Unitas Bertransformasi, Universitas Islam Tasikmalaya Memulai Babak Baru
- account_circle redaktur
- calendar_month 17 menit yang lalu
- visibility 3
- comment 0 komentar
- print Cetak

Unitas Tasikmalaya rayakan Dies Natalis ke 52 sekaligus launching Universitas Islam Tasikmalaya, Rabu (10/6/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Universitas Islam Tasikmalaya resmi diluncurkan bertepatan dengan peringatan Dies Natalis ke-52 Unitas Tasikmalaya. Transformasi kampus Islam di Tasikmalaya ini menjadi salah satu momentum penting bagi dunia pendidikan tinggi di Priangan Timur karena menandai langkah baru dalam mengintegrasikan ilmu pengetahuan, riset, dan nilai-nilai keislaman dalam satu ekosistem akademik yang lebih luas.
Bagi banyak civitas akademika, malam itu bukan sekadar seremoni pergantian nama. Ada suasana haru sekaligus optimisme yang terasa di berbagai sudut acara. Sebuah perjalanan panjang selama lebih dari lima dekade kini memasuki fase baru.
Dari Kampus Lokal Menuju Identitas Baru yang Lebih Luas
Lampu panggung menyala terang ketika logo dan identitas baru diperkenalkan kepada para tamu undangan. Sejumlah akademisi, pimpinan perguruan tinggi, tokoh masyarakat, serta pejabat dari wilayah Priangan Timur hadir menyaksikan momen tersebut.
Di beberapa barisan kursi, tampak dosen senior yang telah mengabdi puluhan tahun berbincang hangat sebelum acara dimulai. Sebagian mahasiswa mengabadikan momen peluncuran melalui telepon genggam mereka. Sesekali tepuk tangan terdengar ketika rangkaian acara memasuki sesi utama.
Momentum itu menjadi penanda bahwa Unitas tidak lagi sekadar berbicara tentang sejarah. Kampus ini mulai berbicara tentang masa depan.
Rektor Universitas Islam Tasikmalaya, Dr. Ade Zaenal Mutaqin, menegaskan bahwa Dies Natalis ke-52 menjadi ruang refleksi sekaligus titik awal untuk melangkah lebih jauh.
Menurutnya, perjalanan panjang yang telah dilalui kampus selama 52 tahun menjadi fondasi penting untuk menghadapi tantangan pendidikan tinggi yang terus berkembang.
Menjawab Kebutuhan Zaman Tanpa Kehilangan Jati Diri
Transformasi menjadi Universitas Islam Tasikmalaya tidak lahir dalam ruang kosong.
Perubahan tersebut hadir di tengah kebutuhan masyarakat terhadap perguruan tinggi yang mampu menggabungkan kompetensi akademik dengan penguatan karakter dan nilai moral.
Dr. Ade menjelaskan bahwa kampus akan mengembangkan kurikulum yang mengintegrasikan ilmu umum dengan kajian keislaman. Dengan pendekatan tersebut, mahasiswa tidak hanya mengejar capaian akademik, tetapi juga membangun kepedulian sosial, etika, dan akhlak yang kuat.
Di era ketika perubahan teknologi berlangsung sangat cepat, banyak perguruan tinggi berlomba menghasilkan lulusan yang kompetitif. Namun Universitas Islam Tasikmalaya ingin menambahkan satu dimensi lain yang tidak kalah penting.
Karakter.
Karena itu, kampus menempatkan nilai-nilai keislaman sebagai bagian yang berjalan berdampingan dengan pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi.
Menjadi Pusat Kajian Islam Kontemporer dan Kewirausahaan
Selain memperkuat aspek akademik, Universitas Islam Tasikmalaya juga menyiapkan arah pengembangan baru.
Kampus ini ingin menjadi pusat kajian keislaman kontemporer, riset sosial, dan pengembangan kewirausahaan berbasis nilai Islam.
Langkah tersebut dinilai relevan dengan tantangan masyarakat saat ini yang membutuhkan solusi dari berbagai persoalan sosial, ekonomi, hingga perkembangan teknologi.
Tidak hanya itu.
Universitas Islam Tasikmalaya juga menargetkan perluasan jejaring kerja sama dengan berbagai institusi pendidikan, dunia usaha, dan mitra strategis lainnya. Melalui kolaborasi tersebut, mahasiswa diharapkan memperoleh ruang belajar yang lebih luas serta kesempatan mengembangkan kompetensi secara langsung di lapangan.
Dies Natalis ke-52 Jadi Simbol Perubahan Besar
Rangkaian Dies Natalis ke-52 berlangsung dalam suasana yang penuh makna.
Acara diisi dengan doa bersama, orasi ilmiah, peluncuran identitas baru kampus, hingga penandatanganan nota kesepahaman dengan sejumlah mitra strategis.
Selain itu, pihak kampus juga mengajak insan media untuk turut menyebarluaskan semangat transformasi tersebut kepada masyarakat.
Bagi banyak pihak, perubahan ini bukan hanya tentang nama baru.
Lebih dari itu, transformasi ini mencerminkan upaya membangun lembaga pendidikan tinggi yang mampu menjawab kebutuhan zaman tanpa meninggalkan akar nilai yang menjadi fondasinya sejak awal berdiri.
Setelah lebih dari setengah abad berkiprah, Universitas Islam Tasikmalaya kini memasuki babak baru dengan tantangan yang lebih besar sekaligus peluang yang lebih luas.
Pendidikan Tinggi Islam Memasuki Fase Baru di Priangan Timur
Perubahan sebuah kampus sering kali terlihat sederhana dari luar.
Logo berganti.
Nama berubah.
Identitas diperbarui.
Namun sesungguhnya, transformasi yang paling penting terjadi pada visi yang dibangun di belakangnya.
Universitas Islam Tasikmalaya kini membawa harapan baru bagi pendidikan tinggi di Priangan Timur. Harapan untuk melahirkan lulusan yang cerdas, adaptif, berakhlak, serta mampu berkontribusi di tengah masyarakat yang terus berubah.
Selama 52 tahun, kampus ini mencetak ribuan lulusan yang menyebar ke berbagai penjuru negeri. Kini, dengan identitas baru sebagai Universitas Islam Tasikmalaya, tantangannya bukan lagi sekadar mengikuti perubahan zaman, melainkan ikut menentukan arah perubahan itu sendiri. (GZ)
- Penulis: redaktur

Saat ini belum ada komentar