Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Kesulitan yang Tak Pernah Datang Sendiri

Kesulitan yang Tak Pernah Datang Sendiri

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
  • visibility 212
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, OPINI – Di masa depan, manusia hidup dengan teknologi yang serba cepat, tetapi jiwa mereka berjalan tertatih. Segalanya tersedia, namun ketenangan menjadi barang langka. Orang-orang hafal cara mengeluh, tetapi lupa cara bersyukur. Mereka menunggu keajaiban datang setelah luka sembuh, padahal luka itu tidak pernah benar-benar pergi. Fa inna ma’al usri yusra.

Di kota yang bercahaya tanpa malam, sebuah ayat tua kembali dibaca dengan suara pelan: Fa inna ma’al ‘usri yusra. Inna ma’al ‘usri yusra. Ayat itu terdengar sederhana, tetapi maknanya mengiris. Sebab selama ini manusia salah menaruh harap. Mereka mengira kemudahan selalu datang setelah segalanya runtuh. Padahal Allah menyatakan sesuatu yang lebih jujur: kemudahan hadir bersama kesulitan.

Di titik itu, kritik sunyi terhadap cara manusia memaknai hidup pun dimulai.

Kesulitan yang Selalu Membawa Pasangan

QS. Al-Insyirah ayat 5–6 tidak sedang menawarkan penghiburan kosong. Allah tidak berkata “nanti” atau “kelak”. Allah memakai kata ma’a (bersama). Artinya, kesulitan dan kemudahan berjalan berdampingan sejak awal. Namun manusia sering hanya fokus pada yang menyakitkan, lalu menutup mata dari yang menenangkan.

Baca juga: Kritik Wali Kota Tasikmalaya dan Ujian Komunikasi Publik

Imam Fakhruddin ar-Razi dalam Tafsir al-Kabir menegaskan bahwa pengulangan ayat ini adalah bentuk jaminan ilahi. Satu kesulitan tidak akan mengalahkan dua kemudahan. Dengan kata lain, beban hidup selalu lebih ringan daripada yang dibayangkan, asalkan iman tetap bekerja.

Namun di masa depan itu, manusia terlanjur jatuh cinta pada keputusasaan. Mereka menganggap sabar sebagai sikap kalah. Padahal Rasulullah SAW bersabda, “Sungguh menakjubkan perkara orang mukmin. Semua urusannya baik baginya. Jika ia mendapat kesenangan, ia bersyukur. Jika ia ditimpa kesusahan, ia bersabar.” (HR. Muslim).

Hadis ini tidak romantis. Ia realistis. Hidup memang berisi dua hal itu. Namun iman membuat keduanya bernilai.

Sabar yang Aktif, Bukan Menyerah

Di zaman itu, kata sabar sering disalahpahami. Banyak orang mengira sabar berarti diam dan menerima tanpa usaha. Padahal Al-Qur’an selalu menggandengkan sabar dengan ikhtiar. Sabar bukan berhenti bergerak, melainkan terus berjalan tanpa kehilangan arah.

Ibnu Qayyim al-Jauziyah pernah berkata, “Sabar itu separuh iman, dan iman itu terdiri dari sabar dan syukur.” Pernyataan ini menyayat, sebab manusia modern ingin iman yang instan, tanpa proses menahan diri dan menata luka.

QS. Al-Insyirah mengajarkan optimisme yang keras kepala. Optimisme yang tidak tunduk pada keadaan. Ayat ini memerintahkan manusia untuk percaya bahkan saat bukti belum terlihat. Sebab pertolongan Allah sering datang dalam bentuk yang tidak disangka: keteguhan hati, pikiran yang jernih, atau orang-orang baik yang tiba tepat waktu.

Di masa depan, sebagian orang akhirnya sadar bahwa kemudahan terbesar bukan hilangnya masalah, melainkan kemampuan bertahan tanpa kehilangan iman.

Dua Kemudahan yang Sering Diabaikan

Allah mengulang janji-Nya dua kali bukan untuk gaya bahasa, melainkan untuk menampar keraguan manusia. Para ulama tafsir sepakat, pengulangan ini menyiratkan kekuatan harapan. Satu kesulitan tidak pernah berdiri sendiri. Ia selalu dikelilingi peluang untuk bangkit.

Namun manusia sering melewatkannya. Mereka sibuk menghitung luka, tetapi lupa menghitung nafas yang masih berjalan. Mereka meratap atas yang hilang, tetapi abai pada yang masih tinggal.

Baca juga: Kekuatan Militer Indonesia vs Singapura

Hasan al-Bashri pernah berkata, “Janganlah engkau mengira cobaan itu tanda kebinasaan. Bisa jadi ia adalah pintu pengangkatan derajat.” Kalimat ini terasa asing di masa depan yang memuja kenyamanan. Namun justru di situlah nilainya.

Janji yang Tidak Pernah Ingkar

Di akhir cerita, manusia di kota bercahaya itu mulai belajar ulang tentang hidup. Mereka berhenti menunggu kemudahan di garis akhir. Mulai mencarinya di sepanjang jalan. Mereka membaca kembali QS. Al-Insyirah bukan sebagai hiasan dinding, melainkan sebagai kompas batin.

Kesulitan tetap datang. Luka tetap ada. Namun kini mereka tahu satu hal penting: Allah tidak pernah meninggalkan hamba-Nya sendirian. Di setiap sesak, selalu ada celah. Di setiap beban, selalu ada kekuatan.

Dan di sanalah kita akhirnya mengerti: yang membuat hidup terasa gelap bukan kesulitan, melainkan lupa bahwa kemudahan sedang berjalan di sampingnya.

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

Penulis: Diki Samani (Pemimpin Redaksi AlbadarPost)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi muslim sedang membaca Al-Qur’an saat Ramadhan dengan cahaya lembut, simbol memahami hukum puasa.

    5 Hal yang Membatalkan Puasa, Nomor 1 Jarang Disadari

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 212
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus. Lebih dari itu, puasa merupakan ibadah yang memiliki syarat dan ketentuan jelas dalam syariat. Karena itu, setiap muslim wajib memahami apa saja yang membatalkan puasa agar ibadahnya tetap sah hingga waktu berbuka. Para ulama menjelaskan bahwa ada beberapa perkara yang secara tegas membatalkan puasa. Dalilnya […]

  • Kuliah Gratis Jabar 2026

    Kuliah Gratis Jabar 2026, Pendaftaran Beasiswa Mulai Dibuka

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 178
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Kuliah Gratis Jabar 2026 kembali membuka peluang bagi lulusan SMA, SMK, dan MA sederajat yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi tanpa terbebani biaya kuliah. Informasi mengenai program Beasiswa Gubernur Jawa Barat 2026 tersebut dipublikasikan melalui akun Instagram Nusa Putra University dan turut disebarluaskan oleh Dinas Pendidikan Jawa Barat (Disdik Jabar). Program ini terbuka […]

  • Ilustrasi pekerja internasional di Singapura terkait kebijakan baru pekerjaan untuk pemegang permit kerja.

    Peluang Kerja Internasional Makin Luas di Singapura

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 215
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Pekerjaan untuk pemegang permit kerja kini semakin terbuka di Singapura. Pemerintah setempat mengumumkan kebijakan baru yang memungkinkan delapan jenis pekerjaan diakses oleh lebih banyak pemegang visa kerja internasional. Dengan aturan terbaru ini, akses kerja bagi tenaga asing diperluas demi menjawab kebutuhan pasar tenaga kerja. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah […]

  • korupsi dana desa

    Kepala Desa Mancagar Diduga Selewengkan Dana Desa hingga Rp 1 Miliar Lebih

    • calendar_month Senin, 10 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Kasus korupsi dana desa di Kuningan menguak kerugian negara lebih dari Rp1 miliar dalam dua tahun anggaran. Dampak pada Warga, Bukan Sekadar Angka albadarpost.com, HUMANIORA – Dugaan korupsi dana desa kembali menyeruak di Jawa Barat, kali ini menimpa Desa Mancagar, Kecamatan Lebakwangi, Kabupaten Kuningan. Program pembangunan dan bantuan sosial dua tahun anggaran diduga diselewengkan untuk […]

  • Zikir Kebangsaan

    100 Ribu Jemaah Padati Monas dalam Zikir Kebangsaan

    • calendar_month Minggu, 2 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 61
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL — Lebih dari 100 ribu jemaah memadati kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Sabtu (1/8/2026) malam, untuk mengikuti Zikir Kebangsaan atau Doa Kebangsaan sebagai pembuka rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan yang berlangsung khidmat itu menjadi momentum memperkuat persatuan bangsa melalui doa bersama lintas agama sekaligus mengingat jasa para […]

  • Resep 7 aneka olahan daging kurban modern seperti burger sapi, shawarma, kebab homemade, rice bowl sambal matah, dan Korean BBQ saat Idul Adha.

    Terungkap! 7 Resep Rahasia Membuat Olahan Daging Kurban

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 148
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Idul Adha biasanya identik dengan sate, gulai, dan tongseng. Namun sekarang, olahan daging kurban mulai berubah mengikuti tren kuliner modern. Banyak keluarga muda mulai mencoba resep daging kurban viral seperti Korean BBQ, shawarma, burger homemade, hingga smoked beef yang ramai muncul di TikTok dan Instagram. Selain lebih praktis, menu seperti ini terasa […]

expand_less