Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » 7.000 Anak Tasikmalaya Putus Sekolah karena Kemiskinan

7.000 Anak Tasikmalaya Putus Sekolah karena Kemiskinan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
  • visibility 81
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAHAnak putus sekolah Tasikmalaya kembali menjadi perhatian setelah Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya mengungkapkan sekitar 7.000 anak tidak lagi melanjutkan pendidikan, dengan kemiskinan sebagai faktor utama. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan putus sekolah di Kota Tasikmalaya masih menjadi tantangan serius yang membutuhkan penanganan lintas sektor.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya, H. Rojab Riswan Taufik, mengatakan ribuan anak tersebut berhenti sekolah bukan karena kurangnya minat belajar maupun persoalan kedisiplinan. Sebaliknya, sebagian besar berasal dari keluarga yang menghadapi keterbatasan ekonomi sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan pendidikan.

“Yah ada 7.000 anak putus sekolah karena faktor ekonomi keluarga tidak mampu,” ujar Rojab, Rabu (15/7/2026).

Baru Separuh Anak Berhasil Kembali Bersekolah

Menurut Rojab, pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk mengembalikan anak-anak yang putus sekolah ke bangku pendidikan. Hingga pertengahan tahun ini, sekitar 3.500 anak berhasil kembali bersekolah melalui berbagai program pendampingan.

Namun demikian, jumlah tersebut baru mencakup sekitar separuh dari total anak putus sekolah yang tercatat. Artinya, masih ada sekitar 3.500 anak lainnya yang belum kembali mengenyam pendidikan formal.

Ia menjelaskan bahwa data tersebut bersifat dinamis karena setiap tahun selalu terjadi perubahan. Memasuki tahun ajaran baru, pemerintah daerah masih melakukan pendataan sehingga jumlah sebenarnya masih dapat bertambah ataupun berkurang.

“Setiap tahun selalu ada penambahan. Angkanya dinamis. Ajaran baru ini kita belum tahu bertambah atau berkurang,” katanya.

Sekolah Rakyat Belum Mampu Menjangkau Seluruh Kebutuhan

Rojab juga menyinggung keberadaan Program Sekolah Rakyat yang diharapkan dapat membantu anak-anak dari keluarga kurang mampu agar tetap memperoleh akses pendidikan.

Meski demikian, kapasitas program tersebut dinilai masih sangat terbatas dibandingkan jumlah anak yang membutuhkan.

Menurutnya, pada tahap saat ini hanya sekitar 25 anak yang dapat mengikuti program tersebut.

Jika dibandingkan dengan jumlah anak putus sekolah yang mencapai sekitar 7.000 orang, daya tampung tersebut masih jauh dari kebutuhan riil di lapangan.

Karena itu, ia menilai berbagai solusi tambahan tetap diperlukan agar lebih banyak anak memperoleh kesempatan kembali belajar.

Disdik Minta Seluruh Elemen Bergerak Bersama

Dinas Pendidikan menegaskan bahwa penyelesaian persoalan putus sekolah tidak dapat hanya dibebankan kepada satu instansi.

Sebaliknya, pemerintah daerah memerlukan dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah kecamatan, kelurahan, RT/RW, lembaga sosial, dunia usaha, hingga masyarakat.

Rojab menilai kolaborasi lintas sektor menjadi langkah penting untuk mengidentifikasi anak-anak yang berisiko putus sekolah sekaligus memastikan mereka memperoleh pendampingan yang sesuai.

Selain itu, pendekatan langsung ke lingkungan tempat tinggal masyarakat dinilai lebih efektif karena dapat mengetahui kondisi sosial ekonomi keluarga secara lebih akurat.

“Ini tidak bisa hanya di pundak kami. Harus lintas sektoral sampai ke kewilayahan seperti kecamatan, kelurahan, RT/RW harus bergerak,” ujarnya.

Kemiskinan Masih Menjadi Tantangan Pendidikan

Persoalan putus sekolah akibat kemiskinan tidak hanya berdampak pada akses pendidikan, tetapi juga berpotensi memengaruhi kualitas sumber daya manusia di masa mendatang.

Karena itu, pemerintah daerah berharap seluruh pemangku kepentingan dapat memperkuat sinergi agar angka putus sekolah terus menurun.

Langkah tersebut mencakup pendataan yang lebih akurat, perluasan program bantuan pendidikan, peningkatan akses beasiswa, serta pendampingan keluarga rentan agar anak-anak tetap dapat melanjutkan sekolah.

Dengan upaya yang terintegrasi, diharapkan semakin banyak anak memperoleh kesempatan yang sama untuk menyelesaikan pendidikan dan meningkatkan kualitas hidup mereka pada masa depan.

Sementara itu, Dinas Pendidikan memastikan pendataan terhadap anak putus sekolah akan terus diperbarui sebagai dasar penyusunan kebijakan pendidikan yang lebih tepat sasaran.

Setiap anak yang kembali ke bangku sekolah adalah investasi bagi masa depan Kota Tasikmalaya. Sebaliknya, setiap anak yang tertinggal menjadi pengingat bahwa kemiskinan masih menjadi pekerjaan rumah bersama yang harus segera diselesaikan. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Potret Try Sutrisno saat menjabat Wakil Presiden RI periode 1993-1998 di masa akhir Orde Baru.

    Sunyi di Pusat Kekuasaan: Peran Try Sutrisno Saat Krisis 1998

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 210
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Nama Try Sutrisno 1998 kembali mengemuka ketika publik menelisik ulang fase akhir Orde Baru. Pada periode genting itu, Try Sutrisno menjabat sebagai Wakil Presiden RI dan berdiri tepat di pusat pusaran krisis. Sosok wapres militer ini hadir di ujung kekuasaan Orde Baru, mendampingi Suharto saat tekanan ekonomi dan politik mengguncang fondasi negara. […]

  • Pramuka Tasikmalaya

    Bukan Cuma Soal Uang, Pramuka Tasikmalaya Belajar Jaga Data

    • calendar_month Rabu, 19 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 50
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pramuka Tasikmalaya mendapat bekal yang semakin relevan dengan kehidupan digital: kemampuan mengelola uang sekaligus menjaga data pribadi. Melalui edukasi literasi keuangan, OJK Tasikmalaya mengajak pelajar memahami kebutuhan dan keinginan, membangun kebiasaan menabung, serta mengenali risiko pinjaman daring dan aktivitas keuangan ilegal. Kegiatan tersebut menyasar 91 anggota Pramuka dari SMPN 1 Tasikmalaya […]

  • Prediksi Brasil vs Maroko

    Brasil Wajib Waspada, Maroko Datang dengan Modal Berbahaya

    • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 117
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Prediksi Brasil vs Maroko menjadi salah satu topik yang ramai dibicarakan menjelang pertandingan Grup C Piala Dunia 2026, 14 Juni 2026. Laga Brasil vs Maroko kali ini terasa berbeda. Nama Brasil memang masih identik dengan kejayaan dan lima bintang di dada. Namun di seberang lapangan berdiri Maroko, tim yang dalam beberapa […]

  • Bobotoh Ciamis

    Persib Kalah, Bobotoh Ciamis Justru Bikin Bangga

    • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 60
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Persib Bandung memang pulang tanpa trofi. Namun, ribuan Bobotoh Ciamis justru meninggalkan kemenangan yang jauh lebih berharga. Saat peluit panjang Final Piala Presiden 2026 berbunyi, mereka tidak meluapkan kekecewaan dengan keributan. Sebaliknya, para pendukung Persib memilih pulang dengan tertib, menjaga ketenangan, dan meninggalkan Alun-Alun Ciamis tetap bersih. Pemandangan itu menjadi sorotan […]

  • Ilustrasi pria dewasa membaca buku di ruang sederhana dengan cahaya senja, menggambarkan semangat jangan pernah berhenti belajar.

    Jangan Pernah Berhenti Belajar, Meski Usia Menepi

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 201
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Jangan pernah berhenti belajar—nasihat itu terdengar klise, tetapi justru di sanalah letak rahasianya. Ia sederhana, namun menampar. Ia biasa, tetapi menyala. Dalam ungkapan lain, belajar seumur hidup atau menuntut ilmu tanpa henti adalah jalan sunyi yang sering kita abaikan saat usia merasa cukup dan pengalaman merasa mapan. Sore kemarin, Om Ajur, wartawan […]

  • ASN jam kerja

    ASN Live Saat Jam Kerja, Bisa Kena Masalah? Ini Aturannya

    • calendar_month Senin, 24 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 57
    • 0Komentar

    AlbadarPost.com, BERITA DAERAH — Aktivitas ASN saat jam kerja, termasuk melakukan live di media sosial, tidak bisa langsung disebut sebagai pelanggaran hanya karena berlangsung di platform seperti TikTok, Instagram, atau Facebook. Namun, persoalannya berbeda jika aktivitas pribadi tersebut membuat pegawai mengabaikan tugas kedinasan, mengurangi produktivitas, atau melanggar ketentuan disiplin yang berlaku. Pesan mengenai hal itu […]

expand_less