersebut menunjukkan bahwa koperasi sejak awal dirancang sebagai gerakan sosial sekaligus kekuatan ekonomi rakyat.

Tugu Koperasi Bukan Sekadar Monumen

Jika diamati lebih dekat, pada Tugu Koperasi masih tertera tulisan:

“Peringatan Kongres Koperasi 12 Djuli 1947 di Tasikmalaya.”

Kalimat sederhana itu menyimpan makna besar. Ia menjadi pengingat bahwa semangat gotong royong pernah menjadi kekuatan utama masyarakat Indonesia dalam membangun perekonomian pascakemerdekaan.

Kini, Tugu Koperasi masih berdiri di Jalan Mohamad Hatta Nomor 40, Kelurahan Sukamanah, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya. Monumen tersebut tidak hanya menjadi penanda sejarah, tetapi juga identitas penting bagi Kota Tasikmalaya dalam perjalanan koperasi nasional.

Mengapa Sejarah Ini Masih Relevan?

Di tengah perubahan ekonomi yang semakin cepat, nilai-nilai yang lahir dari Kongres Koperasi Pertama tetap memiliki makna.

Koperasi mengajarkan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak hanya bergantung pada modal besar, tetapi juga pada kerja sama, saling percaya, dan semangat berbagi manfaat.

Karena itu, Kementerian Koperasi mengajak masyarakat menjaga sejarah sekaligus meneruskan amanat konstitusi melalui semangat gotong royong agar koperasi Indonesia semakin berdaya.

Ajakan tersebut menjadi pengingat bahwa sejarah tidak cukup dikenang setiap peringatan Hari Koperasi. Nilai-nilainya perlu terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Tasikmalaya Menyimpan Warisan yang Tak Boleh Dilupakan

Bagi masyarakat Tasikmalaya, Tugu Koperasi merupakan bagian dari identitas daerah. Namun, bagi Indonesia, monumen ini adalah saksi lahirnya gerakan koperasi yang hingga kini tetap menjadi salah satu pilar pembangunan ekonomi nasional.

Menjaga Tugu Koperasi berarti menjaga ingatan kolektif bangsa terhadap perjuangan membangun ekonomi yang berkeadilan. Semakin banyak masyarakat mengenal sejarah tersebut, semakin kuat pula penghargaan terhadap nilai gotong royong yang menjadi ciri khas Indonesia.

Bangunan bisa menua, tetapi sejarah tidak boleh memudar. Selama Tugu Koperasi tetap berdiri di Tasikmalaya, semangat gotong royong yang melahirkan Hari Koperasi Nasional akan terus mengingatkan bahwa kemajuan Indonesia selalu berawal dari kebersamaan. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • kisah Mushab bin Umair

    Kisah Haru Mushab bin Umair: Kaya Raya Hingga Gugur Tanpa Kafan

    • calendar_month Minggu, 12 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 218
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Kisah Mushab bin Umair yang mengharukan menjadi salah satu cerita paling menyentuh dalam sejarah Islam. Sosok Mushab bin Umair dikenal sebagai pemuda tampan, kaya, dan terpandang di Makkah. Namun, perjalanan hidupnya berubah drastis setelah mengenal Islam. Kisah Mushab bin Umair ini bukan sekadar cerita sejarah, melainkan inspirasi tentang keimanan, pengorbanan, dan keteguhan […]

  • Alat berat militer Israel menggali area pemakaman warga Palestina di Gaza saat operasi militer berlangsung.

    Ketika Kuburan Gaza Tak Lagi Aman

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 210
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Militer Israel menggali sejumlah area pemakaman warga Palestina di Jalur Gaza dalam rangkaian operasi militernya. Tindakan tersebut memicu kecaman warga setempat karena merusak makam dan menghilangkan jejak jenazah anggota keluarga mereka. Peristiwa itu terjadi di beberapa lokasi pemakaman, termasuk di wilayah timur Kota Gaza. Sejumlah saksi mata menyebutkan alat berat militer […]

  • Ilustrasi aparatur sipil negara menerima THR dan gaji ke-13 setelah pemerintah menerbitkan PP terbaru tahun 2026.

    THR dan Gaji ke-13 ASN 2026 Resmi Diatur, Kapan Cair?

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 215
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Pemerintah resmi menerbitkan peraturan baru terkait THR dan gaji ke-13 ASN 2026. Kebijakan ini mengatur secara jelas pemberian tunjangan hari raya bagi ASN serta tambahan gaji ke-13 bagi aparatur sipil negara pada tahun 2026. Dengan terbitnya aturan tersebut, jutaan pegawai negeri kini memiliki kepastian mengenai jadwal pencairan dan komponen penghasilan yang […]

  • hikmah Maulid Nabi

    Maulid Nabi Bukan Sekadar Perayaan, Ini Hikmah yang Sering Terlupakan

    • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 74
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF — Hikmah Maulid Nabi bukan hanya tentang mengenang Rasulullah SAW. Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dapat menjadi momentum untuk memahami makna Maulid Nabi, memperkuat kecintaan kepada Rasulullah, sekaligus meneladani akhlak dan perjuangan beliau dalam kehidupan sehari-hari. Pada Selasa, 25 Agustus 2026, umat Islam di Indonesia memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H yang […]

  • Ilustrasi yang menarik tentang kisah kurban Habil dan Qabil.

    Kurban Habil dan Qabil: Dosa Hasad Jadi Awal Tragedi Manusia

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 284
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Kisah Kurban Habil dan Qabil selama ini sering dikenang hanya sebagai cerita pembunuhan pertama di muka bumi. Padahal sebelum tragedi itu terjadi, ada lapisan cerita yang jauh lebih dalam: tentang iri hati, penerimaan Allah, dan perang sunyi di dalam hati manusia. Di balik kisah dua putra Nabi Adam AS itu, tersimpan pelajaran […]

  • Jum’at Resik Tasik

    Jalan Lingkar Utara Masih Kotor, Pemkot Tasik Disorot

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 159
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Program Jum’at Resik Tasik kembali menjadi sorotan setelah Plh Wali Kota Tasikmalaya, Rd Diky Candranegara, melontarkan kritik tajam terhadap pelaksanaan kegiatan gotong royong di Jalan Lingkar Utara Kota Tasikmalaya. Menurutnya, kegiatan bersih-bersih yang rutin digelar itu masih terlalu fokus pada seremoni dan pencitraan, namun belum benar-benar menyentuh persoalan utama di lapangan. […]

expand_less