Rumah Terbakar Saat Salat Jumat, Warga Cipedes Tasikmalaya Berhamburan
- account_circle redaktur
- calendar_month 5 jam yang lalu
- visibility 8
- comment 0 komentar
- print Cetak

Petugas Damkar Kota Tasikmalaya memadamkan kebakaran rumah di Kelurahan Panglayungan, Kecamatan Cipedes, saat warga melaksanakan salat Jumat, Jumat (12/6/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kebakaran Rumah di Kota Tasikmalaya kembali terjadi dan menggegerkan warga permukiman padat di Kecamatan Cipedes. Insiden kebakaran rumah di Kelurahan Panglayungan itu terjadi tepat ketika sebagian besar kaum laki-laki sedang menunaikan salat Jumat. Akibatnya, kepulan asap tebal yang membumbung dari atap rumah langsung memicu kepanikan di lingkungan sekitar.
Peristiwa berlangsung sekitar pukul 12.15 WIB di kawasan Rancabango RT 01 RW 15. Saat itu suasana lingkungan sebenarnya relatif tenang. Namun beberapa menit kemudian, warga melihat asap hitam keluar dari bagian atas sebuah rumah milik Tati (72).
Karena mayoritas pria berada di masjid, banyak rumah hanya dihuni ibu-ibu dan anak-anak. Situasi tersebut membuat suasana mendadak berubah tegang. Beberapa warga keluar rumah sambil berteriak meminta pertolongan, sedangkan yang lain berusaha mencari sumber api.
Api Muncul dari Atap, Menjalar dalam Hitungan Menit
Menurut keterangan warga, kobaran api pertama kali terlihat dari sudut atap rumah yang sebagian besar masih menggunakan material kayu. Cuaca siang yang cukup panas serta bahan bangunan yang mudah terbakar membuat api cepat membesar.
Tati mengaku terkejut ketika mengetahui rumahnya mulai terbakar. Saat itu rumah dalam kondisi kosong karena anggota keluarga sedang melaksanakan salat Jumat.
“Apinya dari atas di pojok atap. Tiba-tiba sudah besar. Saya kaget karena rumah lagi kosong orang salat Jumat,” ujar Tati dengan suara bergetar.
Dalam waktu singkat, lidah api terlihat menjalar ke beberapa bagian bangunan. Asap pekat membumbung tinggi hingga terlihat dari sejumlah gang di sekitar lokasi.
Sementara itu, warga yang berada paling dekat dengan rumah berusaha melakukan pemadaman darurat menggunakan ember, gayung, dan selang air. Meski demikian, besarnya kobaran api membuat upaya tersebut belum mampu menghentikan penyebaran api.
Warga Berpacu dengan Waktu Sebelum Api Merembet
Kepanikan semakin terasa karena jarak antarbangunan di kawasan tersebut cukup rapat. Warga khawatir api merambat ke rumah lain dan memicu kebakaran yang lebih besar.
Beberapa ibu terlihat menggendong anak kecil sambil menyelamatkan barang-barang penting dari dalam rumah. Di sisi lain, sejumlah warga terus berteriak memberi informasi kepada jamaah yang mulai keluar dari masjid setelah mendengar kabar kebakaran.
Tidak lama kemudian, satu unit mobil Pemadam Kebakaran Kota Tasikmalaya tiba di lokasi. Petugas langsung bergerak cepat menuju titik api.
Namun proses pemadaman tidak berlangsung mudah. Gang yang sempit membatasi ruang gerak petugas. Selain itu, bagian atap yang sudah terbakar berpotensi runtuh sewaktu-waktu.
Meski menghadapi sejumlah kendala, petugas tetap fokus mengisolasi sumber api agar tidak menjalar ke bangunan lain.
Rumah Tetangga Ikut Terdampak, Damkar Cegah Kebakaran Lebih Besar
Sekitar 15 menit setelah proses pemadaman berlangsung, petugas akhirnya berhasil mengendalikan kobaran api.
Kecepatan respons Damkar menjadi faktor penting dalam mencegah kebakaran meluas ke area permukiman yang lebih padat.
Meski demikian, rumah milik Orin yang berada tepat di samping lokasi kebakaran tetap mengalami dampak. Sebagian atap rumahnya hangus akibat sambaran api.
“Apinya nyamber ke atap rumah saya. Untung cepat dipadamkan,” kata Orin.
Setelah api padam, petugas melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara yang kembali memicu kebakaran susulan.
Sementara itu, aparat kepolisian bersama petugas Damkar mulai mengumpulkan informasi di lokasi kejadian. Dugaan awal mengarah pada korsleting listrik yang terjadi di bagian atap rumah milik Tati.
Namun hingga Jumat sore, petugas masih melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti kebakaran tersebut.
Warga Bergotong Royong Bersihkan Sisa Kebakaran
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Seluruh penghuni berhasil menyelamatkan diri sebelum api membesar.
Meski demikian, sejumlah barang elektronik, perabot rumah tangga, serta bagian bangunan rumah mengalami kerusakan cukup berat akibat kobaran api dan proses pemadaman.
Setelah situasi dinyatakan aman, suasana gotong royong kembali terlihat di lokasi. Warga bersama-sama membantu membersihkan puing-puing sisa kebakaran yang berserakan di sekitar rumah.
Pemerintah Kelurahan Panglayungan juga telah melakukan pendataan terhadap kerusakan dan kerugian yang dialami korban. Data tersebut nantinya menjadi dasar untuk proses tindak lanjut bersama dinas terkait.
Peristiwa ini kembali mengingatkan pentingnya pemeriksaan instalasi listrik secara berkala, terutama pada rumah-rumah yang memiliki jaringan listrik lama dan konstruksi berbahan kayu.
Saat sebagian warga menengadahkan tangan dalam doa salat Jumat, warga lainnya berjuang menyelamatkan rumah dari amukan api. Siang itu, bukan hanya bangunan yang nyaris hilang, tetapi juga terselamatkan satu pelajaran penting: musibah bisa datang tanpa tanda, namun kepedulian tetangga selalu menjadi benteng pertama yang paling berharga. (GZ)
- Penulis: redaktur

Saat ini belum ada komentar