Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Saat Orang Memuji Anda, Bisa Jadi Allah Sedang Menutup Aib Anda

Saat Orang Memuji Anda, Bisa Jadi Allah Sedang Menutup Aib Anda

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
  • visibility 48
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, OPINIAllah menutup (menghijab) aib manusia. Kalimat ini sering terdengar sederhana, tetapi maknanya sangat dalam. Banyak orang menikmati pujian manusia, padahal bisa saja pujian itu muncul karena aib manusia yang sebenarnya belum terlihat. Dengan kata lain, orang lain memuji karena Allah menutup keburukan yang tidak mereka ketahui.

Fenomena ini sering terlihat dalam kehidupan sehari-hari. Seseorang dipandang baik, dihormati, bahkan dijadikan panutan. Namun beberapa waktu kemudian, kabar buruk muncul dan semua orang terkejut.

Padahal kenyataannya sederhana. Selama ini aibnya hanya belum terbuka.

Di sinilah letak pelajaran penting yang sering dilupakan manusia.

Ulama Tasawuf Sudah Lama Mengingatkan Hal Ini

Ulama sufi besar Ibnu Athaillah as-Sakandari dalam kitab Al-Hikam menjelaskan bahwa ketika seseorang dihormati manusia, hakikatnya mereka menghormati “tutupan Allah” yang ada pada dirinya.

Artinya, manusia memuji karena tidak mengetahui keburukan yang sebenarnya ada.

Baca juga: Hadis Penyempurna Akhlak: Misi Besar Nabi yang Sering Dilupakan

Setiap orang memiliki sisi lemah yang ia sembunyikan. Ada kesalahan yang tidak pernah diceritakan. Ada dosa yang hanya diketahui oleh dirinya dan Allah.

Namun Allah tidak selalu membuka semua itu.

Sebaliknya, Allah sering menutupnya.

Akibatnya, yang terlihat oleh orang lain hanya sisi baiknya saja.

Jika Semua Aib Manusia Dibuka, Mungkin Tidak Ada yang Dipuji

Bayangkan satu keadaan sederhana.

Jika seluruh dosa manusia terlihat jelas seperti tulisan di dahi, mungkin kehidupan sosial tidak akan berjalan normal. Orang akan saling menjauh karena mengetahui kekurangan masing-masing.

Karena itu Allah memiliki sifat As-Sattār, yaitu Yang Maha Menutupi aib.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sesungguhnya Allah Maha Menutupi aib dan menyukai sikap menutup aib.”
(HR. Abu Dawud)

Sifat ini menjadi rahmat besar bagi manusia.

Tanpa sifat tersebut, kehormatan manusia bisa runtuh dalam hitungan detik.

Selain itu, Al-Qur’an juga mengingatkan agar manusia tidak merasa dirinya paling baik.

Allah berfirman:

“Maka janganlah kamu menganggap dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui siapa yang paling bertakwa.”
(QS. An-Najm: 32)

Ayat ini mengingatkan bahwa penilaian manusia tidak pernah sepenuhnya akurat.

Hanya Allah yang mengetahui isi hati dan keadaan sebenarnya.

Ironi Zaman Sekarang: Manusia Senang Dipuji

Di era media sosial, pujian bahkan menjadi sesuatu yang dikejar.

Like, komentar, dan validasi publik sering dianggap sebagai ukuran keberhasilan seseorang. Banyak orang merasa bangga ketika dipuji oleh banyak orang.

Namun ada satu pertanyaan sederhana yang jarang dipikirkan.

Apakah pujian itu muncul karena kita benar-benar baik, atau karena orang lain belum mengetahui sisi buruk kita?

Pertanyaan ini terdengar satir, tetapi sangat realistis.

Sejarah menunjukkan banyak tokoh yang dipuja sebelum akhirnya jatuh karena aib yang terbongkar.

Ketika rahasia itu muncul ke permukaan, persepsi manusia berubah dalam sekejap.

Cara Bijak Menyikapi Pujian

Karena itu para ulama mengajarkan sikap yang sangat bijak ketika menerima pujian.

Bukan merasa hebat.

Melainkan merasa malu kepada Allah.

Rasulullah ﷺ mengajarkan doa ketika seseorang dipuji:

“Ya Allah, jangan Engkau hukum aku karena apa yang mereka katakan. Ampuni aku atas apa yang tidak mereka ketahui dan jadikan aku lebih baik dari sangkaan mereka.”
(HR. Al-Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad)

Doa ini menunjukkan sikap rendah hati yang luar biasa.

Seseorang tidak menolak pujian secara kasar. Namun ia juga tidak membiarkan hatinya terlena.

Sebaliknya, ia mengembalikan semua kebaikan kepada Allah.

Pujian Sebenarnya Sebuah Pengingat

Pada akhirnya, pujian manusia bukanlah tanda kesempurnaan diri.

Pujian justru bisa menjadi pengingat bahwa Allah masih menjaga kehormatan kita.

Jika Allah membuka aib manusia sedikit saja, citra baik bisa runtuh dalam waktu singkat.

Karena itu ketika pujian datang, orang bijak tidak langsung bangga.

Ia justru bersyukur kepada Allah.

Sebab ia sadar satu hal penting.

Yang dipuji manusia sering kali bukan dirinya.

Melainkan rahmat Allah yang masih menutupi aibnya.

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

Penulis: Diki Samani (Pemimpin Redaksi AlbadarPost)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • peran ayah

    “Ayah Ambil Rapor”, Kebijakan Hangat yang Dangkal

    • calendar_month Minggu, 21 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 43
    • 0Komentar

    Editorial Albadarpost menilai kebijakan ayah ambil rapor bersifat simbolik dan belum menyentuh akar krisis pengasuhan. Kebijakan Ringan di Tengah Masalah Berat albadarpost.com, EDITORIAL – Negara kembali menghadirkan kebijakan yang terdengar hangat, mudah diterima, dan cepat viral: Gerakan Ayah Mengambil Rapor. Pesannya sederhana. Ayah diminta hadir ke sekolah saat pembagian rapor. Tujuannya mulia, mendorong keterlibatan ayah […]

  • PSSI Awards 2026

    Voting PSSI Awards 2026

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 68
    • 0Komentar

    Voting publik PSSI Awards 2026 resmi dibuka, libatkan pencinta sepak bola Indonesia dalam menentukan prestasi terbaik. Voting Publik PSSI Awards 2026 Resmi Dimulai albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) secara resmi membuka voting publik PSSI Awards 2026 mulai hari ini. Melalui mekanisme pemungutan suara berbasis daring, masyarakat pencinta sepak bola diberi […]

  • Puding sederhana lembut dengan tekstur halus dan tampilan menarik di atas piring saji

    Wajib Coba! Resep Puding Sultan dengan Bahan Sederhana

    • calendar_month Senin, 23 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 72
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Banyak orang mencari resep puding sederhana yang mudah dibuat namun tetap lezat. Rahasia resep puding ini, yang juga sering disebut cara membuat puding lembut atau puding praktis rumahan, ternyata terletak pada teknik kecil yang sering diabaikan. Dengan langkah yang tepat, Anda bisa menghasilkan puding yang lembut, tidak berair, dan memiliki rasa yang […]

  • Kerang Totok Cabe Merah pedas gurih dengan bumbu merah dan daun aromatik

    Rahasia Kerang Totok Cabe Merah Enak dan Praktis

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 56
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Kerang Totok Cabe Merah menjadi pilihan tepat bagi pencinta seafood pedas. Hidangan kerang totok pedas ini menghadirkan rasa gurih, segar, dan sedikit asam dari air asam jawa. Selain itu, olahan kerang dengan sambal cabe merah ini cocok dijadikan lauk makan siang maupun stok makanan rumahan. Pertama-tama, kerang totok yang sudah direbus digoreng […]

  • Mens Rea

    Mens Rea di Netflix Dipersoalkan Habib Rizieq Shihab

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 52
    • 0Komentar

    albadapost.com, HUMANIORA – Mens Rea kembali memicu perdebatan di ruang publik digital. Konten stand up comedy yang ditayangkan Netflix itu dipersoalkan oleh tokoh agama Habib Rizieq Shihab karena dinilai menyinggung ibadah salat. Polemik ini menempatkan kebebasan berekspresi seni dan sensitivitas agama dalam satu titik ketegangan yang terbuka. Permintaan agar Netflix menghapus sebagian materi Mens Rea […]

  • unan Giri

    Sunan Giri dan Peran Sentralnya dalam Penyebaran Islam di Jawa

    • calendar_month Minggu, 26 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 66
    • 0Komentar

    Pengaruh Sunan Giri membentuk jaringan dakwah dan legitimasi kekuasaan Islam di Nusantara. albadarpost.com, PELITA – Peran Sunan Giri dalam sejarah Islam di Jawa bukan hanya tercatat dalam catatan keagamaan, tetapi juga dalam narasi politik dan budaya masyarakat Nusantara. Figur yang bernama asli Raden Paku atau Raden Ainul Yaqin ini menjadi salah satu tokoh kunci Wali […]

expand_less