Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Tugu Koperasi Tasikmalaya Simpan Sejarah dan Cerita Mistis

Tugu Koperasi Tasikmalaya Simpan Sejarah dan Cerita Mistis

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
  • visibility 103
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Tugu Koperasi Tasikmalaya kembali menjadi perhatian menjelang peringatan Hari Koperasi Nasional. Monumen bersejarah yang menjadi lokasi Kongres Koperasi Pertama Indonesia pada 12 Juli 1947 itu tidak hanya menyimpan jejak penting perjalanan ekonomi kerakyatan, tetapi juga menyisakan berbagai cerita mistis yang hingga kini masih hidup di tengah masyarakat.

Berada di Jalan Mohammad Hatta, Kelurahan Sukamanah, Kecamatan Cipedes, Monumen Koperasi Tasikmalaya menjadi saksi berkumpulnya sekitar 500 utusan dari Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Dalam kongres tersebut lahir sepuluh dasar koperasi nasional yang kemudian menjadi pijakan perkembangan gerakan koperasi di Indonesia.

Namun, setelah hampir delapan dekade berlalu, kawasan yang memiliki nilai sejarah tinggi itu justru menghadapi tantangan berupa minimnya perawatan. Selain kondisi bangunan yang mulai menua, lokasi tersebut juga dikenal masyarakat karena kisah-kisah mistis yang diwariskan secara turun-temurun.

Jejak Sejarah Lahirnya Gerakan Koperasi Indonesia

Tugu Koperasi bukan sekadar monumen. Tempat ini menjadi salah satu penanda penting sejarah bangsa karena menjadi lokasi penyelenggaraan Kongres Koperasi Pertama Indonesia pada 12 Juli 1947.

Saat itu, ratusan utusan dari berbagai daerah berkumpul untuk menyatukan visi dalam membangun sistem ekonomi berbasis koperasi. Hasil kongres tersebut menjadi tonggak lahirnya gerakan koperasi nasional yang hingga kini diperingati setiap Hari Koperasi.

Oleh karena itu, keberadaan tugu memiliki nilai historis yang tinggi, tidak hanya bagi masyarakat Tasikmalaya, tetapi juga bagi perkembangan koperasi di Indonesia.

Meski demikian, suasana kawasan kini jauh berbeda dibanding masa kejayaannya. Aktivitas yang dahulu ramai berganti dengan lingkungan yang relatif sepi. Beberapa bangunan lama di sekitar monumen bahkan tampak lapuk akibat usia dan kurangnya pemeliharaan.

Bangunan Tua Jadi Bagian Cerita Warga

Di belakang area tugu berdiri dua bangunan tua yang dahulu memiliki fungsi berbeda. Salah satunya merupakan bekas tempat produksi batik tenun, sedangkan bangunan lainnya pernah digunakan sebagai lokasi mesin heuler atau penggilingan padi.

Kini, kedua bangunan tersebut menunjukkan kondisi yang memprihatinkan. Dinding terlihat kusam, sebagian atap mengalami kerusakan, sementara semak belukar mulai menutupi sejumlah sudut bangunan.

Di tengah kondisi tersebut, muncul berbagai cerita yang berkembang di kalangan warga sekitar. Kisah-kisah itu menjadi bagian dari narasi lokal yang terus diceritakan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Salah seorang penjaga kawasan, Iin Maskanah (60), mengaku telah tinggal di area tersebut selama sekitar 36 tahun bersama suaminya, Aan Suherman (65). Selama menjaga kawasan itu, ia mengaku beberapa kali mengalami pengalaman yang menurutnya sulit dijelaskan secara logis.

“Saya sudah tidak aneh lagi. Ada anak kecil, ada noni Belanda, ada juga yang menyeramkan,” ujar Iin saat ditemui, Selasa (14/7/2026).

Ia juga mengenang salah satu pengalaman ketika sedang menjemur padi di dekat bangunan tua. Menurut pengakuannya, saat itu muncul sosok seorang perempuan lanjut usia yang justru mengingatkannya agar segera menunaikan salat Zuhur.

Meski demikian, pengalaman tersebut merupakan pengakuan pribadi narasumber dan belum dapat diverifikasi secara ilmiah. Hingga kini tidak terdapat bukti yang dapat memastikan keberadaan fenomena supranatural di kawasan tersebut.

Warga Berharap Situs Bersejarah Lebih Terawat

Selain cerita yang berkembang di masyarakat, kawasan Tugu Koperasi juga memiliki sebuah makam yang dikenal warga sebagai Makam Eyang Batara. Sebagian masyarakat masih datang untuk berziarah sesuai keyakinan masing-masing.

Terlepas dari beragam cerita lokal yang menyertainya, perhatian utama warga justru tertuju pada kondisi situs sejarah tersebut. Mereka berharap pemerintah dapat meningkatkan upaya pelestarian sehingga kawasan ini tetap terjaga sebagai bagian dari warisan sejarah nasional.

Menurut warga, perawatan yang lebih baik akan membuka peluang menjadikan Tugu Koperasi sebagai destinasi wisata sejarah sekaligus pusat edukasi mengenai perjalanan koperasi Indonesia.

Selain menjaga nilai sejarah, langkah tersebut juga dinilai dapat memperkenalkan generasi muda terhadap salah satu lokasi penting dalam perjalanan ekonomi kerakyatan bangsa.

Dengan pengelolaan yang tepat, kawasan ini tidak hanya menyimpan kenangan masa lalu, tetapi juga berpotensi menjadi ruang pembelajaran sejarah yang menarik bagi masyarakat luas.

Nilai Historis Lebih Penting daripada Mitos

Cerita mistis yang berkembang di sekitar Tugu Koperasi telah menjadi bagian dari tradisi lisan masyarakat. Namun, nilai sejarah kawasan tersebut tetap menjadi warisan utama yang layak mendapat perhatian.

Karena itu, pelestarian bangunan, penyediaan informasi sejarah, serta pengembangan kawasan sebagai destinasi edukasi menjadi langkah penting agar generasi mendatang tidak kehilangan jejak salah satu tonggak lahirnya koperasi Indonesia.

Sejarah yang terawat akan selalu memberi manfaat lebih besar dibanding sekadar cerita yang hidup dari mulut ke mulut.

Tugu Koperasi bukan hanya menyimpan kisah yang dipercaya sebagian warga, tetapi juga merekam jejak lahirnya ekonomi kerakyatan Indonesia. Ketika sejarah dirawat dengan baik, warisan bangsa akan terus hidup dan menginspirasi generasi berikutnya. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dunia Adalah Ujian

    Ibnu Athaillah: Dunia Tak Pernah Berjanji Membahagiakan

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 98
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Dunia adalah ujian. Kalimat itu terdengar sederhana, tetapi banyak orang baru benar-benar memahaminya setelah kehilangan pekerjaan, gagal membangun usaha, ditinggal orang tercinta, atau menghadapi penyakit yang tak pernah mereka bayangkan. Saat musibah datang, sebagian orang bertanya, “Kenapa hidup saya begini?” Padahal, menurut Ibnu Athaillah dalam kitab Al-Hikam, hakikat dunia memang bukan tempat […]

  • Masjid Al Aqsa

    Mengapa Masjid Al Aqsa Sangat Dimuliakan? Ini 7 Faktanya

    • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 34
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Di tengah meningkatnya perhatian dunia terhadap Kota Yerusalem (Al-Quds), Masjid Al Aqsa kembali menjadi salah satu topik yang paling banyak dicari masyarakat. Namun, di balik berbagai pemberitaan yang berkembang, masih banyak orang yang belum memahami mengapa masjid ini memiliki kedudukan yang sangat istimewa dalam Islam. Bagi umat Islam, Masjid Al Aqsa bukan […]

  • resep sup sehat buka puasa

    5 Resep Sup Sehat untuk Buka Puasa, Nomor 3 Favorit Banyak Keluarga

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 167
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Resep sup sehat buka puasa sering menjadi pilihan favorit banyak keluarga selama bulan Ramadhan. Setelah menahan lapar dan haus seharian, tubuh membutuhkan makanan yang ringan namun tetap bergizi. Oleh karena itu, sup sehat untuk buka puasa menjadi menu yang ideal karena hangat, mudah dicerna, dan kaya nutrisi. Selain itu, sup juga […]

  • Bata Plastik Daur Ulang

    Dari TPA ke Ruang Kelas, Garut Ubah Sampah Plastik Jadi Sekolah

    • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 115
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Bata plastik daur ulang mulai mengubah wajah pendidikan di Kabupaten Garut. Material hasil pengolahan sampah plastik residu itu kini menjadi bagian dari pembangunan ruang kelas baru di SDN 3 Sukanegla, Kecamatan Garut Kota. Inovasi ramah lingkungan tersebut tidak hanya menghadirkan fasilitas belajar yang lebih baik, tetapi juga menunjukkan bahwa sampah yang […]

  • etika suporter Islam

    Piala Dunia 2026 dan Etika Suporter dalam Islam

    • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 140
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Demam Piala Dunia 2026 tidak hanya terasa di stadion dan fan zone. Perdebatan juga berpindah ke grup WhatsApp, Facebook, Instagram, hingga kolom komentar berbagai platform media sosial. Di sana, kegembiraan, kekecewaan, bahkan ejekan sering bercampur menjadi satu. Dalam suasana seperti itu, pembahasan mengenai etika suporter Islam, adab bermedia sosial, dan batas fanatisme […]

  • Tower BPKPD Banjar

    Tower BPKPD Banjar Roboh, Dua Pekerja Tewas

    • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 109
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Tower BPKPD Banjar ambruk saat proses pembongkaran di Komplek Perkantoran Purwaharja, Kota Banjar, Jawa Barat, Sabtu (4/7/2026) sekitar pukul 08.30 WIB. Kecelakaan kerja tersebut mengakibatkan dua pekerja meninggal dunia setelah terjatuh dari ketinggian sekitar 40 meter. Hingga kini, Polres Banjar masih menyelidiki penyebab pasti insiden sekaligus mendalami penerapan prosedur Keselamatan dan […]

expand_less