Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » 7.000 Anak Tasikmalaya Putus Sekolah karena Kemiskinan

7.000 Anak Tasikmalaya Putus Sekolah karena Kemiskinan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
  • visibility 83
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAHAnak putus sekolah Tasikmalaya kembali menjadi perhatian setelah Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya mengungkapkan sekitar 7.000 anak tidak lagi melanjutkan pendidikan, dengan kemiskinan sebagai faktor utama. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan putus sekolah di Kota Tasikmalaya masih menjadi tantangan serius yang membutuhkan penanganan lintas sektor.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya, H. Rojab Riswan Taufik, mengatakan ribuan anak tersebut berhenti sekolah bukan karena kurangnya minat belajar maupun persoalan kedisiplinan. Sebaliknya, sebagian besar berasal dari keluarga yang menghadapi keterbatasan ekonomi sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan pendidikan.

“Yah ada 7.000 anak putus sekolah karena faktor ekonomi keluarga tidak mampu,” ujar Rojab, Rabu (15/7/2026).

Baru Separuh Anak Berhasil Kembali Bersekolah

Menurut Rojab, pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk mengembalikan anak-anak yang putus sekolah ke bangku pendidikan. Hingga pertengahan tahun ini, sekitar 3.500 anak berhasil kembali bersekolah melalui berbagai program pendampingan.

Namun demikian, jumlah tersebut baru mencakup sekitar separuh dari total anak putus sekolah yang tercatat. Artinya, masih ada sekitar 3.500 anak lainnya yang belum kembali mengenyam pendidikan formal.

Ia menjelaskan bahwa data tersebut bersifat dinamis karena setiap tahun selalu terjadi perubahan. Memasuki tahun ajaran baru, pemerintah daerah masih melakukan pendataan sehingga jumlah sebenarnya masih dapat bertambah ataupun berkurang.

“Setiap tahun selalu ada penambahan. Angkanya dinamis. Ajaran baru ini kita belum tahu bertambah atau berkurang,” katanya.

Sekolah Rakyat Belum Mampu Menjangkau Seluruh Kebutuhan

Rojab juga menyinggung keberadaan Program Sekolah Rakyat yang diharapkan dapat membantu anak-anak dari keluarga kurang mampu agar tetap memperoleh akses pendidikan.

Meski demikian, kapasitas program tersebut dinilai masih sangat terbatas dibandingkan jumlah anak yang membutuhkan.

Menurutnya, pada tahap saat ini hanya sekitar 25 anak yang dapat mengikuti program tersebut.

Jika dibandingkan dengan jumlah anak putus sekolah yang mencapai sekitar 7.000 orang, daya tampung tersebut masih jauh dari kebutuhan riil di lapangan.

Karena itu, ia menilai berbagai solusi tambahan tetap diperlukan agar lebih banyak anak memperoleh kesempatan kembali belajar.

Disdik Minta Seluruh Elemen Bergerak Bersama

Dinas Pendidikan menegaskan bahwa penyelesaian persoalan putus sekolah tidak dapat hanya dibebankan kepada satu instansi.

Sebaliknya, pemerintah daerah memerlukan dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah kecamatan, kelurahan, RT/RW, lembaga sosial, dunia usaha, hingga masyarakat.

Rojab menilai kolaborasi lintas sektor menjadi langkah penting untuk mengidentifikasi anak-anak yang berisiko putus sekolah sekaligus memastikan mereka memperoleh pendampingan yang sesuai.

Selain itu, pendekatan langsung ke lingkungan tempat tinggal masyarakat dinilai lebih efektif karena dapat mengetahui kondisi sosial ekonomi keluarga secara lebih akurat.

“Ini tidak bisa hanya di pundak kami. Harus lintas sektoral sampai ke kewilayahan seperti kecamatan, kelurahan, RT/RW harus bergerak,” ujarnya.

Kemiskinan Masih Menjadi Tantangan Pendidikan

Persoalan putus sekolah akibat kemiskinan tidak hanya berdampak pada akses pendidikan, tetapi juga berpotensi memengaruhi kualitas sumber daya manusia di masa mendatang.

Karena itu, pemerintah daerah berharap seluruh pemangku kepentingan dapat memperkuat sinergi agar angka putus sekolah terus menurun.

Langkah tersebut mencakup pendataan yang lebih akurat, perluasan program bantuan pendidikan, peningkatan akses beasiswa, serta pendampingan keluarga rentan agar anak-anak tetap dapat melanjutkan sekolah.

Dengan upaya yang terintegrasi, diharapkan semakin banyak anak memperoleh kesempatan yang sama untuk menyelesaikan pendidikan dan meningkatkan kualitas hidup mereka pada masa depan.

Sementara itu, Dinas Pendidikan memastikan pendataan terhadap anak putus sekolah akan terus diperbarui sebagai dasar penyusunan kebijakan pendidikan yang lebih tepat sasaran.

Setiap anak yang kembali ke bangku sekolah adalah investasi bagi masa depan Kota Tasikmalaya. Sebaliknya, setiap anak yang tertinggal menjadi pengingat bahwa kemiskinan masih menjadi pekerjaan rumah bersama yang harus segera diselesaikan. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Disiplin ASN Garut

    Disiplin ASN Garut Diperketat Lewat Sistem Real-Time

    • calendar_month Senin, 27 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 53
    • 0Komentar

    AlbadarPost.com, BERITA DAERAH – Mulai sekarang, kehadiran aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Garut tidak lagi sekadar tercatat sebagai absensi harian. Disiplin ASN Garut memasuki babak baru setelah pemerintah daerah menerapkan sistem pemantauan kehadiran secara real-time yang akan menjadi salah satu dasar dalam evaluasi kinerja aparatur. Langkah ini diharapkan memperkuat akuntabilitas sekaligus meningkatkan […]

  • Pelatihan Jajanan Pasar

    Mau Punya Usaha Kue Tradisional? Disnaker Ciamis Buka Pelatihan Gratis

    • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 200
    • 0Komentar

    AlbadarPost.com, BERITA DAERAH — Aroma harum kue tradisional yang baru matang masih menjadi pemandangan akrab di banyak pasar rakyat. Di antara warna hijau kue putu ayu, merah muda lapis beras, hingga kuning keemasan lemper yang tersusun di atas tampah bambu, tersimpan peluang usaha yang belum pernah benar-benar kehilangan peminatnya. Melihat potensi tersebut, pelatihan jajanan pasar atau […]

  • Jagawana

    Jagawana, Penjaga Sunyi Hutan Jawa Barat

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 69
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Jagawana atau penjaga hutan merupakan garda terdepan dalam menjaga kelestarian kawasan hutan. Di Indonesia, tugas tersebut banyak dijalankan oleh Polisi Kehutanan (Polhut) yang setiap hari berpatroli, memantau kondisi kawasan, hingga mencegah berbagai ancaman terhadap hutan. Momentum Hari Jagawana Sedunia yang diperingati setiap 31 Juli menjadi pengingat bahwa di balik hutan yang tetap […]

  • Negara kecil

    Reaksi Singapura: Mandat PBB Terancam

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 182
    • 0Komentar

    Singapura menilai operasi AS di Venezuela mengancam mandat PBB dan meningkatkan risiko bagi negara kecil. Kebijakan Global Dipertanyakan albadarpost.com, BERITA DUNIA – Pemerintah Singapura menyampaikan keprihatinan serius atas operasi militer Amerika Serikat di Venezuela yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolás Maduro. Bagi Singapura, tindakan sepihak tersebut bukan hanya persoalan regional, tetapi sinyal bahaya bagi masa […]

  • pendaratan darurat pesawat

    Pesawat GA8 Airvan Alami Loss Power, Pilot Arahkan Pendaratan ke Sawah

    • calendar_month Sabtu, 22 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 214
    • 0Komentar

    Pesawat GA8 Airvan melakukan pendaratan darurat di Karawang akibat gangguan mesin, seluruh awak selamat. albadarpost.com, LENSA – Di tengah hamparan hijau Desa Kertawaluya, sebuah pesawat kecil tampak miring dengan moncong menancap tanah. Beberapa warga berdiri tak jauh, masih menahan napas setelah melihat manuver terakhir pilot yang membawa pesawat itu mendarat di persawahan. Tak ada ledakan, […]

  • SWAKKA Priangan Timur

    SWAKKA, Kolaborasi Baru Wartawan dan Konten Kreator Priangan Timur untuk Kuatkan Media Lokal

    • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 118
    • 0Komentar

    SWAKKA lahir di Priangan Timur sebagai wadah kolaborasi wartawan dan konten kreator memperkuat media lokal. albadarpost.com, CENDIKIA — Sebuah inisiatif baru lahir di jantung Priangan Timur. Komunitas bernama SWAKKA Priangan Timur resmi disepakati berdiri setelah diskusi intens selama hampir empat jam di Kota Tasikmalaya, Rabu (5/11/2025). Komunitas ini menjadi wadah baru bagi wartawan dan konten […]

expand_less