Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Rahasia Gepuk Daging Kurban Empuk dan Gurih, Ternyata Ada Trik Ini

Rahasia Gepuk Daging Kurban Empuk dan Gurih, Ternyata Ada Trik Ini

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
  • visibility 193
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, LIFESTYLE – Setelah Idul Adha berlalu, banyak keluarga mulai mencari resep gepuk daging untuk mengolah sisa daging kurban. Tidak sedikit yang memilih gepuk karena rasanya gurih, tahan disimpan, dan cocok disantap kapan saja.

Namun membuat gepuk daging sapi yang benar-benar empuk ternyata tidak sesederhana yang dibayangkan.

Sebagian orang pernah mengalami daging yang masih alot meski sudah direbus lama. Ada juga yang berhasil membuat teksturnya empuk, tetapi bumbunya hanya menempel di permukaan.

Padahal rahasia gepuk tradisional Sunda justru terletak pada kemampuan bumbu meresap hingga ke serat terdalam daging.

Menariknya, di banyak rumah, proses memasak gepuk sering menjadi kegiatan bersama setelah pembagian daging kurban selesai. Aroma lengkuas, ketumbar, dan serai mulai memenuhi dapur sejak pagi hari.

Di sudut meja dapur biasanya terlihat baskom besar berisi potongan daging yang baru dipisahkan dari lemaknya. Sementara di atas kompor, panci aluminium mulai mengeluarkan uap tipis ketika air rebusan perlahan mendidih.

Tidak lama kemudian, suara tutup panci yang sesekali bergetar bercampur dengan aroma rempah yang semakin kuat. Saat gula merah mulai larut, warna kuah perlahan berubah menjadi cokelat tua mengilap. Uap panasnya membawa wangi ketumbar, serai, dan santan yang menyebar hingga ke ruang tengah rumah.

Pilih Bagian Daging yang Tepat

Langkah pertama yang sering diabaikan adalah pemilihan bagian daging.

Untuk membuat gepuk, bagian yang paling cocok antara lain:

  • Paha belakang
  • Paha depan
  • Has luar
  • Sandung lamur tanpa terlalu banyak lemak

Bagian tersebut memiliki serat yang cukup padat sehingga tidak mudah hancur saat direbus dan dipukul.

Selain itu, daging kurban yang baru diterima sebaiknya tidak langsung dimasak. Simpan terlebih dahulu di dalam kulkas selama beberapa jam agar serat daging lebih rileks dan hasil akhirnya lebih empuk.

Rahasia Perebusan yang Jarang Diketahui

Banyak orang mengira gepuk yang enak hanya bergantung pada bumbu.

Padahal tahap perebusan menjadi penentu utama.

Bahan Rebusan

  • 1 kg daging sapi
  • 2 liter air
  • 2 batang serai
  • 3 lembar daun salam
  • 1 ruas jahe
  • 1 ruas lengkuas

Rebus hingga daging setengah empuk.

Jangan terlalu lama.

Karena daging masih akan dimasak kembali bersama bumbu.

Di sinilah kesalahan yang sering terjadi. Ketika daging terlalu matang pada tahap awal, teksturnya justru mudah hancur saat digeprek.

Dan jujur saja, tidak semua orang berhasil membuat gepuk yang sempurna pada percobaan pertama. Ada yang terlalu lama merebus sehingga daging menjadi rapuh. Ada pula yang terlalu cepat menggoreng sehingga bagian luar sudah kering sementara bagian dalam belum benar-benar meresap bumbu.

Bumbu Rahasia Gepuk Tradisional Sunda

Haluskan:

  • 10 siung bawang merah
  • 6 siung bawang putih
  • 1 sdm ketumbar
  • 4 butir kemiri
  • Garam secukupnya

Kemudian siapkan:

  • 200 ml santan
  • 100 gram gula merah
  • 2 batang serai
  • 3 lembar daun salam
  • 2 ruas lengkuas

Masukkan seluruh bumbu ke dalam rebusan daging.

Masak menggunakan api kecil.

Biarkan kuah perlahan menyusut.

Di tahap inilah keajaiban mulai terjadi.

Bumbu tidak sekadar menempel di luar daging, melainkan masuk perlahan mengikuti pori-pori serat yang mulai terbuka akibat proses pemasakan.

Tahap Geprek yang Menentukan Rasa

Setelah daging matang, angkat dan tiriskan.

Kemudian pukul perlahan menggunakan ulekan kayu atau alat pemukul daging.

Tidak perlu terlalu keras.

Tujuannya bukan menghancurkan daging, melainkan membuka serat-seratnya agar bumbu semakin meresap.

Di banyak dapur rumahan, suara “tok… tok… tok…” dari proses menggeprek ini sering menjadi penanda bahwa gepuk hampir siap.

Di atas talenan kayu biasanya masih terlihat serpihan kecil rempah dan beberapa serat daging yang tertinggal. Tangan yang memegang ulekan pun kadang mulai terasa pegal, tetapi aroma masakan yang semakin kuat membuat proses itu terasa menyenangkan.

Goreng Sebentar, Jangan Terlalu Lama

Setelah digeprek, goreng daging dalam minyak panas.

Namun cukup sebentar saja.

Sekitar 1–2 menit setiap sisi.

Tujuannya untuk menghasilkan permukaan berwarna cokelat keemasan tanpa membuat bagian dalam menjadi kering.

Aroma yang muncul pada tahap ini biasanya langsung menarik perhatian penghuni rumah.

Tidak sedikit anggota keluarga yang diam-diam mengambil satu potong kecil untuk dicicipi sebelum seluruh proses memasak selesai. Anak-anak biasanya menjadi orang pertama yang datang ke dapur sambil bertanya, “Sudah boleh dimakan belum?”

Gepuk dan Cerita Kecil Setelah Hari Kurban

Menariknya, bagi sebagian keluarga, sisa daging kurban bukan hanya bahan makanan.

Ia sering menjadi alasan untuk berkumpul lebih lama di dapur. Ada yang membantu mengupas bawang. Ada yang memotong daging. Dan ada pula yang hanya duduk menemani sambil bercerita tentang kegiatan kurban yang baru saja berlangsung.

Suasana seperti itu mungkin sederhana.

Namun justru dari momen-momen kecil itulah kenangan keluarga sering tercipta.

Gepuk akhirnya tidak hanya menjadi hidangan di atas meja makan. Ia berubah menjadi bagian dari cerita yang akan diingat jauh setelah Hari Raya Idul Adha berlalu.

Pada akhirnya, rahasia gepuk daging kurban bukan hanya soal santan, gula merah, atau ketumbar. Rahasia sesungguhnya ada pada kesabaran dan kebersamaan. Sebab semakin sabar prosesnya, semakin dalam rasa yang meresap. Dan semakin banyak cerita yang hadir di dapur, semakin hangat pula kenangan yang tersaji di meja makan. (ARR)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kasus Pembunuhan Istri di Singapura, Warga Indonesia Salehuddin Jalani Proses Hukum Ketat

    Kasus Pembunuhan Istri di Singapura, Warga Indonesia Salehuddin Jalani Proses Hukum Ketat

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 206
    • 0Komentar

    Warga Indonesia didakwa dalam kasus pembunuhan istri di Singapura. Proses hukum berlangsung ketat dan masih tahap awal. albadarpost.com, LENSA – Kasus Pembunuhan Istri yang melibatkan warga negara Indonesia kembali menyita perhatian publik setelah seorang pria bernama Salehuddin harus berhadapan dengan aparat hukum di Singapura. Peristiwa ini mencuat setelah istrinya ditemukan tidak bernyawa di sebuah kamar […]

  • Pelaku UMKM Indonesia menjalankan bisnis online dari rumah menggunakan laptop dan smartphone dengan suasana kerja produktif.

    Diam-Diam Banyak UMKM Sukses dari Peluang Digital Ini

    • calendar_month Sabtu, 21 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 178
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Peluang UMKM digital kini menjadi jalan baru bagi banyak orang untuk mengubah kondisi ekonomi mereka. Menariknya, peluang usaha digital, bisnis UMKM online, dan usaha kecil berbasis teknologi berkembang jauh lebih cepat dibanding model bisnis lama. Namun ironisnya, sebagian pelaku usaha masih belum melihat perubahan besar ini. Padahal, di balik layar media […]

  • perdagangan bayi

    Kasus Perdagangan Bayi: Singapura Tujuan Utama

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 189
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Aparat penegak hukum mengungkap praktik perdagangan bayi lintas negara yang dijalankan secara terorganisasi. Sindikat tersebut secara selektif memilih bayi berdasarkan penampilan fisik atau yang mereka anggap “good looking” sebelum dikirim ke luar negeri. Pengungkapan kasus ini menegaskan bahwa perdagangan bayi tidak lagi dilakukan secara sporadis. Pelaku menjalankan mekanisme seleksi, distribusi, dan […]

  • Pengawasan MBG Ciamis

    FGPCR Minta Pengawasan MBG Ciamis Diperketat

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 90
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pengawasan MBG Ciamis menjadi perhatian Forum Gerakan Peduli Ciamis Raya (FGPCR). Organisasi tersebut menegaskan dukungannya terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus mendorong pengawasan yang lebih kuat agar pelaksanaan program strategis nasional itu berlangsung secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran. FGPCR menilai besarnya anggaran yang dialokasikan dalam Program Makan Bergizi Gratis menuntut […]

  • Blue Moon 2026

    Catat Tanggalnya, Blue Moon Akan Hiasi Langit Indonesia

    • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 329
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Pada 31 Mei 2026, langit malam Indonesia akan menghadirkan fenomena Blue Moon 2026, sebuah peristiwa astronomi yang menarik perhatian banyak orang di berbagai belahan dunia. Meski namanya Blue Moon atau “Bulan Biru”, fenomena ini tidak membuat Bulan berubah menjadi warna biru. Justru di situlah letak kesalahpahaman yang paling sering muncul. Blue Moon […]

  • Wakil Wali Kota Tasikmalaya

    Diky Candranegara Soroti Minimnya Wewenang Wakil Wali Kota

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 78
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd Diky Candranegara (KDC) menilai aturan yang berlaku masih membatasi kewenangan wakil kepala daerah dalam menjalankan fungsi pemerintahan. Menurut KDC Tasikmalaya, ketentuan dalam UU Nomor 23 Tahun 2014 belum memberikan ruang yang jelas bagi wakil kepala daerah untuk mengambil kebijakan strategis. Karena itu, ia berharap pemerintah pusat […]

expand_less