Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Rahasia Gepuk Daging Kurban Empuk dan Gurih, Ternyata Ada Trik Ini

Rahasia Gepuk Daging Kurban Empuk dan Gurih, Ternyata Ada Trik Ini

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 59 menit yang lalu
  • visibility 2
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, LIFESTYLE – Setelah Idul Adha berlalu, banyak keluarga mulai mencari resep gepuk daging untuk mengolah sisa daging kurban. Tidak sedikit yang memilih gepuk karena rasanya gurih, tahan disimpan, dan cocok disantap kapan saja.

Namun membuat gepuk daging sapi yang benar-benar empuk ternyata tidak sesederhana yang dibayangkan.

Sebagian orang pernah mengalami daging yang masih alot meski sudah direbus lama. Ada juga yang berhasil membuat teksturnya empuk, tetapi bumbunya hanya menempel di permukaan.

Padahal rahasia gepuk tradisional Sunda justru terletak pada kemampuan bumbu meresap hingga ke serat terdalam daging.

Menariknya, di banyak rumah, proses memasak gepuk sering menjadi kegiatan bersama setelah pembagian daging kurban selesai. Aroma lengkuas, ketumbar, dan serai mulai memenuhi dapur sejak pagi hari.

Di sudut meja dapur biasanya terlihat baskom besar berisi potongan daging yang baru dipisahkan dari lemaknya. Sementara di atas kompor, panci aluminium mulai mengeluarkan uap tipis ketika air rebusan perlahan mendidih.

Tidak lama kemudian, suara tutup panci yang sesekali bergetar bercampur dengan aroma rempah yang semakin kuat. Saat gula merah mulai larut, warna kuah perlahan berubah menjadi cokelat tua mengilap. Uap panasnya membawa wangi ketumbar, serai, dan santan yang menyebar hingga ke ruang tengah rumah.

Pilih Bagian Daging yang Tepat

Langkah pertama yang sering diabaikan adalah pemilihan bagian daging.

Untuk membuat gepuk, bagian yang paling cocok antara lain:

  • Paha belakang
  • Paha depan
  • Has luar
  • Sandung lamur tanpa terlalu banyak lemak

Bagian tersebut memiliki serat yang cukup padat sehingga tidak mudah hancur saat direbus dan dipukul.

Selain itu, daging kurban yang baru diterima sebaiknya tidak langsung dimasak. Simpan terlebih dahulu di dalam kulkas selama beberapa jam agar serat daging lebih rileks dan hasil akhirnya lebih empuk.

Rahasia Perebusan yang Jarang Diketahui

Banyak orang mengira gepuk yang enak hanya bergantung pada bumbu.

Padahal tahap perebusan menjadi penentu utama.

Bahan Rebusan

  • 1 kg daging sapi
  • 2 liter air
  • 2 batang serai
  • 3 lembar daun salam
  • 1 ruas jahe
  • 1 ruas lengkuas

Rebus hingga daging setengah empuk.

Jangan terlalu lama.

Karena daging masih akan dimasak kembali bersama bumbu.

Di sinilah kesalahan yang sering terjadi. Ketika daging terlalu matang pada tahap awal, teksturnya justru mudah hancur saat digeprek.

Dan jujur saja, tidak semua orang berhasil membuat gepuk yang sempurna pada percobaan pertama. Ada yang terlalu lama merebus sehingga daging menjadi rapuh. Ada pula yang terlalu cepat menggoreng sehingga bagian luar sudah kering sementara bagian dalam belum benar-benar meresap bumbu.

Bumbu Rahasia Gepuk Tradisional Sunda

Haluskan:

  • 10 siung bawang merah
  • 6 siung bawang putih
  • 1 sdm ketumbar
  • 4 butir kemiri
  • Garam secukupnya

Kemudian siapkan:

  • 200 ml santan
  • 100 gram gula merah
  • 2 batang serai
  • 3 lembar daun salam
  • 2 ruas lengkuas

Masukkan seluruh bumbu ke dalam rebusan daging.

Masak menggunakan api kecil.

Biarkan kuah perlahan menyusut.

Di tahap inilah keajaiban mulai terjadi.

Bumbu tidak sekadar menempel di luar daging, melainkan masuk perlahan mengikuti pori-pori serat yang mulai terbuka akibat proses pemasakan.

Tahap Geprek yang Menentukan Rasa

Setelah daging matang, angkat dan tiriskan.

Kemudian pukul perlahan menggunakan ulekan kayu atau alat pemukul daging.

Tidak perlu terlalu keras.

Tujuannya bukan menghancurkan daging, melainkan membuka serat-seratnya agar bumbu semakin meresap.

Di banyak dapur rumahan, suara “tok… tok… tok…” dari proses menggeprek ini sering menjadi penanda bahwa gepuk hampir siap.

Di atas talenan kayu biasanya masih terlihat serpihan kecil rempah dan beberapa serat daging yang tertinggal. Tangan yang memegang ulekan pun kadang mulai terasa pegal, tetapi aroma masakan yang semakin kuat membuat proses itu terasa menyenangkan.

Goreng Sebentar, Jangan Terlalu Lama

Setelah digeprek, goreng daging dalam minyak panas.

Namun cukup sebentar saja.

Sekitar 1–2 menit setiap sisi.

Tujuannya untuk menghasilkan permukaan berwarna cokelat keemasan tanpa membuat bagian dalam menjadi kering.

Aroma yang muncul pada tahap ini biasanya langsung menarik perhatian penghuni rumah.

Tidak sedikit anggota keluarga yang diam-diam mengambil satu potong kecil untuk dicicipi sebelum seluruh proses memasak selesai. Anak-anak biasanya menjadi orang pertama yang datang ke dapur sambil bertanya, “Sudah boleh dimakan belum?”

Gepuk dan Cerita Kecil Setelah Hari Kurban

Menariknya, bagi sebagian keluarga, sisa daging kurban bukan hanya bahan makanan.

Ia sering menjadi alasan untuk berkumpul lebih lama di dapur. Ada yang membantu mengupas bawang. Ada yang memotong daging. Dan ada pula yang hanya duduk menemani sambil bercerita tentang kegiatan kurban yang baru saja berlangsung.

Suasana seperti itu mungkin sederhana.

Namun justru dari momen-momen kecil itulah kenangan keluarga sering tercipta.

Gepuk akhirnya tidak hanya menjadi hidangan di atas meja makan. Ia berubah menjadi bagian dari cerita yang akan diingat jauh setelah Hari Raya Idul Adha berlalu.

Pada akhirnya, rahasia gepuk daging kurban bukan hanya soal santan, gula merah, atau ketumbar. Rahasia sesungguhnya ada pada kesabaran dan kebersamaan. Sebab semakin sabar prosesnya, semakin dalam rasa yang meresap. Dan semakin banyak cerita yang hadir di dapur, semakin hangat pula kenangan yang tersaji di meja makan. (ARR)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ribuan jamaah menghadiri Haul Akbar ke-67 KH Ahmad Sudja'i di Komplek Pesantren Kudang Kota Tasikmalaya.

    Bukan Sekadar Haul, Mama Kudang Satukan Ribuan Jamaah di Tasikmalaya

    • calendar_month 10 jam yang lalu
    • account_circle redaktur
    • visibility 4
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Lautan jamaah memadati kawasan Masjid Komplek Pesantren Kudang, Jalan Gudang Pesantren, Kelurahan Panglayungan, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, Minggu (31/5/2026). Sejak pagi, arus kedatangan jamaah terus mengalir menuju lokasi Haul Akbar ke-67 KH Ahmad Sudja’i atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai Mama Kudang. Dari area parkir hingga halaman pesantren, suasana terlihat penuh […]

  • aksi damai JAPATI Tasikmalaya

    Aksi Damai JAPATI Tasikmalaya: Suara Kemanusiaan dari Tatar Priangan untuk Palestina

    • calendar_month Minggu, 12 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 33
    • 0Komentar

    JAPATI Tasikmalaya gelar aksi damai dan doa bersama di Taman Kota sebagai wujud solidaritas untuk Palestina. albadarpost.com, HUMANIORA – Langit sore Tasikmalaya menjadi saksi kepedulian yang melampaui batas geografi. Puluhan warga yang tergabung dalam Jaringan Persatuan Asli Tasikmalaya Indonesia (JAPATI) turun ke jalan dalam aksi damai JAPATI Tasikmalaya di kawasan Taman Kota, Minggu (12/10/2025). Mereka […]

  • Bupati Tasikmalaya menghadiri rapat paripurna DPRD terkait persetujuan hibah kendaraan dan aset tanah untuk pelayanan publik.

    DPRD Tasikmalaya Setujui Hibah 39 Mobil untuk MUI Kecamatan

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 47
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (29/4/2026), menyetujui hibah sejumlah aset milik pemerintah daerah untuk mendukung pelayanan masyarakat. Dalam agenda tersebut, DPRD menyepakati hibah kendaraan operasional serta aset tanah untuk pembangunan fasilitas kesehatan dan sosial di beberapa wilayah Kabupaten Tasikmalaya. Keputusan terkait hibah aset Tasikmalaya itu disampaikan dalam rapat paripurna pembahasan […]

  • ilustrasi seorang muslim merenung sebelum berbicara sebagai bentuk menjaga lisan sesuai hadis Nabi

    Hadis Nabi tentang Menjaga Lisan: Nasihat yang Sering Dilupakan

    • calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 60
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Tidak semua dosa bermula dari perbuatan. Sebagian justru berawal dari kata-kata. Karena itu, Rasulullah memberikan satu nasihat sederhana yang mampu menyelamatkan banyak orang. Beliau bersabda: “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam.” Inilah salah satu hadis menjaga lisan yang paling sering dikutip oleh para […]

  • HPN Ciamis 2026

    HPN 2026 Ciamis Bikin Standar Baru: Pers Tak Lagi Cuma Menulis

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 58
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – HPN Ciamis 2026 langsung mematahkan pola lama peringatan Hari Pers Nasional di Ciamis. Tidak ada panggung megah yang dominan. Tidak ada seremoni bertele-tele. Sebaliknya, wartawan justru turun ke lapangan dan menyentuh persoalan nyata. Sejak awal kegiatan, publik langsung melihat perbedaan. Alih-alih duduk rapi mendengar sambutan, Bupati Ciamis H. Herdiat Sunarya dan […]

  • tempe bacem basah

    Rahasia Tempe Bacem Basah Legit, Gurih, dan Mudah Dibuat

    • calendar_month Sabtu, 4 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 80
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Tempe bacem basah kini mulai banyak dicari karena rasanya berbeda dari tempe bacem biasa. Jika umumnya tempe bacem digoreng hingga kering, versi basah justru memiliki tekstur lembut dengan kuah bumbu yang meresap. Olahan tempe manis gurih, dan resep tempe rumahan ini cocok untuk Anda yang ingin lauk sederhana, tetapi tetap terasa spesial. […]

expand_less