Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Humaniora » Tokoh Antikorupsi Dunia dan Indonesia Warnai Peringatan Hakordia 2025

Tokoh Antikorupsi Dunia dan Indonesia Warnai Peringatan Hakordia 2025

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 8 Des 2025
  • visibility 5
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Deretan tokoh antikorupsi dunia kembali disorot jelang Hakordia 2025 sebagai inspirasi integritas publik.

albadarpost.com, PELITA – Menjelang peringatan Hari Antikorupsi Sedunia 2025, deretan tokoh antikorupsi dari berbagai negara kembali mendapat sorotan. Kiprah mereka penting karena memberi bukti bahwa perubahan menuju pemerintahan bersih selalu dimulai dari keberanian individu. Di tengah krisis kepercayaan publik terhadap lembaga negara, keteladanan semacam ini memberi arah baru bagi warga untuk menuntut transparansi dan tanggung jawab.


Gerakan Global yang Dibentuk oleh Keberanian Individu

Perlawanan terhadap praktik korupsi di banyak negara lahir dari upaya personal yang konsisten. Di Rusia, nama Alexei Navalny menjadi simbol perlawanan terhadap penyalahgunaan kekuasaan. Melalui investigasi berbasis data dan rekaman video yang menyasar elite politik, Navalny membangun Anticorruption Foundation (FBK) sebagai pusat pelaporan publik. Karyanya mengubah gerakan sipil di Rusia yang sebelumnya pasif menjadi lebih vokal.

Di Tiongkok, upaya pemberantasan korupsi bergerak dalam skala besar ketika Wang Qishan memimpin komisi disiplin Partai Komunis. Ribuan pejabat ditindak dalam operasi yang menjadi salah satu kampanye antikorupsi terbesar abad ini. Penindakan di negara birokratis raksasa itu memperlihatkan bahwa pembenahan institusi memerlukan otoritas kuat dan konsistensi.

Kisah berbeda hadir dari Afrika Timur melalui John Githongo. Mantan pejabat Kenya yang mundur dari jabatannya itu memilih membuka skandal Anglo-Leasing, salah satu kasus korupsi paling mahal dalam sejarah negara tersebut. Setelah keluar dari pemerintahan, ia terus memperkuat gerakan masyarakat sipil melalui Inuka Kenya Trust dan keterlibatannya di Transparency International.

Latar perjuangan berbeda datang dari India. Aruna Roy, mantan birokrat yang memilih jalan aktivisme, menjadi arsitek lahirnya Undang-Undang Hak atas Informasi (RTI). Regulasi itu kini digunakan jutaan warga untuk menuntut keterbukaan dokumen publik. Roy dan organisasi MKSS yang ia bangun membuka akses transparansi bagi pekerja pedesaan yang selama ini tidak dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan.

Di Gabon, Gregory Ngbwa Mintsa mempelopori gerakan “Ca suffit comme ça” yang menuntut reformasi politik. Mintsa juga menggugat pejabat tinggi atas dugaan penyalahgunaan dana negara. Keberaniannya membuatnya diganjar Integrity Award pada 2010.


Tokoh Antikorupsi Indonesia dan Jejak Integritasnya

Indonesia memiliki daftar panjang tokoh antikorupsi yang membentuk fondasi moral kebijakan publik. Mohammad Hatta, wakil presiden pertama, menjadi rujukan kesederhanaan pejabat negara. Ia pernah mengembalikan sisa dana operasional yang bukan haknya dan menolak fasilitas negara yang tidak semestinya. Prinsipnya tentang integritas pribadi menjadi standar etika yang masih relevan hingga kini.

Baca juga: Polisi Ungkap Motif Ibu Buang Bayi Citayam di Toilet Stasiun

Baharuddin Lopa muncul sebagai figur lain yang tegas dan bersih. Saat menjadi jaksa agung, ia menolak semua bentuk gratifikasi, bahkan dalam bentuk potongan harga. Pendiriannya membuat banyak perkara korupsi besar berani disentuh pada masanya.

Hoegeng Iman Santoso, kapolri 1968–1971, tetap dikenal sebagai polisi paling jujur yang pernah dimiliki Indonesia. Ia menolak hadiah, menyemir sepatu sendiri, dan menindak penyimpangan internal tanpa kompromi. Sikapnya memperlihatkan bahwa tata kelola kepolisian hanya bisa dibangun dari teladan di pucuk pimpinan.

Mar’ie Muhammad, Menteri Keuangan era Orde Baru yang mendapat julukan Mr Clean, memperkuat integritas di sektor pajak. Ia menindak lebih dari seribu pegawai bermasalah dan menolak suap dalam jabatan apa pun. Reformasi perpajakan yang ia pimpin menegaskan bahwa pelayanan publik tidak boleh menjadi ruang percaloan.

Generasi baru gerakan antikorupsi Indonesia turut diperkuat oleh Sely Martini dari ICW. Ia dikenal kritis dalam isu kehutanan dan lingkungan, serta turun langsung ke lapangan untuk memeriksa praktik koruptif sektor sumber daya alam. Dedikasinya membuatnya meraih International Honesty Award 2014.


Mengapa Keteladanan Masih Penting

Dalam ekosistem politik yang serba transaksional, figur publik yang jujur menawarkan penyeimbang. Kisah mereka tidak hanya relevan pada ranah moral, tetapi juga menentukan kualitas pelayanan publik. Keberadaan tokoh antikorupsi memungkinkan warga melihat bahwa integritas bukan utopia, melainkan pilihan yang dapat dilakukan oleh siapa pun.

Keteladanan tokoh antikorupsi menunjukkan perubahan dimulai dari keberanian individu melawan penyalahgunaan kekuasaan. (Red/Arrian)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi bumbu dasar putih, merah, dan kuning dalam wadah kaca untuk stok 10 masakan di kulkas.

    Satu Bumbu Dasar untuk 10 Masakan, Wajib Stok!

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 9
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Bumbu dasar menjadi kunci rahasia banyak masakan rumahan. Dengan satu bumbu dasar yang tepat, Anda bisa mengolah aneka menu tanpa harus mengulek ulang setiap hari. Bahkan, racikan bumbu inti ini dapat diolah menjadi bumbu putih, merah, dan kuning yang tahan simpan di kulkas. Karena itu, banyak orang kini memilih menyiapkan stok bumbu […]

  • Ilustrasi seorang muslim berdoa sebelum berpuasa yang menggambarkan makna niat puasa dalam perspektif tauhid dan keikhlasan ibadah.

    Rahasia Niat Puasa: Perspektif Tauhid yang Jarang Dibahas

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 3
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Banyak orang memahami puasa hanya sebagai menahan lapar dan dahaga. Padahal dalam Islam, niat puasa dalam tauhid memiliki makna yang jauh lebih dalam. Konsep niat puasa berdasarkan tauhid, atau keikhlasan ibadah kepada Allah, menjadi inti dari setiap amal seorang muslim. Dalam perspektif aqidah, niat puasa dalam tauhid menegaskan bahwa puasa bukan sekadar […]

  • sertifikat tanah

    Pentingnya Sertifikat Tanah

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 5
    • 0Komentar

    Kasus Nenek Elina di Surabaya menegaskan risiko sengketa tanah tanpa sertifikat tanah yang kuat dan sah. albadarpost.com, FOKUS – Kasus pengusiran dan perobohan rumah yang dialami Nenek Elina Widjajati di Surabaya kembali menyorot persoalan klasik kepemilikan lahan di Indonesia: lemahnya perlindungan hukum bagi warga yang belum memiliki sertifikat tanah resmi. Peristiwa ini penting karena menyangkut […]

  • Ilustrasi parsel lebaran sebagai potensi gratifikasi kepada pejabat.

    Tradisi Parsel Lebaran untuk Pejabat: Budaya atau Gratifikasi?

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 7
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Gratifikasi lebaran sering muncul dalam bentuk bingkisan, parsel, atau hadiah hari raya. Sebagian orang menganggap gratifikasi lebaran atau hadiah lebaran untuk pejabat sebagai tradisi sosial yang wajar. Namun jika hadiah tersebut berkaitan dengan jabatan, hukum memandangnya sebagai potensi korupsi. Di sinilah persoalan mulai menjadi serius. Banyak praktik pemberian hadiah kepada pejabat sebenarnya […]

  • penyerahan 6 triliun

    Penyerahan Rp6,6 Triliun dan Masa Depan Penindakan Korupsi SDA

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 2
    • 0Komentar

    Editorial Albadarpost menilai penyerahan Rp6,6 triliun harus diikuti penegakan hukum konsisten dan pemulihan ekologi nyata. Uang Negara Kembali, Kepercayaan Publik Dipertaruhkan albadarpost.com, EDITORIAL – Kejaksaan Agung menyerahkan Rp6,6 triliun kepada pemerintah. Angka ini bukan kecil. Ia mencerminkan hasil penagihan denda kehutanan dan penyelamatan keuangan negara dari perkara korupsi. Peristiwa ini disaksikan langsung Presiden Prabowo Subianto, […]

  • Santunan Masjid Rahmatullah BRP kepada kaum dhuafa dan fakir miskin menjelang Ramadhan di Tasikmalaya

    Masjid Rahmatullah BRP Buktikan Masjid Pusat Kepedulian

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 4
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA TASIKMALAYA – Santunan Masjid Rahmatullah BRP kembali menguatkan makna bahwa masjid bukan sekadar ruang ibadah. Santunan Masjid Rahmatullah BRP sekaligus menjadi bentuk nyata kepedulian sosial warga terhadap kaum dhuafa dan fakir miskin. Melalui kegiatan berbagi ini, Masjid Rahmatullah BRP memperlihatkan peran strategisnya sebagai pusat solidaritas umat menjelang Ramadhan 1447 Hijriah. Sejak pagi, suasana […]

expand_less