Breaking News
light_mode
Beranda » Hikmah » Kemarau Panjang? Inilah Tuntunan Lengkap Salat Istisqa

Kemarau Panjang? Inilah Tuntunan Lengkap Salat Istisqa

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
  • visibility 103
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HIKMAH – Musim kemarau yang berkepanjangan sering membawa dampak bagi kehidupan masyarakat, mulai dari berkurangnya ketersediaan air bersih hingga terganggunya sektor pertanian. Dalam ajaran Islam, salah satu bentuk ikhtiar spiritual yang dianjurkan ketika terjadi kekeringan adalah Salat Istisqa, yaitu salat sunnah untuk memohon turunnya hujan kepada Allah SWT. Namun, ibadah ini tidak menggantikan ikhtiar nyata seperti menjaga lingkungan, mengelola sumber daya air, dan membantu masyarakat yang terdampak.

Dengan demikian, Islam mengajarkan keseimbangan antara doa, usaha, dan tawakal. Ketiganya saling melengkapi dalam menghadapi setiap ujian kehidupan.

Apa Itu Salat Istisqa?

Salat Istisqa merupakan salat sunnah dua rakaat yang dikerjakan untuk memohon hujan ketika suatu daerah mengalami kemarau atau kekeringan.

Tuntunan ini dicontohkan langsung oleh Rasulullah SAW. Hadis mengenai pelaksanaan Salat Istisqa diriwayatkan dalam Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim, ketika Nabi Muhammad SAW memimpin kaum Muslimin berdoa memohon hujan di Madinah. Atas izin Allah SWT, hujan pun turun sebagai rahmat bagi masyarakat.

Ibadah tersebut mengajarkan bahwa manusia memiliki keterbatasan, sedangkan Allah SWT adalah Dzat Yang Maha Mengatur alam semesta.

Persiapan Sebelum Salat Istisqa

Para ulama menjelaskan bahwa sebelum melaksanakan Salat Istisqa, seorang Muslim dianjurkan mempersiapkan diri lahir dan batin. Beberapa amalan yang dianjurkan antara lain memperbanyak istigfar, bertaubat, memperbanyak sedekah, memperbaiki hubungan dengan sesama, serta memperbanyak doa.

Anjuran tersebut memiliki landasan dalam firman Allah SWT:

“Maka aku berkata kepada mereka, ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu. Sungguh, Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu.'”

(QS. Nuh: 10–11).

Ayat tersebut menunjukkan bahwa istigfar dan taubat menjadi bagian penting dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Tata Cara Salat Istisqa Sesuai Sunnah

Salat Istisqa dilaksanakan sebanyak dua rakaat, umumnya di lapangan terbuka pada waktu pagi, sebagaimana waktu pelaksanaan Salat Id.

Rakaat pertama dimulai dengan niat, takbiratul ihram, takbir sebanyak 7 kali sebelum membaca surat Al-Fatihah, membaca Surah Al-Fatihah, kemudian dianjurkan membaca Surah Al-A’la atau surah lain yang mudah.

Rakaat kedua dilanjutkan dengan membaca takbir sebanyak 7 kali sebelum membaca surat Al-Fatihah, membaca Surah Al-Fatihah, kemudian dianjurkan membaca Surah Al-Ghasyiyah atau surah lain yang dikuasai. Setelah itu salat diakhiri dengan salam.

Selanjutnya setelah salam, imam menyampaikan khutbah yang berisi ajakan untuk bertakwa, memperbanyak istigfar, memperbanyak amal saleh, dan memohon hujan kepada Allah SWT.

Kemudian setelah setelah selesai khutbah, khatib memimpin jamaah membaca:

اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْتَغْفِرُكَ إِنَّكَ كُنْتَ غَفَّاراً فَأَرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْنَا مِدْرَاراً

“Ya Allah, sungguh kami memohon ampun kepada-Mu, karena Kau adalah Maha Pengampun. Maka turunkanlah hujan yang lebat dari langit-Mu untuk kami.”

Sebagian ulama juga menjelaskan bahwa imam dianjurkan membalik selendang atau pakaian bagian atas ketika berdoa sebagai simbol harapan agar Allah SWT mengubah keadaan dari kekeringan menjadi turunnya hujan. Dalam masalah khutbah maupun beberapa rincian pelaksanaan Salat Istisqa, terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama fikih. Perbedaan tersebut merupakan bagian dari khazanah keilmuan Islam dan sama-sama memiliki dasar ijtihad yang dihormati.

Doa Memohon Hujan

Di antara doa yang diajarkan Rasulullah SAW ialah:

اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا

Allahumma aghitsna.

Artinya:

“Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami.”

Selain itu, Allah SWT berfirman:

“Dan Dialah yang menurunkan hujan setelah mereka berputus asa, lalu Dia menyebarkan rahmat-Nya. Dialah Yang Maha Pelindung lagi Maha Terpuji.”

(QS. Asy-Syura: 28).

Ayat tersebut mengajarkan bahwa seorang Muslim tidak boleh kehilangan harapan terhadap rahmat Allah SWT.

Ikhtiar Spiritual dan Ikhtiar Nyata Harus Berjalan Bersama

Salat Istisqa merupakan bagian dari ikhtiar spiritual. Namun, Islam juga mengajarkan pentingnya menjaga sebab-sebab yang mendukung keberlangsungan hidup. Oleh karena itu, menghemat penggunaan air, melestarikan hutan, menjaga daerah resapan, serta membantu masyarakat yang mengalami kekeringan merupakan bentuk tanggung jawab yang sejalan dengan nilai-nilai Islam.

Rasulullah SAW bersabda:

“Seandainya kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakal, niscaya Allah akan memberi rezeki kepada kalian sebagaimana Dia memberi rezeki kepada burung. Burung itu pergi pagi hari dalam keadaan lapar dan pulang sore hari dalam keadaan kenyang.”

(HR. Tirmidzi).

Hadis tersebut menegaskan bahwa tawakal selalu disertai usaha, bukan hanya menunggu tanpa berikhtiar.

Pelajaran yang Tetap Relevan

Di tengah tantangan perubahan iklim dan meningkatnya risiko kekeringan di berbagai daerah, Salat Istisqa mengingatkan bahwa manusia perlu menjaga keseimbangan antara hubungan dengan Allah SWT dan tanggung jawab terhadap alam.

Tata cara yang dijelaskan dalam artikel ini merupakan panduan umum berdasarkan hadis-hadis sahih serta pendapat mayoritas ulama. Dalam praktiknya, pelaksanaan Salat Istisqa dapat mengikuti tuntunan ulama, imam, atau lembaga keagamaan setempat.

Salat Istisqa bukan sekadar memohon turunnya hujan dari langit. Lebih dari itu, ibadah ini mengajarkan agar hati kembali tunduk kepada Allah, tangan tetap bekerja menjaga bumi, dan harapan tidak pernah kering meski kemarau terasa panjang. Ketika doa dan ikhtiar berjalan beriringan, seorang Muslim telah menapaki jalan yang dicontohkan Rasulullah SAW. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • tanam pohon langka

    Tasikmalaya Perkuat Mitigasi Bencana Lewat Penanaman Pohon Langka

    • calendar_month Sabtu, 22 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Upaya tanam pohon langka di Tasikmalaya dorong mitigasi bencana dan perbaikan kualitas lingkungan. albadarpost.com, HUMANIORA – Aksi tanam pohon langka kembali mengisi kawasan Arboretum Pasir Bakukung, Desa Gunung Tanjung, Kabupaten Tasikmalaya, pada Sabtu pagi, 22 November 2025. Pagi itu, puluhan relawan dari Komunitas Nyaah Ka Alam membawa bibit yang sebagian besar merupakan jenis endemik Jawa […]

  • Ilustrasi Baghdad sebagai pusat ilmu pada masa keemasan Islam dengan perpustakaan besar dan ilmuwan berdiskusi

    Baghdad Pernah Jadi Pusat Ilmu Dunia, Kenapa Jarang Dibahas?

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 221
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Baghdad kota ilmu bukan sekadar frasa historis, melainkan simbol kejayaan peradaban yang pernah memimpin dunia. Kota ini, yang kini sering diasosiasikan dengan konflik, justru dahulu dikenal sebagai pusat intelektual global. Baghdad sebagai pusat ilmu, kota peradaban Islam, hingga pusat pengetahuan dunia menjadi identitas kuatnya di masa lalu. Di jantung Baghdad, para ilmuwan, […]

  • Wabup Ciamis

    Ciamis Tanpa Wakil Bupati, Herdiat Serahkan Bola ke Parpol

    • calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 92
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Wabup Ciamis hingga kini belum terisi. Kursi Wakil Bupati Ciamis masih kosong setelah Herdiat Sunarya dilantik sebagai Bupati Ciamis pada 20 Februari 2025 tanpa pasangan wakil. Perkembangan terbaru datang dari sikap Herdiat. Dilansir dari detikJabar, Herdiat menyatakan proses pencalonan Wakil Bupati Ciamis diserahkan kepada partai politik pengusung. Ia juga menegaskan tidak […]

  • Es Krim Rumahan

    Rahasia Es Krim Rumahan yang Lembut dan Bikin Anak Ketagihan

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 167
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Ketika cuaca siang mulai terasa terik dan anak-anak menghabiskan waktu libur sekolah di lingkungan rumah, es krim rumahan atau es krim jadul kembali menjadi jajanan yang paling banyak dicari. Rasanya yang sederhana, teksturnya yang lembut, serta harganya yang ramah di kantong membuat es krim rumahan tetap bertahan di tengah maraknya dessert modern […]

  • Anak Hilang Ditemukan

    Anak Hilang Ditemukan, Pelajaran Besar di Hari Anak Nasional

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 70
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Anak hilang ditemukan dan kembali ke pelukan keluarganya setelah proses pencarian yang melibatkan aparat kepolisian, pemerintah, Forkopimcam, serta masyarakat. Kabar anak yang sempat hilang itu menjadi angin segar bagi keluarga sekaligus mengakhiri kecemasan yang sempat menyelimuti proses pencarian anak. Informasi yang disampaikan Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Rd. Diky Candra, Kamis (23/7/2026) […]

  • Kasus Daycare Jogja

    53 Anak Jadi Korban! Kasus Daycare Jogja Bisa Dijerat KUHP Terbaru

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 180
    • 0Komentar

    albadarpost.com, EDITORIAL – Kasus daycare Jogja mengguncang publik tanah air. Dugaan pemberian obat penenang dan kekerasan seksual dalam kasus daycare Jogja ini langsung memicu kemarahan luas. Skandal daycare di Yogyakarta tersebut kini tidak hanya menjadi isu sosial, tetapi juga berpotensi menjadi perkara pidana berat di bawah KUHP terbaru dan undang-undang perlindungan anak. Yang membuat publik […]

expand_less