Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Budidaya Lobster Pangandaran Perkuat Ekonomi Pesisir

Budidaya Lobster Pangandaran Perkuat Ekonomi Pesisir

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 16 Des 2025
  • visibility 15
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Budidaya lobster Pangandaran berkembang, produksi stabil dan membuka peluang ekspor berkelanjutan.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Budidaya lobster di kawasan wisata Pantai Pangandaran, Jawa Barat, mulai menunjukkan geliat yang signifikan. Sejumlah kelompok warga mengembangkan usaha ini secara lebih terstruktur dan modern, membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat pesisir sekaligus memperkuat posisi perikanan daerah.

Aktivitas budidaya lobster dinilai penting karena tidak hanya menambah nilai ekonomi hasil laut, tetapi juga memberi kepastian pendapatan bagi nelayan. Di tengah fluktuasi hasil tangkapan laut, sistem budidaya menjadi alternatif yang lebih stabil dan berkelanjutan.


Produksi Meningkat, Pasar Ekspor Terbuka

Salah satu sentra budidaya lobster berkembang di Desa Cibenda, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran. Daerah ini dikenal sebagai penghasil lobster dari pesisir selatan Jawa Barat. Seiring pengembangan fasilitas budidaya yang lebih modern, daya saing lobster Pangandaran di pasar nasional dan internasional ikut meningkat.

Kelompok Cahaya Lobster Indonesia menjadi salah satu pegiat yang fokus membudidayakan lobster dari perairan Pangandaran. Kelompok ini dinilai berhasil menjaga kesinambungan produksi dan pasokan lobster, terutama untuk memenuhi permintaan pasar luar negeri.

Viktorinus, salah satu pegiat budidaya lobster, menyebut sistem budidaya memberi dampak langsung terhadap stabilitas harga di tingkat lokal. “Angka konsumsi dan pemasok juga stabil, tidak fluktuatif,” ujarnya, Senin (15/12/2025).

Menurut dia, ekspor lobster dari Pangandaran relatif stabil, khususnya ke pasar Asia Timur. Kondisi ini membuka peluang baru bagi nelayan penangkap lobster untuk terlibat dalam rantai pasok yang lebih terjamin.


Tantangan Teknis dan Pengelolaan Lingkungan

Meski menjanjikan, budidaya lobster bukan tanpa tantangan. Viktorinus menjelaskan bahwa pengelolaan kualitas air menjadi faktor kunci keberhasilan. Kadar garam, pH, dan oksigen harus dijaga secara ketat agar lobster dapat tumbuh optimal.

“Lobster hanya berkembang dalam kondisi air tertentu. Jika ada yang sakit, langsung kami karantina,” katanya. Pendekatan ini dinilai penting untuk menjaga tingkat kelangsungan hidup dan kualitas hasil panen.

Pengelolaan berbasis standar teknis ini menunjukkan pergeseran praktik perikanan tradisional menuju sistem yang lebih terukur. Model tersebut memungkinkan produksi lobster dilakukan secara konsisten tanpa bergantung sepenuhnya pada hasil tangkapan alam.


Benih Melimpah, Dorong Produksi Nasional

Ketersediaan benih lobster di perairan Pangandaran menjadi faktor pendukung utama. Aep Saefullah, pembudidaya lokal, menilai kondisi ini sebagai momentum penting bagi Indonesia untuk memperkuat industri lobster nasional.

“Ketersediaan benih sangat melimpah. Jangan terus mengalir ke Vietnam. Dengan budidaya modern, kita bisa merebut kembali pasar dunia,” ujarnya.

Selama ini, Indonesia dikenal sebagai pemasok benih lobster bagi negara lain. Dengan pengembangan budidaya di dalam negeri, nilai tambah komoditas dapat dinikmati langsung oleh masyarakat lokal dan pelaku usaha nasional.

Baca juga: Business Summit 2025 Jadi Strategi KADIN Perkuat UMKM Tasikmalaya


Dampak Langsung bagi Nelayan

Nelayan lokal mulai merasakan manfaat ekonomi dari hadirnya fasilitas budidaya. Dayat, nelayan lobster di Pangandaran, menyebut unit budidaya sebagai titik balik bagi penghidupan warga pesisir.

“Unit budidaya seperti ini sangat membantu ekonomi kami. Semoga bertambah banyak,” katanya.

Kepastian pasar dan harga yang lebih stabil membuat nelayan tidak lagi sepenuhnya bergantung pada hasil tangkapan harian. Skema ini dinilai mampu memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat pesisir dalam jangka panjang.


Posisi Pangandaran di Industri Lobster Nasional

Secara komoditas, Pangandaran mulai memposisikan diri sebagai salah satu pusat suplai lobster baru di Jawa Barat. Produksi yang meningkat, pasokan yang stabil, serta peluang ekspor yang terbuka membuat daerah ini berpotensi berperan dalam pembentukan harga dan suplai lobster nasional.

Jika tren ini berlanjut, Pangandaran dinilai mampu berkontribusi dalam memperkuat daya saing Indonesia di pasar lobster global sekaligus menekan dominasi negara pesaing di kawasan Asia.

Pengembangan budidaya lobster di Pangandaran menunjukkan bahwa pengelolaan perikanan berbasis teknologi dapat menjadi penopang ekonomi pesisir yang berkelanjutan.

Budidaya lobster Pangandaran tumbuh pesat, memperkuat ekonomi nelayan dan membuka peluang ekspor berkelanjutan. (Red/Arrian)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pengamanan Nataru Jawa Barat

    Amanakan Nataru, Polda Jabar Siagakan 25.000 Personel

    • calendar_month Sabtu, 20 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Polda Jabar kerahkan 25.000 personel untuk pengamanan Nataru Jawa Barat demi kelancaran arus mudik dan wisata. albadarpost.com, FOKUS – Kepolisian Daerah Jawa Barat menyiagakan sedikitnya 25.000 personel gabungan untuk mengawal pergerakan warga selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Langkah ini diambil sebagai respons atas proyeksi lonjakan mobilitas masyarakat yang diperkirakan mencapai titik tertinggi […]

  • brand UMKM

    Rahasia Brand UMKM Cepat Dikenal, Nomor 3 Paling Ampuh

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 46
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Membangun brand UMKM yang kuat kini menjadi kunci utama untuk bertahan di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat. Brand UMKM, citra usaha kecil, hingga identitas bisnis lokal harus dikelola secara strategis agar mudah dikenali dan diingat konsumen. Karena itu, pelaku usaha perlu memahami cara memperkuat branding UMKM secara konsisten, relevan, dan adaptif […]

  • Polisi Pangandaran membantu wisatawan memperbaiki kunci motor rusak saat Operasi Ketupat Lodaya 2026 di kawasan Pantai Pangandaran.

    Motor Wisatawan Terkunci di Pantai Pangandaran, Aksi Cepat Polisi Ini Bikin Haru

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 21
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Aksi polisi bantu wisatawan Pangandaran kembali menjadi perhatian publik. Kejadian ini memperlihatkan bagaimana aparat kepolisian tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga memberikan pertolongan langsung kepada masyarakat. Dalam momen Operasi Ketupat Lodaya 2026, seorang anggota polisi terlihat membantu wisatawan yang mengalami masalah pada sepeda motor di kawasan wisata Pantai Pangandaran, Rabu (25/3/2026). Peristiwa […]

  • Struktur birokrasi daerah dengan Kominfo belum mandiri yang masih berada di bawah dinas lain dalam tata kelola digital.

    Kominfo Belum Mandiri, Digitalisasi Tasikmalaya Terhambat

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 17
    • 0Komentar

    albadarpost.com, EDITORIAL – Kominfo Kabupaten Tasikmalaya belum mandiri menjadi persoalan mendasar dalam agenda transformasi digital daerah. Frasa Kominfo belum mandiri bahkan menggambarkan realitas yang lebih konkret dibanding slogan digitalisasi yang kerap digaungkan. Ketika urusan komunikasi dan informatika masih berstatus bidang di bawah dinas lain, maka arah kebijakan digital sulit berdiri tegak. Akibatnya, digitalisasi berisiko berubah […]

  • Rp 53 Miliar

    Pensiun Tetap Cuan, Rp 53 Miliar Hasil Korupsi Masuk Kantong

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 15
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Kasus dugaan pemerasan izin tenaga kerja asing (TKA) yang diusut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka fakta krusial: korupsi tidak berhenti ketika jabatan berakhir. Aliran dana Rp 53 miliar justru tetap berjalan meski salah satu tersangka telah pensiun dari aparatur sipil negara. Fakta ini menyingkap wajah lain korupsi birokrasi. Kejahatan tidak sekadar […]

  • Ilustrasi Abu Bakar Ash-Shiddiq mendampingi Rasulullah SAW dalam hijrah, menggambarkan keteguhan iman dan kepemimpinan Islam awal.

    Jejak Abu Bakar: Khalifah Pertama yang Menggetarkan Langit

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 20
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Nama Abu Bakar Ash-Shiddiq bukan sekadar sejarah, melainkan gema yang terus memantul di relung umat. Sosok khalifah pertama, sahabat utama Nabi, dan lelaki dewasa pertama yang memeluk Islam ini menghadirkan paradoks sufi: ia pedagang kaya, tetapi hatinya fakir di hadapan Allah. Ia memegang dunia di tangannya, namun menolak menaruhnya di hati. Di […]

expand_less