Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Kesulitan yang Tak Pernah Datang Sendiri

Kesulitan yang Tak Pernah Datang Sendiri

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
  • visibility 78
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, OPINI – Di masa depan, manusia hidup dengan teknologi yang serba cepat, tetapi jiwa mereka berjalan tertatih. Segalanya tersedia, namun ketenangan menjadi barang langka. Orang-orang hafal cara mengeluh, tetapi lupa cara bersyukur. Mereka menunggu keajaiban datang setelah luka sembuh, padahal luka itu tidak pernah benar-benar pergi. Fa inna ma’al usri yusra.

Di kota yang bercahaya tanpa malam, sebuah ayat tua kembali dibaca dengan suara pelan: Fa inna ma’al ‘usri yusra. Inna ma’al ‘usri yusra. Ayat itu terdengar sederhana, tetapi maknanya mengiris. Sebab selama ini manusia salah menaruh harap. Mereka mengira kemudahan selalu datang setelah segalanya runtuh. Padahal Allah menyatakan sesuatu yang lebih jujur: kemudahan hadir bersama kesulitan.

Di titik itu, kritik sunyi terhadap cara manusia memaknai hidup pun dimulai.

Kesulitan yang Selalu Membawa Pasangan

QS. Al-Insyirah ayat 5–6 tidak sedang menawarkan penghiburan kosong. Allah tidak berkata “nanti” atau “kelak”. Allah memakai kata ma’a (bersama). Artinya, kesulitan dan kemudahan berjalan berdampingan sejak awal. Namun manusia sering hanya fokus pada yang menyakitkan, lalu menutup mata dari yang menenangkan.

Baca juga: Kritik Wali Kota Tasikmalaya dan Ujian Komunikasi Publik

Imam Fakhruddin ar-Razi dalam Tafsir al-Kabir menegaskan bahwa pengulangan ayat ini adalah bentuk jaminan ilahi. Satu kesulitan tidak akan mengalahkan dua kemudahan. Dengan kata lain, beban hidup selalu lebih ringan daripada yang dibayangkan, asalkan iman tetap bekerja.

Namun di masa depan itu, manusia terlanjur jatuh cinta pada keputusasaan. Mereka menganggap sabar sebagai sikap kalah. Padahal Rasulullah SAW bersabda, “Sungguh menakjubkan perkara orang mukmin. Semua urusannya baik baginya. Jika ia mendapat kesenangan, ia bersyukur. Jika ia ditimpa kesusahan, ia bersabar.” (HR. Muslim).

Hadis ini tidak romantis. Ia realistis. Hidup memang berisi dua hal itu. Namun iman membuat keduanya bernilai.

Sabar yang Aktif, Bukan Menyerah

Di zaman itu, kata sabar sering disalahpahami. Banyak orang mengira sabar berarti diam dan menerima tanpa usaha. Padahal Al-Qur’an selalu menggandengkan sabar dengan ikhtiar. Sabar bukan berhenti bergerak, melainkan terus berjalan tanpa kehilangan arah.

Ibnu Qayyim al-Jauziyah pernah berkata, “Sabar itu separuh iman, dan iman itu terdiri dari sabar dan syukur.” Pernyataan ini menyayat, sebab manusia modern ingin iman yang instan, tanpa proses menahan diri dan menata luka.

QS. Al-Insyirah mengajarkan optimisme yang keras kepala. Optimisme yang tidak tunduk pada keadaan. Ayat ini memerintahkan manusia untuk percaya bahkan saat bukti belum terlihat. Sebab pertolongan Allah sering datang dalam bentuk yang tidak disangka: keteguhan hati, pikiran yang jernih, atau orang-orang baik yang tiba tepat waktu.

Di masa depan, sebagian orang akhirnya sadar bahwa kemudahan terbesar bukan hilangnya masalah, melainkan kemampuan bertahan tanpa kehilangan iman.

Dua Kemudahan yang Sering Diabaikan

Allah mengulang janji-Nya dua kali bukan untuk gaya bahasa, melainkan untuk menampar keraguan manusia. Para ulama tafsir sepakat, pengulangan ini menyiratkan kekuatan harapan. Satu kesulitan tidak pernah berdiri sendiri. Ia selalu dikelilingi peluang untuk bangkit.

Namun manusia sering melewatkannya. Mereka sibuk menghitung luka, tetapi lupa menghitung nafas yang masih berjalan. Mereka meratap atas yang hilang, tetapi abai pada yang masih tinggal.

Baca juga: Kekuatan Militer Indonesia vs Singapura

Hasan al-Bashri pernah berkata, “Janganlah engkau mengira cobaan itu tanda kebinasaan. Bisa jadi ia adalah pintu pengangkatan derajat.” Kalimat ini terasa asing di masa depan yang memuja kenyamanan. Namun justru di situlah nilainya.

Janji yang Tidak Pernah Ingkar

Di akhir cerita, manusia di kota bercahaya itu mulai belajar ulang tentang hidup. Mereka berhenti menunggu kemudahan di garis akhir. Mulai mencarinya di sepanjang jalan. Mereka membaca kembali QS. Al-Insyirah bukan sebagai hiasan dinding, melainkan sebagai kompas batin.

Kesulitan tetap datang. Luka tetap ada. Namun kini mereka tahu satu hal penting: Allah tidak pernah meninggalkan hamba-Nya sendirian. Di setiap sesak, selalu ada celah. Di setiap beban, selalu ada kekuatan.

Dan di sanalah kita akhirnya mengerti: yang membuat hidup terasa gelap bukan kesulitan, melainkan lupa bahwa kemudahan sedang berjalan di sampingnya.

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

Penulis: Diki Samani (Pemimpin Redaksi AlbadarPost)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi seseorang terjebak dalam kebiasaan buruk yang menghambat kesuksesan dan perkembangan hidup

    Tanpa Sadar! 7 Kebiasaan Ini Menghambat Kesuksesan Anda

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 78
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Kebiasaan buruk sukses sering tidak terlihat sebagai masalah. Justru karena terasa “normal”, kebiasaan ini diam-diam menghambat kesuksesan tanpa disadari. Banyak orang merasa sudah berusaha keras, tetapi hasilnya stagnan. Mereka tidak gagal karena kurang pintar, melainkan karena terjebak pola yang sama setiap hari. Lebih berbahaya lagi, kebiasaan ini terasa nyaman. Kenapa Kita Sulit […]

  • mutu pendidikan

    KCD XII Tasikmalaya dan SMA Islam Tarbiyatul Ummah Bersinergi Tingkatkan Mutu Pendidikan

    • calendar_month Sabtu, 4 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 84
    • 0Komentar

    KCD XII Tasikmalaya dan SMA Islam Tarbiyatul Ummah bersinergi membangun mutu pendidikan yang unggul dan berkelanjutan. albadarpost.com, WARTA MITRA. Dalam upaya memperkuat sinergi antara lembaga pendidikan dan pemerintah, SMA Islam Tarbiyatul Ummah Sindangwangi menggelar rapat silaturahmi sekaligus koordinasi bersama Kantor Cabang Dinas (KCD) Wilayah XII Tasikmalaya, Sabtu (4/10/2025). Pertemuan yang berlangsung di aula sekolah itu […]

  • gelombang tinggi BMKG

    BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi di Sejumlah Perairan Indonesia, Nelayan Diminta Waspada

    • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 77
    • 0Komentar

    BMKG peringatkan potensi gelombang tinggi hingga 4 meter di sejumlah perairan Indonesia. Nelayan dan pelayaran diminta waspada. Gelombang Tinggi BMKG: Waspada di Perairan Indonesia albadarpost.com, LENSA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengeluarkan peringatan dini terhadap potensi gelombang tinggi di berbagai wilayah perairan Indonesia pada Senin (3/11/2025). Lembaga ini memperkirakan ketinggian gelombang laut […]

  • bansos salah sasaran

    Data Bansos Lemah, DPRD Purworejo Tekan Validasi Penerima

    • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Video warga mengambil bansos dengan kendaraan mewah memicu desakan DPRD Purworejo untuk evaluasi data penerima. albadarpost.com, LENSA – Video warga mengambil bantuan sosial menggunakan motor gede dan mobil pribadi di Desa Kaliboto, Kecamatan Bener, Purworejo, memicu pertanyaan publik tentang akurasi data penerima bantuan. Insiden ini kembali menyoroti bansos salah sasaran yang berdampak langsung pada keluarga […]

  • Ilustrasi futuristik sufistik tentang manusia terbuai kemewahan dunia sebagai gambaran istidraj dalam Islam berdasarkan QS Al-A’raf 182.

    Istidraj dalam Islam: Nikmat yang Menipu Jiwa

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 84
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Allah SWT berfirman dalam QS. Al-A’raf: 182: وَالَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا سَنَسْتَدْرِجُهُمْ مِنْ حَيْثُ لَا يَعْلَمُونَWallażīna każżabụ bi`āyātinā sanastadrijuhum min ḥaiṡu lā ya’lamụn “Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, akan Kami biarkan mereka berangsur-angsur (ke arah kebinasaan), dengan cara yang tidak mereka ketahui.” Pada suatu masa yang terasa semakin dekat, manusia memuja dunia […]

  • Tauhid dalam kehidupan sehari-hari

    Kenapa Hati Gelisah? Ini Cara Menghidupkan Tauhid Sehari-hari

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 94
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Pernahkah seseorang merasa gelisah padahal hidup terlihat baik-baik saja? Harta cukup, pekerjaan ada, bahkan hubungan sosial berjalan lancar. Namun entah mengapa hati terasa kosong. Kondisi ini sering terjadi ketika manusia lupa menghadirkan Allah dalam hidupnya. Di sinilah pentingnya tauhid dalam kehidupan sehari-hari. Tauhid bukan hanya keyakinan bahwa Allah itu Esa. Lebih dari […]

expand_less