Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Polisi Ungkap COD Obat Keras di Tasikmalaya, Target Pelajar Terbongkar

Polisi Ungkap COD Obat Keras di Tasikmalaya, Target Pelajar Terbongkar

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
  • visibility 175
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pengungkapan kasus obat keras Tasikmalaya kembali mengguncang publik setelah aparat kepolisian membongkar jaringan peredaran pil terlarang yang menyasar pelajar hingga orang dewasa. Obat keras Tasikmalaya atau peredaran ilegal Tramadol, Hexymer, dan Double Y ini terungkap dalam operasi intensif yang dilakukan sejak awal tahun 2026 di berbagai titik wilayah Kabupaten Tasikmalaya.

Pengungkapan ini dilakukan oleh Satuan Reserse Narkoba Polres Tasikmalaya setelah menemukan pola distribusi yang rapi namun berbahaya: transaksi dilakukan lewat pesan singkat, lalu barang dikirim dari luar kota dan diserahkan secara COD di jalanan sepi.

Di balik temuan ini, polisi juga menangkap enam orang tersangka yang diduga kuat sebagai pengedar aktif di wilayah tersebut.

Penggerebekan Berawal dari Pola Transaksi Mencurigakan

Kasus ini tidak terungkap secara tiba-tiba. Polisi lebih dulu mencurigai adanya pola transaksi obat keras yang tidak biasa di beberapa titik Tasikmalaya.

Transaksi yang awalnya tampak kecil melalui komunikasi digital ternyata berkembang menjadi jaringan distribusi lintas wilayah. Barang dikirim dari luar kota, lalu diedarkan kembali dengan sistem COD yang sulit dilacak.

Dari hasil pengembangan, aparat berhasil mengamankan total 2.571 butir pil dari berbagai jenis obat keras yang tidak memiliki izin edar resmi.

Enam Tersangka Muda Diamankan, Aktivitas Sudah Berjalan Lama

Dalam pengungkapan ini, enam orang tersangka diamankan dengan usia yang relatif muda, yakni MB (22), HD (24), SF (21), DR (23), RB (27), dan FH (29).

Plt. Kasat Narkoba Ipda M. Akbar Angga Pranadita, S.Ip menyebut para tersangka memiliki peran masing-masing dalam jaringan peredaran.

“Para pelaku ini sudah kami amankan dan sedang menjalani proses hukum,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).

Yang mengkhawatirkan, jaringan ini tidak hanya menyasar satu kelompok tertentu, tetapi sudah masuk ke berbagai lapisan masyarakat.

Pelajar Jadi Target, Peredaran Masuk Lingkungan Rentan

Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa pembeli obat keras ini datang dari berbagai kalangan, termasuk pelajar dan remaja.

Fakta ini menjadi sorotan serius karena menunjukkan bahwa peredaran obat keras sudah masuk ke lingkungan yang sangat rentan.

Transaksi yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi membuat para pelaku sulit terdeteksi pada tahap awal, sehingga distribusi bisa berjalan cukup lama sebelum akhirnya terbongkar.

Modus COD: Transaksi di Jalanan Sepi Sulit Dilacak

Para pelaku menggunakan modus yang relatif modern untuk menghindari pengawasan aparat.

Pemesanan dilakukan melalui aplikasi pesan singkat, kemudian barang dikirim dari luar daerah. Setelah itu, transaksi diselesaikan dengan sistem COD di titik yang telah disepakati, biasanya di lokasi yang minim pengawasan.

Metode ini membuat pergerakan pelaku sulit dipetakan secara langsung karena tidak melibatkan transaksi di satu tempat tetap.

Penggerebekan di Singaparna Tambah Bukti Jaringan Lebih Luas

Tidak berhenti pada satu lokasi, polisi juga mengembangkan kasus hingga wilayah Singaparna.

Dalam operasi lanjutan tersebut, aparat kembali mengamankan sekitar 1.300 butir pil sebagai barang bukti tambahan. Temuan ini memperkuat dugaan bahwa jaringan peredaran obat keras tidak hanya bersifat lokal, tetapi terhubung ke luar wilayah.

Kasus ini kini masih terus dikembangkan untuk menelusuri kemungkinan adanya pemasok utama di balik distribusi tersebut.

Ancaman Hukuman Berat Menanti Para Pelaku

Para tersangka dijerat dengan Undang-Undang Kesehatan terkait peredaran obat keras tanpa izin.

Ancaman hukuman yang menanti tidak ringan, yakni pidana penjara maksimal 12 tahun atau denda hingga Rp200 juta.

Penegakan hukum ini menjadi bagian dari upaya serius aparat dalam menekan peredaran obat keras yang merusak generasi muda.

Polisi Ingatkan Orang Tua: Bahaya Dimulai dari Lingkungan Terdekat

Selain penindakan, polisi juga menyoroti pentingnya peran keluarga dalam mencegah penyalahgunaan obat keras.

Ipda M. Akbar menegaskan bahwa pengawasan orang tua menjadi kunci utama dalam melindungi anak dari paparan obat berbahaya.

“Jangan sampai obat keras ini merusak masa depan anak-anak kita,” ujarnya.

Jaringan Tersembunyi yang Kini Mulai Terbongkar

Kasus obat keras Tasikmalaya ini menunjukkan bahwa peredaran obat ilegal kini semakin adaptif dengan memanfaatkan teknologi komunikasi dan sistem transaksi tertutup.

Namun, pengungkapan ini juga menjadi sinyal kuat bahwa aparat terus memperketat pengawasan dan menindak jaringan hingga ke akar.

Dengan kolaborasi penegakan hukum dan pengawasan masyarakat, diharapkan peredaran obat keras yang menyasar generasi muda dapat ditekan secara signifikan. (Red)


 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • mobil terbakar Bandung

    Mobil Terbakar Bandung, Chevrolet Hangus di Showroom

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 101
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Peristiwa mobil terbakar Bandung kembali terjadi pada Jumat (24/7/2026) pagi. Sebuah mobil Chevrolet hangus dilalap api di dalam sebuah showroom di Jalan Moch. Toha, Kelurahan Pelindung Hewan, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung. Dugaan awal mengarah pada korsleting listrik mobil yang memicu kebakaran ketika showroom masih dalam keadaan tutup. Meski insiden berlangsung pada […]

  • Wanprestasi

    Jangan Sedikit-Sedikit Lapor Polisi, Bisa Jadi Itu Hanya Wanprestasi

    • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 142
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Di tengah meningkatnya transaksi bisnis, kerja sama usaha, jual beli daring, hingga pinjam-meminjam antarindividu, istilah wanprestasi semakin sering muncul. Namun, tidak sedikit masyarakat yang masih mencampurkan wanprestasi, ingkar janji, pelanggaran kontrak, dan tindak pidana dalam satu keranjang yang sama. Akibatnya, ketika salah satu pihak gagal memenuhi isi perjanjian, respons pertama yang muncul […]

  • SK PNS palsu

    SK PNS Palsu Bikin Heboh, Ini Cara Agar Tidak Jadi Korban

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 211
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Kasus SK PNS palsu di Gresik mendadak viral dan menyita perhatian publik. Dugaan penipuan CPNS, rekrutmen ASN ilegal, hingga modus surat keputusan palsu kini menjadi sorotan. Peristiwa ini bukan sekadar prank, melainkan praktik penipuan yang merugikan banyak korban secara finansial dan mental. Awalnya, seorang wanita datang ke kantor pemerintah daerah dengan […]

  • personel TNI karhutla

    14.167 Personel TNI Bergerak Tangani Karhutla di Indonesia

    • calendar_month Sabtu, 22 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 60
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Personel TNI karhutla kini ikut memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah Indonesia. Berdasarkan keterangan Pusat Penerangan TNI yang disampaikan Jumat, 21 Agustus 2026, sebanyak 14.167 personel TNI tercatat terlibat dalam penanganan karhutla dengan dukungan sarana serta peralatan pemadaman. Jumlah tersebut memperlihatkan skala dukungan TNI dalam menghadapi kebakaran hutan […]

  • kemandirian santri

    Jarang Disadari, Ini Alasan Santri Lebih Mandiri Sejak Muda

    • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 210
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Kemandirian santri bukan sekadar kemampuan hidup jauh dari orang tua, tetapi juga mencakup disiplin, tanggung jawab, dan ketahanan mental. Banyak orang hanya melihat santri sebagai pelajar agama, padahal mandiri ala santri dan kehidupan santri di pesantren justru menjadi fondasi kuat dalam membentuk karakter tangguh yang jarang disadari. Menariknya, pola hidup ini tidak […]

  • pengamanan pertandingan

    Polisi Perketat Pengamanan Pertandingan Persib vs Borneo

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 316
    • 0Komentar

    Polrestabes Bandung menerjunkan 1.800 personel untuk pengamanan pertandingan Persib vs Borneo di GBLA. albadarpost.com, LENSA – Polrestabes Bandung menerjunkan ribuan personel untuk memastikan pengamanan pertandingan Persib Bandung melawan Borneo FC berjalan terkendali. Pertandingan tunda pekan ke-4 Super League 2025/26 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) malam ini diperlakukan sebagai agenda berisiko tinggi karena potensi […]

expand_less