Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Polisi Ungkap COD Obat Keras di Tasikmalaya, Target Pelajar Terbongkar

Polisi Ungkap COD Obat Keras di Tasikmalaya, Target Pelajar Terbongkar

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
  • visibility 68
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pengungkapan kasus obat keras Tasikmalaya kembali mengguncang publik setelah aparat kepolisian membongkar jaringan peredaran pil terlarang yang menyasar pelajar hingga orang dewasa. Obat keras Tasikmalaya atau peredaran ilegal Tramadol, Hexymer, dan Double Y ini terungkap dalam operasi intensif yang dilakukan sejak awal tahun 2026 di berbagai titik wilayah Kabupaten Tasikmalaya.

Pengungkapan ini dilakukan oleh Satuan Reserse Narkoba Polres Tasikmalaya setelah menemukan pola distribusi yang rapi namun berbahaya: transaksi dilakukan lewat pesan singkat, lalu barang dikirim dari luar kota dan diserahkan secara COD di jalanan sepi.

Di balik temuan ini, polisi juga menangkap enam orang tersangka yang diduga kuat sebagai pengedar aktif di wilayah tersebut.

Penggerebekan Berawal dari Pola Transaksi Mencurigakan

Kasus ini tidak terungkap secara tiba-tiba. Polisi lebih dulu mencurigai adanya pola transaksi obat keras yang tidak biasa di beberapa titik Tasikmalaya.

Transaksi yang awalnya tampak kecil melalui komunikasi digital ternyata berkembang menjadi jaringan distribusi lintas wilayah. Barang dikirim dari luar kota, lalu diedarkan kembali dengan sistem COD yang sulit dilacak.

Dari hasil pengembangan, aparat berhasil mengamankan total 2.571 butir pil dari berbagai jenis obat keras yang tidak memiliki izin edar resmi.

Enam Tersangka Muda Diamankan, Aktivitas Sudah Berjalan Lama

Dalam pengungkapan ini, enam orang tersangka diamankan dengan usia yang relatif muda, yakni MB (22), HD (24), SF (21), DR (23), RB (27), dan FH (29).

Plt. Kasat Narkoba Ipda M. Akbar Angga Pranadita, S.Ip menyebut para tersangka memiliki peran masing-masing dalam jaringan peredaran.

“Para pelaku ini sudah kami amankan dan sedang menjalani proses hukum,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).

Yang mengkhawatirkan, jaringan ini tidak hanya menyasar satu kelompok tertentu, tetapi sudah masuk ke berbagai lapisan masyarakat.

Pelajar Jadi Target, Peredaran Masuk Lingkungan Rentan

Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa pembeli obat keras ini datang dari berbagai kalangan, termasuk pelajar dan remaja.

Fakta ini menjadi sorotan serius karena menunjukkan bahwa peredaran obat keras sudah masuk ke lingkungan yang sangat rentan.

Transaksi yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi membuat para pelaku sulit terdeteksi pada tahap awal, sehingga distribusi bisa berjalan cukup lama sebelum akhirnya terbongkar.

Modus COD: Transaksi di Jalanan Sepi Sulit Dilacak

Para pelaku menggunakan modus yang relatif modern untuk menghindari pengawasan aparat.

Pemesanan dilakukan melalui aplikasi pesan singkat, kemudian barang dikirim dari luar daerah. Setelah itu, transaksi diselesaikan dengan sistem COD di titik yang telah disepakati, biasanya di lokasi yang minim pengawasan.

Metode ini membuat pergerakan pelaku sulit dipetakan secara langsung karena tidak melibatkan transaksi di satu tempat tetap.

Penggerebekan di Singaparna Tambah Bukti Jaringan Lebih Luas

Tidak berhenti pada satu lokasi, polisi juga mengembangkan kasus hingga wilayah Singaparna.

Dalam operasi lanjutan tersebut, aparat kembali mengamankan sekitar 1.300 butir pil sebagai barang bukti tambahan. Temuan ini memperkuat dugaan bahwa jaringan peredaran obat keras tidak hanya bersifat lokal, tetapi terhubung ke luar wilayah.

Kasus ini kini masih terus dikembangkan untuk menelusuri kemungkinan adanya pemasok utama di balik distribusi tersebut.

Ancaman Hukuman Berat Menanti Para Pelaku

Para tersangka dijerat dengan Undang-Undang Kesehatan terkait peredaran obat keras tanpa izin.

Ancaman hukuman yang menanti tidak ringan, yakni pidana penjara maksimal 12 tahun atau denda hingga Rp200 juta.

Penegakan hukum ini menjadi bagian dari upaya serius aparat dalam menekan peredaran obat keras yang merusak generasi muda.

Polisi Ingatkan Orang Tua: Bahaya Dimulai dari Lingkungan Terdekat

Selain penindakan, polisi juga menyoroti pentingnya peran keluarga dalam mencegah penyalahgunaan obat keras.

Ipda M. Akbar menegaskan bahwa pengawasan orang tua menjadi kunci utama dalam melindungi anak dari paparan obat berbahaya.

“Jangan sampai obat keras ini merusak masa depan anak-anak kita,” ujarnya.

Jaringan Tersembunyi yang Kini Mulai Terbongkar

Kasus obat keras Tasikmalaya ini menunjukkan bahwa peredaran obat ilegal kini semakin adaptif dengan memanfaatkan teknologi komunikasi dan sistem transaksi tertutup.

Namun, pengungkapan ini juga menjadi sinyal kuat bahwa aparat terus memperketat pengawasan dan menindak jaringan hingga ke akar.

Dengan kolaborasi penegakan hukum dan pengawasan masyarakat, diharapkan peredaran obat keras yang menyasar generasi muda dapat ditekan secara signifikan. (Red)


 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Majelis Masyayikh 2026

    Dari Pesantren untuk Indonesia, Seleksi Majelis Masyayikh 2026 Dibuka

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 67
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Lampu teras beberapa pesantren masih menyala ketika kabar itu mulai tersebar dari grup WhatsApp ke grup WhatsApp lain. Ada pengasuh pondok yang langsung meminta santrinya mencetak syarat pendaftaran. Ada pula yang diam cukup lama sambil membaca ulang pengumuman dari layar ponsel yang kacanya sudah sedikit retak di sudut kanan. Seleksi Majelis Masyayikh […]

  • risiko media sosial

    Risiko Media Sosial terhadap Anak Meningkat

    • calendar_month Senin, 10 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 93
    • 0Komentar

    Kasus Purwakarta kembali menyorot risiko media sosial pada anak dan lemahnya sistem proteksi digital. Air Bah Sunyi di Dunia Digital albadarpost.com, PERSPEKTIF – Kasus dugaan tindak pidana terhadap seorang siswi SMP di Purwakarta kembali menegaskan risiko media sosial yang kian mengancam anak-anak. Polisi menetapkan seorang mahasiswa sebagai tersangka setelah ditemukan adanya interaksi awal antara pelaku […]

  • begal anak

    Begal Anak di Sukabumi: Respons Polisi Cepat, Pencegahan Masih Lemah

    • calendar_month Sabtu, 29 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 66
    • 0Komentar

    Editorial Albadarpost: Pembegalan anak di Sukabumi menunjukkan erosi rasa aman publik dan kegagalan pencegahan kriminal. Ketika Rasa Aman Publik Runtuh di Jalanan albadarpost.com, EDITORIAL – Kasus begal anak di Kampung Pasir Muncang, Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, mengguncang nurani publik. Seorang bocah berusia 11 tahun terseret 200 meter di aspal saat mempertahankan ponselnya. Luka pada perut dan […]

  • Islam dan Pancasila

    Jawaban Soal Islam dan Pancasila Ternyata Ada di Halaman Sekolah Dasar

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 53
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Pada suatu Senin pagi, barisan siswa sekolah dasar berdiri menghadap tiang bendera. Seorang anak laki-laki mengenakan peci hitam yang sesekali ia betulkan karena miring tertiup angin. Di sampingnya, seorang siswi berkerudung putih berdiri tegak meski tali sepatu kirinya tampak belum terikat sempurna. Di barisan belakang, beberapa siswa terlihat masih mengantuk. Ada yang […]

  • Diskon Tambah Daya PLN

    Promo PLN Mei 2026 Bikin Heboh, Tambah Daya Listrik Kini Diskon 50 Persen

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 114
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Diskon tambah daya PLN mulai ramai dibicarakan masyarakat setelah PT PLN (Persero) resmi meluncurkan program promo “MeiLaju Lebih Terang” dalam rangka Hari Kebangkitan Nasional 2026. Program ini memberikan potongan biaya tambah daya sebesar 50 persen bagi pelanggan rumah tangga satu fasa di seluruh Indonesia. Promo tersebut berlaku mulai 20 Mei hingga […]

  • kasus perundungan Tangsel

    Dinas Pendidikan Tangsel Evaluasi Kasus Perundungan yang Berujung Kematian Siswa

    • calendar_month Minggu, 16 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 49
    • 0Komentar

    Siswa SMPN 19 Tangsel meninggal setelah dugaan perundungan. Dinas Pendidikan evaluasi dan polisi selidiki kasus. albadarpost.com, HUMANIORA – Dugaan kasus perundungan Tangsel kembali mencuat setelah MH, 13 tahun, siswa kelas I SMPN 19 Tangerang Selatan, meninggal di ruang ICU RSUP Fatmawati, Jakarta Selatan, Minggu pagi 16 November 2025. Ia wafat setelah hampir sebulan merawat luka […]

expand_less