Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Polisi Ungkap Motif Ibu Buang Bayi Citayam di Toilet Stasiun

Polisi Ungkap Motif Ibu Buang Bayi Citayam di Toilet Stasiun

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 8 Des 2025
  • visibility 41
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Polres Depok menangkap ibu pembuang bayi Citayam dan mengungkap motif serta kronologi penemuan jasadnya.

albadarpost.com, HUMANIOARAPolres Metro Depok menetapkan ibu kandung sebagai pelaku pembuangan bayi Citayam yang ditemukan tak bernyawa di toilet Stasiun Citayam, Depok. Polisi menyebut bayi perempuan itu dibunuh sebelum ditinggalkan begitu saja dalam sebuah tas. Kasus ini penting karena membuka kembali soal kerentanan perempuan muda yang berhadapan dengan tekanan sosial, ekonomi, dan relasi yang tidak setara.


Penemuan Tas yang Mengarah pada Kasus

Jasad bayi Citayam pertama kali diketahui pada Senin sore, 1 Desember 2025, ketika petugas kebersihan stasiun melihat sebuah tas hijau mencurigakan di area toilet. Tas itu tergantung cukup lama, membuat petugas curiga dan melapor kepada keamanan stasiun. Setelah dibuka, mereka menemukan jasad seorang bayi perempuan yang diperkirakan berusia 4 hingga 5 hari.

Kepala Seksi Humas Polres Metro Depok, AKP Made Budi, menjelaskan pada Jumat, 5 Desember 2025, bahwa laporan dari petugas stasiun langsung ditindaklanjuti dengan olah tempat kejadian perkara. Tim identifikasi tidak hanya menemukan jasad bayi, tetapi juga secarik kertas berisi permohonan agar bayi itu dikuburkan dengan layak.

“Ketika tas diperiksa, penyidik menemukan adanya secarik surat,” ujar Made. Di dalamnya terdapat kalimat yang menunjukkan penyesalan dan harapan agar jenazah bayi diperlakukan secara manusiawi.

Polisi kemudian bergerak cepat dengan memeriksa saksi di sekitar lokasi serta memeriksa rekaman CCTV. Jejak visual dari kamera pengawas membantu mengerucutkan identitas pelaku.


Penangkapan Ibu Kandung Bayi Citayam

Setelah penyelidikan intensif, ibu kandung bayi tersebut ditangkap pada Sabtu, 6 Desember 2025, di sekitar Stasiun Citayam. Penangkapan dilakukan setelah petugas keamanan mengamati perilaku mencurigakan seseorang yang diidentifikasi mirip dengan hasil rekaman CCTV.

Baca juga: Polisi Dalami Penemuan Jasad Bayi di Toilet Stasiun Citayam

Kepada penyidik, perempuan itu mengakui tindakannya. Ia mengatakan bayi tersebut sengaja dibunuh sebelum ditinggalkan. Polisi memastikan penyebab kematian bukan karena kekerasan fisik, melainkan karena tenggelam. “Penyebab kematian akibat tenggelam,” kata Made singkat.

Motifnya terungkap: pelaku mengalami tekanan berat setelah bayi tersebut lahir dari hubungan gelap dengan kekasihnya yang menolak bertanggung jawab. Menurut polisi, kondisi psikologis pelaku turut memperburuk situasi sehingga ia mengambil keputusan fatal.

“Pelaku merasa banyak masalah, jadi stres. Bayi itu hasil hubungan gelap sama pacarnya,” kata Made.


Analisis dan Konteks

Kasus bayi Citayam menambah daftar tragedi yang melibatkan pembuangan bayi di ruang publik. Tekanan sosial terhadap perempuan yang hamil di luar pernikahan seringkali membuat mereka bergerak dalam keterdesakan. Polisi juga menduga pelaku mengalami gangguan psikologis akibat tekanan sosial dan ekonomi.

Fenomena ini menandakan perlunya evaluasi kebijakan perlindungan perempuan, akses layanan kesehatan reproduksi yang memadai, serta ruang aman bagi perempuan yang menghadapi kehamilan tidak diinginkan. Ketiadaan dukungan sering berujung pada keputusan berbahaya yang membawa risiko hukum dan ancaman hilangnya nyawa.


Dampak Kasus dan Langkah Lanjutan Polisi

Polres Metro Depok memastikan pemeriksaan terhadap pelaku dilakukan oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) untuk menilai kondisi psikologisnya. Polisi juga berkoordinasi dengan dinas terkait guna memastikan proses hukum berjalan, tetapi tetap memperhatikan aspek kerentanan pelaku.

Kasus bayi Citayam ini menjadi peringatan keras tentang pentingnya memastikan kebijakan perlindungan sosial berjalan efektif. Pemerintah daerah maupun pusat perlu memperkuat mekanisme pendampingan, terutama bagi perempuan muda dalam situasi rentan.

Polisi menangkap ibu bayi Citayam dan mengungkap motif di balik pembuangan. Kasus ini menegaskan perlunya perlindungan bagi perempuan dalam kondisi rentan. (Red/Arrian)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi keluarga duduk bersama di ruang tamu sambil menyimpan ponsel untuk menjaga keharmonisan keluarga di era digital.

    7 Cara Islam Menjaga Keluarga Tetap Harmonis di Era Digital

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 47
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH -Konflik keluarga Islam di era digital kini semakin sering dibahas. Banyak keluarga Muslim mulai merasakan perubahan suasana rumah karena media sosial, kebiasaan bermain gadget, komunikasi yang dingin, hingga manusia yang perlahan lebih sibuk menatap layar dibanding mendengarkan keluarganya sendiri. Padahal Islam sangat menekankan ketenangan dalam rumah tangga. Namun suasananya sekarang berbeda. Di beberapa […]

  • Bank Galunggung

    Bank Galunggung Borong 3 Penghargaan di TOP BUMD 2026, BUMD Tasikmalaya “Unjuk Gigi”?

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 74
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Ada yang menarik dari gelaran TOP BUMD Awards 2026 tahun ini. Di tengah persaingan ketat antar BUMD, Bank Galunggung justru tampil mencolok. Bukan cuma menang, tapi langsung memborong tiga penghargaan sekaligus. Dalam konteks TOP BUMD 2026, capaian Bank Galunggung ini terasa spesial. Sebab, tidak banyak BUMD daerah yang mampu konsisten naik […]

  • Kebijakan ASN

    Apa Yang Membuat Dedi Naik?

    • calendar_month Sabtu, 8 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 86
    • 0Komentar

    Faktor kenaikan elektoral Dedi Mulyadi terlihat dari basis Jabar, kebijakan publik, dan perubahan peta politik nasional. Pendahuluan: Kenaikan yang Tidak Datang dari Ruang Hampa Lonjakan elektabilitas Dedi Mulyadi dalam simulasi calon presiden versi Indikator Politik Indonesia masih menjadi tanda tanya besar—bahkan di kalangan analis politik. Dalam survei yang dirilis 8 November 2025, elektabilitas Dedi mencapai […]

  • unan Giri

    Sunan Giri dan Peran Sentralnya dalam Penyebaran Islam di Jawa

    • calendar_month Minggu, 26 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 93
    • 0Komentar

    Pengaruh Sunan Giri membentuk jaringan dakwah dan legitimasi kekuasaan Islam di Nusantara. albadarpost.com, PELITA – Peran Sunan Giri dalam sejarah Islam di Jawa bukan hanya tercatat dalam catatan keagamaan, tetapi juga dalam narasi politik dan budaya masyarakat Nusantara. Figur yang bernama asli Raden Paku atau Raden Ainul Yaqin ini menjadi salah satu tokoh kunci Wali […]

  • serangan AS Venezuela

    AS Umumkan Operasi Militer di Venezuela

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 68
    • 0Komentar

    Presiden AS mengklaim operasi militer di Venezuela dan penangkapan Nicolas Maduro, memicu ketegangan kawasan. albadarpost.com, BERITA DUNIA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa militer AS telah melancarkan serangan berskala besar ke ibu kota Venezuela, Caracas. Klaim ini disertai pernyataan bahwa Presiden Venezuela Nicolas Maduro telah ditangkap dan diterbangkan keluar dari negaranya. Jika benar, […]

  • Laziiz Tasikmalaya

    Laziiz Tasikmalaya Dorong Camilan Desa Naik Kelas

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 102
    • 0Komentar

    Laziiz Tasikmalaya mengembangkan camilan desa berstandar halal dan PIRT dengan dampak ekonomi lokal. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Di tengah persaingan industri makanan ringan yang semakin padat, konsumen kini tidak hanya mencari rasa. Mereka menuntut keamanan pangan, konsistensi mutu, dan dampak sosial yang nyata. Di Tasikmalaya, Laziiz Tasikmalaya hadir menjawab kebutuhan itu melalui camilan berbasis desa […]

expand_less