Mayoritas ASN Pangandaran Kini Perempuan, Ini Datanya
- account_circle redaktur
- calendar_month 56 menit yang lalu
- visibility 3
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Perempuan kini menjadi wajah birokrasi Kabupaten Pangandaran. Data terbaru dalam Kabupaten Pangandaran Dalam Angka 2026 yang diterbitkan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pangandaran menunjukkan jumlah ASN Pangandaran berjenis kelamin perempuan mencapai 3.474 orang, hampir dua kali lipat dibandingkan ASN laki-laki yang berjumlah 1.950 orang hingga kondisi Desember 2025. Dominasi tersebut tidak hanya terlihat pada jumlah pegawai, tetapi juga pada sektor-sektor pelayanan publik yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, terutama pendidikan dan kesehatan.
Berdasarkan publikasi resmi BPS, Pemerintah Kabupaten Pangandaran memiliki 5.424 Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terdiri atas Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Komposisi tersebut menggambarkan perubahan menarik dalam struktur birokrasi daerah. Perempuan kini tidak hanya hadir sebagai pelengkap administrasi, tetapi menjadi kekuatan utama yang menopang berbagai layanan publik.
Perempuan Mendominasi PNS dan PPPK
Dominasi perempuan terlihat pada dua kelompok aparatur, yakni PNS maupun PPPK.
Pada kelompok PNS, jumlah perempuan mencapai 1.695 orang atau sekitar 56,2 persen dari total 3.014 pegawai. Sementara itu, PNS laki-laki tercatat sebanyak 1.319 orang.
Komposisi itu semakin menonjol pada kelompok PPPK. Dari total 2.410 PPPK, sebanyak 1.779 orang merupakan perempuan, sedangkan laki-laki hanya 631 orang.
Dengan kata lain, hampir tiga dari setiap empat PPPK di Kabupaten Pangandaran adalah perempuan.
Angka tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan pelayanan dasar pemerintah daerah kini banyak ditopang aparatur perempuan yang bekerja di berbagai bidang pelayanan masyarakat.
Guru dan Tenaga Medis Menjadi Kekuatan Utama
Jika dilihat berdasarkan jabatan, birokrasi Kabupaten Pangandaran lebih banyak diperkuat tenaga profesional dibandingkan pejabat struktural.
Jabatan fungsional guru menjadi kelompok terbesar dengan jumlah 2.648 orang. Dari jumlah itu, 1.688 orang merupakan perempuan, sedangkan 960 orang laki-laki.
Posisi berikutnya ditempati jabatan fungsional medis sebanyak 1.167 orang, terdiri atas 851 perempuan dan 316 laki-laki.
Sementara itu, jabatan fungsional teknis tercatat sebanyak 969 orang, sedangkan jabatan fungsional umum atau pelaksana mencapai 406 orang.
Dominasi guru dan tenaga kesehatan memperlihatkan bahwa pelayanan pendidikan dan kesehatan masih menjadi tulang punggung birokrasi Kabupaten Pangandaran.
Sebaliknya, jumlah pejabat struktural relatif sedikit. Data BPS mencatat hanya terdapat 32 pejabat pimpinan tinggi pratama, sedangkan jabatan pimpinan tinggi utama maupun pimpinan tinggi madya tidak tercatat dalam komposisi ASN.
Mayoritas ASN Pangandaran Bergelar Sarjana
Data BPS juga memperlihatkan kualitas sumber daya manusia aparatur yang terus meningkat.
Sebanyak 3.427 ASN telah menyelesaikan pendidikan S1 atau Sarjana, terdiri atas 2.069 perempuan dan 1.358 laki-laki.
Kelompok pendidikan terbesar berikutnya adalah Diploma III sebanyak 799 orang, disusul lulusan S2 sebanyak 258 orang, sedangkan lulusan S3 atau doktor berjumlah 8 orang.
Jika dipisahkan berdasarkan status kepegawaian, jumlah PNS bergelar sarjana mencapai 1.799 orang, sedangkan PPPK lulusan S1 sebanyak 1.628 orang.
Komposisi tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar ASN Pangandaran telah memiliki kualifikasi pendidikan tinggi yang mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik.
Golongan III dan IX Menjadi Komposisi Terbesar
Dilihat dari kepangkatan, ASN Pangandaran paling banyak berada pada Golongan III, yakni 1.957 orang.
Jumlah tersebut terdiri atas 1.130 perempuan dan 827 laki-laki.
Selain itu, Golongan IX, yang sebagian besar ditempati PPPK, mencapai 1.618 orang, terdiri atas 1.055 perempuan dan 563 laki-laki.
Adapun Golongan IV berjumlah 482 orang, Golongan II sebanyak 393 orang, sedangkan Golongan VII mencapai 183 orang.
Komposisi kepangkatan tersebut menunjukkan mayoritas aparatur berada pada jenjang karier produktif yang menjadi motor utama penyelenggaraan pelayanan pemerintahan.
Potret Birokrasi yang Bertumpu pada Pelayanan
Data dalam Kabupaten Pangandaran Dalam Angka 2026 tidak hanya menyajikan angka-angka kepegawaian, tetapi juga menggambarkan arah pembangunan sumber daya manusia aparatur di Kabupaten Pangandaran.
Besarnya jumlah guru dan tenaga kesehatan menunjukkan bahwa pelayanan dasar masih menjadi prioritas pemerintah daerah. Di sisi lain, dominasi aparatur perempuan memperlihatkan semakin besarnya kontribusi perempuan dalam menjalankan fungsi pelayanan publik, mulai dari ruang kelas, fasilitas kesehatan, hingga administrasi pemerintahan.
Informasi ini dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah dalam merancang kebutuhan pegawai, meningkatkan kompetensi ASN, serta menyusun strategi regenerasi birokrasi agar pelayanan kepada masyarakat semakin efektif.
Berdasarkan keterangan dalam publikasi BPS, data tersebut merupakan kondisi Aparatur Sipil Negara Pemerintah Kabupaten Pangandaran per Desember 2025.
Di balik setiap layanan pendidikan, kesehatan, dan administrasi yang diterima masyarakat Pangandaran, ada ribuan aparatur yang bekerja setiap hari. Angka-angka dalam laporan BPS bukan sekadar statistik, melainkan cermin perubahan birokrasi daerah yang kini semakin bertumpu pada tenaga profesional, dengan perempuan menjadi wajah utama pelayanan publik di Kabupaten Pangandaran. (Red)
- Penulis: redaktur



Saat ini belum ada komentar