Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Saat Orang Memuji Anda, Bisa Jadi Allah Sedang Menutup Aib Anda

Saat Orang Memuji Anda, Bisa Jadi Allah Sedang Menutup Aib Anda

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
  • visibility 216
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, OPINIAllah menutup (menghijab) aib manusia. Kalimat ini sering terdengar sederhana, tetapi maknanya sangat dalam. Banyak orang menikmati pujian manusia, padahal bisa saja pujian itu muncul karena aib manusia yang sebenarnya belum terlihat. Dengan kata lain, orang lain memuji karena Allah menutup keburukan yang tidak mereka ketahui.

Fenomena ini sering terlihat dalam kehidupan sehari-hari. Seseorang dipandang baik, dihormati, bahkan dijadikan panutan. Namun beberapa waktu kemudian, kabar buruk muncul dan semua orang terkejut.

Padahal kenyataannya sederhana. Selama ini aibnya hanya belum terbuka.

Di sinilah letak pelajaran penting yang sering dilupakan manusia.

Ulama Tasawuf Sudah Lama Mengingatkan Hal Ini

Ulama sufi besar Ibnu Athaillah as-Sakandari dalam kitab Al-Hikam menjelaskan bahwa ketika seseorang dihormati manusia, hakikatnya mereka menghormati “tutupan Allah” yang ada pada dirinya.

Artinya, manusia memuji karena tidak mengetahui keburukan yang sebenarnya ada.

Baca juga: Hadis Penyempurna Akhlak: Misi Besar Nabi yang Sering Dilupakan

Setiap orang memiliki sisi lemah yang ia sembunyikan. Ada kesalahan yang tidak pernah diceritakan. Ada dosa yang hanya diketahui oleh dirinya dan Allah.

Namun Allah tidak selalu membuka semua itu.

Sebaliknya, Allah sering menutupnya.

Akibatnya, yang terlihat oleh orang lain hanya sisi baiknya saja.

Jika Semua Aib Manusia Dibuka, Mungkin Tidak Ada yang Dipuji

Bayangkan satu keadaan sederhana.

Jika seluruh dosa manusia terlihat jelas seperti tulisan di dahi, mungkin kehidupan sosial tidak akan berjalan normal. Orang akan saling menjauh karena mengetahui kekurangan masing-masing.

Karena itu Allah memiliki sifat As-Sattār, yaitu Yang Maha Menutupi aib.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sesungguhnya Allah Maha Menutupi aib dan menyukai sikap menutup aib.”
(HR. Abu Dawud)

Sifat ini menjadi rahmat besar bagi manusia.

Tanpa sifat tersebut, kehormatan manusia bisa runtuh dalam hitungan detik.

Selain itu, Al-Qur’an juga mengingatkan agar manusia tidak merasa dirinya paling baik.

Allah berfirman:

“Maka janganlah kamu menganggap dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui siapa yang paling bertakwa.”
(QS. An-Najm: 32)

Ayat ini mengingatkan bahwa penilaian manusia tidak pernah sepenuhnya akurat.

Hanya Allah yang mengetahui isi hati dan keadaan sebenarnya.

Ironi Zaman Sekarang: Manusia Senang Dipuji

Di era media sosial, pujian bahkan menjadi sesuatu yang dikejar.

Like, komentar, dan validasi publik sering dianggap sebagai ukuran keberhasilan seseorang. Banyak orang merasa bangga ketika dipuji oleh banyak orang.

Namun ada satu pertanyaan sederhana yang jarang dipikirkan.

Apakah pujian itu muncul karena kita benar-benar baik, atau karena orang lain belum mengetahui sisi buruk kita?

Pertanyaan ini terdengar satir, tetapi sangat realistis.

Sejarah menunjukkan banyak tokoh yang dipuja sebelum akhirnya jatuh karena aib yang terbongkar.

Ketika rahasia itu muncul ke permukaan, persepsi manusia berubah dalam sekejap.

Cara Bijak Menyikapi Pujian

Karena itu para ulama mengajarkan sikap yang sangat bijak ketika menerima pujian.

Bukan merasa hebat.

Melainkan merasa malu kepada Allah.

Rasulullah ﷺ mengajarkan doa ketika seseorang dipuji:

“Ya Allah, jangan Engkau hukum aku karena apa yang mereka katakan. Ampuni aku atas apa yang tidak mereka ketahui dan jadikan aku lebih baik dari sangkaan mereka.”
(HR. Al-Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad)

Doa ini menunjukkan sikap rendah hati yang luar biasa.

Seseorang tidak menolak pujian secara kasar. Namun ia juga tidak membiarkan hatinya terlena.

Sebaliknya, ia mengembalikan semua kebaikan kepada Allah.

Pujian Sebenarnya Sebuah Pengingat

Pada akhirnya, pujian manusia bukanlah tanda kesempurnaan diri.

Pujian justru bisa menjadi pengingat bahwa Allah masih menjaga kehormatan kita.

Jika Allah membuka aib manusia sedikit saja, citra baik bisa runtuh dalam waktu singkat.

Karena itu ketika pujian datang, orang bijak tidak langsung bangga.

Ia justru bersyukur kepada Allah.

Sebab ia sadar satu hal penting.

Yang dipuji manusia sering kali bukan dirinya.

Melainkan rahmat Allah yang masih menutupi aibnya.

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

Penulis: Diki Samani (Pemimpin Redaksi AlbadarPost)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Timnas Indonesia menghadapi Saint Kitts di semifinal FIFA Series 2026 di Stadion Madya GBK

    Indonesia vs Saint Kitts: Ujian Mental Garuda di Semifinal FIFA Series 2026

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 192
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Pertandingan Indonesia vs Saint Kitts di semifinal FIFA Series 2026 menjadi sorotan utama. Duel ini bukan sekadar perebutan tiket final, tetapi juga ujian mental bagi Timnas Indonesia setelah serangkaian hasil yang kurang konsisten. Laga yang digelar di Stadion Madya Gelora Bung Karno pada 27 Maret 2026 pukul 20.00 WIB ini diprediksi […]

  • Kantor Desa Awiluar

    Bupati Herdiat Resmikan Kantor Desa Awiluar

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 89
    • 0Komentar

    albadarpost.com | BERITA DAERAH — Sebuah kantor desa yang megah tentu menjadi kebanggaan masyarakat. Namun, bagi warga, kemegahan bangunan baru akan benar-benar bermakna ketika pelayanan yang mereka terima juga berubah menjadi lebih cepat, lebih ramah, dan lebih profesional. Pesan itulah yang menjadi sorotan saat Kantor Desa Awiluar, Kecamatan Lumbung di Kabupaten Ciamis diresmikan. Dalam peresmian […]

  • Mantan atlet nasional

    Mantan Atlet Nasional: Setelah Medali, Mengapa Masih Berjuang?

    • calendar_month 20 jam yang lalu
    • account_circle redaktur
    • visibility 15
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Mantan atlet nasional pernah membawa Merah Putih ke panggung internasional. Mereka meraih medali, mengangkat nama Indonesia, lalu pulang dengan kebanggaan yang sulit diukur. Namun, nasib atlet setelah pensiun tidak selalu mengikuti gemerlap prestasi. Sebagian pernah menghadapi persoalan ekonomi, sementara gagasan tentang dana pensiun atlet kini mulai masuk ke agenda kebijakan pemerintah. Kisah […]

  • Trump dievakuasi

    Detik-Detik Panik di Gedung Putih: Trump Dievakuasi Saat Jamuan Malam

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 163
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Trump dievakuasi secara mendadak dari sebuah jamuan makan malam resmi di Gedung Putih setelah suara tembakan terdengar di sekitar lokasi acara di Washington, Amerika Serikat. Situasi yang awalnya berjalan formal berubah cepat menjadi kepanikan, sementara sebagian tamu langsung mencari perlindungan di dalam ruangan. Beberapa saksi menggambarkan suasana yang tiba-tiba “pecah”. Percakapan […]

  • Pertumbuhan Ekonomi Pangandaran 2025

    BPS Bongkar Mesin Utama Ekonomi Pangandaran 2025

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 122
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pertumbuhan Ekonomi Pangandaran 2025 masih bertumpu pada konsumsi rumah tangga, bukan semata-mata sektor pariwisata. Temuan tersebut terungkap dalam publikasi terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pangandaran mengenai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) menurut pengeluaran tahun 2021–2025. Fakta ini sekaligus menunjukkan bahwa ekonomi Pangandaran 2025 masih sangat dipengaruhi daya beli masyarakat, sementara […]

  • Ilustrasi kehidupan modern dengan media sosial, keramaian kota, dan refleksi tanda akhir zaman dalam perspektif Islam.

    Media Sosial hingga Hilangnya Rasa Malu, Inikah Tanda Akhir Zaman?

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 211
    • 0Komentar

    Hadis akhir zaman mulai terlihat dalam kehidupan modern, dari fitnah media sosial hingga hilangnya rasa malu.

expand_less