Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Media Sosial hingga Hilangnya Rasa Malu, Inikah Tanda Akhir Zaman?

Media Sosial hingga Hilangnya Rasa Malu, Inikah Tanda Akhir Zaman?

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
  • visibility 96
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, LIFESTYLE – Dulu banyak orang membayangkan akhir zaman akan datang lewat peristiwa besar yang menggetarkan dunia. Langit gelap, bumi berguncang, atau suara yang membuat manusia panik berlarian. Namun sekarang, sebagian orang justru mulai merasa bahwa tanda-tanda dalam Hadis Akhir Zaman hadir perlahan di tengah kehidupan modern.

Bukan lewat suara menggelegar.

Tetapi lewat perubahan manusia itu sendiri.

Media sosial semakin ramai, tetapi percakapan makin mudah berubah menjadi pertengkaran. Informasi tersebar dalam hitungan detik, sementara kebenaran sering tertinggal di belakang. Semua orang ingin didengar, tetapi sedikit yang benar-benar mau memahami.

Sebagian orang menilai fenomena tersebut mirip dengan tanda-tanda yang disebut dalam hadis.

Semua Orang Punya Suara, Tapi Tidak Semua Membawa Ilmu

Hari ini, siapa pun bisa bicara tentang apa saja. Cukup satu akun dan satu unggahan, seseorang bisa terlihat seperti ahli.

Padahal belum tentu memahami persoalan secara utuh.

Fenomena itu sering terlihat di kolom komentar media sosial. Perdebatan kecil bisa berubah panas hanya dalam beberapa menit. Bahkan di grup WhatsApp keluarga, obrolan sederhana kadang berakhir saling sindir hanya karena perbedaan pandangan.

Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

“Di antara tanda kiamat adalah sedikitnya ilmu dan banyaknya kebodohan.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis itu terasa semakin dekat dengan kehidupan sekarang.

Orang lebih cepat membagikan kabar dibanding tabayun, memeriksa kebenarannya. Judul sensasional lebih mudah dipercaya daripada penjelasan panjang yang menenangkan.

Ironisnya, mereka yang benar-benar memahami masalah sering memilih diam. Sementara yang baru membaca satu potongan informasi sudah merasa paling benar.

Hilangnya Rasa Malu di Era Konten

Dulu, banyak orang merasa malu ketika melakukan kesalahan di depan umum. Sekarang situasinya mulai berubah.

Sebagian orang justru sengaja membuka aibnya sendiri demi perhatian dan jumlah viewer.

Dalam hadis riwayat Sahih Bukhari, Rasulullah ﷺ bersabda:

“Jika engkau tidak punya rasa malu, maka berbuatlah sesukamu.”

Kalimat itu terdengar sederhana. Namun jika diperhatikan, kehidupan modern justru sering memperlihatkan hal sebaliknya.

Tidak sedikit orang rela membuat sensasi demi viral. Ada yang memamerkan pertengkaran rumah tangga, ada pula yang menjadikan masalah pribadi sebagai hiburan publik.

Di warung kopi, fenomena seperti ini sering menjadi bahan obrolan.

“Sekarang mah yang penting rame dulu,” ucap seorang warga sambil tertawa kecil ketika membahas konten viral di media sosial.

Kalimat itu terdengar ringan, tetapi menyimpan realita yang cukup dalam.

Pendusta Dipercaya, Orang Jujur Dicurigai

Dalam kehidupan sehari-hari, banyak orang mulai sulit membedakan mana fakta dan mana opini.

Hoaks menyebar cepat. Potongan video tanpa konteks langsung memancing kemarahan publik. Kadang klarifikasi datang belakangan, setelah seseorang lebih dulu dihujat.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Akan datang kepada manusia tahun-tahun penuh tipu daya. Pendusta dipercaya dan orang jujur dianggap dusta.”
(HR. Ahmad)

Sebagian orang merasa hadis itu semakin relevan dengan kehidupan digital hari ini.

Di media sosial, informasi yang paling memancing emosi biasanya lebih cepat naik dibanding penjelasan yang tenang dan masuk akal.

Yang paling menyedihkan adalah ketika manusia lebih menikmati keributan dibanding mencari kebenaran.

Teknologi Semakin Canggih, Tetapi Manusia Makin Gelisah

Kehidupan modern membuat semuanya serba cepat.

Pesan terkirim dalam hitungan detik. Belanja bisa dilakukan tanpa keluar rumah. Bahkan hiburan tersedia tanpa batas selama 24 jam.

Namun di balik semua kemudahan itu, banyak orang justru merasa lelah secara mental.

Tidak sedikit yang terlihat tertawa di media sosial, tetapi diam-diam merasa kesepian. Ada yang sibuk membangun citra bahagia, padahal hatinya sedang tidak baik-baik saja.

Fenomena itu sering terlihat di kehidupan sehari-hari. Orang berkumpul di satu meja, tetapi masing-masing sibuk menatap layar ponselnya sendiri.

Dekat secara fisik, jauh secara hati.

Fitnah Menjadi Konsumsi Harian

Di era digital, fitnah kadang menyebar hanya lewat satu tombol.

Padahal Allah SWT telah berfirman:

“Dan fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan.”
(QS. Al-Baqarah: 191)

Namun sekarang, sebagian orang justru menikmati konflik orang lain sebagai “drama Korea” gratisan.

Potongan video tanpa penjelasan lengkap langsung dibagikan. Komentar kasar muncul tanpa berpikir panjang. Nama seseorang bisa hancur hanya dalam satu malam.

Dan yang lebih mengkhawatirkan, banyak orang merasa itu hal biasa.

Akhir Zaman Tidak Selalu Tentang Bencana

Banyak orang menunggu tanda besar akhir zaman. Padahal, perubahan kecil dalam perilaku manusia juga bisa menjadi pengingat penting.

Bukan hanya soal perang atau bencana alam.

Kadang tanda itu terlihat dari:

  • hilangnya adab,
  • mudahnya manusia menghina,
  • dan sulitnya menjaga hati di tengah dunia yang bising.

Karena itu, hadis-hadis akhir zaman sejatinya bukan untuk membuat manusia takut berlebihan. Rasulullah ﷺ justru mengingatkan agar umat tetap menjaga iman, akhlak, dan hati nurani di tengah zaman yang semakin rumit.

Akhir zaman mungkin tidak selalu datang dengan suara menggelegar. Kadang ia hadir pelan-pelan, lewat hati yang makin keras, rasa malu yang perlahan hilang, dan manusia yang sibuk mencari perhatian sampai lupa mencari Tuhan.

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

Penulis: Diki Samani (Pemimpin Redaksi AlbadarPost)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemantauan hilal Zulhijah 1447 Hijriah di Gunung Putri Lapas Banjar menggunakan teropong saat cuaca mendung tebal.

    Mendung Tebal Tutupi Hilal Banjar, Awal Zulhijah Resmi Ditetapkan

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 73
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pemantauan hilal Zulhijah untuk menentukan awal Zulhijah 1447 Hijriah di kawasan Gunung Putri Lapas Banjar, Kota Banjar, berlangsung tertib pada Minggu (17/5/2026). Meski hilal tidak terlihat akibat cuaca mendung dan awan tebal, hasil rukyat nasional memastikan awal bulan Zulhijah tetap dimulai besok. Kegiatan rukyatul hilal tersebut menarik perhatian masyarakat yang datang […]

  • Ilustrasi peserta BPJS PBI JK mengurus reaktivasi kepesertaan melalui Dinas Sosial sesuai panduan Kemensos RI.

    Kemensos Ungkap Cara Reaktivasi PBI JK yang Mudah dan Cepat

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 104
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) menegaskan bahwa proses reaktivasi Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) berjalan mudah dan cepat. Informasi tersebut disampaikan langsung melalui laman media sosial resmi Kemensos RI untuk menjawab keresahan masyarakat terkait kepesertaan PBI JK yang dinonaktifkan. Dalam keterangannya, Kemensos menyebutkan bahwa sebanyak 8.394 peserta PBI […]

  • Garut Plaza

    Pedagang Garut Plaza Berbagi Sambut Tahun Baru Islam

    • calendar_month Kamis, 18 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 27
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Plazadenyut kebersamaan yang masih hidup di tengah tantangan ekonomi. Menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, para pedagang yang tergabung dalam Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Garut Plaza menggelar bakti sosial sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat sekaligus menegaskan semangat hijrah menuju kondisi yang lebih baik. Kegiatan yang berlangsung di Lantai 2 […]

  • Makan Gratis Tasikmalaya

    Kaget! Ini Jawaban Pemilik Cahaya Minang Saat Ditanya Soal Rugi

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 42
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Tepat ketika jarum jam mendekati pukul 12.00 WIB, suasana di Rumah Makan Cahaya Minang, Jalan Cigeureung, Kota Tasikmalaya, berubah berbeda dari hari biasanya. Aroma masakan khas Minang masih mengepul dari dapur. Namun, siang itu bukan suara kasir yang paling sering terdengar, melainkan ucapan, “Silakan makan.” Program makan gratis Tasikmalaya yang digelar rumah […]

  • pelaku UMKM pemula mengelola usaha kecil di toko rumahan sambil menghitung keuangan bisnis

    Waspada! 9 Kesalahan UMKM Ini Bikin Usaha Cepat Tutup

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 107
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Kesalahan UMKM pemula sering menjadi penyebab utama banyak usaha kecil tidak bertahan lama. Banyak pelaku bisnis baru memulai usaha dengan semangat tinggi, namun kurang memahami strategi dasar dalam mengelola bisnis. Padahal, kegagalan usaha kecil sering muncul bukan karena produk buruk, melainkan karena kesalahan bisnis UMKM yang sebenarnya bisa dihindari sejak awal. […]

  • MBG Tasikmalaya

    Tasikmalaya Bersuara, Dukung MBG Tetap Berjalan

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 25
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – MBG Tasikmalaya kembali menjadi perhatian publik. Ketika gelombang penolakan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) muncul di sejumlah daerah, ribuan warga di Kabupaten Tasikmalaya justru menunjukkan sikap berbeda. Mereka berkumpul di halaman Kantor Bupati Tasikmalaya, Kamis (25/6/2026), untuk menyampaikan dukungan agar program tersebut tetap berjalan karena dinilai memberi manfaat nyata bagi […]

expand_less