Breaking News
light_mode
Beranda » Editorial » Editorial: Menjaga Kontrol Sosial Publik

Editorial: Menjaga Kontrol Sosial Publik

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
  • visibility 89
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Editorial media adalah sikap resmi pers untuk menjaga kontrol sosial dan kepentingan publik secara terbuka.

Media Menyatakan Sikap, Mengapa Ini Penting

albadarpost.com, EDITORIAL – Pertanyaan tentang boleh atau tidaknya media beropini kembali muncul di ruang publik. Ini bukan perdebatan baru, tetapi tetap relevan karena menyangkut cara pers menjalankan perannya di tengah demokrasi. Yang dipersoalkan bukan sekadar hak media, melainkan dampaknya bagi publik dalam memahami kritik terhadap kekuasaan.

Dalam praktik pers modern, editorial media bukan pelanggaran etika. Ia adalah hak yang sah, sepanjang ditempatkan secara jelas, terbuka, dan bertanggung jawab. Editorial menjadi ruang ketika media berhenti sekadar melaporkan fakta, lalu menyatakan sikap atas fakta tersebut.

Bagi warga, kejelasan ini penting. Publik berhak tahu kapan media menyajikan peristiwa apa adanya, dan kapan media menilai, mengkritisi, serta memberi peringatan.

Editorial Bukan Berita, Tapi Sikap

Secara praktik jurnalistik, opini tidak boleh menyaru sebagai berita. Ketika tulisan berisi pandangan pribadi penulis, ia ditempatkan di rubrik opini. Namun ketika pendapat itu mewakili lembaga pers, maka editorial adalah rumahnya.

Baca juga: Tasik Gemas: Gerakan Sehat atau Agenda Simbolik?

Kamus Besar Bahasa Indonesia mendefinisikan tajuk rencana sebagai tulisan yang memuat pendapat redaksi tentang peristiwa aktual. Definisi ini menegaskan bahwa sejak awal editorial dirancang sebagai ruang sikap, bukan laporan fakta lapangan.

Pandangan akademik menguatkan praktik ini. John Firmstone dalam Oxford Research Encyclopedia of Communication menyebut editorial sebagai satu-satunya ruang di media berita tempat organisasi media menyatakan pandangannya secara eksplisit. Artinya, editorial adalah suara institusi, bukan suara individual wartawan.

Di tingkat global, media seperti The New York Times dan The Guardian menjalankan praktik serupa. Editorial mereka kerap tajam dan kritis, tetapi tidak menimbulkan kebingungan karena pembaca tahu: ini sikap redaksi.

Editorial Media sebagai Kontrol Sosial

Di Indonesia, keberadaan editorial media tidak hanya ditopang etika profesi, tetapi juga hukum. Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers menyebut empat fungsi pers: informasi, pendidikan, hiburan, dan kontrol sosial.

Fungsi kontrol sosial sering disalahpahami sebagai pembenaran untuk menghakimi. Padahal, kontrol sosial adalah fungsi korektif. Media mengawasi kebijakan, kekuasaan, dan praktik publik agar tetap berpihak pada kepentingan umum.

Rubrik editorial menjadi ruang paling jujur untuk menjalankan fungsi ini. Di sana, media menyatakan sikap tanpa harus berpura-pura netral seperti dalam berita lurus. Ketika kritik disampaikan melalui editorial, media sedang menjalankan mandat undang-undang secara terang-benderang.

Dewan Pers melalui Kode Etik Jurnalistik menegaskan bahwa independensi bukan berarti pers harus diam. Independensi berarti jujur membedakan fakta dan sikap. Editorial yang kritis justru menjadi bukti pers bekerja dengan akal sehat dan tanggung jawab moral.

Kritik Pers dan Resistensi Kekuasaan

Ketegangan antara editorial media dan kekuasaan bukan hal baru. Dalam banyak periode sejarah, kritik pers kerap dianggap ancaman. Masalahnya sering bukan pada isi kritik, melainkan pada ekspektasi penguasa terhadap media yang patuh dan jinak.

Editorial memang tidak ditulis untuk menyenangkan. Ia hadir untuk menilai, mengingatkan, bahkan memberi tekanan moral. Namun tekanan itu harus lahir dari data, bukan asumsi. Dari logika, bukan sentimen.

Baca juga: Menguatkan Ibadah di Hari Senin

Di banyak negara demokratis, editorial justru menjadi indikator kesehatan pers. Semakin tajam editorial, semakin terbuka ruang kritik. Sebaliknya, ketika editorial dibungkam atau dipersoalkan, alarm demokrasi patut menyala.

Editorial Harus Bertanggung Jawab

Albadarpost berpandangan bahwa editorial media adalah hak sekaligus tanggung jawab. Editorial bukan ruang asal bicara. Ia harus disusun melalui proses editorial yang ketat, berbasis data sahih, logika runtut, dan rujukan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Opini redaksi bukan gosip berkop media. Ia adalah kesimpulan kolektif dari pembacaan fakta dan dampak kebijakan terhadap warga. Karena itu, editorial harus berpihak pada kepentingan publik, keadilan sosial, dan tata kelola yang bersih.

Kami mendorong semua pemangku kebijakan untuk membaca editorial bukan sebagai serangan, melainkan sebagai peringatan dini. Kritik yang jujur jauh lebih sehat daripada pujian yang meninabobokan.

Editorial yang jujur memang tidak selalu nyaman dibaca. Tetapi demokrasi yang sehat tidak dibangun dari kenyamanan, melainkan dari keberanian menghadapi kritik. (Red)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harkitnas Ciamis

    Harkitnas 2026 di Ciamis Soroti Ancaman Era Digital terhadap Generasi Muda

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 39
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Peringatan Harkitnas Ciamis atau Hari Kebangkitan Nasional ke-118 di Kabupaten Ciamis berlangsung khidmat di halaman Pendopo Kabupaten Ciamis, Rabu (20/05/2026). Namun di balik prosesi upacara bendera dan barisan peserta yang tertib, ada pesan kuat yang menjadi sorotan utama tahun ini: ancaman era digital terhadap generasi muda Indonesia. Bupati Ciamis Herdiat Sunarya […]

  • Ilustrasi anak korban kekerasan seksual yang membutuhkan perlindungan hukum dan pendampingan psikologis

    Kekerasan Seksual Anak Meledak, DPR Desak Aksi Nyata Bukan Sekadar Hukum

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 57
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Lebih dari 11 ribu kasus kekerasan seksual anak terjadi dalam kurun kurang dari setahun. Angka ini bukan sekadar statistik—ini potret nyata ribuan anak korban pelecehan seksual yang banyak di antaranya memilih diam. Ketakutan, tekanan, dan relasi kuasa membuat kejahatan seksual terhadap anak terus berulang tanpa perlawanan berarti. Di tengah situasi itu, Ketua […]

  • Pertumbuhan properti Indonesia

    Prospek Properti Indonesia 2024: Lima Kota dengan Pertumbuhan Tertinggi Menurut Knight Frank

    • calendar_month Kamis, 23 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 86
    • 0Komentar

    Knight Frank prediksi lima kota dengan pertumbuhan properti tertinggi di Indonesia pada 2024. Lima Kota Jadi Pusat Pertumbuhan Properti Indonesia 2024 albadarpost.com, LENSA – Pertumbuhan properti Indonesia pada tahun 2024 diprediksi akan menguat, dengan lima kota besar dinilai memiliki potensi paling menjanjikan. Berdasarkan hasil survei Knight Frank Indonesia, kota-kota yang diproyeksikan mencatat pertumbuhan tertinggi adalah […]

  • Hakordia 2025

    KPK Gelar Hakordia 2025 untuk Perkuat Gerakan Antikorupsi Nasional

    • calendar_month Sabtu, 6 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 87
    • 0Komentar

    KPK gelar Hakordia 2025 di Yogyakarta dengan agenda kolaborasi antikorupsi lintas sektor selama empat hari. albadarpost.com, LENSA – Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan Hakordia 2025 sebagai gerakan kolaborasi nasional yang dipusatkan di Yogyakarta pada 6–9 Desember. Agenda empat hari ini bukan seremoni tahunan, tetapi ruang inklusif yang dirancang untuk memperluas partisipasi publik dalam pencegahan korupsi. Penetapan […]

  • penipuan perekrutan kerja

    Pemprov Jabar Percepat Pemulangan Korban Penipuan Perekrutan Kerja di Kalbar

    • calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 56
    • 0Komentar

    13 warga Garut–Tasik jadi korban penipuan perekrutan kerja di Kalbar. Pemprov Jabar siapkan evakuasi dan penyelidikan. Korban Penipuan Perekrutan Kerja Terlantar di Pedalaman Kalbar albadarpost.com, HUMANIORA – Video permintaan tolong dari 13 warga Garut dan Tasikmalaya membuka fakta baru tentang maraknya penipuan perekrutan kerja di tengah sulitnya mencari pekerjaan. Mereka ditemukan telantar di Kecamatan Sungai […]

  • kasus KUR Aparatur Negara

    Ketidakadilan Akses KUR Terkuak di Priangan Timur

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 71
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) kembali menuai sorotan. Di wilayah Priangan Timur, khususnya Tasikmalaya dan Ciamis, temuan penyaluran KUR kepada aparatur negara memunculkan pertanyaan besar tentang keadilan akses modal bagi pelaku usaha mikro. KUR yang dirancang untuk membantu UMKM bangkit justru dinikmati oleh kalangan yang secara ekonomi relatif mapan. Fakta ini […]

expand_less