Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Tokoh Antikorupsi Dunia dan Indonesia Warnai Peringatan Hakordia 2025

Tokoh Antikorupsi Dunia dan Indonesia Warnai Peringatan Hakordia 2025

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 8 Des 2025
  • visibility 264
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Deretan tokoh antikorupsi dunia kembali disorot jelang Hakordia 2025 sebagai inspirasi integritas publik.

albadarpost.com, PELITA – Menjelang peringatan Hari Antikorupsi Sedunia 2025, deretan tokoh antikorupsi dari berbagai negara kembali mendapat sorotan. Kiprah mereka penting karena memberi bukti bahwa perubahan menuju pemerintahan bersih selalu dimulai dari keberanian individu. Di tengah krisis kepercayaan publik terhadap lembaga negara, keteladanan semacam ini memberi arah baru bagi warga untuk menuntut transparansi dan tanggung jawab.


Gerakan Global yang Dibentuk oleh Keberanian Individu

Perlawanan terhadap praktik korupsi di banyak negara lahir dari upaya personal yang konsisten. Di Rusia, nama Alexei Navalny menjadi simbol perlawanan terhadap penyalahgunaan kekuasaan. Melalui investigasi berbasis data dan rekaman video yang menyasar elite politik, Navalny membangun Anticorruption Foundation (FBK) sebagai pusat pelaporan publik. Karyanya mengubah gerakan sipil di Rusia yang sebelumnya pasif menjadi lebih vokal.

Di Tiongkok, upaya pemberantasan korupsi bergerak dalam skala besar ketika Wang Qishan memimpin komisi disiplin Partai Komunis. Ribuan pejabat ditindak dalam operasi yang menjadi salah satu kampanye antikorupsi terbesar abad ini. Penindakan di negara birokratis raksasa itu memperlihatkan bahwa pembenahan institusi memerlukan otoritas kuat dan konsistensi.

Kisah berbeda hadir dari Afrika Timur melalui John Githongo. Mantan pejabat Kenya yang mundur dari jabatannya itu memilih membuka skandal Anglo-Leasing, salah satu kasus korupsi paling mahal dalam sejarah negara tersebut. Setelah keluar dari pemerintahan, ia terus memperkuat gerakan masyarakat sipil melalui Inuka Kenya Trust dan keterlibatannya di Transparency International.

Latar perjuangan berbeda datang dari India. Aruna Roy, mantan birokrat yang memilih jalan aktivisme, menjadi arsitek lahirnya Undang-Undang Hak atas Informasi (RTI). Regulasi itu kini digunakan jutaan warga untuk menuntut keterbukaan dokumen publik. Roy dan organisasi MKSS yang ia bangun membuka akses transparansi bagi pekerja pedesaan yang selama ini tidak dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan.

Di Gabon, Gregory Ngbwa Mintsa mempelopori gerakan “Ca suffit comme ça” yang menuntut reformasi politik. Mintsa juga menggugat pejabat tinggi atas dugaan penyalahgunaan dana negara. Keberaniannya membuatnya diganjar Integrity Award pada 2010.


Tokoh Antikorupsi Indonesia dan Jejak Integritasnya

Indonesia memiliki daftar panjang tokoh antikorupsi yang membentuk fondasi moral kebijakan publik. Mohammad Hatta, wakil presiden pertama, menjadi rujukan kesederhanaan pejabat negara. Ia pernah mengembalikan sisa dana operasional yang bukan haknya dan menolak fasilitas negara yang tidak semestinya. Prinsipnya tentang integritas pribadi menjadi standar etika yang masih relevan hingga kini.

Baca juga: Polisi Ungkap Motif Ibu Buang Bayi Citayam di Toilet Stasiun

Baharuddin Lopa muncul sebagai figur lain yang tegas dan bersih. Saat menjadi jaksa agung, ia menolak semua bentuk gratifikasi, bahkan dalam bentuk potongan harga. Pendiriannya membuat banyak perkara korupsi besar berani disentuh pada masanya.

Hoegeng Iman Santoso, kapolri 1968–1971, tetap dikenal sebagai polisi paling jujur yang pernah dimiliki Indonesia. Ia menolak hadiah, menyemir sepatu sendiri, dan menindak penyimpangan internal tanpa kompromi. Sikapnya memperlihatkan bahwa tata kelola kepolisian hanya bisa dibangun dari teladan di pucuk pimpinan.

Mar’ie Muhammad, Menteri Keuangan era Orde Baru yang mendapat julukan Mr Clean, memperkuat integritas di sektor pajak. Ia menindak lebih dari seribu pegawai bermasalah dan menolak suap dalam jabatan apa pun. Reformasi perpajakan yang ia pimpin menegaskan bahwa pelayanan publik tidak boleh menjadi ruang percaloan.

Generasi baru gerakan antikorupsi Indonesia turut diperkuat oleh Sely Martini dari ICW. Ia dikenal kritis dalam isu kehutanan dan lingkungan, serta turun langsung ke lapangan untuk memeriksa praktik koruptif sektor sumber daya alam. Dedikasinya membuatnya meraih International Honesty Award 2014.


Mengapa Keteladanan Masih Penting

Dalam ekosistem politik yang serba transaksional, figur publik yang jujur menawarkan penyeimbang. Kisah mereka tidak hanya relevan pada ranah moral, tetapi juga menentukan kualitas pelayanan publik. Keberadaan tokoh antikorupsi memungkinkan warga melihat bahwa integritas bukan utopia, melainkan pilihan yang dapat dilakukan oleh siapa pun.

Keteladanan tokoh antikorupsi menunjukkan perubahan dimulai dari keberanian individu melawan penyalahgunaan kekuasaan. (Red/Arrian)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • El Clasico Indonesia

    El Clasico Indonesia Kembali Tersaji: Persib–Persija

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 201
    • 0Komentar

    Persib dan Persija kembali bentrok di El Clasico Indonesia. Duel krusial ini menentukan arah persaingan Super League 2026. albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Persib Bandung dan Persija Jakarta kembali bertemu. Duel yang dikenal luas sebagai El Clasico Indonesia itu akan berlangsung dalam lanjutan Super League 2026 dan langsung menyedot perhatian publik sepak bola nasional. Pertandingan ini […]

  • santri penghafal Al-Qur'an

    Tangis di Sepertiga Malam: Kisah Santri Penghafal Al-Qur’an Ini Bikin Haru

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 173
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Jam menunjukkan pukul 03.30 dini hari. Sebagian orang masih terlelap, tetapi seorang santri penghafal Al-Qur’an sudah duduk bersila di sudut kamar sederhana. Suara lirih ayat suci mulai terdengar pelan. Inilah rutinitas yang jarang terlihat—perjalanan sunyi seorang hafiz Qur’an yang penuh disiplin dan keteguhan. Kisah santri penghafal Al-Qur’an atau hafiz Qur’an selalu menyimpan […]

  • Ekonomi lokal

    Transisi Energi Berbasis Lokal, Ekonomi Warga Ikut Bergerak

    • calendar_month Minggu, 11 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 202
    • 0Komentar

    Kolaborasi BUMN, pemda, dan komunitas lokal lewat hub biomassa mendorong transisi energi dan ekonomi lokal. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Upaya transisi energi nasional terus diperluas hingga ke tingkat daerah. PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) meresmikan fasilitas hub biomassa di wilayah Tasikmalaya dan Ciamis, Jawa Barat, sebagai bagian dari penguatan rantai pasok energi terbarukan […]

  • Mabuk Massal Nobar

    26 Motor Diamankan Polisi, Nobar Persib di Galih Pawesti Berakhir Ricuh

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 155
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Nobar Persib Bandung di Gedung Galih Pawesti, Kota Tasikmalaya, berubah menjadi mabuk massal yang memicu kemarahan pemerintah daerah. Euforia pertandingan Persib vs Persijap yang seharusnya berlangsung tertib justru berubah menjadi pesta miras liar dengan puluhan pemuda ditemukan mabuk dan tertidur di sekitar lokasi. Peristiwa itu terjadi pada Sabtu malam, 23 Mei […]

  • digitalisasi Pemkab Tasikmalaya

    Kominfo Tak Mandiri, Digitalisasi Pemkab Tasikmalaya Tertinggal

    • calendar_month Minggu, 14 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 187
    • 0Komentar

    Editorial Albadarpost: digitalisasi Pemkab Tasikmalaya tersendat karena Kominfo belum mandiri, layanan publik ikut terhambat. Digitalisasi Dijanjikan, Pelayanan Masih Tertahan albadarpost.com, EDITORIAL – Harapan percepatan digitalisasi Pemkab Tasikmalaya kembali mengemuka. Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin menyatakan komitmennya membangun pemerintahan berbasis elektronik. Namun hingga kini, warga masih menghadapi birokrasi yang berjalan lambat dan manual. Masalah ini penting […]

  • modal usaha UMKM

    Modal Usaha UMKM Tanpa Bank, Ternyata Ini Caranya

    • calendar_month Minggu, 5 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 224
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Banyak pelaku usaha kecil mengira modal usaha UMKM hanya bisa didapat dari pinjaman bank atau koperasi. Padahal, ada banyak cara mencari modal usaha, tambahan dana bisnis, dan sumber pendanaan UMKM yang justru lebih ringan, cepat, dan minim risiko. Sayangnya, cara-cara ini jarang dibahas media sehingga banyak pelaku usaha terjebak pada utang berbunga […]

expand_less