Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Media Sosial hingga Hilangnya Rasa Malu, Inikah Tanda Akhir Zaman?

Media Sosial hingga Hilangnya Rasa Malu, Inikah Tanda Akhir Zaman?

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
  • visibility 190
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, LIFESTYLE – Dulu banyak orang membayangkan akhir zaman akan datang lewat peristiwa besar yang menggetarkan dunia. Langit gelap, bumi berguncang, atau suara yang membuat manusia panik berlarian. Namun sekarang, sebagian orang justru mulai merasa bahwa tanda-tanda dalam Hadis Akhir Zaman hadir perlahan di tengah kehidupan modern.

Bukan lewat suara menggelegar.

Tetapi lewat perubahan manusia itu sendiri.

Media sosial semakin ramai, tetapi percakapan makin mudah berubah menjadi pertengkaran. Informasi tersebar dalam hitungan detik, sementara kebenaran sering tertinggal di belakang. Semua orang ingin didengar, tetapi sedikit yang benar-benar mau memahami.

Sebagian orang menilai fenomena tersebut mirip dengan tanda-tanda yang disebut dalam hadis.

Semua Orang Punya Suara, Tapi Tidak Semua Membawa Ilmu

Hari ini, siapa pun bisa bicara tentang apa saja. Cukup satu akun dan satu unggahan, seseorang bisa terlihat seperti ahli.

Padahal belum tentu memahami persoalan secara utuh.

Fenomena itu sering terlihat di kolom komentar media sosial. Perdebatan kecil bisa berubah panas hanya dalam beberapa menit. Bahkan di grup WhatsApp keluarga, obrolan sederhana kadang berakhir saling sindir hanya karena perbedaan pandangan.

Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

“Di antara tanda kiamat adalah sedikitnya ilmu dan banyaknya kebodohan.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis itu terasa semakin dekat dengan kehidupan sekarang.

Orang lebih cepat membagikan kabar dibanding tabayun, memeriksa kebenarannya. Judul sensasional lebih mudah dipercaya daripada penjelasan panjang yang menenangkan.

Ironisnya, mereka yang benar-benar memahami masalah sering memilih diam. Sementara yang baru membaca satu potongan informasi sudah merasa paling benar.

Hilangnya Rasa Malu di Era Konten

Dulu, banyak orang merasa malu ketika melakukan kesalahan di depan umum. Sekarang situasinya mulai berubah.

Sebagian orang justru sengaja membuka aibnya sendiri demi perhatian dan jumlah viewer.

Dalam hadis riwayat Sahih Bukhari, Rasulullah ﷺ bersabda:

“Jika engkau tidak punya rasa malu, maka berbuatlah sesukamu.”

Kalimat itu terdengar sederhana. Namun jika diperhatikan, kehidupan modern justru sering memperlihatkan hal sebaliknya.

Tidak sedikit orang rela membuat sensasi demi viral. Ada yang memamerkan pertengkaran rumah tangga, ada pula yang menjadikan masalah pribadi sebagai hiburan publik.

Di warung kopi, fenomena seperti ini sering menjadi bahan obrolan.

“Sekarang mah yang penting rame dulu,” ucap seorang warga sambil tertawa kecil ketika membahas konten viral di media sosial.

Kalimat itu terdengar ringan, tetapi menyimpan realita yang cukup dalam.

Pendusta Dipercaya, Orang Jujur Dicurigai

Dalam kehidupan sehari-hari, banyak orang mulai sulit membedakan mana fakta dan mana opini.

Hoaks menyebar cepat. Potongan video tanpa konteks langsung memancing kemarahan publik. Kadang klarifikasi datang belakangan, setelah seseorang lebih dulu dihujat.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Akan datang kepada manusia tahun-tahun penuh tipu daya. Pendusta dipercaya dan orang jujur dianggap dusta.”
(HR. Ahmad)

Sebagian orang merasa hadis itu semakin relevan dengan kehidupan digital hari ini.

Di media sosial, informasi yang paling memancing emosi biasanya lebih cepat naik dibanding penjelasan yang tenang dan masuk akal.

Yang paling menyedihkan adalah ketika manusia lebih menikmati keributan dibanding mencari kebenaran.

Teknologi Semakin Canggih, Tetapi Manusia Makin Gelisah

Kehidupan modern membuat semuanya serba cepat.

Pesan terkirim dalam hitungan detik. Belanja bisa dilakukan tanpa keluar rumah. Bahkan hiburan tersedia tanpa batas selama 24 jam.

Namun di balik semua kemudahan itu, banyak orang justru merasa lelah secara mental.

Tidak sedikit yang terlihat tertawa di media sosial, tetapi diam-diam merasa kesepian. Ada yang sibuk membangun citra bahagia, padahal hatinya sedang tidak baik-baik saja.

Fenomena itu sering terlihat di kehidupan sehari-hari. Orang berkumpul di satu meja, tetapi masing-masing sibuk menatap layar ponselnya sendiri.

Dekat secara fisik, jauh secara hati.

Fitnah Menjadi Konsumsi Harian

Di era digital, fitnah kadang menyebar hanya lewat satu tombol.

Padahal Allah SWT telah berfirman:

“Dan fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan.”
(QS. Al-Baqarah: 191)

Namun sekarang, sebagian orang justru menikmati konflik orang lain sebagai “drama Korea” gratisan.

Potongan video tanpa penjelasan lengkap langsung dibagikan. Komentar kasar muncul tanpa berpikir panjang. Nama seseorang bisa hancur hanya dalam satu malam.

Dan yang lebih mengkhawatirkan, banyak orang merasa itu hal biasa.

Akhir Zaman Tidak Selalu Tentang Bencana

Banyak orang menunggu tanda besar akhir zaman. Padahal, perubahan kecil dalam perilaku manusia juga bisa menjadi pengingat penting.

Bukan hanya soal perang atau bencana alam.

Kadang tanda itu terlihat dari:

  • hilangnya adab,
  • mudahnya manusia menghina,
  • dan sulitnya menjaga hati di tengah dunia yang bising.

Karena itu, hadis-hadis akhir zaman sejatinya bukan untuk membuat manusia takut berlebihan. Rasulullah ﷺ justru mengingatkan agar umat tetap menjaga iman, akhlak, dan hati nurani di tengah zaman yang semakin rumit.

Akhir zaman mungkin tidak selalu datang dengan suara menggelegar. Kadang ia hadir pelan-pelan, lewat hati yang makin keras, rasa malu yang perlahan hilang, dan manusia yang sibuk mencari perhatian sampai lupa mencari Tuhan.

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

Penulis: Diki Samani (Pemimpin Redaksi AlbadarPost)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KH Miftah Fauzi menyuarakan aspirasi pedagang Pasar Cikurubuk terkait keadilan dan kebijakan Pemkot Tasikmalaya

    KH Miftah Fauzi Menunggu Ketegasan Pemkot Tasikmalaya

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 171
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – KH Miftah Fauzi menyatakan bahwa dirinya bersama ribuan pedagang Pasar Cikurubuk hingga kini masih menunggu ketegasan sikap Pemerintah Kota Tasikmalaya dalam menyelesaikan persoalan pasar tradisional. Menurutnya, pasar rakyat bukan hanya urusan ekonomi, melainkan juga menyangkut martabat, keadilan, dan keberpihakan negara terhadap masyarakat kecil. Hal tersebut disampaikan KH Miftah Fauzi saat ditemui […]

  • kisah sahabat nabi

    Kisah Sahabat Nabi: Inspirasi Nyata untuk Hidup Lebih Bermakna

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 165
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Kisah sahabat nabi selalu menjadi sumber inspirasi sepanjang zaman. Tidak hanya menyimpan teladan sahabat Rasul, cerita mereka juga menghadirkan inspirasi sahabat Nabi yang relevan dengan kehidupan modern. Dari keberanian hingga keikhlasan, setiap perjalanan mereka menghadirkan hikmah sahabat Nabi yang mampu mengubah cara pandang hidup siapa saja. Menariknya, kisah-kisah ini tidak sekadar sejarah. […]

  • Desa Digital

    Desa Digital Cibiru Wetan Bikin Pelayanan Warga Lebih Cepat dan Transparan

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 129
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Desa digital kini bukan lagi sekadar konsep masa depan. Transformasi layanan berbasis teknologi mulai benar-benar dirasakan masyarakat di tingkat desa. Salah satu contohnya terlihat di Desa Cibiru Wetan yang menghadirkan sistem pelayanan terintegrasi melalui Simpel Desa dan BaleDesa. Langkah digitalisasi desa itu tidak hanya menghadirkan layanan yang lebih cepat, tetapi juga […]

  • Ilustrasi empat golongan dirindukan surga: pembaca Quran, penjaga lisan, dermawan, dan orang berpuasa Ramadan.

    Empat Golongan Manusia yang Dirindukan Surga

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 203
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Empat Golongan Dirindukan Surga menjadi kabar langit yang menggetarkan jiwa. Dalam hadis Nabi ﷺ, disebutkan bahwa surga merindukan empat tipe manusia: pecinta Al-Qur’an, penjaga lisan, orang dermawan, dan ahli puasa Ramadan. Ini bukan sekadar kabar gembira; ia adalah peta ruhani menuju taman keabadian. Maka, ketika dunia sibuk menghitung laba, langit justru menghitung […]

  • Vaksin TB Indonesia

    Vaksin TB Indonesia Masuki Tahap Penting Pengembangan

    • calendar_month Minggu, 2 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 45
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Vaksin TB Indonesia kembali menjadi perhatian setelah pemerintah memperkuat riset dan pengembangan vaksin tuberkulosis generasi baru sebagai bagian dari strategi nasional menekan penyebaran TBC. Di tengah tantangan tingginya angka kasus, inovasi ini diharapkan melengkapi perlindungan yang selama ini diberikan vaksin BCG, khususnya bagi remaja dan orang dewasa yang menjadi kelompok dengan kontribusi […]

  • Pekerja Migran Indonesia Singapura

    Tiga Pekerja Migran Indonesia Diamankan di City Plaza Singapura

    • calendar_month Senin, 27 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 88
    • 0Komentar

    AlbadarPost.com, BERITA DUNIA — Pekerja Migran Indonesia Singapura menjadi sorotan setelah tiga perempuan yang disebut merupakan pekerja domestik migran asal Indonesia diamankan aparat kepolisian menyusul dugaan keributan di kawasan City Plaza, Tanjong Katong Road, Singapura, pada Minggu (26/7/2026) sekitar pukul 12.00 waktu setempat. Informasi awal mengenai kejadian ini berasal dari unggahan akun media sosial cheeky_Singapore […]

expand_less