Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Banyak Keluarga Retak karena Utang, Nabi Sudah Mengingatkannya

Banyak Keluarga Retak karena Utang, Nabi Sudah Mengingatkannya

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
  • visibility 119
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, LIFESTYLE – Hutang dalam Islam sejak dulu sudah menjadi perhatian serius. Rasulullah SAW bahkan sering berdoa agar dijauhkan dari lilitan hutang karena dampaknya tidak hanya menyentuh urusan uang, tetapi juga ketenangan hidup, hubungan keluarga, bahkan kualitas ibadah seseorang.

Hari ini, hadis tentang hutang itu terasa semakin nyata. Banyak keluarga tampak baik-baik saja di media sosial, tetapi diam-diam hidup di bawah tekanan cicilan, pinjaman online, dan tagihan yang terus datang tanpa jeda.

Ada ayah yang tetap memakai seragam kerja rapi setiap pagi, lalu berangkat sambil tersenyum kecil di depan anak-anaknya. Namun beberapa menit kemudian, ia berhenti sebentar di pinggir jalan hanya untuk menarik napas panjang setelah membaca pesan penagihan di ponselnya.

Di dalam rumah, amplop tagihan listrik masih terlipat di atas kulkas. Sementara di meja makan, obrolan mulai pendek-pendek. Tidak ada pertengkaran besar. Hanya suasana yang perlahan berubah dingin.

Dan anehnya, zaman sekarang orang bisa membeli kopi mahal sambil pura-pura tenang, padahal limit pinjaman onlinenya tinggal beberapa ribu rupiah lagi.

Rasulullah SAW Sering Memohon Perlindungan dari Hutang

Dalam hadis riwayat Bukhari, Rasulullah SAW membaca doa:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْمَأْثَمِ وَالْمَغْرَمِ”
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari dosa dan lilitan hutang.”

Ketika sahabat bertanya mengapa Rasulullah begitu sering meminta perlindungan dari hutang, beliau menjawab:

“Karena seseorang jika berhutang, ia akan berkata lalu berdusta, dan berjanji lalu mengingkari.”
(HR Bukhari)

Hadis ini terasa sangat relevan dengan kehidupan modern. Banyak orang awalnya berhutang untuk kebutuhan kecil. Namun setelah tekanan datang, sebagian mulai menghindari telepon, sulit tidur, bahkan kehilangan ketenangan saat berkumpul bersama keluarga.

Islam tidak melarang hutang. Akan tetapi, Islam mengingatkan bahwa hutang adalah amanah berat yang bisa menyeret seseorang ke dalam tekanan batin jika tidak dijaga dengan tanggung jawab.

Gaya Hidup Modern Membuat Banyak Orang Terjebak

Salah satu penyebab terbesar masalah hutang hari ini ialah gaya hidup yang dipaksakan. Media sosial membuat banyak orang merasa harus selalu terlihat sukses, meski kondisi keuangan sebenarnya sedang goyah.

Ada yang rela mengambil cicilan demi ponsel baru. Ada yang memaksakan liburan agar terlihat bahagia di dunia maya. Bahkan ada keluarga yang tetap menggelar hajatan hanya karena takut dianggap gagal oleh lingkungan sekitar.

Lucunya, setelah semua foto selesai diunggah, kecemasan itu tetap pulang bersama mereka.

Kadang malam di sebuah rumah terasa sunyi sekali. Televisi menyala, tetapi tidak benar-benar ditonton. Anak-anak masuk kamar lebih cepat. Sementara orang tuanya duduk diam menghitung sisa saldo di layar ponsel yang cahayanya menyinari wajah lelah mereka.

Dan sering kali, hutang tidak langsung menghancurkan rumah. Ia masuk pelan-pelan. Lewat cicilan kecil. Lewat gengsi yang dianggap biasa. Sampai akhirnya ketenangan di rumah mulai habis tanpa sadar.

Hutang Bisa Mengganggu Ibadah dan Pikiran

Dalam Islam, hutang bukan sekadar masalah ekonomi. Hutang juga bisa memengaruhi kesehatan mental dan hubungan seseorang dengan Allah SWT.

Orang yang terlalu tertekan oleh hutang sering kehilangan fokus saat salat. Pikirannya terus dipenuhi jadwal pembayaran, bunga pinjaman, atau ancaman penagihan yang datang sewaktu-waktu.

Ada orang yang masih duduk lama di atas sajadah setelah salat isya. Tapi bukan karena ingin berzikir lebih khusyuk. Dadanya hanya terasa penuh. Berat sekali. Ia bingung harus mulai mencari uang dari mana lagi besok pagi.

Allah SWT berfirman:

“Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan hartamu secara boros.”
(QS Al-Isra: 26)

Ayat ini mengingatkan bahwa gaya hidup berlebihan sering menjadi pintu awal datangnya masalah keuangan. Karena itu, Islam mengajarkan keseimbangan, kesederhanaan, dan kemampuan mengendalikan keinginan.

Islam Mengajarkan Hidup Secukupnya

Islam tidak melarang umatnya hidup nyaman atau memiliki harta. Namun Islam sangat menekankan tanggung jawab dan ketenangan hati dalam mencari rezeki.

Rasulullah SAW bahkan pernah menunda menyalatkan jenazah seseorang yang masih memiliki hutang sebelum ada jaminan pelunasan. Peristiwa itu menunjukkan betapa seriusnya persoalan hutang dalam Islam.

Karena itu, sebelum berhutang, seseorang perlu bertanya dengan jujur kepada dirinya sendiri: apakah ini benar-benar kebutuhan, atau hanya rasa takut tertinggal dari orang lain?

Kadang yang paling melelahkan bukan jumlah tagihannya. Tapi rasa malu ketika harus terus bilang “insyaallah segera dibayar” padahal hati sendiri mulai goyah. Sedikit.

Cara agar Keluarga Terhindar dari Lilitan Hutang

Ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan agar keluarga lebih aman dari tekanan hutang. Pertama, membedakan kebutuhan dan keinginan. Kedua, menghindari gaya hidup konsumtif. Ketiga, membiasakan musyawarah keuangan dalam rumah tangga.

Selain itu, perbanyak doa agar Allah memberi kecukupan dan keberkahan rezeki. Sebab tidak sedikit keluarga yang sebenarnya berpenghasilan cukup, tetapi tetap merasa kurang karena gaya hidup berjalan lebih cepat daripada kemampuan.

Dalam banyak kasus, masalah terbesar bukan pendapatan yang kecil. Masalah muncul ketika keinginan tumbuh tanpa batas.

Hutang memang tidak selalu langsung merobohkan rumah. Namun pelan-pelan, ia bisa mencuri tidur, mengubah nada bicara di meja makan, lalu membuat sebuah keluarga terasa asing… bahkan ketika masih tinggal di atap yang sama. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi Baghdad sebagai pusat ilmu pada masa keemasan Islam dengan perpustakaan besar dan ilmuwan berdiskusi

    Baghdad Pernah Jadi Pusat Ilmu Dunia, Kenapa Jarang Dibahas?

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 148
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Baghdad kota ilmu bukan sekadar frasa historis, melainkan simbol kejayaan peradaban yang pernah memimpin dunia. Kota ini, yang kini sering diasosiasikan dengan konflik, justru dahulu dikenal sebagai pusat intelektual global. Baghdad sebagai pusat ilmu, kota peradaban Islam, hingga pusat pengetahuan dunia menjadi identitas kuatnya di masa lalu. Di jantung Baghdad, para ilmuwan, […]

  • Sukarno Cup Banjar

    Lapangan Torak Banjar Bergemuruh Sambut Sukarno Cup 2026

    • calendar_month Minggu, 28 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 25
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Sukarno Cup Banjar 2026, atau Turnamen Bola Voli Putra dalam rangka Bulan Bung Karno, menghadirkan lebih dari sekadar pertandingan olahraga. Ajang bola voli Banjar, yang diikuti tim-tim dari Kota Banjar, Kabupaten Ciamis, dan Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, itu menjadi panggung persaudaraan, pembinaan atlet muda, sekaligus ruang untuk menumbuhkan semangat sportivitas dan […]

  • Iman Islam Ihsan

    Tiga Fondasi Etika Publik Umat

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 119
    • 0Komentar

    Iman Islam Ihsan membentuk fondasi moral umat, memengaruhi perilaku sosial, ibadah, dan etika publik. albadarpost.com, HUMANIORA – Di tengah meningkatnya krisis kepercayaan publik, konflik sosial, dan banalitas ibadah yang kerap terjebak rutinitas, konsep Iman Islam Ihsan kembali mengemuka sebagai fondasi etika umat. Tiga pilar ini bukan sekadar istilah teologis, melainkan kerangka nilai yang menentukan arah […]

  • Sukwan Kebersihan

    Kalau Sukwan Kebersihan Hilang, Tasikmalaya Bisa Berantakan

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 74
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Nasib sukwan kebersihan di Kota Tasikmalaya akhirnya mulai mendapat perhatian serius dari pemerintah. Di tengah kondisi anggaran yang sedang ketat, isu petugas kebersihan honorer atau sukwan kebersihan justru masuk dalam daftar prioritas yang diperjuangkan untuk tahun 2026-2027. Pernyataan itu disampaikan Plh yang menangani persoalan tersebut, Rd Diky Candranegara, saat menjelaskan bahwa […]

  • Pesantren Tasikmalaya

    Diky: Santri Jangan Hanya Kuat Ngaji, Tapi Juga Siap Bersaing

    • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 62
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Di tengah derasnya arus informasi, media sosial, dan perkembangan teknologi yang bergerak nyaris tanpa jeda, banyak orang tua mulai menghadapi pertanyaan yang sama: bagaimana menjaga karakter anak agar tetap kuat di tengah perubahan zaman? Bagi sebagian masyarakat, jawabannya masih ditemukan di lingkungan Pesantren Tasikmalaya. Lembaga pendidikan Islam, pondok pesantren, dan komunitas […]

  • toko Sen Sen Tasikmalaya

    Pedagang Cikurubuk Terjepit, Toko Sen Sen Tasikmalaya Jadi Sorotan

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 116
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Polemik mengenai toko Sen Sen Tasikmalaya kembali menjadi sorotan setelah pedagang Pasar Cikurubuk menyuarakan protes pada Senin (9/3/2026). Mereka menilai aktivitas usaha toko tersebut memicu persaingan yang tidak seimbang. Selain dikenal sebagai toko grosir, sejumlah pedagang juga menilai toko tersebut ikut menjual barang secara eceran, sehingga membuat pedagang kecil kehilangan pelanggan. […]

expand_less